
agnes menghampiri lisa dan ikut mengolesi minyak pijat di kaki nya. lisa bak ratu yang sedang di pijat kedua pelayan nya.
" Aw, pelan- pelan dong " bentak lisa kepada kedua teman nya.
" Dasar tidak tahu terimakasih " ucap agnes bergegas meninggalkan lisa dan helen.
" awas lo ya , gue aduin ke bokap gue " ancam lisa.
" Apa ? lo juga mau gue aduin?" matanya melotot ke arah helen .
helen menggelengkan kepala nya sangat terpaksa , ia sebenar nya sudah capek dengan sikap lisa , tapi apa boleh buat dari pada harus harus kena semprot .
Agnes terkekeh pergi dengan kesal , ia tak mau lagi kalo harus menuruti semua keinginan lisa. Lisa selalu lempar batu sembunyi tangan . Lisa yang bersalah namun helen dan agnes yang di salahkan.
terbesit dalam pikiran nya , gimana kalo ternyata ancaman lisa benar-benar akan ia lakukan.
" sabar agnes , sabar waktu kebebasan mu tinggal sebentar lagi." ucap nya sambil mengelus dada dan bergegas kembali menghampiri lisa.
" kriiieettt " suara pintu di buka .
mata lisa melotot ke arah agnes , dengan cepat agnes meminta maaf .
" lisa gue mohon maafkan gue lis, gue gak bermaksud ngelawan lo lis."
lisa hanya mendengus kesal .
helen yang berada disana hanya terdiam tak bersuara sedikit pun ia hanya mengarahkan bola matanya kepada agnes.
seakan memberi kode.
" lis , lo udah maafin gue ?" wajah nya memelas.
" ini yang terakhir ya nes , gue lihat lo kayak gini lagi , awas aja lo "
lisa mencoba bangun dari tidur nya , namun ternyata kaki nya masih terasa sakit.
" Aw, sakit banget " ucap lisa meringis.
kemudian mereka bergegas keluar dan memapah langkah lisa.
Semua mata tertuju kepada lisa , lisa yang selalu tampak sempurna . Kini terlihat tak bergaya dengan langkah kaki yang terlihat pincang. Mereka bukan nya iba malah tertawa kecil di sembunyikan.
tiba tiba langkah nya terhenti
" rei...." panggil nya teriak sambil memaksakan melangkah terpincang
" reino.... ini semua gara- gara kamu ya, kamu harus tanggung jawab rei." ucap nya kesal
reino tidak sedikitpun merespon ia terus melangkahkan kaki nya.
langkah nya terhenti dan berbalik , lisa yang melihat semua itu langsung sumbringah.
" tuh kan sudah gue bilang , sebenar nya reino itu peduli sama gue " sambil menjulurkan tangan nya ke arah reino.
Dan betapa kaget nya lisa tangan nya di tepis , ternyata reino bukan berbalik menghampiri nya.
Reino malah pergi meninggalkan lisa dan menghampiri renata yang persis di depan mereka.
" re " panggil reino.
" ya , ada apa kak?" ucap nya santai
eris yang sedari tadi nyenggol tangan renata.
" Gimana keadaan mu ? gak papa kan."
" Gak papa kak, ini udah bisa jalan , lagian cuma kena bola dikit."
__ADS_1
" Dikit tapi kok pingsan " goda rei.
renata tersenyum malu
" Oh iya, terimakasih ya kak . kata eris kak rei yang menggendongku ke ruang P3K."
reino hanya mengangguk dan tersenyum sambil mencubit hidung renata .
Renata tetap tersenyum datar melihat tingkah reino seakan tidak menyadari sikap rei terhadap nya.
reino menghampiri kedua teman nya yang sedang terduduk di taman.
" rei gimana lo sama renata?" tanya teo
" masih sama tey , dia masih datar datar aja gitu sama gue."
" tumben banget ada cewek yang dingin sama lo rei." ucap deri heran
" Nah justru ini yang bikin gue makin penasaran." pungkas reino.
" rei, rei , banyak cwek diluar sana ngejar- ngejar lo, lo nya gak mau. Giliran cewek nya gak mau lo kejar- kejar " ucap teo menggelengkan kepala
" Bukan gak mau tapi , belum." ucap nya percaya diri."
