Merried With Old Best Friend

Merried With Old Best Friend
Hari yang sial


__ADS_3

Happy Reading


✨✨✨


Pagi ini pagi yang cerah bagi Violla karena ia bangun lebih awal dari biasanya. Jam 07.00 ia sudah berpakaian Dengan rapih dan bersiap untuk sarapam bersama.


" Min'na ohayo mama, bang --- pah? Papah mana mah kok nggak ada?" tanya violla.


"Papah udh berangkat duluan tadi pagi" Jawab mamahnya.


"Tumben berangkat pagi" ucap Violla. " Ada klien dari luar negeri katanya mangkanya berangkat pagi". Ucap sang mamah dan violla hanya beroriah.


Saat sedang asyik makan tiba-tiba mamahnya tidak sengaja menyenggol gelas yang berada di dekatnya.


Prankkkk..


"Astaghfirullah kok perasaan mamah nggak enak ya bang dek tentang papah" khawatir sang mamah.


"Perasaan mamah ajah kali orang papah tadi berangkat baik-baik aja kok" ujar Akbar anak tertua.


"Iya tau bang tapi entah kenapa perasaan mamah nggak enak aja tentang papah kamu" jawab sang mamah.


"Udah mungkin mama kecapean nanti suruh bibi panggilin tukang urut biar mamah Segeran nanti, sekarang aku sama Abang mau berangkat mamah istirahat aja okeh biar ini semua bibi yang beresin" ucap Violla.


"Yuadah mahh aku sama adek mau berangkat dulu assalamualaikum" pamit bang Akbar dan violla.


"Waallaikumsalam hati-hati ya nak" ucap sang mamah dan diangguki mereka berdua.


...****************...


Diperjalanan menuju sekolah tiba-tiba mobil yang ia kendarai mogok entah karena bensin abis atau apa tapi setau ia kemarin supir yang berada di rumah nya sudah mengisi bensin mobilnya jadi kemungkinan mobilnya mogok bukan karena kehabisan bensin.


Violla masih mengecek keadaan mobilnya namun nihil karena kerusakan dimobilnya kemungkinan disebabkan mobil Lamborghini jarang dipakai dan ada beberapa yang harus diganti.


Pukul sudah. Menunjukkan pukul 08.40 20 menit lagi bel akan berbunyi, karena situasi yang seperti ini kemungkinan ia akan terlambat akhirnya Violla menghubungi orang rumah bahwa mobil nya mogok ditengah jalan dan suruh memperbaikinya , saat sedang menelepon ada bunyi bel motor yang mengalihkan perhatiannya.


Saat dilihat ternyata itu adalah kakak kelas yang pernah menabraknya.


"Napa tuh mobil kok mogok tengah jalan? Abis bensin? Tapi Masa iya orang kaya nggak mampu beli bensin ckck" sindir Ethan.


"Apaansih gw mampu ya beli bensi cuma ini aja mobil nya jarang dipake jadi mogok" ucap Violla dan Ethan hanya beroriah saja.


Dengan insiatif Ethan, Ethan menawari tumpang kepada Violla karena jam sudah menunjukkan jam delapan kurang 15 menit lagi pula di jalan ini jarang ada angkutan umum.


"Mau nebeng nggak? Tinggal 15, menit lagi masuk" tawar Ethan.


"Males berangkat bareng Lo mending juga gw pesen ojek online" ucap Violla.


"Owhh yuadah soalnya kalo mau cari ojek online lama sekitar 20 menitan baru dapet" ucap Ethan.

__ADS_1


Violla yang mendengar itu pun sedikit khawatir soalnya beberapa menit lagi masuk dan apalagi ini hari kedua nya masuk sekolah, mana mungkin kan ia baru masuk satu bulanan terus telat bisa malu ia .


"Mau apa nggak nih nebeng mumpung gw lagi mood nebengin orang" tawar lagi Ethan.


Mau tidak mau ia terpaksa memilih berangkat bareng Ethan dari pada ia telat terus di cap jelek oleh guru-guru kan ia tidak suka.


"Yuadah gw mau" jawab violla. " Okehh".


Violla sudah menaiki motor sport milik Ethan dan menuju sekolah dengan kecepatan yang lumayan tinggi karena khawatir tidak keburu.


" WOYY PELAN-PELAN ANJIR BISA MATI MENDADAK GW , DOSA GW MASIH BANYAK WOYY , KALO MAU MATI , MATI AJA SENDIRI JANGAN AJAK GW" teriak violla karena ketakutan.


"LU MAU TELAT APA NGGAK KALO NGGAK KENCENG YA BAKAL TELAT" balas Ethan dengan teriak.


Violla yang mendengar itu pun terdiam dan memeluk Ethan dari belakang supaya tidak jatuh. Dan hal tersebut membuat Ethan tersenyum dibalik helm yang ia pakai. *(Kesempatan dalam kesempitan nggak sih)*


...****************...


Akhirnya mereka sampai sekolah tepat waktu, kurang 2 menit lagi gerbang akan ditutup. Ethan memarkiran motornya di parkiran dan violla sudah turun dan langsung menuju kelas tanpa mengucapkan terimakasih kepada Ethan.


Ethan yang melihat itu hanya kesal karena adik kelas nya itu tidak tahu diri sekali padahal sudah diberi tumpangan malah meninggalkan begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata.


