
...Langkah kaki mereka memasuki ruangan perpustakaan. Renata menghampiri sebuah rak yang terletak di ujung sebelah kanan ruangan. Jari nya bergerak lambat mengitari buku - buku yang di sentuh nya....
...dan " deg " satu buku mencuri perhatian renata. Buku itu berjudul " Senja " tiba-tiba hati nya melirih mengingat masa dimana ia bersama Arya. Air mata nya tak terasa terjatuh membasahi pipi....
...flashback...
...Malam itu malam yang begitu indah, dengan langit yang bertaburkan bintang. Seakan mewakili perasaan dua sejoli ini. Arya yang slalu memperlakukan ranti dengan romantis. Hembusan angin malam itu seakan tak terasa dingin hanya senyuman manis yang menyambut arya di depan pintu rumah sederhana....
..." Sayang " ucap arya sambil memeluk ranti hangat....
...Ranti yang tersenyum dan membalas pelukan dari arya....
..." Kita mau kemana malam ini " tanya ranti kepada arya yang masih berada di pelukan nya....
..." Kamu , percayakan sama aku sayang? aku tidak akan pernah mengecewakan mu" ucap arya meyakinkan....
...Renata membalas nya dengan senyuman dan mengikuti arya masuk ke dalam mobil....
..." Brum " suara mobil di nyalakan , arya mengendalikan mobil dengan pelan menyusuri setiap jalan yang gemerlap dengan lampu di sepanjang jalan....
...Ini kali pertama bagi ranti menikmati indahnya malam di luaran kota . Mata nya terlihat berbinar bahagia....
..." Makasih ya sayang" ucap ranti memegang tangan arya lembut....
..." Makasih untuk apa?" balas nya dengan senyuman...
..." Untuk malam yang indah ini, malam ini tidak akan pernah aku lupakan." ucap nya kembali sembari tak henti melihat ke arah kaca mobil....
...tiba - tiba laju mobil itu terhenti....
..." boleh aku minta sesuatu?" ucap arya menatap kedua mata ranti....
...ranti mengangguk dan tersenyum....
..." sini " arya yang mengubah posisi duduk ranti menjadi membelakanginya dan di ikat nya sebuah tali hitam menutupi kedua mata ranti....
..." Jangan main- main arya " ucap ranti gelisah...
..." haha, kamu pikir aku mau apa sayang " mencubit hidung nya gemas....
...Arya memapah langkah ranti pelan , keluar dari dalam mobil . Langkah nya perlahan melewati rerumputan yang sekilas terasa menyentuh kaki ranti....
...Tak berselang lama arya menghentikan langkahnya....
...Dibuka seutas kain hitam yang semula menutipi mata indah ranti....
__ADS_1
...Seketika mata nya berlinang , mulut nya seakan bungkam tak mampu berkata. Sekilas ia mengucek kedua matanya tanda tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Pemandangan yang begitu indah di sekeliling nya dengan di hiasi lampu berwarna putih dan biru menambah kesan manis . Rangkaian bunga berwarna putih dan orange muda semakin menambah kesan indah di dalam nya....
..." Selamat ulang tahun sayang " ucap arya berbinar....
...Terdengar suara itu dari belakang tepatnya seseorang yang memeluk nya dari belakang. Ranti membalikan badan nya dan memeluk arya sambil terisak ia tidak menyangka akan mendapat kejutan seindah ini....
..." Terimakasih sayang , terimakasih atas sgalanya , aku mencintai mu." kembali menangis tersedu di bahu arya....
..." Hei,,, Ranti ku , kenapa malah menangis , aku ingin melihat senyum lepas mu malam ini." ucap nya sembari mengangkat kepala ranti dan menghapus air matanya....
..." Aku lebih mencintai mu sayang." ucap nya kembali mencium kening ranti....
...Mereka melangkah menuju sepasang kursi yang telah di siapkan di sana sudah tersaji makan malam dengan rapi....
..." Apa ini sayang " tunjuk ranti pada sebuah kotak yang masih tertutup dengan tutup saji....
..." Makan dulu sayang, selesai makan baru buka itu ya." ucap arya menyentuh helai rambut yang sedikit menutupi wajah cantik ranti....
