Mertuaku Mantan Pacarku

Mertuaku Mantan Pacarku
Bab 22 Pagi pertama


__ADS_3

Pagi ini matahari belum memancarkan sinar nya. hanya terlihat segumpalan awan yang mendung . cuaca hari ini sangat tidak mendukung .


Renata yang masih belum terbangun di bawah selimut nya.


terdengar suara menelpon yang membuat nya terbangun. Di lihat nya samar sambil mengucek ke dua mata yang masih menyipit.


" kring.....kringg" suara handpone


Kak rei


" Pagi sayang..."


" Pagi kak, ada apa masih pagi udah telpon?" suara yang masih serak dan energi yang belum terkumpul .


" Nanti berangkat ke kampus aku jemput ya


" oh, gak usah kak udah ada sopir kok."


" Pokok nya ku jemput ya titik , bye sayang sampai ketemu satu jam lagi "


" tut tut tut " suara telpon langsung terputus.


renata yang masih belum sadar sepenuh nya malah kembali menjatuhkan kepala nya di bantal yang empuk.


" Hhhooaaaam"


cuaca hari ini sangat mendukung untuk tidur ucap nya sambil masih mereremas selimut nya.


Tiba - tiba tubuh nya terperanjat kaget , sejam lagi , ia mengingat perkataan reino. Di lihat nya di sudut ruangan jam dinding yang sudah menunjukan pukul 07:00 .


" aahhhh, bisa kesiangan nih." sambil terburu - buru langsung bergegas membawa handuk.


...****************...


Sedang reino yang sudah bersiap lebih awal. Langkah begitu semangat melewati sebuah ruang makan dan mengambil sepotong roti terburu meminum segelas susu hangat .


" Duduk dulu rei ." ujar ibu nya.


" Nggak bu , aku buru buru , pamit ya ayah , ibu."


" hati- hati rei." sambil tersenyum menggelengkan kepala.


" Nah, begini nih wajah wajah orang lagi jatuh cinta ." ucap ayah sambil melihat ke wajah ibu.


" Emang kak rei lagi jatuh cinta ya ayah?"


ayah yang mendengar celoteh putra bungsu nya itu hanya sekilas tertawa sambil mengusap rambutnya.


" Ayah sih, hati-hati kalo bicara depan anak kecil."


raihan yang hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal ,merasa kebingungan dan masih memikirkan perkataan ayah nya.


" Udah ade, gak usah pikirin omongan ayah tadi , nanti berangkat sekolah bareng si mbak ya ."


si mbak yaitu mbak rina adalah pengasuh den raihan.


" Iya , bu "


...****************...


di dalam mobil reino


Video call grup 📞


Deri


" Masih pagi bro."


teo


" Mau kemana lo rei , masih pagi nih "


reino


" Mau jemput pacar gue "


teo

__ADS_1


" Hah, pacar ? lo..."


Deri


" Lo ,jadian sama renata "


teo


" Serius lo? "


deri


"Ah, sial,,, sial "


reino


" Hahaha, kan udah gue bilang gue pasti menang, ingat perjanjian ya sahabat ku yang baik ."


teo


" Sialan , lo rei "


reino


" Hahaha , bye "


"tut tut tut "


tak berselang lama.


" ting tong " bel berbunyi


" bi tolong di buka" ucap bu ratu yang sedang menyiapkan sarapan.


"kriiettt" suara pintu di buka.


" cari siapa den?"


" renata nya ada bi?"


" oh , si non ada den , aden ini siapa?"


" siapa bi " teriak bu ratu


" den reino bu."


" oh, suruh masuk aja "


" silahkan den."


reino memasuki rumah dan menghampiri bu ratu .


" Tumben ,masih pagi ada apa rei?"


" Renata nya ada tante ?" sambil mencium tangan bu ratu.


" Bentar ya, renata masih di atas masih siap - siap, duduk dulu rei." sambil mempersilahkan.


" iya , makasih tante."


pak wiratmaja tiba tiba keluar dari sebuah ruangan dan menghampiri seseorang yang nampak duduk di ruang tamu.


" eh, ada rei ternyata " ucap pak wiratmaja.


" iya , om mau jemput renata." sambil mencium tangan pak wiratmaja.


"jemput renata, mau kemana emang?"


