
Happy Reading
Beberapa puluh menit kemudian dokter keluar dan menyampaikan berita mengenai papahnya. Kalau pak David dalam keadaan kritis karena kepalanya terbentur keras dan mengalami pendarahan.
Violla yang mendengar itu pun langsung merusut kebawah dan menangis pasal ia sangat lah dekat dengan papah nya dibanding mamahnya.
Akbar yang melihat adiknya begitu tidak tega karena ia tahu kedekatan Violla dan papahnya.
"Sabar Olla kita doakan saja semoga papah cepat sadar dan kembali seperti dulu" ucap Akbar menenangkan sang adik.
Violla mengangguk dan berdoa semoga saja papahnya cepat sadar dan menemani Violla bercerita dan menjadi tempat bersandar Violla saat ia sedih.
...****************...
Keesokan harinya Violla mendengar kabar bahwa papah sudah kembali sadar namun kondisi nya masih dibilang kritis dan buru-buru Violla pergi ke rumah sakit karena semalem ia pulang kerumah. Untuk hari ini ai sudah bilang ke Ace dan Crystal udh izin tidak masuk sekolah.
Sesampainya di rumah sakit ia melihat didepan ruang papahnya ada beberapa orang, mungkin teman kerja papah pikirnya.
"Mahh gimana keadaan papah?" Tanya violla.l
"Masih dibilang kritis lla" lirih mamahnya.
"Yang sabar ya dar pasti mas David cepat sembuh kok" ucap menenangkan seseorang yang berada disampingnya.
"Iya mir aku selalu senantiasa menunggu mas David sembuh dan beraktivitas normal" balas dara kepada Almira. Ya seseorang itu adalah Almira bunda dari Ethan dan nggak hanya ada bunda Almira namun ada ayah Arkan yang menunggu sang sahabat.
"Haii Violla sudah lama ya kita nggak bertemu" ucap Mira untuk menghilangkan keheningan.
Seketika ekspresi Violla menujukan kebingungan karena ia tidak mengenali Tante Tersebut namun Tante tersebut mengenalnya.
"Dia Tante Mira Violla dulu kamu sering main bersama anaknya seumuran kamu" beritahu mamahnya. Maklum karena ia sudah lama tidak bertemu.
"Owhh haii Tante Mira Violla baik kok , maaf ya Violla lupa dengan Tante" ucap Violla.
"Tidak apa-apa Olla , Tante maklumin kok" balas mira.
Saat sedang asyik mengobrol tiba-tiba dokter keluar dari ruangan dan membuat semua orang yang ada disitu berdiri untuk menanyakan kabar dari David.
"Adakah disini yang bernama Violla? Kalo ada pasien meminta untuk bertemu" tanya sang dokter. "Saya dok" jawab violla dan dokter mempersilahkan Violla untuk menemui sang papah.
Violla memasuki ruang papah nya yang penuh dengan alat-alat dan selang yang memasang pada papahnya.
"Papah baik-baik aja akan" tanyan Violla.
"Papah nggak apa-apa kok"jawab sang papah kesusahan karena memakai selang untuk bernafas.
"Violla" panggil papah nya. "Iyah pah kenapa?apa sakit?" Tanya violla.
"Nggak nak papah nggak sakit kok , papah ingin bertanya apa kamu mau menepati permintaan papah untuk terakhir kalinya?" Tanya sang papah.
"Maksud papah apa permintaan untuk terakhir kalinya? Papah bakal sembuh kok dan selalu ada disamping Olla" jawab Violla dengan sedih.
"Papah nggak bakal lama lagi di dunia ini Olla" lirih papahnya.
"Papah nggak akan kemana-mana pokoknya harus selalu ada disamping Olla!!" Kekeh Olla.
"Iyah Olla papa akan selalu ada disamping Olla tapi Olla janji ya bakal nurutin permintaan papahkan?" Tanya papahnya.
Dengan sedikit bimbang akhirnya Violla menerima permintaan dari sang papah agar tidak mengecewakannya.
"Iya pah Olla janji bakal nurutin kemauan papah" jawab olla.
