
Permainan masih berlanjut, Kebanyakan dari mereka hanya mengambil truth, hanya Egha dan Andra yang berani untuk melakukan tantangan. Andra di tantang oleh Suji untuk menceritakan sebuah kisah dari salah satu Nabi di depan semua orang dengan hadiah voucher pulsa 100k, tak pelak hal itu membuat Andra kegirangan. Kisah yang di ceritakan oleh Andra adalah kisah Nabi Sulaiman yang mana Beliau adalah Raja dari segala makhluk.
Singkat cerita, Nabi Sulaiman ini diangkat oleh Allah SWT menjadi nabi pada tahun 970 Sebelum Masehi. Dalam Quran sendiri, nama Sulaiman diabadikan sebanyak 27 kali. Sulaiman dikenal bukan hanya karena kemampuannya memerintah jin dan binatang tetapi juga ketajaman serta kecerdasan akalnya yang sudah terlihat sejak ia kecil.
Nabi Sulaiman menjadi Raja setelah ayahnya wafat, pada waktu itu ia baru berusia tiga belas tahun. Allah SWT memberi keistimewaan kepada Sulaiman, selain sebagai raja yang besar ia juga sebagai Nabi. Keistimewaan Nabi Sulaiman yaitu pikirannya yang cerdas dan ilmunya yang sangat luas, Nabi Sulaiman dapat berhubungan langsung dengan makhluk lainnya seperti Jin, Semut, dan burung. Semua makhluk patuh kepada perintahnya dengan seizin Allah SWT.
Waktu Nabi Sulaiman AS berkuasa, ada seorang Ratu yang bernama Ratu Balqis. Ratu Balqis dari Kerajaan Negeri Saba, Ratu Balqis tersebut dan rakyatnya menyembah Matahari. Mengetahui akan hal itu, Nabi Sulaiman mengirim surat dan surat itu dibawa langsung oleh burung Hud hud dan disampaikan kepada Ratu Balqis. Ratu Balqis menjawab surat Nabi Sulaiman, aku akan menghadap sendiri kata Ratu Balqis. Setelah menghadap ia sangat kagum melihat istana yang besar dan indah dan ia juga kagum melihat Nabi Sulaiman mengatur Kerajaannya dengan bijaksana. Akhirnya Ratu Balqis mau beriman, ia mengakui Nabi Sulaiman sebagai Rasul.
Nabi Sulaiman wafat pada usia 180 tahun, ia wafat setelah melaksanakan tugas Kenabian dan Kerasulannya. Mukjizat Nabi Sulaiman adalah, dapat berbicara dengan hewan, dapat memerintah Jin dan Setan dengan seizin Allah SWT, dapat memerintah angin dengan seizin Allah SWT.
Dari Kisah Nabi Sulaiman as, yang telah di sampai kan oleh Andra, kita bisa memetik beberapa pelajaran yang bisa kita aplikasikan dalam keseharian kita, diantaranya Menjadi pribadi yang bijaksana dan cerdas, Senantiasa bersyukur kepada Allah atas nikmat dan kebaikan yang didapatkan, Meski memiliki banyak sekali kelebihan namun tidak lantas menjadi sombong dan lalai, Jika diberi Allah kekuatan dan kekayaan harus digunakan untuk kebaikan di jalan Allah, Peduli pada sesama bahkan kepada mereka yang lemah sekalipun (ini bisa dilihat dari kisah Nabi Sulaiman dan semut), Berani membela Allah dan agamanya di jalan yang lurus (ini terlihat dari kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Bilqis), Taat dan patuh kepada Allah dan senantiasa berdoa dan memohon ampun kepadaNya.
Dan masih banyak lagi lainnya. Berkat cerita yang bener-bener menarik tersebut, Andra mendapatkan voucher pulsa yang memang sangat dia butuhkan, rupanya Allah kasih jalan untuk Andra lewat suji, sudah hampir sepekan Andra menahan beli voucher pulsa karena uang jajan di kurangi sama mamanya sebab Andra ketahuan merokok, tapi ternyata eh rejeki tak terduga datang dari Suji.
Biarpun di kata Andra anak nakal, tapi kalau masalah kisah para Nabi, Andra jago nya, biarpun terkesan begajulan, tapi Andra tetap masih berada di jalan yang benar.
