
"Sam..." Mama Rahma memanggil anak yang sudah diangkat nya semenjak dia mengantar Mikha waktu kejadian tempo dulu.
"Iya Ma?" Sam menoleh. Menghentikan kegiatannya mengupas apel di meja dapur.
"Kamu beneran gak suka sama Mikha?" Tanya Mama pelan.
"Aku suka sama kok Ma sama Mikha, tapi suka nya Aku juga beda dari suka nya pria ke wanita, Sam lebih suka ketika Mikha bisa jadi adiknya Aku." Jawab Sam lembut.
"Jadi kamu beneran gak anggap Mikha lebih dari sekedar adik? Mama restuin loh hubungan kalian," Tawar Mama.
"Alhamdulillah kalo Mama restuin kami, tapi Sam cuma mau jadi Abang aja buat Mikha, ngasih kasih sayang yang Sam gak pernah bisa kasih ke Almarhum adik nya Sam Ma," Sam tertunduk sedih,
"Ya udah, mama gak maksa kamu sayang, mama juga senang kamu mau jadi anak angkat mama, jadi abang yang baik buat Mikha, Mama juga bahagia dikasih kesempatan punya anak lagi," Mama tersenyum cerah.
"Sekali dapet anak langsung gede ya Ma?" Mikha yang tiba-tiba nongol dari kamarnya.
"Hehehe... iya, semoga Sam bisa jadi panutan ya Mik, Sam kan pinter,"
"Emangnya Mikha gak pinter Ma?" Mikha manyun.
"Ululululu,,, Anak mama yang paling pinter, yang paling cantik, yang paling uwuuuuww" Mama mencubit gemas pipi Mikha.
"Jiaahhh... Mama dapet kata uwuw darimana?" Tanya Sam kaget.
"Mama kan gaol Sam, emang nya kalian aja muda mudi yang bisa gawoll" Bangga Mama.
"Iya deh, Mama Mikha emang paling top markotop ya Ma,," Mikha memeluk mamanya.
"Iya donk sayang,," Sam tersenyum bahagia melihat kedekatan Mikha dan Mamanya, seperti Sam sedang melihat Aina adiknya bersama Ibunya. Beruntung nya Sam punya keluarga yang harmonis sama seperti keluarga Mikha.
"Tapi Sam beneran gak mau jadi mantu mama?" Tanya Mama lagi sambil cengengesan.
"Sam punya orang yang Sam suka Ma, dari kelas sebelah, doain lancar ya," Sam mengerlingkan matanya pada Mama.
"Kalo udh mau jadi anaknya, jangan la lagi dibujuk jadi mantu ma,, cari yang laen lah, biar ada variasi, biar nambah anggota keluarga mama," Jawab Mikha kesal.
"Mama kan tanya Mik, gak ada salah nya toh?"
"Iya tanya sih tanya Ma, lagian Mikha juga udah punya calon pacar kok. Ups...."Mikha langsung menutup mulut nya sambil melirik Mamanya yang sedang melihat ke arahnya, Langsung saja Mikha kabur kocar kacir masuk ke kamarnya.
Sebelum sampai di tangga atas, masih sempat Mikha berpamitan pada Sam, "Abang, nanti pulang nya hati-hati, Mikha gak anter kedepan." Teriak Mikha.
Sam pun geleng kepala liat tingkah adiknya, "Beneran??" Tanya Mama antusias.
"Apanya Ma?"
"Itu si Mikha, udah punya calon pacar?"
"Iya, Samara Squad udah kasih misi buat Mikha dapet pacar Ma,,hehehe"
"Kalian ini, ada-ada aja mainnya, asal jangan ada yang tersakiti nanti nya aja ya nak,"
"Iya ma,, aman itu, Sam yakin Mikha pasti bisa ngatasinnya kok,"
"Ya udah mama percaya sama kalian."
"Mah, udah malem ni, papa juga belom pulang, kayaknya Sam pulang sekarang deh ya, takut ntar Ibu dirumah nungguin."
__ADS_1
"Iya, ini bawa untuk Ibu mu, titip salam juga mama untuk Ibu ya, sering-sering ajak kemari Sam," Mama Rahma menyerahkan bungkusan kue pada Sam untuk di berikan pada Ibu nya.
"Maksih Ma, Ibu pasti seneng ini dapet oleh-oleh dari adek nya."
"Iya, hati-hati kamu di jalan,"
"Baik bu boss, Assalamualaikum." Sam pamit dam mencium tangan Mama Rahma, lalu pergi meninggalkan kediaman Mikha.
