Murid Para Dewa

Murid Para Dewa
Mendapatkan Tombak Naga dan Wanita yang Merepotkan


__ADS_3

Wang Feng dan Putri Chu pun berjalan, Putri Chu hanya mengikuti Wang Feng dari belakang.


Wang Feng yang merasakan tekanan yang begitu besar di dalam sebuah Gua dia pun memutuskan untuk masuk ke Gua itu.


"Di dalam Gua itu pasti ada artefak tingkat tinggi." Ucap Wang Feng.


"Kita aka masuk ke dalam Gua itu." Ucap Wang Feng.


"Baiklah" Ucap Putri Chu.


"Artefak apa yang ada di dalam Gua itu, aku merasakan kalau artefak tersebut memanggil ku." Ucap Wang Feng dari dalam hati nya.


Wang Feng dan Putri Chu pun masuk ke dalam Gua, mulut Gua terebut hanya bisa di lalu saty orang saja. Tetapi ketik Wang Feng dan Putri Chu terus berjalan dan pada akhir nya Wang Feng berada di ujung Gua yang luas dan di ujung Gua itu ada sebuah Tombak yang tertancap dan memancarkan aura yang kuat.


Gagang tombak itu berbentuk kepala naga yang sedang meraung, tombak itu berwarna emas dan di gagang tombak itu ada selembar kain merah.


"Itu sebuah tombak naga." Ucap Wang Feng.


"Tombak naga…apakah ada nama tombak itu…" Tanya Putri Chu.


"Tentu saja kau tidak tahu, karena tongkat ini sudah hilang beberapa ratus tahun." Jawan Wang Feng.


"Kalau begitu, kenapa kau tahu kalau itu adalah Tombak Naga." Tanya Putri Chu.


"Sudah pasti guru ku yang memberi tahu ku tentang Tombak Naga." Jawab Wang Feng


Tentu Wang Feng mengingat perkataan Guru nya yaitu Dewa Tombak, kalau Tombak nya yang bernama Tombak Naga telah hilang entah kemana.


# FALSBACK


"Feng'er, ketika jiwa mu kembali kau harus menyelesaikan tugas yang di berikan oleh Guru mu ini." Ucap Dewa Tombak yang sedang berdiri, hembusan aingin yang kencang yang membuat rambut nya berkibar kibar.


"Murid ini siap menerima tugas dari Guru." Ucap Wang Feng yang tengah berlatih dengan tombak nya.


"Kau harus mencari Tombak ku yaitu Tombak Naga, Tombak itu menghilang entah kemana ketika aku sedang mengalahkan Jendral Iblis." Ucap Dewa Tombak.


"Kenapa bisa hilang." Tanya Wang Feng.


"Ketika aku dan jendral iblis selesai berduel dan hasil nya pun tentu nya aku menang dan pada saat itu ada orang yang memukul ku dari belakang, ketika aku masih samar samar sedikit sadar, aku melihat kalau tombak ku terbang entah kemana." Jawab Dewa Tombak.


"Terus ciri ciri tombak itu seperti apa Guru." Tanya Wang Feng.


"Gagang tombak itu berbentuk kepala naga yang sedang meraung, tombak itu berwarna emas dan di gagang tombak itu ada selembar kain merah." Jawab Dewa Tombak.

__ADS_1


"Baik saya akan mencari nya, ketika jiwa saya sudah kembali." Ucap Wang Feng.


# FLASBACK OFF


"Jangan mendekat ke Tombak itu." Ucap Wang Feng.


"Kenapa." Tanya Putri Chu.


"Karena tombak itu mempunyai kesadaran sendiri." Jawab Wang Feng.


Wang Feng pun berjalan ke arah Tombak Naga yang tertancap tersebut, sedang kan Putri Chu berada jauh di belakang.


Wang Feng pun memegang Tombak Naga itu. Namun ketika tangan nya bersentuhan dengan Tombak Naga itu, tiba tiba saja Qi nya terkuras dengan cepat.


"Sial…ternyata tidak mudah untuk menjinakan Tombak Naga milik Guru, Qi ku terhisap sangat banyak oleh Tombak ini." Guman Wanf Feng dengan wajah nya yang penuh dengan keringat.


8 Jam Kemudian…


Sudah 8 Jam berlalu sejak Wang Feng ingin mengambil Tombak Naga itu, rintangan demi rintangan dia lalui, seperti mengikuti tes yang di adakan oleh Tombak Naga itu sendiri, Dan pada akhirnya Wang Feng bisa menjinakan Tombak Naga tersebut dan Tombak Naga tersebut sudah mengakui kalau Wang Feng adalah Tuan baru nya.


