
Di suatu tempat di wilayah ibukota Kekaisaran Chu, ada sebuah gunung yang menjulang tinggi dan di kaki gunung tersebug berdiri sebuah Sekte, nama Sekte itu adalah Sekte Racun.
Sekte Racun adalah Sekte aliran hitam Terkuat di Benua Selatan, bahkan Kaisar sendiri harus berfikir 1000 kali untuk menyerang Sekte Racun.
Di suatu tempat di kediaman Sekte Racun. Ada seorang pria yang berusia 71 tahun namun perawakan nya yang kekar seperti umur 39 Tahun sedang duduk di kursi Patriak Sekte Racun. Pria itu adalah Nu Kai dia adalah Patriak Sekte Racun dan ayah dari Nu Zhang.
Ketika Nu Kai tengah duduk santai di kursi Patriak nya, tiba tiba ada seseorang pria tua yang berlari dengan tergesa gesa ke arah nya.
"Patriak…Patriak…" Ucap Pria tua itu sambil bersujud hormat kepada Nu Kai.
"Ada apa tetua Ni…" Tanya Patriak Nu Kai.
Tetua Ni adalah Tetua Sekte Racun yang bertugas untuk keamanan Sekte Racun.
"Itu…giok kehidupan Tuan Muda Zhang telah hancur…"
Ucap Tetua Ni dengan beecucuran keringan di wajah nya.
"Apa…" Teriak Patriak Nu Kai dengan ekspresi marah.
"Sial…panggil Tetua Oyu kemari…" Perintah Patriak Nu Kai.
"Baik…Patriak…" Jawab Tetua Ni.
Kemudian Tetua Ni berbalik dan hendak berjalan keluar.
Namun ketika Tetua Ni telah berjalan dua langkah, tiba tiba dari balik pintu ada suara yang menghentikan nya.
"Tidak perlu…aku sudah berada di sini." Ucap pria itu.
"Salam Tetua Oyu." Ucap Tetua Ni yang memberi hormat.
Tentu saja Tetua Ni harus memberi hormat kepada Tetua Oyu, karena Tetua Oyu merupakan tetua agung yang baru di angkat karena kekuatan nya yang telah mengalahkan Tetua Agung sebelum nya.
"Ada yang bisa saya bantu Patriak." Tanya Tetua Oyu dengan sopan.
"Aku ingin kau mengunjungi kota Zuru dan temui tetua kedua, aku ingin meminta penjelasan nya kenapa Nu Zhang bisa mati. Padahal di Benua Selatan ini tidak ada yang berani menyinggung Sekte Racun." Ucap Patriak Nu Kai.
"Baik Patriak… Kalau begitu saya izin undur diri." Ucap Tetua Oyu yang kemudian menghilang dari pandangan Patriak Nu Kai.
----++++----
Sementara di Tempat Wang Feng dan Putri Chu An. Sekarang Wang Feng tengah mengobati luka luka yang di derita oleh Putri Chu An. Selesai mengobati Putri Chu An, Wang Feng dan Putri Chu An melanjutkan perjalanan nya.
"Kenapa ketika di sini tidak ada malam." Tanya Wang Feng.
__ADS_1
"Tentu saja, di sini tidak akan terjadi malam hari." Jawab Putri Chu An.
"Lalu sudah berapa hari kita di makam ini." Tanya Wang Feng.
"Kita di makam ini sudah 3 hari." Jawab Putri Chu An.
"Begitu…" Ucap Wang Feng.
"Mari kita melanjutkan perjalan kita." Ucap Wang Feng.
"Apakah kita akan berjalan menuju gunung itu." Tanya Putri Chu An.
"Tentu saja…" Jawab Wang Feng sambil tersenyum lebar.
Wang Feng dan Putri Chu An pun berjalan melewati kumpulan binatang iblis yang berada di sekitara jalan menuju gunung tersebut.
"Kenapa kita harus menuju gunung itu, di sekitar sini ada banyak binatang iblis." Tanya Putri Chu An.
