Musuh Jatuh Cinta ?

Musuh Jatuh Cinta ?
dua keluarga


__ADS_3

Sesampainya mereka, kelima remaja itu kini telah duduk di sofa rumah Leon. Mereka menyenderkan tubuh dan kepalanya pada sofa. Mereka tertawa puas setelah menjahili geng garuda.


"Sumpah... Seneng banget gue. Apalagi lihat baju mereka kotor banget mirip tikus kecebur got" ucap Rizal disela tawa lebarnya


"Hahaha... Bener banget tu zal. Gue puas banget lihat si gladis basah kuyup" timpal Ratu dengan senyum penuh kepuasan nya.


"Iya bener banget." ucap Leon yang disambut tawa lebar dari semuanya. Terlihat kepuasan terpangpang nyata di wajah mereka.


Sedangkan dilain tempat. Karena hujan sudah mulai reda kelima remaja yang mengendarai motor itu kembali membelah jalan menuju rumah masing masing.


***


Dona Amalia selaku ibu dari Gladis sangat kaget melihat anaknya yang baru datang dengan baju basah dan kotor seperti habis tercebur ke kolam lumpur.


"Astagfirulloh... Kamu kenapa gadis" tanya Dona dan berjalan menghampiri putri nya


"Ini ma, ada lima mobil gila yang sengaja melintas dikubangan air yang berlumpur. Jadinya nyiprat deh ke seragam gadis dan temen2 yang tadi lagi neduh dulu di pinggir ruko." jelasnya, karena kalau tidak menjelaskan dengan detail. Dona tidak akan berhenti menatap putrinya itu penuh selidik.


Setelah melihat kedua bola mata putrinya itu, Dona tidak menemukan kebohongan, berarti apa yang gladis katakan memang jujur.


"Yaudah, kamu mending mandi pake air hangat dan ganti baju. Nanti sakit lho" perintah Dona lembut


"Iya ma" ucap gladis lalu beranjak menaiki anak tangga menuju kamarnya


"Nanti turun, mama akan bikinin kamu teh hangat" teriak Dona pada putrinya.


***


Kini di ruang keluarga tengah duduk dan berbincang bincang seperti rutinitas mereka setiap hari. Gladis tengah menyesap teh hangat yang dibuatkan mama nya. Sedangkan yang lain tengah asyik mendengar celotehan seorang bocah perempuan berumur tiga tahun yang diketahui namanya adalah Shilla Giovani Darendra. Anak dari Gio Putra Darendra selaku kakak kandung Gladis.


" Ounti tadi kehujanan ya kata nenek" ucap Shila pada gladis.


"Iya shil, tadi juga ounti keciprat air kotor juga sama mobil gila" balas gladis yang tengah duduk tepat di samping Shila.


Anak itu merangkak naik dan duduk di pangkuan gladis, tangannya ia julurkan untuk memeluk leher bibinya.


"Sini Shilla peluk bial ounti gak dingin" ucap shila dengan suara cadelnya


Gladis terkekeh mendapat pelukan dari sang ponakan satu-satunya ini. Lantas Gladis membalas pelukan Shilla dan mengusap usap punggung anak itu.


"Makasih ya, sekarang ounti gak dingin lagi" ucap gladis lembut


"Yess belhasil, soalnya Shilla seling lihat daddy peluk mommy. Telus kata daddy alesan dia meluk mommy kalena mommy kedinginan. Jadi daddy selalu peluk-peluk mommy tiap hali" cerocos kirey dengan nada polosnya. Membuat Ayu melirik kearah Gio dengan tatapan menyelidik. Sedangkan yang dilirik malah cengengesan sambil merangkul pinggang istrinya possessiv.


"Tuh kan, daddy peluk peluk mommy lagi, belalti mommy lagi kedingingan dong" tunjuk Shilla sambil bertanya


"Mommy gak kedinginan ko sayang" balas Vani lembut, lalu melepas tangan Gio dari pinggangnya dengan paksa. Membuat Dona dan Gladis terkekeh geli.


"Oma... Opa mana, Shilla kangen opa" rengek Kirey yang masih setia duduk anteng dipangkuan Auntinya.

