
Damar tengah sibuk membersihkan kamar mandi ketika HP nya berdering. Tapi Damar tak memperdulikannya. Ini hari minggu, dan waktu nya berbenah kamar. Damar paling gak bisa kalo lagi kerja di ganggu, jadi dia tak memperdulikan hape yang terus menerus memanggil.
Memang ada pembantu di rumah Damar yang melakukan tugas bersih-bersih, tapi semenjak dulu pernah ada pembantu yang masuk ke dalam kamar nya dan mencuri suatu barang berharga milik Damar, Damar tak pernah lagi mengizinkan siapapun untuk masuk ke kamarnya. Bahkan teman-temannya pun jika berkunjung hanya di perbolehkan di ruang tamu atau ruang keluarga.
Ketika Damar selesai, barulah ia mengambil hape milik nya dan membuka kunci layar, ternyata nomor baru yang masuk. Selain dari beberapa panggilan, ternyata ada juga beberapa chat yang masuk dari nomor yang sama.
+6282276xxxxxx
Angkat donk..
+6282276xxxxxx
Ice...
+6282276xxxxxx
Damar...
+6282276xxxxxx
Ice, angkat..!!
+6282276xxxxxx
Aku Mikha...
Ternyata dari si Mikha, ada apa dia hubungin Aku? Pikir Damar. Langsung saja Damar memasukkan kontak Mikha
ke dalam daftar teleponnya.
Ice
Apa?
sent...
Mikha
kok baru balas
^^^Ice^^^
^^^Ada apa?^^^
Mikha
Aq cm mo bilng klo krj klompok dimn?
^^^Ice^^^
^^^🤷♀️^^^
Mikha
Jan mentang2 lu pinter donk,, jawbn nya bgtu🙄
^^^Ice^^^
^^^Terserah mo dmn^^^
Mikha
Ok, drumah Kamu.
__ADS_1
^^^Ice^^^
^^^Y^^^
Astaga.... boleh kah Mikha menyentil dahi manusia yang satu ini? geram sangat hati Mikha mendapat balasan yang seperti itu. Ugh,. Mau aja rasanya Mikha bejek-bejek itu Es.
Mikha tengah bersiap-siap untuk pergi ke rumah Damar. Ia menyusun bukunya yang harus di bawa nya ke rumah Damar. Setelah selesai, Mikha mengambil handuk untuk mandi. Karena jam masih menunjukkan pukul 2 siang, jadi Mikha hendak,bermasker ria dulu, berlulur biar supaya kulit nya halus. Ini adalah salah satu misi yang akan di lakukan Mikha untuk menaklukan Ice. Mempercantik Diri. Siapa tau kalau Mikha udah cantik, cetar membahana dan glowing Damar akan jatuh cinta.
Memang jika sudah jodoh, selalu ada jalan untuk berdekatan, ce ileeee... Bagaimana enggak, ketika Mikha sedang bingung-bingungnya, ternyata guru biologi meminta murid-murid nya untuk berpasangan mengerjakan tugas kelompok. Dan pada pembagian itu, Mikha harus berpasangan dengan Damar. Pucuk di cinta ulam pun tiba, hehehe
Betapa senang Mikha memikirkan bahwa akan ada harapan Mikha untuk liburan gratis.
Jam sudah menunjukkan pukul 3 ketika Mikha selesai berdandan, baju kaos warna Pink, yang tulisan di belakangnya "Kesayangan Papa", celana kulot se betis, rambut di cepol menampakkan leher nya yang jenjang, liptint pink menghiasi bibir nya yang mungil, tanpa bedak padat wajah putih mulus nya gak payah di dempul lagi. Seperti cantik alami,,
Mikha siap dengan tas punggung nya, memakai sendal jepit, Mikha berjalan santai melewati ruang keluarga, berpamitan dengan Mama nya, "Mikha pergi dulu ya Ma,"
"Mau kemana sayang? kok cantik banget?"
"Mau ngejer jodoh ma,," Kata Mikha sambil berjalan.
