Merried With Old Best Friend

Merried With Old Best Friend
Berduka cita


__ADS_3

Happy Reading


Gimana dok keadaan papah saya , papah saya baik-baik aja kan dok" tanya Violla penasaran.


"Maaf saya sudah berusaha semaksimal mungkin bapak David Zane Adipranas telah meninggal karena beliau juga mempunyai riwayat jantung" jawab sang dokter.


Semua yang mendengar itu shock karena baru tahu kalau beliau mempunyai riwayat jantung yang tidak pernah diketahui.


"Nggak mungkin dok papah saya nggak mungkin meninggal kemaren-- papah bilang kok selalu ada disisi aku" ucap Violla tersedu-sedu.


"Yang sabar ya nak kami dari keluarga Bravaska turut berdukacita" ucap Arkan mewakili keluarganya terhadap besannya dan menantu nya.


"Yang sabar ya lla gw akan selalu disisi Lo, menjaga Lo dan gw bakal dukung semua keputusan Lo" ucap Ethan menenangkan Violla.


"Tapi kak walaupun lo gantiin papah tetep aja beda" ucap Violla.


Ethan yang mendengar itu diam karena ia tidak tahu mau mengucapkan apa lagi.


"Yuadah jangan nangis okay nanti cantik ilang" ucap Ethan.


"Ishh apaan sih Lo" kesel Violla.


"Hehehe udah-udah sekarang kita siapin pemakaman buat papah" ucap Ethan dan di angguki oleh violla.


Orang tua mereka bahagia karena kedekatan Violla dan Ethan mungkin karena dulu Sudah pernah dekat. Namun para orang tua tidak tahu kalau sekarang mereka sedikit bermusuhan.


...****************...


Hari ini adalah hari pemakaman papahnya semua orang di lingkungan rumahnya berdatangan untuk memberi salam turut berdukacita termasuk guru-guru dan teman-teman sebagai perwakilan sekolah.


"Yang sabar ya lla ini ujian dari Allah untuk menerima dan mengikhlaskan kepergian papah kamu" ucap Ace.


"Iya lla yang sabar kamu masih punya kita-kita kok yang akan selalu dukung Lo dan lindungin Lo" ucap Crystal.


"Ya makasih ya Ace, Crystal" ucap Violla berterimakasih.






Saat di makam violla menyaksikan penguburan papah nya, Violla yang melihat itu tak kuasa menahan tangisnya, pasti dia akan sangat merindukan papahnya karena ketika ia dibully dulu selalu papahnya yang maju pertama untuk melindunginya dan sekarang siapa yang akan melindungi dirinya, apakah dia akan kuat ditinggalkan oleh papahnya untuk selamanya.


"Papah semoga disana papah baik-baik saja yah, semoga papah diterima oleh Allah disisi nya dan Violla akan selalu mendoakan yang terbaik untuk papah, papah yang tenang ya disana hiks...hiks.. Violla akan selalu nurut apa yang papa bilang untuk terakhir kalinya kok ,Violla akan jadi anak dan istri yang baik sesuai permintaan papah" ucap Violla.


Mamahnya, Abang nya dan keluarga Bravaska yang mendengar itu terharu akan ucapan Violla dia adalah anak baik dan penurut, tidak sia-sia keluarga Bravaska menjadi kan Violla sebagai menantu nya.


Setelah Violla mengatakan ucapan tersebut, rintikan-ritikan air dari langit mulai turun dengan perlahan, langit pun tahu betapa mengharukan kerjadian ini, sang anak yang ditinggalin oleh papahnya untuk selama-lamanya.


Setelah Violla meluapkan rasa kesedihan nya mamanya dan yang lain menyuruh Violla untuk pulang dan beristirahat agar memulai hari untuk esoknya tanpa sang papah.


Violla sempat menolak untuk pulang karena ia masih pengen untuk disini dan menemani sang papah namun Abangnya bilang kalau kamu terus disini terus Sakit papah akan sedih dan kecewa melihat Violla yang Sakit karena ia.

