Mertuaku Mantan Pacarku

Mertuaku Mantan Pacarku
Bab 19 di acuhkan


__ADS_3

agnes menghampiri lisa dan ikut mengolesi minyak pijat di kaki nya. lisa bak ratu yang sedang di pijat kedua pelayan nya.


" Aw, pelan- pelan dong " bentak lisa kepada kedua teman nya.


" Dasar tidak tahu terimakasih " ucap agnes bergegas meninggalkan lisa dan helen.


" awas lo ya , gue aduin ke bokap gue " ancam lisa.


" Apa ? lo juga mau gue aduin?" matanya melotot ke arah helen .


helen menggelengkan kepala nya sangat terpaksa , ia sebenar nya sudah capek dengan sikap lisa , tapi apa boleh buat dari pada harus harus kena semprot .


Agnes terkekeh pergi dengan kesal , ia tak mau lagi kalo harus menuruti semua keinginan lisa. Lisa selalu lempar batu sembunyi tangan . Lisa yang bersalah namun helen dan agnes yang di salahkan.


terbesit dalam pikiran nya , gimana kalo ternyata ancaman lisa benar-benar akan ia lakukan.


" sabar agnes , sabar waktu kebebasan mu tinggal sebentar lagi." ucap nya sambil mengelus dada dan bergegas kembali menghampiri lisa.


" kriiieettt " suara pintu di buka .


mata lisa melotot ke arah agnes , dengan cepat agnes meminta maaf .


" lisa gue mohon maafkan gue lis, gue gak bermaksud ngelawan lo lis."


lisa hanya mendengus kesal .


helen yang berada disana hanya terdiam tak bersuara sedikit pun ia hanya mengarahkan bola matanya kepada agnes.


seakan memberi kode.


" lis , lo udah maafin gue ?" wajah nya memelas.


" ini yang terakhir ya nes , gue lihat lo kayak gini lagi , awas aja lo "


lisa mencoba bangun dari tidur nya , namun ternyata kaki nya masih terasa sakit.


" Aw, sakit banget " ucap lisa meringis.


kemudian mereka bergegas keluar dan memapah langkah lisa.


Semua mata tertuju kepada lisa , lisa yang selalu tampak sempurna . Kini terlihat tak bergaya dengan langkah kaki yang terlihat pincang. Mereka bukan nya iba malah tertawa kecil di sembunyikan.


tiba tiba langkah nya terhenti


" rei...." panggil nya teriak sambil memaksakan melangkah terpincang


" reino.... ini semua gara- gara kamu ya, kamu harus tanggung jawab rei." ucap nya kesal


reino tidak sedikitpun merespon ia terus melangkahkan kaki nya.


langkah nya terhenti dan berbalik , lisa yang melihat semua itu langsung sumbringah.


" tuh kan sudah gue bilang , sebenar nya reino itu peduli sama gue " sambil menjulurkan tangan nya ke arah reino.


Dan betapa kaget nya lisa tangan nya di tepis , ternyata reino bukan berbalik menghampiri nya.


Reino malah pergi meninggalkan lisa dan menghampiri renata yang persis di depan mereka.


" re " panggil reino.


" ya , ada apa kak?" ucap nya santai


eris yang sedari tadi nyenggol tangan renata.


" Gimana keadaan mu ? gak papa kan."


" Gak papa kak, ini udah bisa jalan , lagian cuma kena bola dikit."

__ADS_1


" Dikit tapi kok pingsan " goda rei.


renata tersenyum malu


" Oh iya, terimakasih ya kak . kata eris kak rei yang menggendongku ke ruang P3K."


reino hanya mengangguk dan tersenyum sambil mencubit hidung renata .


Renata tetap tersenyum datar melihat tingkah reino seakan tidak menyadari sikap rei terhadap nya.


reino menghampiri kedua teman nya yang sedang terduduk di taman.


" rei gimana lo sama renata?" tanya teo


" masih sama tey , dia masih datar datar aja gitu sama gue."


" tumben banget ada cewek yang dingin sama lo rei." ucap deri heran


" Nah justru ini yang bikin gue makin penasaran." pungkas reino.