...Ranti mengangguk dengan senyuman khas nya, sembari melanjutkan kembali makan....
...Selesai makan...
..." Nah , sekarang boleh di buka" ucap arya menunjuk tutup saji....
...Dengan rasa penasaran perlahan tangan nya menyentuh sebuah tutup saji di hadapan nya....
..." Gimana suka?"...
..."Suka sayang , sekali lagi terimakasih " Dengan mata terharu dan kedua tangan memegang lembut tangan arya....
...Di lihat nya sebuah Buku tebal berukuran sedang yang bertuliskan " Senja" . Ya buku itu adalah buku yang sangat ingin ranti miliki namun karena keadaan nya yang membuat ranti tidak mampu membeli buku itu....
...flashback selesai...
...Reino yang sedari tadi masih mengikuti renata menyadari begitu banyak air mata membasahi wajah nya....
..." Sayang?" ucap reino khawatir...
..." Ya" terkaget kembali tersadar dari lamunan nya. Dengan kedua tangan yang berusaha menyeka air mata....
..." Kamu kenapa sayang, apa aku ada salah?" Pungkas nya memastikan....
..." Oh, tidak kak , tidak " Ranti berusaha menghindar dan tertegun di sebuah meja....
..." Kalo kamu ada masalah, cerita sayang , Tapi kalo gak mau juga gak papa."...
__ADS_1
...Bodoh , bodoh kenapa kamu masih menangisi seseorang yang jelas-jelas hanya menjadikan mu mainan layang- layang...
...batin renata sambil menepuk- nepuk kepala nya....
..." Sayang , baik- baik saja kan?"...
..." Iya, aku gak papa hanya tiba - tiba saja teringat si mbah." ucap nya berbohong...
..." Si mbah? si mbah siapa"...
..."Mmmm , itu, si mbah ,,itu " ia terkaget dengan apa yang di ucap kan , ia tidak menyadari bahwa sekarang ia adalah renata dan bukan ranti....
..." Si mbah siapa sayang ?" Pertanyaan kembali terulang...
..." Tidak , bukan siapa - siapa jangan di bahas lagi " sambil tersenyum meyakinkan reino....
..." Ya sudah" sambil menghapus air mata yang tersisa....
...Renata begitu tersentuh dengan sikap reino kepadanya. Reino selalu memperlakukan renata dengan manis . Padahal selama ini renata slalu jutek dan dingin....
...tak di sangka renata memeluk tubuh kekar reino dengan lembut " Deg" jantung reino berdetak tak karuan ....
..."Maaf kan aku sayang, maafkan atas sikap ku yang selalu dingin, sebenarnya aku hanya takut jika suatu hari nanti kamu akan mengecewakan ku." ucap renata sembari masih memeluk reino....
...Reino yang tidak menyangka kata- kata itu akan keluar dari mulut sang pacar. hanya berbalik merengkuh bahu renata dan menciumi pucuk kepala renata....
..."Jangan bikin aku kecewa ya sayang" ucap kembali renata lirih sambil melihat ke arah reino....
..." Iya , sayang ,iya " Sambil mencubit pipi renata gemas....
...Kini wajah nya sangat berdekatan hanya berjarak beberapa inchi saja. Jantung nya berdebar begitu kencang, wajah nya terasa panas....
..." Brukkk" suara menepuk meja....
...Pandangan nya teralih pada seorang yang tepat di depan mereka....
..." Hei , ini perpustakaan bukan tempat mesum ." ucap penjaga perpustakaan....
..." Iya, maaf pak saya permisi " renata yang kaget dan masih merasa malu langsung melangkahkan kaki nya menuju pintu keluar ruangan....
...Reino yang masih berada disana malah cengengesan sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal....
..."Awas ya ini pertama kali nya saya melihat kamu seperti ini , jika terulang saya tidak akan segan melaporkan kepada orang tua mu." Ancam penjaga perpustakaan....
..." Ah, bapak ini kayak gak pernah muda saja." pungkas reino cengengesan sambil langsung pergi keluar mengikuti renata....
__ADS_1
...Dasar anak muda labil batin penjaga perpustakaan....