Misi Menaklukan Ice

Misi Menaklukan Ice
SAMARA SQUAD


__ADS_3

Tak seperti yang Mikha bilang pada orang tuanya, bukannya Mikha mengerjakan PR, karena emang gak ada PR, itu hanya alibi Mikha aja biar gak tambah di ledek Papa Mama nya. Mikha malah membuka obrolan grup chat di hape nya. Entah udah berapa ratus percakapan belum Mikha baca, karena tadi terlalu larut dengan si Es balok.


...SAMARA SQUAD...


^^^Mikha^^^


^^^Klean tau gaesss,,, tadi Aku kemana?^^^


Sam


Kemana?


Mili


Kemana?


Andra


kmn?


EdPutri


mana?


Rudisaputra


kemana?


Suji_Ok


mane?


Nur'Aini


Emang nya kemana?


^^^Sun.KissMikha^^^


^^^Aku habis dari rumah tetangga..🤣^^^


Nur'Aini


Gak jelas Mikha


EdPutri


Gaje


Mili


Gaje 2


Suji_Ok


Gaje 3


Rudisaputra


Gaje 4


Andra


Gaje 5


Mili


ciuss? Mie oppah?!🙄


^^^Mikha^^^


^^^Beneran, Aq cius nih, tau gak siapa yang Aq liat?^^^


Mili


Siapa?


^^^Mikha^^^


^^^Aq liat Es kutub,😱 astagah....^^^


Andra


Terus udh kamu cairin blom Mik?


^^^Mikha^^^


^^^Enggak Bg And, Soalnya keburu malu dluan.^^^


Suji


Loh, kok bisa?


^^^Mikha^^^


^^^Ya bisa lah,, tadi aq ktmu dy,,^^^


Nur'aini


Dimana ketemunya?


^^^Mikha^^^


^^^Aq ktmu dirumahnya, dan aq gk hbis pkir klo ttg baru aq si es kutub😱^^^


EdPutri


Ciuss demi apa Mik?


Mili


wahwahwah... ckckck


^^^Mikha^^^


^^^ya kan,, terkejut kan?Aq juga, mana mamanya baik banget lgi, super duper ramah, itu tuh mertua idaman banget....^^^


Sam


ngarep jd mantu lu?


Rudi


Haisss,, tar beku kamu mik,,


Nur'aini


Aq doain langgeng deh


EdPutri

__ADS_1


Tahan dulu mik, jan gegabah,,


^^^Mikha^^^


^^^makasih yg udh doain kelancaran hub aq sm es,,😂😂 tapi aq pkir dlu seribu x,,,🤦🏻‍♀️^^^


Chat mereka berlanjut sampai waktu tengah hari, yang dibahas apa? ya masalah Es kutub itu. Sore ini mereka janjian mau nongkrong bareng di tempat biasa mereka mangkal, ce ilee,,, kayak kang ojek pake mangkal, haha.


Biasa mereka kumpul di sebuah cafe yang terletak di area perumahan BTN, Cafe nya instagramable banget buat anak-anak yang suka selfie atau cuma sekedar mau nongkrong ngabisin waktu. Nama cafe itu Bonsai Cafe, tempatnya cantik, hijau, sesuai nama nya, banyak tanaman bonsai di setiap sudut, ada taman khusus bonsai uang di tengah-tengahnya terdapat duplikat menara Eiffel yang terbuat dari kayu. Jadi kalo mau foto-foto di menara Eiffel gak payah lah ke Paris, di Bonsai Cafe ada duplikatnya.


Karena udah jadi rutinitas mereka setiap ngumpul, pasti tempat yang mereka tempati selalu sama, di sudut yang berdinding kaca langsung menghadap kolam ikan di samping taman Bonsai. Jangan tanya ikannya. luar biasa cantiknya, beragam warna ikan koi, membuat mata yang memandang serasa segar.


Ketika Mikha datang, sudah duduk Suji dan Susan, ternyata mereka datang berbarengan, "Baru kalian?" Tanya Mikha meletakkan tas nya di depan mereka.


"Iya, yang lain blum pada datang. tadi kami kemari kecepatan." Jawab Suji


"Kecepatan atau emang sengaja cepet??" Mikha menaik turunkan alisnya.


"Kecepetan duh Mikha, jan ngomong sembarangan deh,," Elak Susan.