__ADS_1


"Sebentar lagi juga pulang ko sayang" sahut sang nenek lembut


Dan benar saja, beberapa menit kemudian ada suara mesin dari mobil yang baru saja terparkir di depan rumah. Shilla melompat turun dari pangkuan Gladis, anak itu buru buru berlari kearah pintu untuk menjemput sang kakek tercinta.


"Asiikkk Opa pulang" ujar Kirey sambil lompat lompat setelah pintu terbuka oleh sosok lelaki paruh baya.


"Hallo cucu opa yang cantik melebihi jenny blackpink" sapa Fakhri Darendra yang melihat sang cucu yang menghampirinya.


Anak umur tiga tahun itu mengulurkan kedua tangannya minta digendong. Dengan senang hati sang kakek membawanya kedalam gendongan seraya melangkah kearah dimana keluarganya tengah berkumpul.


"Opa, Shilla kangen opa tau" ujarnya manja sambil melingkarkan tangannya dileher sang kakek dan kepalanya bersandar pada ceruk leher Fakhri.


"Opa juga kangen banget sama Shilla" balas Fakhri seraya mengusel ngusel hidungnya pada pipi cucu nya yang gembul membuat Shilla geli karena bulu bulu halus dari jambangnya yang belum dicukur.


"Hihi... Gelli opa" tawa Shilla membuat semua lelah dipundak Fakhri menguap.


"Shilla sini sama mommy, kasihan opa nya baru pulang. Nanti kalo opa nya udah gak cape Shilla boleh digendong opa lagi" pinta Vina yang melihat sang ayah mertua yang baru pulang kerja langsung di ganggu anaknya.


Shilla pun mengangguk dan berpindah kegendongan ibunya.


***


Si kembar yang berumur 5 tahun itu sedang berlarian kesana kemari sambil berebutan bola bersama abangnya. Setelah salah satu dari mereka menguasai bola dan diarahkan bola itu kearah gawang Leon.


Dengan tendangan yang cukup keras dan penuh konsentrasi akhirnya bola itu menjebol gawang Leon.


"GOOOLLLL..." teriak Fajar heboh karena telah membobol gawang dengan mudahnya


"Kalian curang! Abang gak mau lagi maen sama kalian" ujar Leon pura pura ngambek. Padahal dia tengah menahan tawa melihat selebrasi keduanya yang tengah mengoyang goyang kan pinggul sambil bertos ria.


"Eits... Kita menang loh bang, culang dimana nya coba" ujar sibungsu Fijar yang belum bisa menyebut 'R' tidak seperti Fajar yang sudah bisa menyebut 'R'.


"Curang Fijar" ralat Fajar


"Iya. Pokonya gitu" pungkas Fijar


"Emang kalian curang. Masa Abang harus jaga gawang yang selebar kebon binatang gini"


Memang benar. Sikembar membuat gawang dengan kedua bantal sofa disetiap sisi yang lebarnya hampir dua meter. Membuat Leon kebobolan. Sedangkan gawang punya sikembar tak lebih dari setengah meter.


"Abang istirahat dulu aku capek" ujar Fajar yang tengah ngosngosan. Ditambah Fajar mempunyai daya tahan tubuh yang lemah.


Leon pun setuju karena dia tak mau ada apa apa yang terjadi pada adiknya itu.


"Yaudah yuk duduk dulu. Terus minum air mineral yang banyak ya" ucap Leon menggiring kedua adiknya untuk duduk di sofa dan memberikan air mineral kepada sikembar Fajar Alzelvin Dwipurnama dan Fijar Alzelvin Trisakti


"Hallo jagoan jagoan nya Abi" ucap Ghani Alzelvin menyapa ketiga anak lelakinya yang tengah duduk di sofa.


"Hallo juga Abi" Ucap ketiganya kompak.