"Hah? apa Mik?" Mama kok kayak mendengar sesuatu yang rancu gitu ya,,
"Mau belajar kelompok Ma,,"
"Oh,, Mama kira kamu mau cari cowok Mik,, kedengeran Mama gitu tadi,"
"Ya enggak lah Ma,,"
"Mau di anter gak sayang?" Tanya Mama sambil berjalan mengambil kunci motor
"Enggak Ma, Mikha jalan aja."
"Kok? Emang dimana?"
"Tetangga sebelah, Anaknya tante Diana temen satu kelompok Mikha,"
"Iya Mama sayang, Mikha pergi dulu ya, assalamualaikum.." Mikha mencium tangan Mamanya.
Mikha masih berjalan belum sampai pagar depan, tiba-tiba hape nya berdering.
"Hal.." Belum sempat Mikha berkata halo, orang di seberang sudah berkata, "Telat 5 menit Kamu kerjain sendiri.
tutt tutt tutt....
"Astaga.... Anak ini." Mikha menggeram dan melihat jam tangannya, ternyata 5 menit lagi jam 3 sore, jadi Mikha buru-buru berlari menuju rumah sebelah, dengan perasaan gondok dan kesal karena merasa di kerjain sama Ice. "Awas aja kamu Ice," Monolog Mikha.
"Hu,,ha,,hu,,ha,, Assalamualaikum Tante Di.." Teriak Mikha dari gerbang depan ketika melihat tante Diana sedang merawat bunga-bunga di halaman di bawah pohon besar.
"Waalaikum salam, loh Mikha.. Kok kamu ngos-ngosan?" Tante Diana langsung berlari untuk membukakan pintu gerbang nya.
"Makasih tante udah di bukain pintu nya, Ice ada kan Tan? Mikha buru-buru harus jumpain Ice, nanti kalo gak Mikha disuruh kerjain tugas sendiri, permisi ya tante, maaf kalo Mikha gak sopan,," Mikha langsung berlari menuju rumah Diana, sebab waktu telah menunjukkan pukul 15.28, itu berarti Mikha hanya punya waktu 2 menit untuk sampai di hadapan Ice.
Diana hanya bisa geleng kepala melihat tingkah Mikha, Diana juga tau udah pasti ini ulah anak lajang nya yang sengaja ngerjain Mikha.
"Waktu menunggu habis." Gumam Ice yang berdiri di belakang jendela besar yang menghadap ke taman samping.
"Aku udah sampe lah..." Mikha masih ngos-ngosan dengan tangan yang bertumpu pada lutut.
"Hampir telat kamu." Sinis nya
"Aku gak telat tau, kamu bilang kan kalo telat 5 menit." Mikha berdecak.
"Ayo sekarang kerjain." Ajak Damar langsung,
__ADS_1
Belum sempat Mikha bernafas, Damar audah setega itu mengajaknya ngerjain tugas, Dasar manusia gak peka! Pikir Mikha.
"Aku haus, ambilin air donk," pinta Mikha.
"Ck, ambil sendiri"
"Ini kan rumah mu. Bukan rumah ku,"
"Terus?"
"Ya kamu lah yang ambilin Aku air minum." Mikha memerintah Damar. Oleh sebab itu, Mikha mendapat tatapan intens dari Damar
Jika saja seandai nya tatapan Mata bisa membunuh, maka Mikha sudah berhasil di cabik-cabik dengan tatapan Damar, dan pasti sudah mati di tempat.
Walaupun enggan, Damar akhirnya mengambilkan air untuk Mikha, gak tanggung-tanggung, Damar memberikan Mikha segelas jus jeruk yang memang Damar sudah siapkan untuk kerja kelompok mereka.
Siapa sih yang gak seneng kalo dateng kerumah temen sambutannya war biasah? Selain jus jeruk, ada juga kukis kukis cantik yang di buat sama tante Diana, soal rasa Mikha yakin kok pasti enak. hehehe
"Kita mulai dari yang mana?" Tanya Mikha sembari membuka lembaran buku nya.