"Kalo emang sengaja cepet biar bisa berduaan pun ya gapapa kok San, ngerti lah Aku kalian mau ehem...ehem..." goda Mikha


"Ehem apaan Ayang Beb?" Andra yang baru nyampe langsung nimbrung dalam percakapan.


"Gapapa ayang beb, mereka dateng kecepetan kek nya mo kencan dulu deh,,"


"Oh ,, hari ini masih OK yang traktir Yank,, kita pesen sepuasnya,,,hahaha" Andra mulai menlunjak.


"Beneran? PJ lagi nih cerita nya Mil?" Tanya Mikha pada Susan.


"Iya,, aman dah tu, pesen aja. Tapi yang laen kok pada belom dateng ya? kemana sih mereka?" Susan celingak celinguk mencari teman-temannya


Baru selesai Susan ngomong, sampai lah Rudi, Nur, Sam dan Egha. Mereka langsung ambil tempat masing-masing.


"Kok telat Beb?" Tanya Mikha pada teman-temannya.


"Biasalah..." Jawab Sam singkat.


"Hmm... Ya udah pada pesen gih, hari ini masih di traktir sama yang baru jadian." Mikha menawarkan mereka.


"Ashiiiaaappp.... Aku kalo gratisan demen bener dah,," Kata Rudi


"Hari ini kita mau bahas apa nih?" Tanya Sam.


"Ini nih, si biang kerok, Mikha. Aku sih penasaran sama hubungan dia dan Damar es," Jawab Egha setelah meletakkan buku menu.


"Hehehe,,, ya kayak yang Aku bilang tadi kan, Dia itu tetangga sebelah rumah Aku, baru pindah kesitu, gak habis pikir Aku tuh dia bakal pindah kesitu, mana mama nya baik banget lagi, tapi kok ya sikap anaknya cem gitu, " Mikha menyentuh jidad nya yang gak pening.


"Lagian udah tau dia begitu ya udah lah Mik, biarin aja, toh gak ganggu kehidupan kamu juga, ngapain kamu sebel-sebel sama dia, dia juga gak peduli sama sekitar kek nya." Nur mengevaluasi.


"Iya sih ya, peduli kali Aku sama dia," Mikha geleng kepala.


"Eh, tapi jangan-jangan kamu suka dia ya Mik?" Tanya Suji.


"Aku? Mikha? hah... Seorang Mikha suka sama Es kutub? Enggak lah ya," Mikha berucap sombong.


"Jangan gitu, tar suka beneran,," ejek Suji lagi.


"Kita kan gak tau kedepannya bakal gimana ya kan. Kalo dia bisa berubah, jadi gak dingin lagi sih it's oke Aku akan coba deketin dia, tapi kalo dingin terus begitu siapa yang betah ya kan?" Mikha mengangkat bahu.


"Hmmm... berarti ada niatan donk kamu ya mau pacaran sama dia?" Selidik Rudi


"Bukannya gitu..." Mikha menghela nafas. "Tapi..." Mikha melihat mereka satu persatu..


"Apa?" Tanya Andra.


"Kalian izinin gak anggota grup SAMARA SQUAD yang satu ini untuk pacaran?" Mikha menunjukkan emot 🥺


"Tapi lu aja yang sok-sok an gak mau pacaran,," Tambah Rudi


"Jadi sekarang udah kecantol ama es kutub?" Tanya Suji


"Wahh,,, mesti kasih dukungan nih," Tambah Andra.


"Ish,, kalian apaan sih," Ya sekarang kan emang Aku gak mau pacaran dulu, ngejer nya nanti aja kalo udah lulus SMA,,," Elak Mikha.


"Kelamaan, selak tua kamu tuh" kata Nur


"He'em, kalo mau ngejer, kejer aja sekarang Mik, ngapain nunggu lulus?" tambah Egha.


"Bener tuh, kalo kamu ngejer sekarang kan, iya kalo di terima sekarang, lah kalo nunggu tamat baru di terima kan sama aja Mik,," Susan juga menasehati.


"Kok kalian kompakan banget sih nyuruh Aku ngejer Ice?" Tanya Mikha bingung.


Mereka hanya saling pandang, membuat Mikha eneg sendiri, tapi biar lah, toh Mikha masih punya pilihan untuk menolak saran mereka.


