
"Ctarr!!"
malam itu petir menyambar disertai dengan hujan, hawa dingin menyelimuti permukaan desa.Air sungai mulai sedikit meninggi, api yang dinyalakan disamping gubuk oleh Hersa dan bude Ningsih padam diguyur hujan.
Dalam gubuk tua itu Hersa tertidur dengan lelapnya, tanpa merasa kedinginan.
"BRAKK!!!"
Hersa membuka matanya refleks karena kaget, pintu gubuknya terbuka sangat lebar. Hersa berusaha berfikir positif dan menganggap pintu gubuk terbuka karena angin kencang.
Hersa sedikit mengucek matanya, tubuhnya terasa agak pegal.Perlahan ia menutup kembali pintu gubuk dan kembali tidur terlentang.
"BRAKK!!!"
Lagi-lagi pintu gubuk terbuka, Hersa mulai merasa keganjilan disini.Ia melihat-lihat keluar gubuk, gelap, banyak arwah perempuan berloncat-loncat dari pohon satu ke pohon lainnya.
Hanya satu arwah yang menarik perhatian Hersa, si hantu berwajah rata.Sepertinya namanya Anin, arwah itu mulai berjalan masuk kedalam hutan.
Tanpa sadar kaki Hersa berjalan dengan sendirinya seperti sedang dihipnotis, pandangan matanya terbuka lebar pada arwah itu.Tanpa alas kaki ia berjalan melewati batu penuh dengan bebatuan kecil atau kerikil.
Hingga arwah sosok perempuan itu hilang dan kesadaran Hersa mulai kembali, ia melihat ke sekeliling.Dihadapannya kini berdiri kokoh sebuah rumah layaknya sebuah hotel, namun Hersa bisa melihat banyak arwah terkurung disana.
"Tempat apa ini?"gumamnya lalu mulai melangkah maju
__ADS_1
Ia mengetuk pintu hotel itu, "permisi.."
Tidak ada jawaban.
Hersa mulai putus asa dan memilih untuk mencari jalan pulang, namun diluar dugaan pintu itu terbuka.
Hersa membelalakkan matanya ketika melihat tidak ada orang yang membukakan pintu, ia mulai melangkah mundur.Bibirnya kaku, tidak bisa berkata-kata apapun lagi.
Banyak sosok berwajah rata bermunculan dari dalam hotel itu.
"Duk!"
Gawat! Hersa terjatuh, ada satu wanita yang dikenalnya disana.Sosok wanita berpusung yang ia lihat tadi di rumah Acik, apa ini berarti kejadian di rumah Acik waktu itu nyata?
Ini bukan waktunya untuk memikirkan itu semua, sosok wanita berpusung itu mulai mendekat kearah Hersa yang terjatuh di tanah.
Dia membawa sebuah palu ditangannya, Hersa mencoba menyeret tubuhnya untuk mundur, namun kakinya sedikit terkilir.
Tamatlah riwayat Hersa sekarang, wanita itu kini telah menduduki tubuh Hersa.Ia mulai mengayunkan tangannya untuk memukul kepala Hersa.
"BRUKK!!!"
Hersa terjatuh dari tempat tidurnya, ia kesiangan.
__ADS_1
"Sial! mimpi macam apa itu tadi?!"umpatnya sembari memastikan kepalanya masih utuh.
*****
Hari ini Acik sudah kembali masuk ke sekolah, mereka melewati hutan seperti biasa.Namun kali ini perjalanan Hersa dan ketiga temannya lancar tanpa hambatan, sedikit terasa aneh sih..
Biasanya banyak roh penunggu, tiba-tiba menghilang tanpa jejak.Apa ini semua ada hubungannya dengan mimpinya semalam?
Malam nanti adalah malam jumat, biasanya penduduk desa selalu memasang pandan berduri pada pintu gubuk.Konon, desa ini paling sering terjadi kerasukan ketika malam Jumat.
"Yap! sampai!"ucap Lea lantang
Hersa kini telah sampai di depan sekolahnya, bangunan dengan tembok sudah berlumut dan tidak bertingkat.
Mereka memarkirkan sepeda mereka lalu masuk kedalam kelas, hari ini katanya akan ada guru baru.Hersa berharap kali ini guru mereka yang datang adalah seseorang dengan aura positif.
Dan benar saja yang datang adalah sesosok wanita, namun wajahnya familiar dikepala Hersa.Rambut dipusung, wajah cantik tapi menyeramkan dan memakai baju kebaya.
Dia adalah wanita yang ada dimimpinya!
Wanita itu juga yang membunuh si arwah muka rata, jadi dia nyata?!
Bersambung...
__ADS_1
______________________________________________