Mertuaku Mantan Pacarku

Mertuaku Mantan Pacarku
Bab 17 masa orientasi 3


__ADS_3

Sebuah cahaya membangunkan mata bu ratu dari tidur nya.


ia langsung beranjak ke mar renata untuk membangunkan anak semata wayang nya itu.


" tok tok tok" suara pintu di ketuk


" sudah bangun re?"


" sudah , mah masuk aja."


bu ratu yang melihat renata sudah bersiap dan rapi wajah nya begitu berbinar bibir nya tersenyum menghampiri.


" pagi ,mah " ucap renata memeluk.


" pagi sayang , masih pagi udah siap aja "


" iya mah , renata takut kesiangan , kalo kesiangan nanti di hukum ." ucap nya manja.


" Anak mama sekarang udah besar, udah punya pacar pasti ." goda bu ratu


" ih , mama ini gak ada mah , renata mau fokus dulu belajar , gak mau pacar pacaran ."


" mmmm ,, anak mama ini emang slalu bikin mama bangga." sambil mengelus kepala renata.


" ya sudah , sarapan duluan sana, mama mau mandi dulu."


" iya mah, renata sekalian pamit ya , soal nya mau langsung berangkat , papa dimana?"


" oh ya sudah, hati hati sayang papa masih tidur , nanti biar mama bilangin sama papa."


renata langsung bergegas berangkat dengan sarapan yang di bekal nya.


Pagi itu cuaca begitu cerah, semilir angin menyejukan . tak lama kemudian renata sampai di sebuah kampus impian nya.


" hati- hati non " ucap pak Amri.


" iya , pak " ucap nya sambil tersenyum.


...****************...


renata bergegas memasuki ruangan setiba nya di depan pintu.


" eiiittttss , mau kemana lo ?" lisa menarik tangan renata dengan keras.


" aw, sakit kak" renata meringis kesakitan


" awas lo ya kalo macem - macem , gue ..


hekkkkrrzg " sambil menunjuk arah leher nya.


renata langsung memasuki ruangan itu tanpa menggubris mereka , karena renata merasa tidak memiliki salah apapun.


" re kamu kenal sama mereka?" tanya sahabat nya eris penasaran.


" Gak tahu ris , semenjak peristiwa kemarin , mereka terus mengancam , padahalkan kemarin juga mereka yang salah "


" Maksud nya masalah alis?"


" Ya , kali !!! aku juga kurang tahu, sudahlah gak papa gak usah di ladenin."

__ADS_1


mereka melanjutkan obrolan yang lain .


Hari ini adalah hari terakhir masa orientasi dimana setelah ini mereka resmi menjadi mahasiswa dan mahasiswi fakultas kedokteran ternama di sana


" tok tok tok " suara pintu di ketuk


seperti biasa sang ketua acara memasuki ruangan untuk memberikan runtutan acara.


" Berhubung hari ini adalah hari terakhir ospek , jadi kalian terbebas dari usil nya kakak senior yang dari kemarin sudah ngerjain kalian habis habisan."


semua bersorak bertepuk tangan ...


" khusus untuk menyambut mahasiswa dan mahasiswi baru , kami akan mempersembahkan sebuah pertandingan basket yang akan di selenggarakan di lapangan basket sekitar satu jam lagi."


rei mengajak semua nya untuk bergegas menuju lapangan tempat dimana pertandingan akan di mulai.


" re , ikut nonton ya , aku ketua tim basket nya lho." ucap rei mengedipkan mata.


renata hanya tersenyum melihat tingkah senior nya itu.


" re , kayak nya kak rei suka sama kamu deh." ucap eris


" huss , ngawur kamu ini , mana mungkin kak rei suka sama bocah kayak aku." ucap nya tersenyum malu.


" mmmm cie kak rey " usil nya menggoda.


" apaan ris ah , diem gak?"


" cie ...kak re " ucapan nya terpotong dengan tiga sekawan lisa and the geng yang terlihat melotot sinis


" Awas lo " tatap lisa sinis


" Dasar cewek centil " ucap eris kepada mereka dari jauh.