"Uh…uh… Akhir nya aku bisa menjinakan Tombak Naga ini." Guman Wang Feng sambil memegang Tombak Naga itu dengan tangan kanan nya.


Putri Chu yang hanya berdiam diri saja selama 8 jam menggu Wang Feng, Ketika dia melihat Wang Feng sudah menyelesaikan nya diapun berjalan menghampiri Wang Feng.


"Tentu saja, maaf menunggu mu begitu lama." Ucap Wang Feng.


"Tidak…tidak perlu meinta maaf." Ucap Putri Chu.


"Baiklah ayo pergi." Ucap Wang Feng. Wang Feng pun telah menyimpan Tombak Naga itu ke dalam cincin penyimpanan nya.


"Tunggu…lihat di sana masih banyak artefak artefak lainnya, kenapa kau tidak mengmbil nya." Tanya Putri Chu sambil menunjuk ke arah artefak artefak yang berserakan di bawah tanah.


"Kalau kau mau ambil saja, aku sudah memiliki banyak artefak." Jawab Wang Feng.


"Huh…tunggu sebentar, aku akan menyimpan artefak artefak ini ke dalam cincin penyimpanana ku." Ucap Putri Chu.


Putri Chu pun mengambil semua artefak yang berserakan di bawah tanah itu tanpa sisa satu pun.


"Sudah selesai, ayo kita pergi." Ucap Putri Chu yang sudah selesai menyimpan artefak artefak itu.


"Kau…mengambil nya semua, sungguh wanita yang rakus." Ucap Wang Feng dengan wajah terkejut nya.


"Apa kau bilang…apakah aku ini serakus itu di mata mu." Ucap Putri Chu dengan wajag marah.

__ADS_1


"Tentu saja, wanita rakus." Ejek Wang Feng.


Ketika mereka berdua tengah berdebat tiba tiba ada suara batu yang jatuh dari atas.


"Cepat pergi, Gua ini sebentar lagi akan hancur." Ucap Wang Feng. Yang berbalik dan langsung berlari.


Putri Chu yang mendengar kalau Gua ini akan hancur pun terlihat panik di wajah nya. Putri Chu yang tergesa gesa pun berlari mengikuti Wang Feng dari belakang. Tetapi Putri Chu tiba tiba tertinpa oleb batu di punggung nya yang membuat Putri Chu jatuh ke bawah dan kesakitan. Walaupun kultivasi Putri Chu berada di Ranah Prajurit menengah tetapi ketika dia sedang tidak waspada maka dia pun akan terjatuh ketika dia di hantam oleh Batu dengan ukuran sedang.


Wang Feng yang mendear ada suara teriakan wanita di belakang nya dia pun menengok ke arah belakang dan melihat Putri Chu yang sedang duduk lemas kesakitan.


"Cih…Wanita memang sangat merepotkan." Guman Wang Feng yang langsung berjalan ke arah Putri Chu hendak menolong nya.


Sesampai nya di sana Wanf Feng langsung saja menggendong Putri Chu lalau Wang Feng langasung terbang saja ke atas.


Putri Chu yang merasa malu karena baru pertama kali di sentuh oleh pria, kecuali kakak dan ayah nya.


Wang Feng pun telah mendarat cukup jauh dari lokasi Gua tadi.


"Lepaskan aku dasar mesum." Ucap Putri Chu yang masih di gendong oleh Wang Feng.


"Ah…aku lupa." Ucap Wang Feng yang baru sadar dari lamunan nya yang dari tadi melihat ke arah wajah Putri Chu tanpa berkedit sekalipun. Wang Feng pun melepaskan Putri Chu dari gendongan nya.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


...……………………………………………………………………………………...


Terima kasih yang sudah membaca novel Murid Para Dewa, semoga kalian suka. Dan kalau ada kekurangan saya memon maaf sebesar besarnya.


Kalau ada saran atau keritikan silahkan komen saja. 🙏🙏


Terima kasih Sebesar Besarnya Saya Sampaikan Kepada Yang Membaca Novel Murid Para Dewa.


🙏🙏


Berikan hadiah.apa kek, biar semangakat yakan... Yok bisa yok…


Support saya dengan like nya yaa kawan kawan, Komen Juga, Tambahkan Ke Favorite jangan lupa. Semoga Kalian Sehat selalu dan di tambahkan rezeki nya.. Amin....


Semoga Kalian Semua Sehat Selalu dan di tambahkan rezeki nya… Amin……


Komen apa kek. ya ya ya ia ia ya……


YO HO HO HO HO HO HO HO HO

__ADS_1


__ADS_2