"Atau gini aja, kita buat game TOD? gimana? Ada yang mau ikut?" Tanya Andra.


Yah harus ikut lah semua,,"teriak Sam yang gak tau malu.


"TOD?" Jawab mereka serempak. Mikha udah berfikir kalo ini pasti akal-akalan Andra aja nih, tapi kalo di pikir-pikir lagi, kalo dia bisa menang dari dare kan lumayan. Dapet hadiah...wkwkwkwk


Andra mengangguk, "Iya, yang berani pilih tantangan, kalo tantangan berhasil, akan ada hadiah dari yang menantang, kalo pilih truth harus jawab pertanyaan dengan sejujur-jujurnya." Andra melihat ke sekeliling nya. "Gimana? ada yang berani?"


Mereka semua melihat satu sama lain, setelah pada mengangguk mereka juga semua bersedia mengikuti permainan Andra.


"Jadi, bisa kita mulai?" Andra meminta waiters untuk mengambilkan mereka botol. Tak berapa lama, Andra mulai memutar botol yang ada di meja.


Mulut botol mengarah ke Susan. "Kamu pilih truth or dare?" Tanya Andra.


"Truth deh.."


"Aku yang tanya," kata Suji.


"Iya lah iya,, pasti Suji mau ngorek info nih dari Susan," kata Egha.


"Gini deh Yank, emmm... kamu kok mau jadian sama Aku pas Aku tembak? Padahal awalnya Aku kira kamu cuek banget sama Aku, gak nunjukin perasaan apa-apa sama Aku, tapi dengan mudah nya kamu nerima Aku?" Tanya Suji,


Lah, jadi mereka jadian gak ada saling ngejar gitu? Tembak langsung jadian terus jalan? Gampang banget..


"Hehehehe" Susan cengengesan.


"Jan gitu ah ketawanya, serem Aku tuh." Timpal Mikha.


"Gini loh yank," Susan menarik nafas. "Emang Aku gak nunjukin kalo Aku suka sama kamu, tapi kan Aku tuh beneran suka loh sama kamu, jangankan kamu, mereka aja gak ada yang pada tau," Susan menunjuk gadis-gadis. "Aku bukan tipe orang yang suka nunjukin perasaan, iya kalo kamu waktu itu suka sama aku, lah kalo enggak? Kan Aku yang malu yank,," Jawab Susan panjang lebar.


"Yakin tuh begitu?" Tanya Andra.


"Yakinlah.." Jawab Susan lagi.


Suji yang mendengar jawaban Susan pun hanya tersipu malu, senyum-senyum gak jelas dah tu anak jadinya. ckckckck


"Skuy lanjut." Andra memutar kembali botol hijau itu di meja, kali ini giliran Egha yang harus memilih, TOD?,


"Dare..." Jawab Egha lantang. "Hayo siapa yang mau kasih tantangan? Aku tunggu hadiahnya loh," Egha bersidekap depan dada.


"Aku deh." Sam angkat tangan.


"Apa dare darimu beb?" Tanya Egha.

__ADS_1


"Hmmm... Silahkan nyanyi di panggung satu lagu yang mewakili dirimu, kalo tuntas nanti hadiahnya bawa tiga potong cake terenak dari sini pulang."


"Yakin lu ndro?" Tanya Egha antusias. Sam mengangguk mengiyakan pertanyaan Egha. Sebenernya Egha termasuk yang malu untuk tampil di depan umum, tapi demi cake terenak, Egha rela nyanyi deh, pas pula hari ini pengunjung nya termasuk ramai. Jadi Egha harus tahan malu untuk maju kedepan.


Asal kalian tau aja, cake terenak disini enak banget. terdiri dari tiga rasa gabungan, ada coklat strawberry, dan vanila, lembut luar dalam, lumer dimulut, hadeehhh gak tau bilang enaknya. Satu potong nya aja harga nya nelen ludah, ini dikasih free tiga siapa yang nolak ye kan?


"Tapi inget, nyanyinya sungguh-sungguh ya, jan malu-maluin kita,," saran Sam.


"Siap Boss." Egha langsung berdiri dan berjalan menuju panggung impian, eh,!?


