Middle Of The Night

Middle Of The Night
Chapter 01 [Gelapnya hutan yang sangat indah]


__ADS_3

Seorang gadis tergeletak begitu saja. Memejamkan mata dengan posisi berbaring miring di bawah pohon-pohon yang terlihat sangat rimbun.


Tubuhnya mulai bergerak-gerak, lalu mengerjapkan mata beberapa kali sampai terbuka dengan sempurna.


Gadis itu terdiam, pandangannya lurus keatas, menatap sebuah tempat yang sangat asing baginya.


..."Dimana aku!" Ucapnya dengan ekspresi wajah penuh keterkejutan....


Dia bangkit, mengubah posisinya menjadi duduk dengan pandangan yang terus meneliti sekitar.


Pohon-pohon yang berdiri menjulang, menutupi langit sampai suasana di tempat itu temaram, hanya cahaya indahnya kunang-kunang yang tampak berterbangan disana.


..."Sudah dari mana aku? kenapa jadi ada disini?" Elora masih terlihat mengingat sesuatu. Namun nihil, dia tak mendapatkan apapun di dalam ingatannya....


Dia mencoba berdiri, menepuk-nepuk tangannya yang sedikit kotor. Dan dia kembali di kejutkan, dengan penampilannya saat ini.


Sebuah gaun putih berlengan panjang, menjuntai hingga menyapu dedaunan yang bertaburan diatas tanah.


..."Tunggu! apa aku ada di dunia lain?" katanya lagi sembari melihat kearah sekeliling....


Suasana di sekelilingnya sangat hening. Tidak ada suara angin, atau hewan lainnya seperti yang selalu dia dengar saat malam hari.


..."Baiklah Elora, kau hanya perlu berjalan dan temukan jalan pulang!"...

__ADS_1


Kakinya mulai melangkah, berjalan lurus mengikuti jalanan kecil yang sepertinya sudah sering di lalui orang-orang yang datang ke hutan itu.


Elora berjalan perlahan, melihat pohon-pohon yang menjulang sangat tinggi. Bahkan saking tingginya, dia tidak dapat melihat ujung dari pohon itu.


..."Kenapa aku tidak mengingat apapun, dimana aku, dan kenapa aku ada disini!" Dia masih bertanya-tanya....


Samar rintihan pelan seorang laki-laki mulai terdengar, sampai membuat Elora berhenti dan berusaha memastikan dari mana suara itu berasal.


..."Argghhh!" ...


Suara seseorang sedang menahan sakit terdengar kembali.


Elora melihat sekeliling, berusaha mencari seseorang yang mungkin sangat membutuhkan pertolongan.


Dengan cepat Elora berlari, mendekat kearah sana. Namun keterkejutan pria itu membuat langkah Elora berhenti.


..."Siapa kau!?" Pria itu mengangkat satu tangannya, mengisyaratkan agar Elora berhenti....


..."Apa kau terluka?" Elora justru balik bertanya....


Pria itu kembali meringis, memegangi perut bagian sampingnya tanpa menjawab pertanyaan Elora terlebih dahulu.


Gadis itu kembali melangkahkan kaki, perlahan mulai mendekat, dan bersimpuh di hadapan pria yang saat ini terluka itu.

__ADS_1


..."Kau berdarah? apa aku bisa membantu mu? dan apa yang harus aku lakukan sekarang?" Elora hendak menyentuh bagian yang di penuhi darah itu, tapi tanganya di tepis dengan sangat kencang....


..."Pergilah, biarkan aku sendiri. Aku akan sembuh tanpa bantuan dari mu!"...


Elora menggelengkan kepalanya.


..."Bagaimana aku bisa seperti itu? begini-begini aku gadis baik tahu!"...


..."Apa menurut mu aku peduli? pergilah atau kau akan sangat ketakutan jika melihat wujud asli ku!" katanya dengan bibir yang terus meringis....


..."Tidak bisa!"...


..."Kenapa? sudah ku bilang aku tidak membutuhkan bantuan dari gadis seperti mu! lagi pula untuk apa kau membantu ku, sedangkan kau saja sedang tersesat disini, tidak mungkin seorang gadis malam-malam berada di dalam tengah hutan dengan sebuah alasan, bukan?"...


Elora menghempaskan diri dan menyandarkan punggung pada pohon yang sama.


..."Itu dia masalahnya, aku hanya ingat nama ku saja. Tidak dengan rumah atau siapapun!"...


Elora kembali melihat keatas, dimana banyaknya kunang-kunang beterbangan, sampai membuat tempat itu tidak menyeramkan, justru terlihat sangat indah.


..."Biarkan aku diam disini yah! janji tidak akan mengganggu, setidaknya aku ada teman untuk mencari jalan keluar nanti." pinta Elora....


Pria yang duduk di sampingnya tidak menjawab. Mereka saling diam hingga rasa sunyi kembali menyapa.

__ADS_1


__ADS_2