Malam beranjak semakin tinggi, bulan juga bersinar semakin terang, walaupun lampu kamar di padamkan, tapi cahaya bulan masih menerangi gelapnya suasana di kamar Mikha. Tak terpikir di benak Mikha untuk berhubungan dengan Sam melebihi batas sahabat dan adik, tapi Mama dan Papanya selalu saja berusaha menjodohkan Mikha dengan Sam, untung saja Sam juga hanya menganggap Mikha sebagai adik, kalau enggak yah, pasti bakal canggung banget deh pertemanan mereka.
Memang sih gak ada salahnya untuk mencoba menjalin hubungan yang lebih dari sekedar adik kakak, tapi hati kan gak bisa bohong, ketika dia hanya bisa menganggap sebagai adek kakak, gak akan pernah bisa di paksa untuk jatuh cinta kan? Giti lah perasaan Mikha, nyaman pada Sam karena Sam udah kayak Abang nya yang selalu bisa bimbing dan ada saat Mikha sedih, kesel, senang, banyak lagi deh. Sam adalah orang kedua yang Mikha sayang sebagai keluarga setelah Papa nya.
"Kira-kita kapan ya Aku mulai misinya? Kalo sekarang kesannya buru-buru banget, takut nya ntar dia curiga pula, kan Aku juga udah buat kesan dia buruk ke Aku, kalo bisa sih senatural mungkin deketin dia." Monolog Mikha pada dirinya sendiri.
Mikha berguling-guling di tempat tidur karena gak bisa tidur, masih memikirkan kapan waktu yang tepat untuk menjalankan misi. Mana waktu liburan udah deket juga kan.
Tapi setelah di pikir-pikir apakah yang di lakukan nya ini gapapa? Iya kalo akhirnya Mikha bener-bener jatuh cinta sama Ice, kalo enggak dan cuma Ice aja yang jatuh cinta gimana ya? Kan bakal tersakiti juga anak orang. Pikir nya.
Ah, bodo lah, yang penting sekarang Mikha harus tidur dulu, masalah menaklukan hati Ice pikirin besok aja. Mikha pun perlahan memejamkan matanya, mau gak mau Mikha harus memaksakan matanya untuk tidur, sebab besok jam pertama adalah pelajaran matematika yang membutuhkan kekuatan otak untuk berfikir.
Pagi ceria menyambut kedatangan anak-anak sekolah SMA C, tampak dari wajah-wajah mereka yang masih terbilang polos, walaupun gak semua, ada yang memiliki ekspresi wajah yang senang, bahagia, bahkan ada yang kusut, dan murung. Gak sedikit juga yang memiliki ekspresi jelek di kelas Mikha untuk mengikuti pelajaran matematika yang notabene ya sangat di takuti anak sekolah.
Padahal kan matematika itu ilmu pasti, jawabannya pasti, gak perlu mikir-mikir cari jawaban lain, gak perlu sampe harus mengarang cerita kayak pelajaran Bahasa, gak perlu mengulang masa lalu kayak sejarah. Tapi mungkin karena jalan menuju jawaban pasti itu yang membuat otak bekerja lebih keras sehingga mereka cepat lelah. Untunglah Hari ini Matematika berada di jam pertama, dengan cuaca bagus seperti ini, udah pasti kalo siang di jam terakhir bakalan panas, bayangkan saja dalam keadaan kepanasan, lapar dan mengantuk di paksa harus berfikir keras. Kebayang kan apa jadinya?😂 Hayoo.. siapa yang pernah ngalamin yang kayak gini? Lebih milih tidur lah daripada harus mikir ya kan?ðŸ¤
"Pagi anak-anak.."
"Pagi Pak..." Jawab mereka serempak.
"Wahh,, dari wajah-wajah kalian, saya bisa liat kebahagiaan yang tersembunyi terpancar dari mata kalian menyambut pelajaran saya." Pak Ilham tersenyum lembut pada mereka, Sengaja menggoda mereka biar gak bosan dengan pelajarannya.
"Kok bapak tau sih pak, kami semangat? Apalagi bapak yang ngajar, tambah semangat kami pak," Jawab Wulan.
"Oke, siapkan kertas ulangan," Perintah Pak Ilham.
Sontak mereka semua bengong dengan ucapan guru kelasnya, sehingga tiba-tiba juga mereka gaduh karena tiba-tiba di adakan ulangan, iya kali mereka bisa jawab soal, kan mereka gak ada yang belajar tadi malam,
"Stop! Kok kalian gaduh? katanya senang kalo saya yang ngajar, jadi sok atuh silahkan siapkan kertas selembar, kita ulangan harian."