" rei, rei , banyak cwek diluar sana ngejar- ngejar lo, lo nya gak mau. Giliran cewek nya gak mau lo kejar- kejar " ucap teo menggelengkan kepala


" Bukan gak mau tapi , belum." ucap nya percaya diri."


"Pede gilee..."


"huahahaa, jangan panggil gue rei kalo gak bisa taklukin tu cewek."


" oke ,, oke gimana kalo kita taruhan." ide teo


" ide cemerlang, gue ikut lo tey." ucap deri sambil merangkul teo


" kalo kita yang menang lo harus traktir kita selama satu bulan."ucap teo


" Dan kalo gue yang menang , kalian harus mau jadi babu gue selama sebulan."


" Gimana deal?"


Mereka bersepakat untuk bertaruhan .


" cling " suara handpone renata


chat dari nomor tak di kenal


" re , nanti ke kantin bareng yuk".


" siapa?"


" oh iya , aku reino re "


" oh.." jawab nya singkat


ya tuhan ini cewek gak peka atau emang beneran gak suka sih , gumam nya dalam hati.


" Lagi ngapain re?"


" lagi ngerjain tugas, udah dulu ya kak 🙏"


bener - bener bikin penasaran , awas aja re suatu hari nanti akan ku buat kamu tergila - gila dengan ku gumamnya sambil tersenyum sendiri.


...****************...


Disisi lain renata


" mmmm yang lagi anteng ... chatan sama siapa sih?" goda eris melirik ke arah handpone renata


" Gak ada , gak penting juga "

__ADS_1


" Oh , jadi gak penting di chat sama rei " goda nya kembali.


renata hanya menggelengkan kepala sambil kembali terfokus pada buku yang di baca nya .


" Dasar cewek aneh , di deketin cowok populer bukan nya seneng , lah ini cuek bebek , jangan jangan " ucap eris


" Jangan - jangan apa ?" ucap renata menatap eris.


" kamu masih normalkan re, bukan penyuka sesama jenis ."


" astagfirullah , ris istighfar kamu ini , aku masih normal . Tega kamu bilang gitu sama temen sendiri." dengan nyerocos..


" Nah gitu dong ngomel ngomel dikit , kan jadi keliatan sifat cewek nya . " ucap nya tertawa.


" lagian , kamu ini ada ada aja masa iya aku penyuka sesama jenis ." ungkap nya kesal.


" hahaha, biasa aja dong itu bibir nya di tekuk kayak sendok bengkok." ejek nya eris sambil tertawa.


" Kenapa ,gak sekalian sendok tembok , hah " balas renata mengacak rambut eris .


" re, udah dong..!! tuh kan jadi berkurang deh kecantikan gue." sambil merapikan rambut nya.


" bwllllleee... siapa suruh bangunin singa lagi tidur ." sambil menjulurkan lidah nya.


" rrraaauuoo " balas eris memeragakan singa.


" udah , udah yuk ke kantin " ajak renata menarik tangan eris.


Waktu istirahat , mereka bergegas pergi ke kantin.


" ris duduk di pojok sana ya dekat jendela"


" siap komandan " ucap eris sambil memberi hormat.


" Dasar temen somplak."


Seperti biasa mereka memesan makanan yang sama .


tiba tiba


" Cling " suara pesan masuk.


Kak Reino


" re kamu dimana? "


" Di kantin kak." jawab nya singkat


" Makan bareng yuk , re "


" Ini juga lagi makan sama eris "


" re , kenapa sih jawab nya singkat mulu."


" Hmmmm " ucap nya malah lebih singkat.


" Ya sudah , kalo emang gak mau gak papa, maaf ya re ganggu waktu mu." balas reino


Hanya centang biru dua. ( Tanda pesan hanya di baca )


Reino menggaruk kepala nya yang bukan karena gatal melainkan bingung harus mendekati renata dengan cara apa.


...****************...


" re , lo jangan terlalu dingin gitu lah, kalo kena karmanya tahu rasa."


" Karma apaan emang , aku bikin salah apa?".

__ADS_1


" Ya karma , nanti berbalik lo yang ngejar- ngejar kak rei." sambil menunjuk jari tangan nya ke wajah renata.


seperti biasa respon nya hanya datar dan santai , sembari melanjutkan menghabiskan makanan nya.


__ADS_2