Merried With Old Best Friend

Merried With Old Best Friend
Tidur dirumah pohon


__ADS_3

Happy Reading


Siang hari itu adalah siang yang sangat panas Ethan rasanya ingin sekali berendam di kutub utara yang terkenal dinginnya.


“ astagfirullah napa ni hari panas bener ya , rasanya pen kena terpanaan angin kenceng” gumam ethan.


“ apa gue pergi ke markas ya naik motor sekalian nyari udara seger, bosen juga dirumah mulu”.


Ethan pun keluar kamar menuju ruang tamu karena semuanya lagi berkumpul di ruang tamu.


“ Violla, bun.. Ethan ijin keluar ya mau ke markas udah lama Ethan nggak kumpul bareng temen Ethan”. Izin Ethan


“ kamu ini Ethan bukan nya temenin atau hibur istrinya yang habis berduka malah ninggalin istri pergi buat ketemu temen-temen gimana sih kam” omel bundanya.


“ yaelah bun bentaran doang sama buat nyari angin gerah plus bosen dirumah mulu, emang bunda nggak bosen apa dirumah mulu kalo Ethan jadi bunda udah stress duluan kali” jawab Ethan .


“ jawab mulu kamu Ethan kalo bunda bilangin”. “ okeh bunda ijinin kamu keluar tapi ajak Violla kasian dia , pasti dia juga butuh angin segar untuk menghilangkan rasa dukanya” sambung bundanya.


“ihh apaan sih bun masa Violla ikut juga kan aku mau kemarkas nanti kalo ketauan aku udah nikah gimana?” gerutu Ethan.


“ iya bun Violla nggak usah ikut Violla dirumah aja temenin bunda” ucap Violla.


“tuh bun kata Violla juga nggak usah jadi nggak usah ikut” . “ enggak!! Violla harus ikut, udah sana Violla kamu ganti baju , pokokya keputusan bunda udah nggak bisa di ganggu gugat lagi!!”. Ucap bundanya.


Ethan yang menderngar itu pun kesal iya langsung menuju kamarnya untuk ganti baju tapi dalam menuju kamarnya ia hanya menggerutu dan protes walaupun ia protes pun tidak bisa karena ia mengucap pelan , kalo tidak ia langsung dikeluarkan dari KK .


Violla pun sama seperti Ethan yang langsung menuju kamar untuk mengganti baju supaya mereka pergi tidak terlalu malam.


Dijalan menuju tangga Violla yang tepat berada dibelakang Ethan dapat mendengar gerutuan Ethan dari awal pun sedikit ketawa , karena menurutnya Ethan kalo sedang kesal itu lucu rasanya ia ingin menciumnya. Ehhh!!! Tidak tidak bisa malu ia kalau mencium Ethan duluan.


...****************...


Setelah mereka berganti baju mereka segera turun menuju ruang tamu untuk berpamitan ke bundanya.


“bun Ethan sama Violla berangkat dulu” pamit Ethan dengan nada jutek.


“ kamu marah sama bunda Ethan awas aja kamu!!”


“apaan sih bun orang nggak marah sama bunda” ucap Ethan sambil tersenyum terpaksa.

__ADS_1


Violla yang melihat itu pun rasanya ingin sekali ia tertawa kencang karena melihat senyuman paksaaan Ethan.


“ apa lohh senyum-senyum pen ketawa’in gw ya lohh!!” ucap Ethan.


“ ihh PD banget loh jadi orang orang gw lagi senyum ke bunda juga , mangkanya jadi orang jangan sok PD”. Balas Violla.


Selesai drama yang mereka bikin akhirnya Ethan dan Violla barangkat menggunakan mobil karena Violla takut kalo Ethan membawa motor seperti hari dimana ia telat sekolah dan berangkat bareng Ethan yang membawa motor seperti sedang balapan motor GP.


Dilain sisi Ethan makin kesal karena ia membawa mobil bukan membawa motor , padahal ia ingin sekali membawa motor dengan kecepatan tinggi dengan ditemani hembusan angin yang kencang, kalau membawa mobil ia tidak bisa merasakanya yang hanya dirasakan adalah udara dari AC bukan udara alami.


Didalam perjalan Ethan tidak tahu mau kemana ia bingung ingin mengajak Violla kemana “ Vi ini kita mau kemana gw bingung soalnya tadi tujuan gw keluar mau kemarkas, kalo ada ide bilang aja , kita langsung kesana aja keburu gelap” tanya Ethan.


Violla sempat berfikir terlebih dahulu karena memang perginya dadakan dan tidak dirancanakan. Setelah berfikir cukup lama Violla menemukan tempat yang bagus dan cocok untuk mencari ketenangan , udara segar dan juga pemandangan yang indah.


“ okeh gw tau mau kemana sekalian nyegerin pikiran gw atau mungkin lo juga “.


