Middle Of The Night

Middle Of The Night
Chapter 07 [Lion.]


__ADS_3

Beberapa Minggu kemudian.


Seorang pria tampak berdiri, memandang lurus kedepan, dengan tatapan kosong. Hilir angin berhembus, menyapu wajah cukupnya kencang hingga dia memejamkan mata untuk beberapa saat.


..."Kau masih memantaunya?"...


Pria itu menoleh, saat suara yang sangat dia kenali terdengar menyapa.


..."Sampai kapan? mereka tidak akan membiarkan mu membawa putrinya. Itu tidak akan bisa, Lion."...


Pria sebayanya berujar, kemudian dia berdiri tepat disampingnya, juga ikut menatap lurus kearah hamparan hutan yang sangat luas dari ketinggian pada sore hari itu.


..."Tua bangka itu yang berjanji, kau ingat!?" Ucap Lion kesal. "Bahkan dia pula yang memberikan Elora sebagai jaminan, lalu kenapa sekarang dia tidak memenuhi janjinya, setelah apa yang sudah dia dapatkan."...


..."Yeah, aku tahu. Tapi ayah mana yang akan membiarkan putrinya pergi, bersama ... Siluman Naga seperti mu!"...


Lion menoleh, menatap temannya tajam. Dia benar-benar tersinggung dengan ungkapan yang baru saja di dengarnya.


..."Aku bukan Siluman, camkan itu!" Lion menggeram....


..."Lalu mereka akan menyebut mu apa? setidaknya berhentilah bersikap ketus, atau mengancam Charles. Biarkan putrinya yang mendatangi mu seperti dulu."...


Lion menundukan kepala, seraya meremat rambut putih panjangnya yang dia ikat asal.


..."Waktunya akan habis, Ed. Dan setelah itu aku akan menjadi hewan buas itu selamanya."...

__ADS_1


Edmund menggelengkan kepalanya, sebuah jawaban jika Lion tidak boleh berkecil hati.


..."Kita akan patahkan sihir itu, dan biarkan putri dari Charles datang kepada mu! tanpa paksaan, apalagi kau berusaha menculiknya."...


Seketika ingatan itu kembali berputar. Dimana gadis yang hendak dibawanya terjatuh, saat Lion tak mampu menyeimbangkan tubuhnya karena beberapa luka panah yang prajurit Charles berikan.


Dia berparas cantik, juga memiliki hati yang lembut, berbeda dengan sang ayah, yang memiliki sifat serakah hingga mampu menghalalkan segala cara, sampai menumbalkan Lion hanya karena sebuah keinginan di luar nalar.


..."Apa dia tidak mengingat ku?" Lione menatap Edmund....


..."Mengingat? apa maksud mu?" Pria itu tampak kebingungan....


..."Saat aku berusaha meninggalkannya, tiba-tiba dia muncul. Bertanya tentang keadaan ku, mendekat seolah dia lupa siapa aku sebelumnya."...


Edmund menghela nafasnya.


Belum sempat Edmun menyelesaikan ucapannya, Lion sudah menatap dia penuh ancaman.


..."Sekali lagi kau ucapkan itu! ku tendang kau dari sini."...


..."Haih, ... hidup mu penuh ancaman kawan!"...


..."Jangan ingatkan aku tentang itu, atau aku akan melupakan niat awal ku seperti dulu!" Tukas Lion. "Kisah cinta yang tragis." Dia menertawakan dirinya sendiri....


..."Baiklah, aku pergi dulu. Sepertinya aku harus mengamankan diri, apalagi emosi mu sangat meledak-ledak, aku takut akan menjadi santapan lezat mu di saat kau berubah nanti, matahari mulai terbenam bukan?"...

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Edmund segera berlari, keluar dari ruangan itu dengan tawa pelan yang terus terdengar.


Menjahili temannya yang sedikit tempramen, menjadi kesenangan tersendiri bagi Edmund.


..."Teman sialan!" Lion berteriak....


..."Tutuplah pintunya, sebelum kau benar-benar berubah menjadi Naga." Edmund kembali menyahut, dan setelah itu tawa kencang terdengar....


Lion segera berlari, berniat mengejar Edmund yang saat ini terdengar sedang menuruni anak tangga.


..."Kau! akan benar-benar ku bunuh nanti!" Lion terlihat kesal....


Sementara temannya hanya terus tersenyum, melangkah cepat sampai tubuhnya benar-benar menghilang di balik pintu yang perlahan mulai tertutup.


Lion terus berdiri disana, merenungi keadaannya saat ini.


..."Benarkah aku akan membunuhnya? sementara dialah yang menemani ku selama ini, di saat orang tua mu bahkan mejauhi mu. Karena saat ini kau Lion yang berbeda, kau adalah Lion yang sedang berada dalam kutukan seseorang, dan itu karena keserakahan Charles." Lion bermonolog....


Hatinya sedih, bahkan pelupuk matanya sudah terlihat memerah dan berkaca-kaca.


..."Kau memang bodoh pernah mempercayainya!" Ucap Lion penuh penekanan....


Dan setelah itu dia kembali, tak lupa menutup pintu kayu, ruangannya.


__ADS_1


Visual Lion sama Edmund 😌🤭


__ADS_2