" Nggak kemana mana om , kan mau ngampus hehe." ucap nya sedikit malu.


tumben ada yang jemput , apa renata...


batin pak wiratmaja yang penuh tanda tanya. Tapi ya sudahlah itu urusan anak muda , gumam nya kembali.


" ini den , silahkan di minum " seseorang art menghampiri .


" Iya bi , makasih ".

__ADS_1


" bi, ibu kemana?" tanya pak wiratmaja yang tidak melihat istrinya.


" oh , anu tuan ibu di kamar nya si non." sambil mengbungkukan badan dan menunjuk ke arah kamar renata.


" saya permisi tuan ".


***


"tok tok tok" suara pintu di ketuk


" re, mama masuk ya."


" iya ma, gak di kunci kok "


" re , di bawah ada reino."


" hah... reino?" ucap nya terbelalak kaget .


" Iya reino , anak temen nya papa itu lho "


" iya , iya tahu mah"


" katanya mau jemput kamu."


" ih dasar kak rei , udah aku bilang gak usah juga " ucap nya kesal.


" gak papa lah re, di jemput sama pacar "


renata yang sedang asyik menyisiri rambut nya yang panjang itu langsung terperanjat menghampiri ibu nya .


" ih kenapa ,mama tiba - tiba bilang gitu."


" haha, kenapa ekspresi nya kaget gitu sayang, kalo iya juga gak papa." sambil menahan tawa.


" Ah , mama jangan bikin aku malu ma." seketika wajah nya memerah.


" Anak mama sudah dewasa , punya pacar hal yang wajar , mama juga pernah muda kok." pungkas kembali ibu nya menggoda renata yang terlihat gugup.


" ya sudah, cepet ke bawah ya , kasian reino nungguin." ucap ibu sembari melangkah kah kaki nya keluar dari kamar renata.


Jantung renata terasa berdegup kencang , nafas nya seakan sesak . kenapa ia bisa segugup ini , langkah terus maju mundur seakan ragu dan tak siap menghampiri reino dan kedua orang tua nya . Di satu sisi ia nervous bertemu reino , sisi lain ia merasa malu di depan orang tua nya. Ini pertama kali nya bagi renata di datangi teman pria.


Ah,,, kenapa harus nervous segala sih , tenang re tenang , sambil mengatur detak jantung yang sedari tadi berdegup kencang.


perlahan ia berjalan menuruni tangga dan menghampiri kedua orang tua nya yang tengah ngobrol terbahak- bahak bersama reino.


" Nah , itu dia putri papa baru nongol, sini re " ucap pak wiratmaja sambil melambaikan tangan nya.


Renata mengangguk tersenyum sembari perlahan berjalan menghampiri mereka.


" Maaf kak rei , nunggu lama ya." ucap nya ramah karena masih di depan orang tua nya.


" nggak papa, re nunggu satu tahun aja aku mau , kalo demi kamu." celetuk nya tanpa malu.


Mata renata seketika melotot ke arah reino


bisa - bisa nya dia ngomong seperti itu di depan mama sama papa, gak malu apa.


Reino yang hanya cengengesan seakan puas dengan ucapan nya.


Mama dan papa seketika saling berpandangan yang seakan menahan tawa melihat ekspresi putri nya yang malah melotot dan terlihat gugup.


" mah , pah aku langsung berangkat aja ya " sambil mencium tangan kedua orang tua nya.


" lho, gak sarapan dulu disini?"


" Gak mah nanti aja di kampus."


" Gak usah khawatir tante nanti sebelum masuk kelas aku ajak renata ke kantin dulu. " celetuk nya kembali.


Renata yang terlihat kesal dengan reino langsung bergegas meninggalkan reino.


di ikuti reino dari belakang .


pak wiratmaja dan bu ratu yang bergegas kembali ke meja makan untuk sarapan . di sela makan.


" mah mereka ...." ucap pak wiratmaja memastikan sambil mengode dengan dua tangan nya dia samping kepala.

__ADS_1


" iya , kayak nya pah mama juga gak tahu pasti, kamu tahu kan renata anak nya pemalu."


" Ada - ada aja anak itu tingkah nya , usia udah dewasa masih aja kayak anak kecil." ucap nya sembari menggelengkan kepala tersenyum kecil.


__ADS_2