" WOYY NGGAK TAU TERIMAKASIH LO YAH" teriK Ethan .


Setelah memarkirkan motor nya ia langsung menuju kelas yang dimana kelas tersebut sudah memulai pelajaran.


" Maaf Bu say telat soalnya tadi saya membantu teman yang pingsan jadi saya ke UKS sebentay" ucap Ethan mencari alasan.


"Owhh iya yaudah silakan kamu masuk lain kali jangan telat yah" ucap guru tersebut. Untung saja pelajaran pertama nya yaitu bahasa Indonesia yang dimana gurunya sangat baik dan pengertian.


"Baik Bu terimakasih" ucap Ethan.


Sebaliknya nasip Violla sekarang berbalik dengan Ethan dimana Violla berpapasan dengan jam pelajaran mtk yang gurunya sangat disiplin dan tegas.


Saat ini Violla sedang berada di lapangan karena ia telat masuk kelas dan dihukum menghormati tiang bendera selama pelajaran mtk berlangsung.


...****************...


Setelah jam pelajaran mtk selesai bel istirahat berbunyi dan siswa-siswi berhamburan untuk menuju kantin. Sekarang Violla pun lepas dari hukuman tersebut, disusul oleh Ace dan Crystal untuk menghampiri Violla.


Dikantin mereka duduk seperti biasa paling pojok dan memesan makanan. Sambil mengobrol mengapa Violla telat.


"Lla Napa lu telat?mana pas banget pelajaran pak botak itu lagi andai lu masuk pas jam pelajaran b.indo enak pasti di mengertiin Ama guru nya, sungguh malang nya" ucap Crystal panjang lebar.


"Auuahh gw hari ini sial banget pake ditengah jalan mobil gw mogok terus ketemu cowok yang kemaren tuhh yang meratiin gw".


"Kok bisa ketemu Ethan?" Tanya Ace.


" Ya bisa lahh bukti nya tadi ketemu akhirnya gw minta nebeng apa dia soalnya takut keburu telat mana bawa motornya kek ngajak orang mati lagi, ehh pas nyampe ternyata tetep dihukum kan mending gw sekalian telat" jelas violla panjang lebar.

__ADS_1


"Anjir serius lu nebeng bareng Ethan? Gilaa kek nya elu deh cewek yang duduk di jok belakang motor nya Ethan , soalnya gw belum pernah liat cewek satu pun yang duduk disitu" beritahu Ace kepada Violla.


"Ahh yang bener lu " tanya violla. " Iya bener serius dehh" jawab Ace.


"Owhh yaudah lah nggak ush di perpanjang bikin mood gw ancur aja" ucap Violla dan diangguki mereka berdua.


Setelah jam istirahat telah selesai semua murid termasuk tiga sekawan itu memasuki kelas dan memulai pelajaran. Ditengah Pelajaran Violla pendapatkan telfon dari Abangnya dan ia meminta izin kepada guru mapelnya untuk mengangkat telefon tersebut.


"Haloo ada apa bang?" Tanya kepada abangnya di sebrang sana.


"............"


" Yang bener lu bang jangan bercanda" ucap Violla dengan nada sedih.


"......."


"Yaudah sekarang dimana rumah sakit nya gw langsung nyusul sekarang , mamah gapapa kan?".


"........."


"Yaudah wassalamualaikum" Violla mengakhiri telfon tersebut.


Tak lama kemudian ia yang bersandar di tembok pun merusut ke bawah dan nangis. Karena tak mungkin ayah nya kecelakaan padahal tadi pagi kata mamahnya sehat-sehat saja.


Selesai menangis ia langsung kembali ke kelas dan meminta izin untuk pulang lebih dahulu untuk mendatangi orang tuanya yang sedang di rumah sakit.


"Assalamualaikum Bu boleh saya izin pulang sekarang soalnya papah saya kecelakaan dan saya harus datang kesana" Violla meminta izin dengan wajah sembabnya.


"Ya ampun innalilahi wa innailaihi rojiun ya sudah kamu boleh pulang sekarang, cepat sembuh ya papah kamu" ucap guru mapel tersebut.


"Ce, Crys gw pulang duluan bokap gw kecelakaan , nanti kalo ada materi gw minta ya" ucap Violla berpamitan dan meminta materi


" Astaghfirullah yang sabar ya lla semoga cepat sembuh dan untuk materi tenang aja" balas Ace.


"Yaudah makasih yahh" , " ya sama-sama"


Dalam perjalanan ia sangat tidak tenang mengenai papahnya, ia dijemput oleh supir abangnya menuju rumah sakit yang diberi tahu oleh Abangnya.


Sesampainya di rumah sakit Violla langsung menuju resepsionis dan menyebutkan nama papah nya yaitu David Zane Adipranas dan langsung menuju ruang yang disebabkan oleh suster yang ada di resepsionis.


"Mahh, bang gimana keadaan papah? Baik-baik aja kan?" Tanya violla kepada Mama dan Abang nya.


"Nggak tau lla dokter masih meriksa " jawab Akbar.


"Semoga aja papah gapapa deh" ucap Violla.


Beberapa puluh menit kemudian dokter keluar dan menyampaikan berita mengenai papahnya. Kalau pak David dalam keadaan kritis karena kepalanya terbentur keras dan mengalami pendarahan.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2