__ADS_1


Ghani pun ikut duduk disamping anak-anaknya "Sebentar lagi Maghrib loh, kalian mandi ya. Terus kita sholat berjamaah" ajak Ghani lembut dan langsung diangguki oleh sikembar. Sedangkan Leon hanya cengengesan


Melihat hal itu Ghani hanya geleng geleng kepala. Entah kenapa si Sulung ini paling susah diajak kebaikan. Padahal kedua adiknya penurut. Malah Leon suka ngajarin adiknya untuk berbohong bahwa mereka sudah melaksanakan sembahyang padahal belum. Kebiasaan rutin kala Ghani pulang kantor ia akan menanyakan kepada ketiga putranya apakah mereka sudah melaksanakan sholat dzuhur dan ashar. Karena dia selalu pulang jam setengah lima sore.


"Abang sholeh Alhamdulillah nya Abi kenapa malah nyengir" ucap Ghani lembut seperti biasa.


Sebenerny panggilan ghani itu merupakan sindiran keras bagi Leon. Mengingat kelakuan Leon yang Subhanallah menurutnya.


"Gak papa bi, abang cuma cape aja. Jadi abang absen dulu ya bi" alibi Leon seperti biasa


Mendengar alesan si Sulung sudah menjadi makanan bagi Ghani. Tapi ia tetap tidak mau kalah dengan segala alesan yang dibuat anaknya itu. Untuk masalah Sholat, ia akan tegas pada semua anggota keluarganya.


"Kenapa abang absen, lagi menstruasi ya?" selidik Ghani dengan tatapan jahilnya.


"Abang kan lelaki bi, masa menstruasi sih!" balas Leon sedikit ngambek tak mau dikatain menstruasi


"Yaudah kalo abang ngaku lelaki makanya harus sholat. Gak ada alesan! Kalau abang gak mau Sholat besok besok pake Rok aja kesekolah nya!" ucap Ghani tegas tapi dengan nada yang lembut dan jahil dengan kedipan mata. Membuat leon kehilangan kata kata. Masa iya leon harus menggunakan rok. Engga banget.!


Karena kalah telak, leon nyengir dan beranjak dari duduknya untuk membersihkan diri dan mengikuti sang ayah untuk sembahyang dari pada harus adu mulut dengan ayahnya yang menurut leon perkataan Ghani itu pedas.


Setelah melaksanakan Sholat berjamaah, keluarga Ghani Segera beranjak ke ruang makan untuk melakukan rutinitas yaitu makan malam berjamaah seperti biasa.


Gina sang istri dari Ghani dan ibu dari Leon, Fajar dan Fijar. Mulai mengisi satu persatu piring dengan nasi dan lauk pauknya dan diberikan kemasing masing.


"Ayo abang sholeh nya abi pimpin doa" titah Ghani pada Leon. Dengan cepat Leon mulai membacakan doa sebelum makan di ikuti oleh semua dengan menundukan dulu kepala.


"Bismillahirrohmanirrohim. Allohumma bariqlana fiima rojaktana waqina adabannar Aamiin..." Ucap leon lalu mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajah. Setelah itu tidak ada lagi obrolan karena itulah yang Ghani ajarkan. Kalau sedang makan harus diam jangan berbicara.


***


"Hallo bro, cepetan markas! Anak anak Garuda ngajak trektrekan"


"Meluncur zal" balas leon pada sang penelpon. Rizal.


Dan telpon pun ditutup sepihak oleh Leon. Leon beranjak dari kasurnya, lantas ia mengambil jaket jeans dan dikenakannya setelah itu menyambar kunci mobil sportnya dan bergegas keluar dari kamar.


"Mau kemana bang" tanya Gina yang mendapati sang anak sudah rapih dengan setelan dan jaket jeansnya yang ingin membuka pintu.


Leon kembali menghentikan langkahnya lantas berbalik untuk melihat kearah Umi nya.


"Abang mau keluar dulu sebentar Mi, sama teman teman" ucap Leon lalu meraih tangan Uminya untuk berpamitan


"Yaudah... Hati-hati ya bang, awas jangan ngebut ngebut" setelah itu leon keluar dan memasuki mobil yang sudah terparkir di depan teras rumahnya.


TBC


* BragaLeon Alzelvin Munggaran


__ADS_1



__ADS_2