
ranti masih merasa pusing matanya masih berkunang . ia pikir, hari ini ia akan minta izin untuk beberapa hari di kantor nya . namun ranti bingung karena ia tidak punya kontak staff yang mesti di hubungi. tiba tiba
" kringgg kringg"
suara telpon dari nomor yang tidak di kenal
" hallo dengan siapa ini? "
" ya hallo , ini saya arya ran " jelasnya
" gimana kabar mu? sebaik nya jangan dulu masuk, istirahatlah sampai pulih "
" saya belum minta izin ke kantor pak "
" untuk perizinan sudah saya urus , kamu istirahat saja di rumah " ucap nya penuh perhatian .
muncul dalam benak ranti kenapa pak arya begitu perhatian dan pengertian.
ya tuhan hati wanita mana yang gak akan baper di perhatikan seperti ini .. dalam lamun nya.
tanpa sadar telpon masih tersambung pak arya yang dari tadi memanggil nya tidak di gubris karena sibuk melamun.
" ranti , ranti hallo "
" oh iya maaf pak saya ngelamun "
" kamu gak usah repot repot ngelamunin saya saya baik baik saja kok " canda nya mencairkan suasana.
" mmmm bapak ini bisa aja bikin saya malu "
" nanti sore saya ke rumah kamu ya , mau di bawain apa? " dengan gentle nya
" oh tidak usah pak , saya sudah lebih baik , nanti merepotkan "
tut tut tut tut
tiba tiba telpon nya terputus batrai handpone ranti habis ia sampai lupa charger hp nya.
...****************...
bagas
sinar matahari di jendela membuat nya terbangun , suara alarm sudah berbunyi
bagas bergegas bersiap .
" mbok, tolong siapkan sepatu yang di luar"
teriak nya kepada si mbok yang menjadi pembantu di rumah bu niluh.
" baik , den "
bagas memang bukan keturunan diningrat namun keadaan keluarga nya terbilang berada.
__ADS_1
...****************...
di sisi lain ranti
mata nya menyipit menoleh jam dinding yang menunjukan pukul 14:00 , Ia rasa sudah cukup beristirahat dan suhu badan nya sudah turun .
" tok tok tok "
suara mengetuk pintu dari luar
" ya sebentar " teriak ranti sambil membuka pintu
" ceklek " pintu terbuka
Terlihat seseorang berdiri di tepi teras dengan pakaian rapi nan elegan . Angin berhembus mengikuti aroma farpum yang tak asing terhirup.
" pak arya " ucap ranti panik
" dag dig dugg dug dug " suara debar jantung yang tak terkendali, kenapa jantung ini gumam nya dalam hati. Ranti mempersilahkan atasan nya itu masuk .
" Silahkan masuk pak "
" gimana keadaan mu sekarang? sudah mendingan ?" sambil menyodorkan sebuah jinjingan berisi Martabak coklat kesukaan ranti.
" iya ini pak sudah jauh lebih baik, maaf ya pak jadi merepotkan "
" gak papa , lagian saya khawatir dengan keadaan mu ran , kalo saya datang kesini kan saya bisa memastikan bahwa kamu baik - baik saja "
" panggil saja arya biar lebih akrab "
" saya izin ke kamar mandi sebentar ya ar.. arya " ucap nya terbata bata
" iya ran " arya tersenyum gemas melihat ranti yang terlihat gugup
tak lama ranti datang dengan pakaian yang sudah rapi nan sopan.
Arya menatap nya terpelongo , Ranti terlihat cantik , anggun , dan natural dengan wajah polos tanpa Make up .
mereka saling bertukar pandang
" dag dig dug "
tiba tiba terkaget dengan suara pintu yang terbuka , ternyata si pecicilan datang .
ya, Bagas dan Mira datang menjenguk ranti
bagas memang sudah biasa keluar masuk ke rumah ranti tanpa permisi , karena ia sudah menganggap ranti sebagai saudara nya.
" ran gimana keadaan mu sekarang? maaf ya kemarin aku malah pulang duluan " peluk mira nampak bersalah .
" pak " sapa mira kepada arya yang berada di kursi.
" Ah ,,, Manja mentang mentang ada yang merhatiin " usil bagas menyinggung tangan ranti .
__ADS_1
ranti hanya mendengus mendengar ucapan sahabat nya yang cletak cletuk itu.
" sudah lama lo disini ya ? " sapa bagas sambil menepuk bahu arya yang tegap itu
" lumayan lah , ada 20 menitan gue sampe kesini "
" eh bro , sepulang dari sini gue mampir ya ke rumah lo , gue kangen sama bu niluh " ucap arya.
mereka saling berbincang satu sama lain dengan datang nya bagas dan mira membuat suasana lebih mencair dan penuh canda tawa .
bagas dan arya berpamitan pulang
tak lama kemudian sampai lah di rumah bagas yang berada tak jauh dari rumah ranti.
" assalamualaikum " ucap salam terdengar dari luar
" ceklek " suara pintu di buka
" bu , ada yang kangen nih katanya " teriak bagas memanggil ibu
ibu menghampiri mereka
" Nak arya , ini nak arya kan teman bagas waktu Sma dulu "
" iya bu, ibu apa kabar? " ucap arya sambil mencium tangan bu niluh
" ibu baik , kamu apa kabar sudah lama ibu gak lihat, sekarang tinggal dimana? "
" baik juga bu , setelah lulus sma dulu saya kuliah ke luar negri , makanya jarang main kesini "
" oh pantas saja " pungkas ibu sambil berjalan membawa dua cangkir teh hangat.
" Rasa nya sudah sangat lama gue gak main kesini " ungkap arya kepada bagas sambil melihat suasana sekitar yang masih tetap sama seperti dulu , Rumah bertingkat dengan gaya kuno namun masih terlihat elegan.
" ya gimana kalo kita main ps di kamar gue , kangen gue adu lawan sama lo" ajak bagas sambil menarik arya
arya mengikuti nya dari belakang. suasana kamar yang sedikit berantakan , maklum saja kamar cwok pecicilan kayak bagas rasa nya aneh kalo kamar nya rapi.
mereka memulai babak pertandingan antara dua kubu dengan sengit..
cara bermain mereka yang kayak anak baru tk , saling curang , senggol sana ,senggol sini . Tiba tiba arya tidak sengaja menyenggol sebuah poto.
" brakkk " suara beling pecah berhamburan
di lihat nya selembar poto yang terlihat tak asing , ya nampak nya itu poto ranti yang masih duduk di bangku sma dengan balutan busana putih abu yang tertutup.
arya membawa poto tersebut dan tanpa sengaja arya melihat sebuah tulisan di belakang nya . Aku akan selalu menjaga mu walau pun kamu tidak mungkin bisa ku miliki .
bagas langsung merampas poto itu ia kaget melihat arya yang membaca tulisan di belakang nya.
" gas lo suka sama ranti ? " tanya arya tegas
" mmm gue pernah suka sama ranti , tapi itu dulu waktu masih sma sekarang gue.." ucapan di potong oleh arya yang langsung menepuk bahu bagas.
__ADS_1
" Syukurlah bro kalo dulu , gue kira lo masih suka sama ranti , soal nya gue udah terlanjur suka sama ranti bro " ungkap nya berbinar
bagas hanya menghela kan nafas karena ucapan nya sudah terpotong begitu saja. tapi ya sudah lah gumam nya.