"Tentu, aku merasakan dari dalam gunung itu terdapat Lotus Api." Jawab Wang Feng.
"Apa…apakah kah serius." Ucap Putri Chu An dengan ekspresi gembira.
"Tentu saja." Jawab Wang Feng.
"Mari kita lanjutkan perjalanan nya." Ucap Putri Chu An yang bersemangat kembali setelah mendengar kalau di gunung tersebut terdapat Lotus Api.
"Kapan kita mengambil lotus api itu." Tanya Putri Chu An dengan banyak daging yang berada di mulut nya.
"Kalau kau mau bicara, kau harus menelan makanan mu terlebih dahulu." Jawab Wang Feng dengan tersenyum.
"Hmpp…tapi aku tidak bisa berhenti memakan daging ini, daging harimau panggang ini sangat lah lezat." Ucap Putri Chu An.
"Huh…Apakah kau melihat magma itu." Ucap Wang Feng sambil menunjuk ke arah magma itu.
"Tentu saja…apakah aku sebuta itu di mata mu." Ucap Putri Chu An.
"Aish…Bungan Lotus Api berada di dalam Magma itu…" Ucap Wang Feng dengan santai nya menggit daging harimau panggang nya.
"Apa…" Putri Chu An terkejut sampai sampai makanan yang sedang dia kunyah keluar kembali.
"Apakah kau serius…" Tanya Putri Chu An.
"Tentu saja…" Jawab Wang Feng.
"Terus bagaimana cara mengambil nya…" Tanya Putri Chu An.
__ADS_1
"Menyelam ke dalam Magma itu." Jawab Wang Feng.
"Pufftttt…" Putri Chu An menyemburkan air ke arah Wang Feng, air yang telah berada di mulut nya di keluarkan oleh Putri Chu An dengan tidak sengaja.
"Kau…berani nya kau menyemburkan air mu kepada ku." Ucap Wang Feng dengan marah.
"Maaf kan aku, tadi aku sangat terkejut dengan ucapan mu." Ucap Putri Chu An yang berusaha meminta maaf.
"Tidak akan ku maaf kan." Ucap Wang Feng.
"Kau…itu salah mu sendiri karena mengagetkan ku." Ucap Putri Chu An yang berusaha membuat diri nya benar.
"Kenapa aku yang di salahkan." Ucap Wang Feng.
"Coba saja kalau kau tadi tidak mengagetkan ku, mungkin aku tadi tidak akan menyembur mh." Ucap Putri Chu An.
"Baiklah baiklah aku yang salah." Ucap Wang Feng.
"Ngomong ngomong kapan kita mengambil Bunga Lotus Api itu." Tanya Putri Chu An.
"Lebih baik aku saja yang mengambil nya, soal nya di dalam sana ada binatang iblis yang kuat sedang menjaga Bunga Lotus Api itu. Dan ketika Magma itu surut aku akan mengambil nya." Jawab Wang Feng.
"Baiklah…aku meminta tolong kepada mu lagi…" Ucap Putri Chu An.
"Tidak masalah Putri Chu An." Ucap Wang Fenv dengan tersenyum.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
...……………………………………………………………………………………...
Terima kasih yang sudah membaca novel Murid Para Dewa, semoga kalian suka. Dan kalau ada kekurangan saya memon maaf sebesar besarnya.
Kalau ada saran atau keritikan silahkan komen saja. 🙏🙏
Terima kasih Sebesar Besarnya Saya Sampaikan Kepada Yang Membaca Novel Murid Para Dewa.
🙏🙏
Berikan hadiah.apa kek, biar semangakat yakan... Yok bisa yok…
Support saya dengan like nya yaa kawan kawan, Komen Juga, Tambahkan Ke Favorite jangan lupa. Semoga Kalian Sehat selalu dan di tambahkan rezeki nya.. Amin....
Semoga Kalian Semua Sehat Selalu dan di tambahkan rezeki nya… Amin……
Komen apa kek. ya ya ya ia ia ya……
__ADS_1
YO HO HO HO HO HO HO HO HO Ho Ho Ho Ho