Sudah Putaran ke sepuluh, Mikha juga belum dapatkan giliran untuk truth atau pun Dare, "Kali ini kalo Mikha yang kena, harus dare," Celetuk Sam yang gemas karena peruntungan Mikha hari ini sangat baik.
"Ho'oh, harus itu, setelah Mikha, akan kita akhiri sesi hari ini, dari tadi Mikha gak pernah kena sih," Tambah Egha yang juga ikut-ikutan gemas.
"Hahaha... Kalo Aku dikasih dare, kalian mau ngasih hadiah apa sama Guek?" Tanya Mikha sombong sambil bersidekap.
"Yakin mau dare?" Tanya Andra.
"Tergantung hadiah." Mikha nyengir menampakkan gigi putih bersih nya.
"Gini deh, kita kan ada rencana liburan setelah ujian. Kalo kamu mau ngelakuin dare, hayuk kita jalan-jalan, kami semua patungan buat Lu," kata Andra lagi.
"Maksud nya?" tanya Mikha bingung.
"Maksudnya, kamu itu liburan gratis tis tis, gak perlu uang akomodasi, biar kami yang tanggung. Kamu cukup bawa badan aja deh," Jelas Susan yang gak sabar dengan kelemotan Mikha padahal dia yang lemot.
"Beneran? ciuss? demi apa wee?"
"Demi kamu dapet pacar Mikhaaaaaa..." teriak semua orang sambil tertawa.
"Okelah, gak perlu putar botol, langsung aja, kasih aku dare." Tantang Mikha.
"Hehe...hehe..." Andra tersenyum seram.
"Apaan lu beb? ngeri aku liatnya!" Mikha memukul lengan Andra.
"Kami mau kasih kamu Dare, taklukin iceketing."
krik...krik...krik...krik...
"Hah?? Apa tadi? coba ulang lagi,," Mikha mengorek telinga nya yang gak gatal.
"Gak usah pura-pura budeg deh Mik," Egha memutar matanya jengah.
"Ini taruhan kah?" Tanya Mikha penasaran.
__ADS_1
"Enggak lah, kan kami mau kamu punya pacar, bukan habis dapetin dia, kalian udahan, kalo jadian Alhamdulillah, dapet hadiah dari kita, enggak jadian ya gapapa... tapi liburan bayar sendiri,," Jelas Susan panjang lebar,
"Berarti pake batas waktu ya?"
"Iya lah, liburan kan bentar lagi neng," kata Sam.
Hmmm.... kalo dipikir-pikir, sungguh sangat memikat tawaran dari mereka, kapan lagi kan ya liburan ada yang danain,,hehehe. Tapi apa cukup waktunya untuk naklukin tuh es batu? Liat nyar aja deh, pikir Mikha.
"Oke, Aku setuju, tunggu tanggal mainnya okhay"
"Okhaaayyyy..."
Setelah puas mereka bermain, nongkrong di cafe langganan, mereka pulang ke rumah masing-masing, seperti biasa, Mikha diantar oleh Sam. Dalam perjalanan, biasanya mereka banyak bercanda, kali ini hanya diam yang mengisi perjalanan mereka.
"Sam..." Panggil Mikha.
"Hmmm..." Jawab Sam seadanya
"Hari ini kok kita beda ya? Biasanya kita becandaan loh kalo diatas motor?"
"Gapapa kali Mik,, biasa aja, kamu aja kali yang lagi gak enak hati karna tantangan di cafe?" Tanya Sam.
"Enggak tau Aku Sam, rasanya gimana ya, Aku terbuai dengan hadiah kalian, tapi kok ya rasanya hampir jadi beban, sebab kan sekarang Aku gak suka tuh sama Ice, dan juga dia gak suka sama Aku, beda ceritanya kalo Aku emang beneran suka kan? Wajar kalo Aku ngejer-ngejer dia, Aku akan tau apa yang harus Aku lakuin." Keluh Mikha.
"Niat kami ya cuma pengen buat kamu ngerasain pacaran Mik, kalo kamu merasa terbebani ya jangan di jalani, toh keputusan ada sama kamu, soal hadiah, walaupun kamu gak menang kan juga pasti kita bakal liburan," Sam mencoba menenangkan Mikha.
