
Pagi nya seperti biasa aku berangkat
kerja, meski pun aku baru putus cinta
tapi aku tidak merasa sedih aku
bersikap biasa seolah tidak terjadi
apa - apa
sampai di tempat kerja teman - teman
ku sudah menunggu aku
karna mereka sudah mendengar
kalau aku sudah putus dengan arif
"hay" sapa ku
aku sama sekali ga terlihat sedih
semua teman - teman aku heran
melihat aku bersikap seperti biasa -
biasa ajj
"kamu baik - baik ajj kan lin" tanya tia
"baik emang aku kenapa" kata ku
"sini kita ngobrol di sini" ajak sopi
karna sopi ga mau pembicaraan
kami terdengar oleh orang lain
kami semua pindah tempat yang
sopi tunjukin
"cerita sama kita lin" kata tia
"cerita apa" tanya ku
"udah kamu jangan bohong sama
kita" kata sopi
"kita sudah dengar kok cuma kita
mau dengar langsung dari kamu
ayo lah lin kita ini teman kamu
jadi kamu jangan menyimpan
ke sedihan kamu sendiri di sini
ada kita yang selalu mendukung kamu
dan kita akan selalu ada buat kamu"
kata eneng
"makasih ya kalian emang teman -
__ADS_1
teman terbaik aku" kata ku
"sama - sama lin" kata sopi
kami semua jadi pelukan dan
aku sangat terharu mempunyai
teman sebaik mereka
"aku dan arif emang udah putus
tapi aku baik - baik ajj kok" kata ku
"arif marah karna kamu jalan sama
topan" kata tia
"arif ga liat cuma ada yang ngomong
sama arif , dan orang itu ngadu yang
macem - macem sama arif , aku udah
coba jelasin kalau aku sama topan
cuma berteman tapi arif lebih
percaya sama orang itu" kata ku
"siapa yang ngadu sama arif" tanya erna
"aku ga tau arif ga bilang" kata ku
"terus arif mutusin kamu" tanya sopi
minta putus" kata ku
"Jadi kamu yang minta putus sama
arif" kata Wulan
"ya , karna percuma di lanjutin kalau
arif udah ga percaya sama aku dan
arif lebih percaya orang itu" kata ku
aku mencerita kan ke jadian kemarin
sore pada teman - teman ku ga ada
yang aku tutupin semua aku cerita kan
"siapa sih orang usil itu ga tau apa - apa
main ngomong ajj" kata sopi
"iya kalau aku tau siapa orang itu
abis tuh orang" kata eneng
"udah ga apa - apa biarin ajj
toh aku ga apa - apa kok , aku malah
senang lepas dari arif karna aku ga
__ADS_1
punya beban lagi" kata ku
"yakin kamu ga apa - apa" tanya tia
"ga aku happy" kata ku
kami semua jadi tertawa karna
kami merasa senang
cuma aku merasa curiga ke
Wulan karna cuma dia yang bersikap
beda dan Wulan pun yang paling
dekat dengan arif
apa lagi pacar Wulan teman baik
arif
karna sudah waktu nya kerja aku dan
teman - teman ku pergi ke meja
kami masing - masing
"kamu curiga sama Wulan ya" tanya
eneng
"ya" jawab ku
"ya aku sama yang lain juga curiga
sama dia" kata eneng
"tapi ga apa - apa jangan jauhin
dia kasian" kata ku
"apa kamu ga mau negor dia"
kata eneng
"ga usah ga apa - apa" kata ku
"ya udah kalau itu udah jadi
ke putusan kamu , nanti aku
ngomong sama teman - teman
kalau kita pura - pura ga tau ajj"
kata eneng
"ya lebih baik gitu" kata ku
aku dan eneng masih ngobrol
sambil kerja karna aku dan eneng
duduk berdampingan
😃😃😃😃😃
__ADS_1
Bersambung