"Makasih ya nak, papah pengen kamu nikah dengan teman lama papa dan juga anaknya dulu sahabat lama kamu kamu" ucap papah nya.
Ucapan sang papah langsung membuat Violla terkejut bukan main pasal ia masih sekolah dan juga terlalu muda bukan untuk menikah di usia nya masih 17 tahun.
__ADS_1
"Tapi pah-- aku kan masih sekolah nanti kalo ketahuan gimana?" Tanya Violla.
"Nggak ada tapi-tapian Violla kamu juga udah umur 17 dan mempunyai KTP jadi kalian sudah bisa menikah secara resmi, untuk masalah sekolah gampang karena yang mempunyai sekolah itu adalah mertua kamu nanti dan juga umur nya hanya beda 1 tahun lebih tua darimu " jelas papahnya.
Violla yang mendengar penjelasan tersebut tidak bisa berkata-kata lagi kecuali apakah calon suaminya nanti mau menjadi Violla sebagai istri nya dan juga Violla takut kalau nanti pas sudah menikah suaminya galak dan menyakiti Violla.
Violla akhirnya mengangguk untuk menjawab permintaan papah nya , dan papah pun tersenyum bahagia melihat jawaban dari Violla.
"Tapi pah apa dia menyetujui pernikahan ini" tanya violla.
" Papah sudah tanya calon suami kamu dan ia menyetujuinya, papah ingin besok kamu nikah sama dia ya" ucap papahnya.
Dan lagi-lagi perkataan papahnya membuat ia terkejut, bayangkan saja Violla belum tahu siapa calon suaminya dan besok? Ia akan Langsung menikah.
"Hah? Besok pah? Kenapa nggak pas papah sembuh aja?" Ucap Violla.
"Iya Violla besok dan acara pernikahan nya langsung disini di rumah sakit" jelas papah.
Papahnya bukan tanpa sebab menikahkan anak gadisnya dengan orang lain , ia menikahkan karena ia tahu kalau Violla sangat lah butuh pendamping untuk bercerita, untuk tempat ia bersandar ketika lagi sedih dan ia juga sudah memilih calon suami yang tepat untuk Violla bukan asal memilih, ia tahu kalau Ethan adalah sahabat kecil dari Violla dan Ethan sangat lah merindukan nya, menurut ia Ethan juga adalah sosok yang baik , tegas , bertanggung jawab. jadi ia memilih Ethan untuk mendampingi anak gadisnya sampai maut memisahkan. Lagi pula sudah tidak lama lagi hidupnya berakhir karena kecelakaan yang menimpanya jadi ia harus Segera mencari pasangan untuk Violla.
Untuk Abangnya, sebenarnya bisa saja David menyuruh Akbar untuk menjaga Violla tetapi Akbar sendiri sudah memasuki umur untuk menikah dan mempunyai keluarga sendiri dan nggak selamanya Akbar bisa menjaga sang adik. Lagi pula Akbar sendiri sudah sibuk dengan perusahaan yang ia kasih.
Flashback on
Ketika Ethan sedang enak-enaknya bermain PS di rumah Kenzo Karena ia bolos saat jam pelajaran pertama ia dikabari bundanya untuk datang ke rumah sakit, Ethan sedikit terkejut karena tiba-tiba saja disuruh ke rumah sakit ia pikir ayahnya atau kakaknya masuk rumah sakit jadi Ethan tanpa pikir panjang ia segera ke rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit ia langsung menuju ruang yang bundanya kasih. Dan ia sedikit bingung karena ayah dan bundanya tidak apa-apa. Apa kakaknya yang sedang sakit padahal tadi pagi ia masih ketemu kakaknya yang masih sehat tapi kita kan tidak tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang pikir Ethan.
"Bun ada apa panggil Ethan kesini? Kakak sakit? Perasaan tadi pagi masih sehat" tanya Ethan.
"Nggak Ethan Kakak nggak Sakir tapi yang Sakit disini om David kamu ingat kan dulu kamu sering main sama anaknya" jelas Arkan kepada anaknya.