“ emang dimana? Kek tuh tempat bagusss banget” ejek Ethan.


“ gatau aja lohh tuh tempat gw,bang Akbar, sama papa yang temuin dan itu tempat rahasia kita bertiga , apalagi kalau diantara kita lagi ada masalah dan pengen tenang diri pasti sasarannya tempat itu dan lo harus jaga rahasia juga” jelas violla.


“okeh-okeh emg dimana tempatnya?” tanya Ethan.


...****************...


Setelah dua jam berjalanan yang merka tempuh akhirnya mereka sampai di tempat tujuan mereka. Ethan memakirkan mobilnya karena akses masuk kesana tidak bisa dilewati oleh mobil.


Meraka turun dan menuju tempat itu dengan jalan kaki selama lima menit lamanya, Ethan kira tadi susah sampai ternyata butuuh jalan kaki untuk masuk kesana.


“ masih lama Vi? Gw udah cape banget”. Tanya Ethan .


“bentar lagi Ethan kamu nggak bakal nyesel deh datang kesini malah bikin nagih....tuhhh tempatnya kita udah nyampe.. baguss kan tempatnya” jawab Violla.


Ethan terpana melihat oemandangan yang ia liahat karena ini pertama kalinya ia melihat tempat yaang begitu indah yang tidak dapat diteemukan dimana pun apalagi dikota.


Pemandangan alam yang sangat bagus untuk dimata , suara air yang begitu menenangkan, udara yang dingin seperti dipuncak, air sungai yang begitu indah seperti kristal , pepohonan yang menjulang tinggi, suara hewan-hewan yang mejelang malam.


Ini adalah pemandangan yang sangat perfect batin Ethan.


“gimana bagus nggak” tanya Violla.

__ADS_1


“ gila ini mah bagus banget, rasanya gw pengen tinggal disini aja dari pada dikota yang sangat bising” takjub Ethan.


“ ya kan bagus, gw gitu lohh” bangga Violla.


Ketika Ethab asyik memandangi keindah alam Ethan terfokuskan oleh rumah pohon yang berada di seberang.


“ Vi itu kok ada rumah pohon” tanya Ethan penasaran.


“ owh itu rumah yang papa sama bang Akbar bikin buat kita pengen nginap disni, walaupun kita jarang kesini tapi tetep ada yang bersihin biar kalau pas mau main kesini tetep bersih” jelas Violla. Dan Ethan hanya beroriah saja.


Mereka berdua langsung menuju rumah pohon tersebut yang berada di seberang dengan jembatan yang sudah dibikin oleh almarhum papanya dan abangnya.


Setelah mereka naik keatas rumah pohon tersebut dan juga menaruh bawaan makanan yang mereka beli dijalan untuk nyemil atau mereka sedang lapar.


...****************...


Malam pun tiba mereka memutuskan untuk menginap disini saja karena kalau balik pun nangung mereka akan sampai sekitar jam 1 malam, dan untung di dalam rumah pohon tersebut terdapat kasur yang terawat serta pakaian yang maish terawat walau sudah ditinggalkan cukup lama.


Mereka jadi tidak perlu khawatir tentang pakaian kerna baju lama Violla masih cukup dibadannya dan untuk Ethan ia memakai abju dari alrmahum papanya.


Disini lah mereka cukup banyak mengobrol sambil menikmati indahnya malam.


“ Vi kok lu bisa nemuin nih tempat?” Tanya Ethan penasaran.


“ kamu nanye? Kamu bertanya tanya kenapa aku bisa nemuin ini tempat?” jawab Violla sedikit tertawa.


“serius gw anjir” Tegas Ethan. Mendengar suara tegas Ethan Violla sedikit takut.


“ iya-iya serius banget sih.... jadi dulu aku, abang dan papa pergi bertiga dari vila sekitar sini buat nyari hawa seger pagi-pagi terus lah ketemu tempat ini.....” cerita Violla.


Tak teresa Violla bercerita dan bahas yang lain dengan Ethan pukul sudah menunjukan pukul 00.30 dan disitu mereka mulai lebih dekat dan mengenal satu sama lain , ya mungkin mereka gampang dekat dikarenakan dahulu mreka memang sudah ketemu.


“ Hoammm ngantuk banget ihh” ucap Violla.


“ eh udah mau jam satu malam pantesan lo udah ngantuk biasa juga tidur jam sepuluhan ini mau jam satu, yaudah kita sekarang tidur aja biar bisa bangun pagi buat nikmati suasananya yang pasti bakal dingin plus sejuk” ucap Ethan dan diangguki oleh viollla.


Pada pukul 00.35 pasturi tersebut masuk kedalam rumah pohon tersebut dan tenggelam pada mimpi masing-masing sambil berpelukan menggunakan selimut tebal yang sudah tersedia disana.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2