
Setelah menghancurkan Kelompok Ular Hitam tanpa tersisa apapun, Wang Feng, Chu Yang, dan Xiao saat ini tengah menunggai kuda nya menuju Ibukota Kekaisaran.
"Apakah itu Ibukota Kekaisaran Chu." Tanya Wang Feng sambil menunjuk ke arah kota yang lumayan besar dan juga luas.
"Benar sekali Pangeran Feng." Jawab Chu Yang.
"Lain kali jangan panggil aku dengan sebutan Pangeran, panggil aku dengan sebutan Feng saja." Ucap Wang Feng.
"Baik…baik, saya akan memanggil anda dengan sebutan Tuan Feng saja." Ucap Chu Yang.
"Terserah." Ucap Wang Feng.
Wang Feng, Chu Yang, dan Xiao berjalan mendekati benteng Ibukota Kekaisaran Chu.
Ibukota Kekaisaran Chu di kelilingi oleh benteng yang cukup kokoh, besar, dan menjulang tinggi.
Di depan benteng itu juga banyak orang yang sedang antre untuk memasuki Ibukota Kekaisaran Chu. Berhubung Chu Yang adalah adik Kaisar, maka Chu Yang mengambil jalan yang berbeda dari orang orang luar yang memasuki kota ini. Chu Yang memasuki jalan gerbang khusus Kaisar dan keluarga keluarga besar Kekaisaran Chu.
"Ahh…Tuan Yang, silah kan masuk." Ucap penjaga benteng itu.
"Terima kasih, dua orang di belakang ku adalah teman teman ku." Ucap Chu Yang.
"Baik, Silahkan masuk tuan tuan…" Ucap penjaga itu dengan senyum nya yang ramah.
"Sungguh kota yang ramai…" Ucap Wang Feng yang melihat banyak orang yang berlalu lalang dan juga banyak bangunan bangunan tinggi.
"Tentu saja, kota ini sering di jumpai juga oleh para pedagang pedagang dari Kekaisaran kekaisaran lain." Ucap Chu Yang.
"Mari kita ke kediaman Kaisar." Ucap Chu Yang.
"Baik." Ucap Wang Feng.
Kemudian Chu Yang, Wang Feng, dan Xiao menunggai kuda nya menuju ke arah tengah kota, karena di tengah kota ada bangunan yang mewah, menjulang tinggi dan juga besar. Bangunan itu adalah Kediaman Kaisar Chu.
Chu Yang, Wang Feng, dan Xiao berjalan menunggai kuda melewati beberapa toko artefak, pil, dan toko toko lainn nya.
Sesampai nya di depan gerbang Kediaman Kaisar Chu.
"Tuan Yang." Ucap seorang prajurit yang menjaga gerbang kediaman kaisar.
Prajurit yang menjaga kediaman Kaisar Chu sanngat lah banyak dan juga penjagaan itu sangat lah ketat.
"Simpan lah kuda kuda ini dan juga bawa barang bawaan yang ku bawa." Ucap Chu Yang sambil dia menyerah kan tali kepala kuda nya ke pada penjaga itu.
"Apakah dua orang juga merupakan teman mu." Tanya prajurit.
"Yaaa." Jawab Chu Yang.
"Baiklah, kalian berdua ambil kuda itu lalu simpan ke kandang." Perintah prajuit itu sambil menatap dua prajurit lain nya.
"Baik tuan." Ucap dua prajurit itu dengan serempak.
Setelah Wang Feng, Chu Yang, dan Xiao menyerah kan kuda nya, mereka bertiga pun langsung memasuki Istana Kaisar Chu.
Istana Kaisar Chu memiliki lima lantai, halaman yang luas, dinding dinding terbuat dari emas, dan juga bangunan nya yang luas. Banyak prajurit berjaga di setiap sudut ruangan Kaisar Chu.
"Paman…" Ucap seorang pria berusia 23 tahun yang memakai pakaian berwarna emas, rambut nya hitam, dan memiliki wajah yang cukup tampan.
"Ah……Hormat kepada pangeran." Ucap Chu Yang dengan membungkuk hormat.
"Ah…paman tidak perlu bersikap itu kepada ku, paman cukup bilang nama ku saja, jangan panggil aku dengan sebutan pangeran." Ucap Chu Li sambil membantu Chu Yang bangkit kembali.
"Lalu, siapa mereka ini." Ucap Chu Li sambil menatap Laki laki muda, dan pria tua yang berada di belakang Chu Yang.
"Ah…perkenal kan mereka berdua adalah teman ku, pria muda itu bernama Feng dan pria tua itu adalah pengawal nya Tuan Feng." Ucap Chu Yang dengan ekspresi senang nya ketika memperkenal kan mereka.
"Siapa dia, bahkan pengawal nya saja memancar kan aura yang kuat, walaupun dia telah menyembunyikan aura nya, tetapi aku masih bisa merasakan nya." Ucap Chu Li dari dalam hati nya.
"Salam kenal pangeran." Ucap Wang Feng.
"Ah ya, nama ku adalah Chu Li, aku adalah Pangeran Kekaisaran Chu." Ucap pangeran sambil mengarah kan tangan kanan nya yang hendak bersalaman.