"Pak, suka sih suka kalo bapak yang ngajar, tapi jangan tiba-tiba ngajak ulangan donk pak, kan kami terkejut, tapi kalo bapak tiba-tiba ngajakin saya ke pelaminan, hayuk saya siap lahir batin pak," Wulan yang sudah hilang kewarasannya mencoba bernegosiasi dengan Pak Ilham.
Mereka yang mendengar kata-kata Wulan hanya tersenyum penuh arti. Bagaimana tidak, mereka tau kalau Wulan sedang mengulur waktu biar supaya gak jadi ulangan. Tapi mungkin bagi anak-anak baru itu hal yang di luar imajinasi mereka, berani-beraninya ada murid yang menggoda gurunya.
"Boleh, nanti saya ajak kamu ke pelaminan, buat bongkar dekorasi yang saya pasang," Balas pak Ilham. Pak Ilham selain menjabat sebagai guru matematika, dia juga punya bisnis dekorasi pelaminan, bukan kaleng-kaleng, bahkan karyanya sudah sampai keluar kota.
"Boleh deh pak, biar dapet uang jajan tambahan," Wulan nyengir.
"Sudah, kalian ini saya suruh buat siapkan kertas ulangan, kalian sengaja ya mengulur waktu saya?" Tanya Pak Ilham penuh selidik.
"Enggak lah Pak, liat nih, kami udah siap dari tadi loh Pak," Wulan menunjuk ke sekeliling nya, dan beneran saja, mereka semua sudah mempersiapkan kertas di atas meja beserta alat tulisnya.
"Bagus kalau begitu, Saya hanya memberi kalian waktu 60 menit untuk mengerjakan tiga soal dari saya." Pak Ilham mengambil spidol dari tempat nya dan menuliskan tiga soal seperti yang di bilang nya.
Ternyata walaupun pak Ilham sering bercanda dengan Muridnya, tapi dia tak pernah main-main dengan pelajarannya, menurut nya, ketika saat nya bisa bercanda maka dia akan melakukannya, tapi ketika harus serius belajar, dia juga akan serius. Sebenarnya ketika pak Ilham sedang serius begini, kadar ketampanannya nambah 80 persen, bagaimana enggak, dengan wajah tampan, kecil, hidung mancung, dagu runcing, rambut belah samping, kulit hitam manis, penampilan rapi, siapa yang gak tergoda? apalagi anak-anak SMA yang masih labil. ckckck
Saat-saat ulangan seperti ini, waktu 60 menit terasa bagai sekejap mata, kayaknya baru 5 menit berjalan tapi udah habis waktu. belum sempat mikir pun jawabannya, jadi di menit-menit terakhir, anak-anak itu banyak yang jawabannya ngarang, masalah bener atau salah itu urusan belakang, yang penting selesai dulu.
Berbeda dengan SAMARA SQUAD yang memang selalu meluangkan waktu untuk belajar dan membahas soal-soal di waktu senggang mereka, mereka bisa menjawab dengan mudah soal yang di berikan oleh pak Ilham, bedanya hanya waktu berfikir nya, ada yang santai, ada yang cepat. bahkan ada yang butuh waktu sedikit lebih lama untuk memahami arti dari soal.
__ADS_1
"Oke waktu habis, silahkan di kumpul." Titah Pak Ilham. Masing-masing perwakilan dari setiap barisan akan menarik kertas teman-temannya di meja, Mikha hanya tersenyum kala mendapati teman yang duduk di deretan ke empat, kertasnya hanya berisi soal tanpa jawaban.
Terkadang bukan mereka gak mau mengajak teman yang lainnya untuk bergabung dalam hal belajar kelompok, tapi masing-masing dari mereka ada saja yang membuat alasan ketika di ajak belajar, maka dari itu SAMARA sudah acuh tak acuh dengan anak-anak yang gak mau belajar bareng.
Setelah ujian mematikan, eh salah, ujian matematika maksudnya, mereka semua tampak layu seperti bunga yang gak di siram lebih dari 15 hari.😂 berganti dengan pelajaran bu Gina bahasa Indonesia. Sedikit mereka bisa merilekskan diri .
Istirahat adalah waktu yang paling di tunggu anak sekolahan, karena bisa melepas penat dari pelajaran sebelumnya, dan waktu untuk mengisi amunisi sebelum berperang dengan pelajaran selanjutnya.
