Middle Of The Night

Middle Of The Night
Chapter 04 [Teh rempah]


__ADS_3

..."Bagaimana? sudah nyaman?" Alina menarik selimut hingga menutupi tubuh bagian atas Elora....


Gadis itu mengulum senyum, lalu menganggukan kepalanya perlahan. Keduanya diam untuk beberapa saat, saling menatap dengan pikirannya masing-masing.


..."Maaf, aku tidak bermaksud melupakan semuanya. Hanya saja aku benar-benar tidak mengingat apapun sekarang." Ucap Elora penuh penyesalan....


Alina mengangguk, tersenyum dengan satu tangan yang kembali mengusap kepala Elora dengan sangat lembut.


..."Baiklah. Sepertinya kau butuh istirahat yang cukup, agar ingatan mu kembali pulih." Alina berujar....


Elora menjawab dengan seulas senyuman samar.


..."Apa luka mu masih terasa perih? goresannya cukup banyak." wanita cantik di usia matangnya itu tampak khawatir....


..."Tidak terlalu, sepertinya ramuan tabib tadi cukup ampuh." Tukas Elora pelan....


Alina mengangguk, dia membungkuk dan mencium kening putrinya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.


..."Pejamkan mata mu, tidurlah." Alina segera bangkit, kemudian berjalan kearah luar meninggalkan Elora yang saat ini sudah berbaring nyaman diatas tempat tidurnya....


Mata Elora mengikuti kemana wanita itu melangkahkan kaki. Lalu dia memandang lurus langit-langit ruangan itu, dan menghembuskan nafasnya perlahan.


..."Dia tersenyum, namun sorot matanya tampak memperlihatkan kesedihan. Astaga! sebenarnya apa yang terjadi?" Elora bermonolog, dan mulai memejamkan matanya perlahan....


Berusaha untuk segera tertidur.


***


..."Bagaimana keadaannya?" Charles bertanya, ketika istrinya itu datang menghampiri....

__ADS_1


Alina menggelengkan kepala, dia tersenyum getir.


..."Lukanya tidak terlihat parah, tapi dia bisa sampai hilang ingatan begitu!" Alina mendesah pelan....


Alina cukup terpukul dengan kejadian yang menimpa putri semata wayangnya.


Dia naik keatas tempat tidur, berbaring miring seraya memeluk pinggang suaminya dengan perasaan tak menentu.


Charles meraih bahu ringkih wanita di dekatnya, lalu membalas pelukan itu dengan sangat erat.


..."Dia akan baik-baik saja." kata Charles yang berusaha membuat perasaan Alina sedikit lebih baik....


Alina mengangguk pelan, matanya bahkan mulai terpejam, di ikuti Charles yang juga mulai merebahkan tubuhnya dengan benar tanpa mengubah posisi sama sekali.


Mereka segera terlelap setelah beberapa saat, heningnya suasana malam membuat mereka langsung tertidur ketika rasa lelah sudah mempengaruhi keduanya.


Malam merangkak semakin larut, tapi Elora masih terjaga, matanya kebuka lebar dengan posisi berbaring terlentang menatap langit-langit ruangan itu.


Elora bangkit, mengubah posisi berbaring ya menjadi duduk. Matanya meneliti sekita, lalu berdiri dan berjalan kesisilain ruangan yang menjadi kamarnya saat ini.


Gadis itu menyibakkan sebuah kain yang membentang menghalangi sebuah pintu kearah balkon, membuka pintu kayu itu lalu keluar.


Rambut Elora bergerak tak tahu arah, saat hembusan angin kencang menerjang kearah dirinya.


..."Sungguh? mereka tidak tidur?" gumam Elora saat melihat beberapa orang yang masih terjaga di hampir setiap sudut tempat itu....


Kening Elora menjengit, matanya memincing saat mendapati seorang gadis sebayanya yang juga masih berada disana.


Duduk nyaman di dekat sebuah api yang masih menyala.

__ADS_1


Dengan segera gadis itu beranjak, pergi dari dalam kamarnya yang terasa begitu sepi.


..."Hay, ... emmm ... apa kalian tidak tidur? sepertinya malam semakin larut?" Suara Elora membuat beberapa orang yang sedang berjaga terkejut....


..."Tuan putri? kenapa keluar lagi? cepat kembali masuk kamar, atau Baginda Raja akan marah, ditambah keadaan anda yang belum pulih."...


Elora menggelengkan kepala, dia tersenyum sambil terus melangkahkan kaki, tanpa memperdulikan ucapan Prajurit itu.


..."Nona Elora?" Gadis itu tersentak kaget saat mendapati Elora yang keluar dari pintu utama....


..."Kamu masih disini? kenapa tidak tidur dan biarkan para Prajurit yang berjaga." Elora duduk di sampingnya....


Gadis itu diam.


..."Saya masih harus bekerja, Nona."...


Akhirnya dia menjawab.


..."Pergilah tidur, anak gadis tidak baik tidur terlalu larut!" Kata Elora lagi....


Gadis itu menggelengkan kepala dengan senyum tipis di bibirnya.


..."Ini sudah kewajiban saya. Lalu untuk apa Nona Elora berada disini? bukan kah seorang gadis tidak baik tidur terlalu larut? terlebih Baginda akan sangat marah saat mengetahui Nona masih berada di luar."...


..."Aku tidak bisa tidur."...


..."Baiklah, anda boleh duduk terlebih dulu! saya akan membuatkan teh rempah agar Nona bisa segera tidur." Setelah mengucapkan itu dia segera beranjak pergi, meninggalkan Elora yang masih berdiri mematung di dekat perapian....


..."Hey? siapa nama mu?" Elora berteriak....

__ADS_1


Gadis itu menoleh, tersenyum lalu menjawab.


..."Panggil saja saya Bia, Nona Elora." Katanya lalu kembali melangkahkan kaki, pergi kearah dapur yang ada di dalam bangunan besar itu....


__ADS_2