"Om David? Berarti Vivi ada disini dong? Mereka kapan pulang nya yah" tanya Ethan.
"Iya disini ada Vivi mereka pulang satu bulan yang lalu" jawab Arkan.
" Emang om David kenapa yah?" Tanya kembali Ethan.
"Om David kecelakaan Ethan sekarang ia sedang kritis dan ingin bicara dengan kamu" jawab Arkan. Dan diangguki oleh Ethan dan Ethan langsung masuk ke ruang om David.
"Haloo om aku Ethan" sapa Ethan yang di senyumin David.
"Halo juga nak Ethan kabar kamu bagaimana? Sudah lama om tidak melihat kamu" tanya David.
" Aku baik-baik saja om , om cepat sembuh yah" jawab Ethan.
" Nak Ethan boleh tidak om minta permintaan om untuk yang terakhir kalinya?" Tanya David.
" Astaghfirullah om jangan berkata seperti itu om pasti sembuh kok dan kembali beraktivitas seperti biasa" jawab Ethan.
"Tapi nak Ethan om sudah tidak kuat lagi untuk bertahan untuk waktu yang lama om minta kamu menikahi anak om yaitu vivi sahabat lama kamu" ucap David.
Perkataan David cukup membuat Ethan kaget pasal ia belum siap menjadi seorang suami walaupun ia bisa membiayai kebutuhan sehari-hari karena Ethan mempunyai kafe dan restoran sendiri yang ia bangun bersama teman-temannya.
"Nggak salah om? Ethan takut nggak bisa menjadi suami yang baik untuk Vivi" balas Ethan.
"Om percaya dengan kamu Ethan , kamu pasti bisa menjadi imam yang baik untuk Vivi dan juga anak-anak kalian nanti dimasa yang akan mendatang" ucap David.
Ethan yang mendengar perkataan David pun mengiyakan saja takut membuat papah dari sahabat kecil kecewa. Di dalam hati nya juga merasa bahagia karena yang akan menjadi istri adalah sahabat kecil yang ia rindukan.
"Makasih yak nak Ethan tolong kamu jaga Vivi , Vivi itu anak yang manja yang tidak mau ditinggal oleh papah nya " ucap David sedikit terkekeh.
"Dan juga bukan tanpa sebab om ingin menikahkan kamu dengan Vivi , om ingin Vivi ada yang menemani nya saat ia sedang Sedih atau pun saat ingin bercerita dan om memilih kamu untuk menjaga da.n merawat anak gadis om " ucap David.
Ethan yang mendengar itu pun tersenyum bahagia karena mendengar perkataan haru dari seorang ayah Dengan kasih sayang untuk anak gadisnya.
__ADS_1
"Siap om saya akan merawat dan menjaga anak gadis om dengan baik" balas Ethan.
"Pernikahan kalian akan dilaksanakan besok disini dan juga orang tua kamu sudah menyetujui pernikahan ini" ucap David.
Ethan yang mendengar itu sedikit kaget karena terlalu cepat namun ia bisa apa kalau orang tua dari sang mempelai perempuan bilang seperti itu , ia ingin bilang ke orang tua nya pun tidak bisa pastinya mereka akan tetep kekeh bahwa pernikahan akan dilaksanakan besok.
Flashback off
Esok harinya telah tibalah Violla untuk menjadi istri seorang yang diumurnya masih 17 tahun. Violla sendiri sudah cantik didandani oleh mamahnya dan sudah bersiap menuju rumah sakit.
Dalam perjalanan Violla dari tadi tidak bisa tidak menggerutu dalam hati dan juga deg deg'an untuk menghadapi pernikahan.
Mobil sudah terparkir dan ia sudah siap untuk turun dan menuju ruangan papahnya.
Sesampainya di ruang ia cukup kaget karena kehadiran seseorang yang ia kenal di sekolah nya yaitu kakak kelas membuat ia selalu kesal. Namun mengapa ia ada disini? Dan mengapa memakai setelan jas tapi dan-- terlihat tampan batin Violla.