"Iya Sam, Aku tau, tapi Aku juga kesel sama sikapnya si es itu, gak ada salahnya juga sih kalo Aku nyoba deketin dia, ganteng juga anaknya,hehehe"
"Dasar kamu Mik, kalo ganteng aja langsung deh," ledek Sam.
Flashback 1 tahun lalu...
Mikha tengah berdiri di halte menunggu Bus angkutan anak sekolah datang menjemput, namun sudah lebih dari 30 menit, bus gak kunjung datang, membuat hati Mikha jadi gelisah. Bagaimana tidak, saat ini hujan turun cukup deras. Samuel adalah teman sekelas Mikha, kebetulan arah rumah mereka juga sama, dan hanya berbeda satu blok saja, Jadi Sam juga menunggu di tempat yang sama bersama beberapa temannya.
Mikha yang tak mengenakan payung juga jaket, hendak pergi ke seberang jalan untuk membeli beberapa roti guna mengganjal perut nya yang mulai keroncongan. Mikha punya riwayat penyakit maag, walaupun belum parah, tapi ketika kumat, rasa pusing dan mual bisa datang melanda secara bersamaan. Jadi sebelum itu terjadi, Mikha buru-buru hendak ke minimarket.
Mikha setengah berlari hendak menyebrang, seketika itu juga dari arah kanan terdengar suara klakson yang sangat panjang, dan tiba-tiba Mikha oleng hampir jatuh, Sam yang melihat itu langsung bergegas menarik Mikha, Jantung Sam berdegup kencang karena kilatan masa lalu kembali membayangi ingatannya, dimana dia juga pernah mengalami hal seperti ini.
Kala itu , lima tahun lalu, Sam juga berdiri di halte menunggu hujan reda, bersama dengan adik nya yang berbeda setahun dengannya. Mereka menunggu jemputan orang tua, karena sang adik lapar, dia hendak membeli makanan di warung seberang jalan, tapi yang tak di sangka Sam, adiknya tertabrak sepeda motor hingga terpental jauh, dengan keadaan hujan deras, teriakan itu nyaris tak terdengar, jika saja Sam tak melihat dengan mata kepalanya sendiri, mungkin juga dia gak akan tau adiknya mengalami kecelakaan sehingga membuatnya meninggal.
Dari saat itu Sam merasa trauma dengan turunnya hujan, Tapi karena teman-teman nya juga Sam sedikit banyaknya takut menunggu di halte, apalagi dalam keadaan hujan lebat. Makanya ketika dia melihat Mikha yang seperti itu, Sam langsung berlari mengejar Mikha sehingga Mikha bisa terselamatkan. Saat itu Sam seperti melihat adiknya yang dulu.
"Kamu gak apa-apa Dek? Abang takut.. Kamu kalo laper bilang sama Abang, biar Abang yang belikan, kamu gak perlu nyebrang sendiri, Abang takut kamu kecelakaan lagi." Sam memeluk Mikha erat seperti memeluk adiknya sendiri.
"Sam, Aku gapapa, makasih udah narik aku," Kata Mikha dalam pelukan Sam. Sam tersadar dan langsung melepaskan pelukannya pada Mikha. "Maaf, maaf Mik, Aku... Aku.. Aku pikir kamu adek Aku. Jadi Aku refleks narik kamu kepelukan Aku. Aku takut, Aku kira Kejadian yang dulu terulang lagi. Maf sekali lagi Mik."
"Gapapa Sam, tapi tolong bawa Aku ke minimarket depan ya, maag aku kambuh," Mikha memegangi perut nya yang sakit.
"Iya, Ayo Aku antar." Sam membopong Mikha menyebrang jalan menuju minimarket, baju mereka basah semua. Karena kejadian itu tepat di bawah guyuran hujan lebat. Kenapa gak ada yang menolong mereka? Karena hujan, jadi orang-orang yang berada di halte enggan membasahi baju mereka. Yaaah begitulah orang-orang.
Entah kebetulan darimana saat itu ada baju obralan murah si toko samping minimarket, alhasil mereka membeli pakaian baru yang murah meriah dan menggantinya dengan yang basah. Mereka duduk di kursi luar minimarket dengan beberapa bungkus roti dan coklat panas menemani mereka. Kebanyakan Mikha yang makan, karena emang perut nya udah gak tahan lagi.