__ADS_1
"Feng, nama ku adalah Feng." Ucap Wang Feng yang menydorkan tangan kanan nya juga.
Hingga mereka berdua pun bersalaman.
"Paman Yang, apakah luka mu sudah sembuh." Tanya Chu Li.
"Tentu saja, semua orang orang ku sudah sembuh." Jawab Chu Yang dengan senyuman lebar nya.
"Siapa tabib yang yang telah menyembuh kan paman, dari mana asal nya tabib itu." Tanya Chu Li sambil memegang kedua tangan Chu Yang.
"Tenang lah, tabib yang ku bicarakan adalah pria muda di depan mu." Ucap Chu Yang sambil memandang Wang Feng.
"Apakah dia tabib nya." Tanya Pangeran Chu Li.
"Apakah kau meragukan kekuatan tuan muda ku." Ucap Xiao dengan tatapan nya yang tajam menatap Chu Li.
"Ah…ini." Chu Li tergugup dengan muncul keringan di wajah nya. Chu Li merasakan tatapan Xiao seolah olah ada seekor harimau yang ingin menerkam nya.
"Hentikan itu Xiao, kau membuat Pangeran takut." Ucap Wang Feng sambil menengok ke belakang dan menatap Xiao.
"Baik tuan." Jawab Xiao. Xiao pun mengalihkan pandang nya ke arah bawah.
"Maaf kan atas kelancangan anak buah ku." Ucap Wang Feng.
"Tidakk…tidak masalah." Jawab Pangeran Chu Li sambil melambai kan kedua tangan nya.
"Memang benar apa yang di katakan oleh Senior Yang tadi, aku adalah seorang tabib dan ketika aku di kota Zuru, aku telah berjanji kepada Putri Chu An kalau aku akan menyembuh kan ayah nya dan kakek nya." Ucap Wang Feng.
"Ah…jadi kau kenal dengan adik ku, dan adik ku lah yang meminta mu untuk menyembuh kan ayah nya dan kakek nya." Ucap Pangeran Chu Li.
"Betul sekali, dan ku harap Pangeran tidak perlu memikir kan Adik mu lagi, karena adik mu sekarang sudah aman bersama bawahan ku yang berada di bagian Sekte Racun." Ucap Wang Feng.
"Apaa…apakah betul apa yang kau katakan." Tanya Pangeran Chu Li.
"Apa yang di katakan nya memang benar, aku juga sudah mengetahui siapa bawahan Tuan Feng ini." Ucap Chu Yang.
"Ahh…kalau begitu syukur lah, karena Adik ku satu satu nya baik baik saja, dan kenapa tidak di bawa ke sini." Ucap Pangeran Chu Li.
"Berperang yaa. Aku hanya lah Pangeran lemah yang tidak memiliki cukup kekuatan." Ucap Pangeran Chu Li dengan nada sedih.
"Sudah lah itu adalah urusan mu, sekarang urusan ku hanyalah menyembuh kan Ayah nya Putri Chu An dan Kakek nya." Ucap Wang Feng.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
...……………………………………………………………………………………...
Terima kasih yang sudah membaca novel Murid Para Dewa, semoga kalian suka. Dan kalau ada kekurangan saya memon maaf sebesar besarnya.
Kalau ada saran atau keritikan silahkan komen saja. 🙏🙏
Terima kasih Sebesar Besarnya Saya Sampaikan Kepada Yang Membaca Novel Murid Para Dewa.
🙏🙏
Berikan hadiah.apa kek, biar semangakat yakan... Yok bisa yok…
Support saya dengan like nya yaa kawan kawan, Komen Juga, Tambahkan Ke Favorite jangan lupa. Semoga Kalian Sehat selalu dan di tambahkan rezeki nya.. Amin....
Semoga Kalian Semua Sehat Selalu dan di tambahkan rezeki nya… Amin……
Komen apa kek. ya ya ya ia ia ya……
YO HO HO HO HO HO HO HO HO Ho Ho Ho
...--------------------------#####--------------------------...
Tingkat Kultivasi di Dunia Kultivator
Pembentukan tubuh (Awal, Menengah, Puncak)
Pembentukan Tulang (Awal, Menengah, Puncak)
__ADS_1
Pembentukan Qi (Awal, Menengah, Puncak)
Prajurit (Awal, Menengah, Puncak)
Jendral (Awal, Menengah, Puncak)
Kaisar (Awal, Menengah, Puncak)
Half Saint (Awal, Menengah, Puncak)
Saint (Awal, Menengah, Puncak)
Holy Saint (Awal, Menengah, Puncak)
Tyrant (Awal, Menengah, Puncak)
Holy Tyrant (Awal, Menengah, Puncak)
............
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Tingkat Artefak
TINGKAT PERUNGGU
TINGKAT PERAK
TINGKAT BERLIAN
TINGKAT EMAS
TINGKAT ROH
TINGKAT BUMI
TINGKAT LANGIT
TINGKAT SURGAWI
TINGKAT LEGENDA
TINGKAT KUNO
TINGKAT DEWA
TINGKAT ILAHI
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Tingkatan Pil
1
2
3
4
5
6
7
8
Surgawi
ilahi
__ADS_1
...