" haha kenapa baru ngomong sekarang, kenapa gak dari tadi ris ?" goda renata kepada sahabat nya.


" takut gue , hhihhi " cengengesan


mereka duduk di kursi paling depan karena eris sangat terobsesi melihat pemain basket yang notaben nya tampan semua dengan tubuh yang kekar.


" duduk di sini re , gue takut gak kebagian kursi." sambil menarik tangan renata


" alasan nya kurang masuk akal ris , ngaku aja kalo mau lihat mereka dari dekat " goda renata mencolek dagu sahabat nya.


" ya udah lah , kalo iya juga gak papa " ucap eris centil.


suara yel yel dari dari suporter yang di dominasi kaum hawa mengiringi pertandingan dengan meriah.


Aksi cheerleader tanda mengawali berlangsung nya pertandingan . Kedua tim basket memasuki lapangan pertandingan.


bersorak semua suporter


" uuuuuuuuu lalala yeyeye "


suasana begitu bising , eris yang ikut ikutan berteriak centil . renata hanya tersenyum melihat tingkah teman nya itu.


" one , two ,tree " pertandingan di mulai.


permainan yang sangat sengit antara dua kubu , bola terlempar kesana kemari .

__ADS_1


tubuh yang kekar berlari mengejar bola orange , sesekali jersey yang di pakai badan kekar itu menyingkab mengikuti lompatan nya.


Apalagi reino sang kapten , dia banyak di gandrungi kaum hawa , walau pun wajah nya penuh keringat namun ketampanan nya tetap terpangpang nyata.


sesekali reino melirik wajah renata yang nampak tersenyum kecil saja. renata berbeda dari wanita lain , ia gak seheboh wanita lain . Mungkin itu yang membuat nya menyukai wanita pendiam seperti renata.


Tiba tiba tanpa sengaja


" bruukkkkkk" bola mengenai wajah renata.


renata pingsan pelipis nya merah .


reino bergegas menghampiri dan menggendong renata menuju ke ruang P3k.


Bukan nya iba dengan renata cwek - cwek disana malah menjerit gemas , seakan ingin ada pada posisi itu.


eris lantas mengikuti mereka dari belakang , ia khawatir terhadap renata.


...****************...


ruang p3k


" re , bangun re" eris mengelus pipi nya lembut


" kak rei makasih ya , gak papa kak rei balik ke pertandingan saja , disini renata biar saya yang urus ."


reino pun mengangguk dan kembali ke pertandingan , karena ia merasa gak sportif kalo harus tiba tiba meninggalkan pertandingan.


" ris , aku dimana?" sambil memegang kepala nya.


" udah , kamu tiduran dulu tadi kamu pingsan re terkena bola basket." sambil membalurkan minyak di kepala renata.


" makasih ya ris ."


" makasih sama kak rei, dia yang bawa kamu kesini " sambil berbisik ke telinga renata.


" kak rei, kenapa harus dia ?"


" udah ku bilang dia suka sama kamu , bahkan tadi wajah nya nampak panik dan cemas " tersenyum sambil mencolek dagu sahabat nya itu.


tiba tiba percakapan nya terpotong dengan kedatangan 3 sekawan lisa and the geng.


" bagus , ya lo cari perhatian sama my baby rei ." ucap salah satu dari mereka


" heh , lo tu anak bawang berani nya lo , sudah gue bilang jangan macem- macem sama gue, apalagi lo mau deketin rei ." sambil mencekram keras pipi renata.


" heh, kakak senior yang terhormat, kamu pikir kita takut , hah " ucap eris dengan berani , memberanikan diri lebih tepat nya.


" awas lo." mereka langsung bergegas meninggal kan ruangan.


" re , pantes saja mereka ganggu kamu , ternyata masalah cwok , hadeuhhh dasar cewek gatel " ucap eris kesal.


renata malah tertawa


" malah ketawa renata ,renata " sambil menggelengkan kepala nya.


" Abis nya keinget gaya kamu tadi di depan mereka, so so an berani padahal takut kan haha "


" iya sih , memberanikan diri lebih tepat nya hihi " ucap nya cengengesan.

__ADS_1


__ADS_2