"Heh!! Ngapain lo ada disini Lo nggak diundang kesini" ucap Olla membuat mereka yang ada disana menoleh ke arah sumber suara.
" Lahh lo.. juga ngapain disini?" Ucap Ethan.
"Lahh gw mahh mau ketemu papah" balas violla.
Dan membuat. Ethan bingung apa hubungannya anak baru itu dengan om david dan juga ia memakai kebaya untuk menikah pikir Ethan dan sedetik kemudian Ethan tersadar apakah anak baru itu anak dari om David? Yang berarti dia adalah Vivi sahabat lama yang Ethan rindukan batin Ethan.
"Jangan-jangan Lo yang jadi semua gw?" Tanya Violla .
"Iya gw bakal jadi suami Lo kenapa? Nggak terima?" Balas Ethan.
"What!! Gw nikah sama Lo?" Kesal Violla.
"Sudah-sudah kalian jangan ribut lagi penghulu sudah menunggu dari tadi kasian masih banyak yang harus dia nikahkan " ucap Arkan melerai mereka.
Mereka berdua yang sedang debat pun langsung terdiam dan melihat Arkan.
"Lohh om Arkan kok bisa disini sama Tante Mira?" Heran Violla pasal pernikahannya ada orang tua mereka dan jug orang tua dari mempelai pria.
Violla melihat Ethan dan juga om dan Tante Secara berganti sedikit curiga. Apa om Arkan dan Tante Mira adalah orang tua Ethan? Nggak mungkin kan, orang om Arkan dan Tante Mira sifatnya baik banget dan nggak ngeselin kalo kak Ethan kan anaknya ngeselin jadi nggak mungkin anaknya batin Violla.
"Om dan tante ini orang tuanya kak Ethan?" Tanya Violla penasaran.
"Iya kami orang tua dari Ethan sahabat lama kamu" balas mira.
Whattt!!! Jadi Ethan tuh sahabat lama gw dulu yang gw tinggal terus nangis kejer dibandara batin Violla dan sedikit tertawa melihat Ethan yang sekarang sudah berubah menjadi remaja lelaki yang tampan.
"Ya sudah sekarang kita masuk dan memulai acara pernikahan nya" ucap sang penghulu membuat Violla dan Ethan deg deg'an.
Mereka semua sudah memasuki ruangan David dan memulai nya dengan disaksikan oleh David sendiri di depan mata bahwa anak gadis nya akan menjadi istri orang lain.
David sudah bersiap untuk pengucapkan akad untuk anak gadisnya.
"Bismillahirrahmanirrahim saya nikahan dan kawinkan engkau ananda Ethan Ravenzie Bravaska bin Arkan Bayu Bravaska dengan Puteriku Zaviolla Revalina Adipranas bin David Zane Adipranas dengan maskawin berupa apartemen, uang tunai sebesar 40 miliyar dengan perangkat alat sholat dibayar tunai " ucap David dengan pusing dan sesak di dadanya.
"Saya nikahkan dan kawinkan Zaviolla Revalina Adipranas binti David Zane Adipranas dengan maskawinnya tersebut , tunai" ucap Ethan dalam sekali tarikan nafas.
"Gimana para saksi? Sah?" Ucap penghulu.
"SAHHH" ucap mereka yang berada di dalam ruang tersebut.
hijab Kobul dan memasang cincin pada kedua tangan pasangan Violla mencium telapak tangan Ethan dan Ethan mencium kening Violla selesai.
Setelah mereka melakukan semua itu David yang sudah tidak tahan dengan pusing yang ada di kelapanya dan juga sesak didada merintih kesakitan dan semua yang melihat itu langsung meminta dokter untuk memeriksa keadaan David.
Semua orang dipersilahkan keluar untuk mengecek keadaan pasien. Setelah beberapa lama dokter memeriksa, dokter pun keluar dengan raut muka sedih. Semua yang ada disana menghampiri dokter.
"Gimana dok keadaan papah saya , papah saya baik-baik aja kan dok" tanya Violla.
__ADS_1
Dan dokter pun menjawab.
To be continued