__ADS_1


Violla yang mendengar ucapan itu sempat berpikir dan akhirnya mengiyakan ajakan dari mereka semua untuk pulang, pasti nya mereka semua juga sudah cape dari pagi untuk mengurus pemakaman sang papah.


****


Dirumah Violla langsung masuk kamar untuk mandi dan berganti baju. Setelah ia selesai semua ia juga sempat memakai skincare dan merebahkan diri sambil melihat handphone untuk memeriksa WhatsApp nya, ketika sedang asyik ia di kagetkan oleh seseorang yang masuk ke dalam kamar nya , yaitu Ethan.


"Ngapain lo masuk kamar gw , keluar!! Sekarang" ucap Violla sedikit meninggikan suara nya.


"Ya terserah gw lah mau masuk atau nggak kan Lo istri gw berarti barang atau benda yang Lo punya itu juga milik gw" balas Ethan.


Violla yang mendengar perkataan Ethan sadar bahwa kemaren sebelum papahnya meninggalkan ia , ia dan Ethan sudah resmi menjadi suami istri, yang berarti ia harus melayani suaminya?.


Tidak Violla tidak mau kalo pas sekolah Violla membawa balon besar di perutnya.


"Mmm yaudah tapi--- elo tidur di sofa situ gw nggak mau sekasur nanti Lo apa-apain gw lagi pas lagi tidur" ucap violla.


Ethan yang mendengarnya ingin sekali ketawa keras namun karena suasana berduka ia menghormatinya.


"Siapa juga mau ambil virgin Lo, Lo tuh kurus kerempeng dan juga kecil" ucap Ethan , sebenarnya perkataan tersebut tidaklah benar karena body Violla dengan tinggi badannya sangatlah ideal tidak terlalu kurus maupun kecil.


"Ishh apaan sih Lo orang body goals gini dibilang kurus kerempeng" kesal Violla.


"Lagi pula ya Violla mau Lo gw hamilin atau nggak ya terserah gw lah kan gw suami Lo" ucap Ethan.


"Ishh gw nggak mau bawa-bawa balon besar ke sekolah" ucap Violla.


Ethan terkekeh mendengar perkataan Violla, ia tahu kalau disekolah dilarang hamil, karena yang hamil akan dikeluarkan dari sekolah, walaupun itu adalah sekolahan milik papahnya.


"Ya resiko itu" ucap Ethan sambil terkekeh melihat raut wajah Violla yang sudah merah padam akibat kesal pada Ethan.


"Wahhh ngeremehin suaminya yang tamvan dan tajir ini, gw tuh punya usaha yang gw bikin sendiri sama temen-temen gw dan itu usaha sekarang sukses tanpa bantuan dari ayah" ucap Ethan memberitahu Violla .


"Affa Iyah?, Kok gw nggak percaya tampang Lo yang sedikit berandalan. Punya bisnis sukses ya?" Ucap Violla.


"Durhaka Lo sama suami Lo udah nuduh yang nggak-nggak , dan juga Violla sayang jangan melihat seseorang dari tampangnya lihat lah seseorang dari sisi lainnya" ucap Ethan.


Violla yang mendengar Ethan memanggilnya sayang pun merona dipipinya.


"Mmm ya iya ya dehh , emang Lo bisnis apa sampe sukses gitu" tanya Violla.


"Ada dehhh Lo jangan kepo dehh" balas Ethan.


"Dihh gitu, Lo sendiri kan yang bilang kalo barang atau benda atau apapun itu kalo milik suami berarti milih istri juga, berarti bisnis Lo dan uang yang lo dapat itu milik gw semua" ucap Violla.


Ethan terkekeh melihatnya " ya kalo milik suami adalah milik suami sendiriii" ucap Ethan.


"Dihh kebalik anjir milik suami adalah milik istri dan milik istri adalah miliknya sendiri, itu yang bener ini kok malah kebalik, matree Lo" ucap Violla kesal.


"Iya ya Zaviolla Revalina Adipranas, udah-udah sekarang tidur, ohh ya dua hari lagi Lo sama gw pindah ke rumah yang gw beli" ucap Ethan.