"Pede gilee..."
"huahahaa, jangan panggil gue rei kalo gak bisa taklukin tu cewek."
" oke ,, oke gimana kalo kita taruhan." ide teo
" ide cemerlang, gue ikut lo tey." ucap deri sambil merangkul teo
" kalo kita yang menang lo harus traktir kita selama satu bulan."ucap teo
" Dan kalo gue yang menang , kalian harus mau jadi babu gue selama sebulan."
" Gimana deal?"
Mereka bersepakat untuk bertaruhan .
" cling " suara handpone renata
chat dari nomor tak di kenal
" re , nanti ke kantin bareng yuk".
" siapa?"
" oh iya , aku reino re "
" oh.." jawab nya singkat
ya tuhan ini cewek gak peka atau emang beneran gak suka sih , gumam nya dalam hati.
" Lagi ngapain re?"
" lagi ngerjain tugas, udah dulu ya kak 🙏"
bener - bener bikin penasaran , awas aja re suatu hari nanti akan ku buat kamu tergila - gila dengan ku gumamnya sambil tersenyum sendiri.
...****************...
Disisi lain renata
" mmmm yang lagi anteng ... chatan sama siapa sih?" goda eris melirik ke arah handpone renata
" Gak ada , gak penting juga "
__ADS_1
" Oh , jadi gak penting di chat sama rei " goda nya kembali.
renata hanya menggelengkan kepala sambil kembali terfokus pada buku yang di baca nya .
" Dasar cewek aneh , di deketin cowok populer bukan nya seneng , lah ini cuek bebek , jangan jangan " ucap eris
" Jangan - jangan apa ?" ucap renata menatap eris.
" kamu masih normalkan re, bukan penyuka sesama jenis ."
" astagfirullah , ris istighfar kamu ini , aku masih normal . Tega kamu bilang gitu sama temen sendiri." dengan nyerocos..
" Nah gitu dong ngomel ngomel dikit , kan jadi keliatan sifat cewek nya . " ucap nya tertawa.
" lagian , kamu ini ada ada aja masa iya aku penyuka sesama jenis ." ungkap nya kesal.
" hahaha, biasa aja dong itu bibir nya di tekuk kayak sendok bengkok." ejek nya eris sambil tertawa.
" Kenapa ,gak sekalian sendok tembok , hah " balas renata mengacak rambut eris .
" re, udah dong..!! tuh kan jadi berkurang deh kecantikan gue." sambil merapikan rambut nya.
" bwllllleee... siapa suruh bangunin singa lagi tidur ." sambil menjulurkan lidah nya.
" rrraaauuoo " balas eris memeragakan singa.
" udah , udah yuk ke kantin " ajak renata menarik tangan eris.
Waktu istirahat , mereka bergegas pergi ke kantin.
" ris duduk di pojok sana ya dekat jendela"
" siap komandan " ucap eris sambil memberi hormat.
" Dasar temen somplak."
Seperti biasa mereka memesan makanan yang sama .
tiba tiba
" Cling " suara pesan masuk.
Kak Reino
" re kamu dimana? "
" Di kantin kak." jawab nya singkat
" Makan bareng yuk , re "
" Ini juga lagi makan sama eris "
" re , kenapa sih jawab nya singkat mulu."
" Hmmmm " ucap nya malah lebih singkat.
" Ya sudah , kalo emang gak mau gak papa, maaf ya re ganggu waktu mu." balas reino
Hanya centang biru dua. ( Tanda pesan hanya di baca )
Reino menggaruk kepala nya yang bukan karena gatal melainkan bingung harus mendekati renata dengan cara apa.
...****************...
" re , lo jangan terlalu dingin gitu lah, kalo kena karmanya tahu rasa."
" Karma apaan emang , aku bikin salah apa?".
__ADS_1
" Ya karma , nanti berbalik lo yang ngejar- ngejar kak rei." sambil menunjuk jari tangan nya ke wajah renata.
seperti biasa respon nya hanya datar dan santai , sembari melanjutkan menghabiskan makanan nya.