__ADS_1
"Jadi kenapa kamu tadi nangis Sam?"
"Aku gak nangis kok." Elak Sam pada Mikha.
"Iya kamu gak nangis kok,," Mikha tersenyum.
"Aku takut Mik, kamu kayak adek ku, waktu itu..." Sam menceritakan kejadian lima tahun lalu dimana sang adik mengalami kecelakaan persis seperti yang Mikha hampir alami, jadi seketika itu juga Sam bertindak cepat karena dia tak mau kehilangan adiknya lagi, yang ternyata itu adalah Mikha.
"Makasih ya Sam, kalo gak ada kamu, Aku pasti udah..."
"Udah jangan di bahas lagi. Lain kali kamu hati-hati. Jangan bertindak gegabah lagi ya," Sam mengelus kepala Mikha, persis seperti ketika dia mengelus kepala adiknya.
"Begini ya rasanya punya Abang?" Tanya Mika sambil nyengir.
"Kamu gak punya Abang?" Tanya Sam.
"Enggak," Mikha menggeleng, "Aku anak tunggal, Anak pertama juga, kata Papa dulu Mama sempat hamil, tapi mengalami kecelakaan sehingga membuat Mama gak bisa hamil lagi." Sam mengangguk menandakan dia mengerti keadaan Mikha.
"Kamu boleh kok anggap Aku abang kamu, Aku gak keberatan." Sam tersenyum tulus.
"Beneran?"
"Iya,, tapi inget, kita gak sekandung, jadi ada batasan juga."
"Aku paham," Mikha tersenyum. "Berarti kita bisa saling jatuh cinta donk ya? hehehe"
"Mik... saat ini Aku cuma berharap kebaikan kamu seperti abang menyayangi adek nya, kedepannya Aku gak tau gimana keadaannya, bisa aja saling jatuh cinta, atau malah hubungan kita malah bisa jadi kayak sodara kandung," Sam mengangkat bahu.
"Iya sih, untuk saat ini juga Aku belom mikir buat hal-hal yang begitu, kamu mau jadi abang aku, sahabat Aku, aku udah bersyukur Sam, makasih ya." Mikha tulis mengatakannya.
"Iya, selagi Aku bisa, Aku akan selalu anggap kamu adek kecil Aku." Sam mengelus puncak kepala Mikha lagi.
Flashback end
Dan begitu lah kejadiannya sehingga Mikha dan Sam bisa dekat seperti saudara. Walaupun begitu mereka juga gak pernah bawa perasaan, mereka tetep seperti saudara, dan akan selalu menjadi sahabat, seperti teman-temannya, terkecuali Susan dan Suji.
"Udah sampek, turun gih, tar di cariin Mama Papa kelamaan di luar." Titah Sam.
"Kuy masuk dulu, Mama dah nanyain terus anak lelakinya kok gak dateng-dateng." Mikha menarik tangan Sam.
"Oke lah, udah lama juga gak ketemu Mama sama Papa" Sam meletakkan helm nya di atas motor dan berjalan ke dalam rumah berbarengan dengan Mikha sambil sesekali menjahili Mikha yang membuat keduanya tertawa seperti kakak dan adik.
"Assalamualaikum..." Salam mereka berdua sambil masuk ke dalam rumah.
"Waalaikum salam, eh, ada anak lajang Mama, kalian darimana?" Sambut Mama yang berada di ruang tamu.
"Tadi ke kafe ma, tapi main dulu baru pulang." Jawab Sam.
"Iya, Mikha ke kamar dulu Ma, ganti baju." Mikha langsung melenggang memasuki kamarnya, mengganti bajunya dengan baju santai.
"Papa kemana Ma?" Tanya Sam.
__ADS_1
"Papa lagi ada urusan tadi sore di telpon sama temennya. Udah makan kamu nak? Mama siapin ya.." Tawar Mama.
"Udah Ma, kami tadi udah makan sama temen yang lain, Sam singgah sebentar karna kangen sama Mama." Sam memeluk Mama. Mama juga balas memeluk Sam dengan kasih sayang seperti anaknya sendiri.