Seperti biasa juga SAMARA selalu berjalan rombongan ketempat biasa dimana mereka nongkrong. Kalo gak dapet tempat duduk di kantin, biasanya mereka akan menggelar tikar yang di pinjam dari ibu kantin dan duduk lesehan di bawah pohon kelengkeng yang rimbun, dan kalo sudah berbuah, hmmm jangan tanya buah nya, lebatnya luar biasa. Menikmati makan dan minuman yang sudah tersaji, sambil bersenda gurau, siapa yang gak akan iri melihat keakraban mereka, banyak anak-anak yang pengen gabung, tapi mereka takut gak di terima, tapi SAMARA SQUAD gak pernah melarang siapapun yang ingin gabung kok.
"Gue Gabung boleh?" Tanya Doni yang berdiri memegang mangkuk bakso di tangan kiri dan es teh manis di tangan kanan. Bukan Madu dan racun yee..
"Duduk aja kali, masih luas tempat, lagian kalian anak baru juga harus banyak bergaul dengan anak-anak yang lain. Biar cepet beradaptasi." Jelas Andra.
"Oke," Doni mengangguk dan mengambil tempat duduk sebelah Mikha dan Nur.
"Kalian seru ya," Kata Doni.
"Iya donk, SAMARA SQUAD emang paling seru." Jawab Nur. " Temen-temen kamu mana?"
"Mereka duduk disana," tunjuk Doni ke arah temannya duduk. "Tapi ngomong-ngomong SAMARA SQUAD?" Tanya nya penasaran.
"Iya, kenapa?" Tanya balik Mikha
"Enggak, nama geng kalian itu?"
"Iya, kenapa? masalah?" Tanya Mikha lagi.
"Bukan, SAMARA itu singkatan dari,Sakinah Mawaddah wa Rahma bukan sih?"
"Iya." Jawab Nur
" Kok bisa di namain itu Kalian kan bukan pasangan suami istri?" Kali ini Doni bener-bener penasaran gaeess...
"Seperti yang qt ketahui, emang SAMARA iyu banyak bahkan di tujukan bagi pasangan menikah, tapi untuk arti kebaikan nya, sepertinya kata-kata itu juga bisa mewakili dalam hal persahabatan ini. Sakinah yang berarti ketenangan, ketenteraman, aman dan damai. Kami mau dalam persahabatan ini gak ada tuh yang gaduh-gaduh, kami pengen selalu damai dan tentram. Kalo kebanyakan grup lain ada istilah "Duri dalam daging," Nur mengangkat kedua tangannya membuat tanda petik, "Nah kami menghindari hal-hal semacam itu."
"Mawaddah berarti perasaan kasih sayang dan cinta yang membara pada pasangan salam pernikahan, tapi kita disini ubah rasa cinta pada pasangan dalam konteks pernikahan, jadi kasih sayang terhadap rekan-rekan sejawat. Kita disini adalah keluarga, sebisa mungkin ada masalah apapun kami akan selalu jujur satu sama lain." Lanjut Andra memberi penjelasan.
"Tapi kalo untuk pasangan SUSU (Suji dan Susan) Mawaddah beneran untuk pasangan menikah." Ejek Sam.
"Iya,, kelen doain aja kami sampe ke kehidupan berumah tangga yee, jangan doain sampe pelaminan." kata Susan
"kenapa emangnya?" Tanya Agung yang tiba-tiba nongol. Karena melihat keseruan mereka jadi dia meninggalkan Ice dan Aliya di tempat mereka duduk.
"Aku sih gak mau kalo sampe pelaminan, karna dateng ke nikahan mantan juga sampe pelaminan." Mereka tertawa mendengar penjelasan Susan. Iya bener juga sih.
"Tenang aja sayang,, Akang akan membawa ayank berlayar di bahtera rumah tangga," Jawab Suji bangga.
"Percaya dehh" Jawab mereka serempak.
"Terus Rahma nya gimana?" Tanya Doni lagi.
"Rahmah bisa kita artikan karunia dan rezeki dalam keluarga, kita pengen dan berharap selalu diberikan rezeki yang berlimpah dalam keluarga kita, gak hanya dalam kelompok tapi keluarga kita masing-masing. Makanya kita selalu kompak." Kali ini Egha yang menjelaskan.
"Wissss Aku salut sama kalian. Masih di putih abu-abu kalian udah bisa mikir jauh kedepan dengan harapan yang baik pula." Agung menatap Mikha.
"Harus, karena kami gak cuma sebatas teman sekelas, tapi kami sahabat, juga keluarga yang selalu ada dalam suka mau pun duka." Jawab Mikha.
__ADS_1
Begitulah seharusnya sahabat, bisa merangkap sebagai keluarga, walaupun mereka semua tak kekurangan kasih sayang dalam keluarga masing-masing, tapi mereka mengaplikasikan kasih sayang mereka pada orang-orang terdekat mereka.