Violla terkejut apakah tidak bisa ia tinggal dirumah papahnya. Ia tidak mau tinggal dirumah Ethan karena ia tidak masak takut menjadi istri yang diberbakti Kepada suami walaupun Violla dan Ethan baru beberapa hari menikah tanpa cinta tapi Violla mau kalo dia menjadi istri yang berbakti.


"Nggak bisa dua atau satu Minggu lagi kak? Gw nggak terlalu bisa beresin atau masak" ucap violla.


Ethan lagi-lagi terkekeh mendengar perkataan Violla karena dia begitu ingin berbakti kepada sang suami. " Santai ae lla gw nggak nuntut Lo harus bisa beresin rumah atau masak dirumah ada kok pembantu, kalo Lo mau belajar masak sama bibi aja" ucap Ethan.

__ADS_1


" Yaudah kalo gitu, terus kalo tentang sekolah gimana kalau ketahuan? Nanti gw dikeluarin lagi karena nikah sama Lo dan dikira hamil di luar nikah" ucap Violla khawatir takut ketahuan dan dikeluarkan oleh sekolah.


"Tenang aja Violla itu sekolah punya mertua Lo kok jadi nanti ayah yang ngurus semua itu dan bilang ke kepala sekolah" balas Ethan menenangkan Violla.


"Yaudah kalo gitu gw jadi nggak khawatir lagi" ucap Violla tersenyum dan dibala senyumannya oleh Ethan.


"Yuadah sekarang tidur oke besok Lo nggak usah masuk udah diijinin mamah kalo nggak masuk seminggu" ucap Ethan dan diangguki Violla.


Sekarang mereka tidur di satu kasur yaitu kasur ny violla, untuk saja kasur Violla berukuran besar jadi muat untuk dua orang dan mereka ditengah malam berubah posisi menjadi saling berpelukan.





Esok harinya jam 10.00 WIB kedua pasturi yang saling Berpelukan terbangun dari salah satu mereka dan terkejut karena ia berpelukan saat tidur.


"Anjir gw tidur berpelukan Ama Ethan" ucap Violla dan melihat ke dalam selimut apakah pakaian nya masih lengkap atau tidak.


"Huff untuk masih lengkap" ucap Violla. " Hayo takut gw apa-apain yakk" ucap Ethan dengan suara serak khas bangun tidur.


"Ishh apaan sih lagian kenapa Lo peluk-peluk gw " ucap Violla.


"Dehh siapa yang juga yang meluk, orang di tengah malem lo tiba-tiba peluk gw" balas Ethan.


Pipi Violla langsung merah padam mendengar perkataan Ethan, tapi apakah benar kalo Violla yang meluk Ethan duluan? Perasaan ia kalo tidur tidak pernah macam-macam, pikir Violla.


"Udah-udah dari pada pipi Lo tambah merah mending sekarang mandi terus turun nggak enak sama mamah Lo takut dipikir macem-macem" ucap Ethan.


Violla langsung menuju kamar mandi apa yang dibilang Ethan takut kalau tidak keluar sekarang, takut orang tuanya berpikir apa yang di katakan Ethan.





Selesai mandi dan berganti baju Ethan dan Violla turun untuk makan bukan sarapan karena mereka bangun jam 10.00 dan juga bukan makan siang, terus apa namanya?.


"Pagi menjelang siang semuanya" ucap Violla kepada orang tuanya, btw orang tua Ethan juga nginap dirumah Violla.


"Pagi Violla , wihh gimana malam pertama nya?" Goda sang bunda. "Iya nihh Ampe bangun menjelang siang aja hahah" goda ayah Ethan.


"Apasih Bun, yah masa orang lagi berduka sempet-sempetnya malam pertama" balas Ethan datar. "Ya kan siapa tau gitu kamunya maksa" ucap bundanya.


"Dih Ethan mah nggak pernah maksa orangnya" balas Ethan.


"Iya deh anak jagoan ayah emang paling pria sejati tidak pernah maksa" ucap ayahnya.


"Nahh sekarang kamu sama Ethan makan gihh pasti dari kemarin belum makan" ucap mamah Violla.


Ethan dan Violla mengangguk dan menuju meja untuk menyantap makanan yang tersedia.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2