"Kamu cari dulu bab 1 sama bab 2, sisa nya biar aku yang cari," Jawab Damar.
Mikha pun berkutat dengan beberapa buku yang sudah di bawa nya untuk menyelesaikan pekerjaan yang di perintahkan Damar. Fix disini Mikha hanya kerja kelompok. Biarpun niat hati di awal sekalian mau merebut hati Damar, tapi kalo soal pelajaran Mikha gak mau main-main.
"Aku gak ngerti dengan istilah ini," Tunjuk Mikha pada sebuah kata yang ada di buku nya.
Damar menoleh, dan mengangkat sebelah alis nya. Seolah-olah mata itu mengatakan 'Bodoh, kata itu aja lu gak tau?!'. Mikha yang melihat tatapan Damar hanya bisa tersenyum, gimana enggak, yang di tunjuk Mikha adalah kata "prostat".
Mikha sengaja melakukan itu, karena sedari tadi tak ada suara diantara mereka, hanya diam yang menemani pekerjaan mereka.
Mikha mencebikkan bibir nya ketika Damar kembali ke mode acuh nya, mengabaikan Mikha yang menurut nya hanya bisa bermain.
"Ice.." Panggil Mikha lagi ketika dia masih sibuk menulis referensi.
"Hmmm" jawab Damar.
" Kamu punya peta gak?"
"Untuk apa? lagian kita belajar biologi, bukan sejarah."
"Biar hati Aku gak tersesat kalo mau menuju ke hati kamu.." ehemm.. Mikha senyum-senyum sendiri. Tapi beda dengan reaksi Damar yang hanya diam seribu bahasa.
Asem, gak mempan rayuan Aku, batin Mikha.
"Kamu mau ngerjain tugas apa mau main? kalo mau main pulang aja, biar Aku kerjain sendiri." Tegas Damar.
Mikha yang merasa tersinggung langsung meletakkan pulpennya dan sedikit membanting kertas dan buku yang sedang dia pegang.
"Biarpun Aku main, tapi Aku tau tempat, Ketika Aku main, Aku udah pastikan kalo kerjaan Aku selesai. Permisi!" Mikha langsung memakai tas nya yang sudah di masukkan buku-buku yang telah ia kemas lalu pergi meninggalkan Damar yang terpelongo melihat kepergian Mikha.
Salah kah Aku bicara? Pikir Damar. Ketika dia melihat pekerjaan Mikha, ternyata tugas bab 1 dan 2 sudah di kerjakan secara rapi.
Sedikit rasa sesal merayap di hati Damar. Gak seharusnya ia memperlakukan Mikha seperti itu. Dan ada baiknya jika ia meminta maaf dengan Mikha. Tapi jika di pikir-pikir, bukan salah nya juga kok jika Damar marah pada Mikha karena bermain, toh mereka saat itu tengah mengerjakan tugas, Mikha juga gak bilang kalo dia udah selesai ngerjain bagiannya. ah masa bodo lah, pikir Damar sambil mengangkat bahu.
Di lain sisi, Mikha yang tengah tersulut emosi pun berjalan gak karuan, beberapa kali Mikha tersandung, padahal jarak rumah mereka hanya 100 meter, tapi serasa Mikha telah berjalan ribuan kilometer.
"Kalo aja dia gak pinter, gak ganteng, tapi sombong, huh... udah Aku pites anak itu," geram Mikha.
Tling... Suara hape Mikha berbunyi saat dia tengah asik mengutuk rekan kerja kelompok nya.
Ice
pulpen kamu ketinggalan
__ADS_1
Astagaaa.... batin Mikha, bukannya minta maaf, malah chat pulpen ketinggalan, kan bisa di kembaliin besok, pikir Mikha. Bukannya minta maaf kek, atau apa gitu, ck...
Mikha langsung berjalan tanpa membalas chat Damar. Masih terasa kesal di hatinya sebab perlakuan Damar, tapi jika Mikha berpikir lagi, gak ada rugi nya juga bila ia berhasil memenangkan taruhan ini, liburan gratis chuy..