Middle Of The Night

Middle Of The Night
Chapter 06 [Jiwa lain?]


__ADS_3

..."Elora?"...


Charles masuk kedalam sebuah ruangan, dimana anak gadisnya duduk diatas tempat tidur, dengan pandangan lurus kedepan.


Suasana tempat itu tampak temarah, hanya cahaya dari luar, dan beberapa obor yang terlihat menyala menerangi ruangan.


..."Ya?"...


Dia menoleh, dan langsung menegakan tubuhnya saat mengetahui sang ayahlah yang datang.


..."Ayah belum tidur?" Elora berbasa-basi, tersenyum manis seperti yang selalu dia lakukan....


Pria paruh baya itu hanya tersenyum, lalu duduk di samping putri satu-satunya itu.


..."Bagaimana latihannya? apa sudah ada kemajuan?"...


..."Emmm, ... itu ... aku belum dapat menguasainya." Jawab Elora sambil tersenyum....


Senyum Charles tak hentinya terlihat, meski rasa khawatir mulai kembali menguasai diri. Bagaimana tidak, Elora benar-benar melupakan semuanya, termasuk kemampuan dia dalam memanah.


Sebelum kejadian itu Elora sering kali berburu, mencari Rusa di hutan dengan beberapa prajurit yang selalu di perintahkan untuk menjaganya.


..."Maafkan aku." Ucap Elora saat dirinya tiba-tiba saja merasa bersalah....


..."Kenapa meminta maaf?" Suara itu terdengar sangat lembut....


..."Karena aku pergi, hari ini aku tidak berlatih. Ayah tahu? Patra sangat menyebalkan, aku tidak mau berlatih dengannya lagi."...


Kening Charles menjengit kencang, dia bingung, dan tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Elora.


..."Tapi dia sangat ahli memanah."...


..."Aku tahu, tapi Patra sangat menyebalkan, Ayah!"...

__ADS_1


..."Menyebalkan!?"...


Elora menganggukan kepala.


..."Dia bilang kalau aku sudah bisa, dan terus bertanya kenapa aku lupa. Aku berusaha mengingat, berusaha juga untuk bisa, tapi ..."...


..."Susunya belum di minum? nanti bisa dingin." Sergah Charles, dia memotong ucapan anak perempuannya....


Elora mematung, lalu melirik kearah meja kecil yang berada di dekat tempat tidurnya.


..."Aku sampai lupa." Kata Elora, dia tersenyum....


Charles meraih tempat minum yang terbuat dari kayu, lalu memberikannya kepada Elora, agar gadis itu dapat segera meminumnya.


..."Terimakasih, aku janji besok akan belajar dengan bersungguh-sungguh."...


Charles mengangguk, seraya mengusap kepala Elora dengan sangat lembut.


..."Belajarlah jika kau mau, tidak usah memaksakan diri. Yang perlu di ingat adalah, kamu tidak boleh kemana pun sekarang. Apalagi tanpa mereka, Ayah tidak mau sesuatu terjadi lagi kepada dirimu." Jelas Charles yang langsung mendepatkan anggukan dari Elora...


Tidak ada yang berbeda, semuanya sama. Tapi kenapa kepribadian Elora justru berubah. Charles merasa heran, karena sebelumnya Elora tidak pernah sedekat itu dengan dirinya.


Sikapnya yang tegas, juga tidak menerima penolakan membuat Elora sedikit merasa sungkan dan takut kepada pria paruh baya itu.


...Apa dia hilang ingatan? atau jiwa lain yang sedang berada didalam tubuh anak ku?...


Charles membatin.


..."Emmm, ... aku mau tidur! malam beranjak semakin larut, jadi sebaiknya Ayah pun segera masuk kamar, Ibu pasti menunggu."...


Charles tersenyum, menerima gelas yang Elora berikan, meletakannya di tempat semula, lalu beranjak pergi setelah mencium kening putrinya terlebih dulu.


***

__ADS_1


..."Hey? kau melamun lagi?" Bia datang mendekat....


Berjalan kearah Patra, pria yang sedang duduk di hadapan sebuah gundukan api yang berkobar cukup besar.


Patra menoleh.


..."Pekerjaan mu belum selesai?" Dia balik bertanya....


..."Sudah."...


..."Lalu kenapa kau kesini? istirahatlah, kau harus menghemat energi mu, untuk mengabdi kepada Ratu dan anaknya yang sedang hilang ingatan."...


Tiba-tiba saja Patra berkata demikian.


..."Malang sekali, padahal banyak hal yang sudah dia kuasai. Karena kejadian itu, Nona Elora menjadi seseorang yang terlihat sangat berbeda, bahkan saat ini dia mau berbicara dengan ku." Tukas Bia....


Tentu saja, gadis itu tahu betul jika sang Putri mempunyai sifat yang sedikit tertutup, bahkan tak semua orang bisa berinteraksi dengan dirinya. Namun kali ini berbeda, Elora bahkan datang sendiri, dan membicarakan banyak hal dengan dirinya.


Gadis itu duduk di samping salah satu prajurit kepercayaan Charles.


..."Hemm, ... dan awasi dia jangan sampai keluar sendirian lagi."...


..."Apa dia sangat berbahaya?" Bia menatap wajah Patra. Sementara pria itu menatap lurus keara perapian....


..."Jelas, buktinya yang dialami Nona Elora sekarang."...


..."Apa yang Naga itu inginkan? kenapa dia selalu mencari masalah dengan Tuan Charles?"...


Patra menoleh, dengan wajah dingin dan datarnya seperti biasa.


..."Itu bukan urusan kita. Jadi sebaiknya kau kembali, dan tidurlah!"...


Bia terdiam.

__ADS_1


..."Tunggu apa lagi? cepat masuk, biarkan para laki-laki yang berjaga disini."...


Perempuan itu mengangguk, tersenyum samar lalu bangkit, dan segera berjalan kearah sebuah bangunan besar yang sudah lama ia jadikan sebagai rumah kedua sudah sejak lama.


__ADS_2