"Selamat sore semua... Saya Edputri dari rombongan SAMARA SQUAD yang duduk di pojokan sana," Egha menunjuk kearah teman-temannya duduk, kalo pun nanti dia malu, paling nggak Egha gak malu sendirian, gitu pikirnya. Teman-temannya yang di tunjuk pun hanya tersenyum canggung sembari dadah-dadah ada mereka yang melihat kearah mereka.


"Kali ini saya disini untuk menyampaikan sebuah lagu yang paling mewakili hati saya saat ini. Lagu dari Kahitna, Andai Dia Tahu. Semoga kalian semua terhibur." Egha membungkukkan badannya, "Tepuk tangan donk..." Prok prok prok..


"Anak ini, paling bisa kalo mau mempermalukan diri en geng." Kata Andra sambil geleng kepala.


"Yah harus gitu lah beb, kan Kita satu keluarga, SAMARA SQUAD" Jawab Mikha bangga. Andra hanya mengangguk diikuti teman yang lain.


Musik mulai memainkan intro nya, dan kemudian Egha bernyanyi,


Bilakah dia tahu


Apa yang tlah terjadi


Semenjak hari itu


Hati ini miliknya


Mungkinkah dia jatuh hati


Seperti apa yang kurasa


Mungkinkah dia jatuh cinta


Seperti apa yang ku damba


Bilakah dia mengerti


Apa yang tlah terjadi


Hasrat Ku tak tertahan


Tuk dapatkan dirinya


Mungkinkah dia jatuh hati


Seperti apa yang kurasa


Mungkinkah dia jatuh cinta


Seperti apa yang ku damba


Tuhan yakinkah dia


Tuk jatuh cinta


Hanya untukku


Andai dia tahu


Mungkinkah dia jatuh hati


Seperti apa yang kurasa


Mungkinkah di jatuh cinta


Seperti apa yang ku damba


Bilakah dia mengerti


Apa yang tlah terjadi


Hasrat Ku tak tertahan


Tuk dapatkan dirinya


Mungkinkah dia jatuh hati


Seperti apa yang kurasa


Mungkinkah di jatuh cinta


Seperti apa yang ku damba


Tuhan yakinkah dia


Tuk jatuh cinta


Hanya untukku


Andai dia tahu


Andai dia tahu


Gitar berhenti di petik. Ada air mata yang menggenang di pelupuk mata Egha. Mereka yang tau kisah cinta Egha yang bertepuk sebelah tangan, benar-benar merasakan tulusnya cinta Egha pada Doni, tapi mereka gak tau perasaan Doni pada Egha, termasuk Egha sendiri. Egha bener-bener menghayati lagu nya.


"Aku gak sangka kalo suara Egha sebagus itu nyanyi disini" Sam terperangah menatap Egha yang masih di atas panggung hendak turun.


"Biasanya dia nyanyi ngasal apa ya?" Tanya Susan yang sudah melelehkan air matanya.


"Aku kira itu Lipsing?" Tanya Andra.


Egha sampai di tempat duduk nya, tersenyum senang karena sudah memenangkan Dare dari Sam. "Aku tunggu pesanan nya sayang..." kata Egha pada Sam.


"Kamu yakin itu tadi gak lipsing?" Tanya Sam penasaran.


"Enak aja, itu tadi Aku bener-bener menghayati tau" Egha cemberut.


"Tapi pas disuruh nyanyi sama guru kelas kenapa gak sebagus ini?" Tanya Suji yang sibuk menghapus air mata Susan.


"Gak perlu lah bagus-bagus kali di depan kelas, ntar Rudi gak kebagian nilai kalo Aku nyanyi nya kebagusan." Kata Egha santai.


"Kok jadi ke Aku?" Rudi bengong. Dan mereka semua tertawa karena Rudi selalu jadi bahan candaan hari ini.


"Oke, mbak mbak..." Sam memanggil waiters.


"Ya Mas? Ada yang bisa di bantu?"


"Bungkus Cake terenak 3 potong ya.."


"Oke Mas, ada lagi?"


"itu dulu cukup, terimakasih"


Pelayan mengangguk dan pergi meninggalkan meja mereka untuk menyiapkan pesanan Sam.


"Kamu seriusan?" Tanya Egha antusias.


"Ya serius lah, kan udah sepakat yang berani ambil tantangan dapet hadiah dari yang menantang.

__ADS_1


"Sammm.... I lope yu pullll...." Kata Egha girang.


__ADS_2