My

My
mencurigai Wulan


__ADS_3

Pagi nya seperti biasa aku berangkat


kerja, meski pun aku baru putus cinta


tapi aku tidak merasa sedih aku


bersikap biasa seolah tidak terjadi


apa - apa


sampai di tempat kerja teman - teman


ku sudah menunggu aku


karna mereka sudah mendengar


kalau aku sudah putus dengan arif


"hay" sapa ku


aku sama sekali ga terlihat sedih


semua teman - teman aku heran


melihat aku bersikap seperti biasa -


biasa ajj


"kamu baik - baik ajj kan lin" tanya tia


"baik emang aku kenapa" kata ku


"sini kita ngobrol di sini" ajak sopi


karna sopi ga mau pembicaraan


kami terdengar oleh orang lain


kami semua pindah tempat yang


sopi tunjukin


"cerita sama kita lin" kata tia


"cerita apa" tanya ku


"udah kamu jangan bohong sama


kita" kata sopi


"kita sudah dengar kok cuma kita


mau dengar langsung dari kamu


ayo lah lin kita ini teman kamu


jadi kamu jangan menyimpan


ke sedihan kamu sendiri di sini


ada kita yang selalu mendukung kamu


dan kita akan selalu ada buat kamu"


kata eneng


"makasih ya kalian emang teman -

__ADS_1


teman terbaik aku" kata ku


"sama - sama lin" kata sopi


kami semua jadi pelukan dan


aku sangat terharu mempunyai


teman sebaik mereka


"aku dan arif emang udah putus


tapi aku baik - baik ajj kok" kata ku


"arif marah karna kamu jalan sama


topan" kata tia


"arif ga liat cuma ada yang ngomong


sama arif , dan orang itu ngadu yang


macem - macem sama arif , aku udah


coba jelasin kalau aku sama topan


cuma berteman tapi arif lebih


percaya sama orang itu" kata ku


"siapa yang ngadu sama arif" tanya erna


"aku ga tau arif ga bilang" kata ku


"terus arif mutusin kamu" tanya sopi


minta putus" kata ku


"Jadi kamu yang minta putus sama


arif" kata Wulan


"ya , karna percuma di lanjutin kalau


arif udah ga percaya sama aku dan


arif lebih percaya orang itu" kata ku


aku mencerita kan ke jadian kemarin


sore pada teman - teman ku ga ada


yang aku tutupin semua aku cerita kan


"siapa sih orang usil itu ga tau apa - apa


main ngomong ajj" kata sopi


"iya kalau aku tau siapa orang itu


abis tuh orang" kata eneng


"udah ga apa - apa biarin ajj


toh aku ga apa - apa kok , aku malah


senang lepas dari arif karna aku ga

__ADS_1


punya beban lagi" kata ku


"yakin kamu ga apa - apa" tanya tia


"ga aku happy" kata ku


kami semua jadi tertawa karna


kami merasa senang


cuma aku merasa curiga ke


Wulan karna cuma dia yang bersikap


beda dan Wulan pun yang paling


dekat dengan arif


apa lagi pacar Wulan teman baik


arif


karna sudah waktu nya kerja aku dan


teman - teman ku pergi ke meja


kami masing - masing


"kamu curiga sama Wulan ya" tanya


eneng


"ya" jawab ku


"ya aku sama yang lain juga curiga


sama dia" kata eneng


"tapi ga apa - apa jangan jauhin


dia kasian" kata ku


"apa kamu ga mau negor dia"


kata eneng


"ga usah ga apa - apa" kata ku


"ya udah kalau itu udah jadi


ke putusan kamu , nanti aku


ngomong sama teman - teman


kalau kita pura - pura ga tau ajj"


kata eneng


"ya lebih baik gitu" kata ku


aku dan eneng masih ngobrol


sambil kerja karna aku dan eneng


duduk berdampingan


😃😃😃😃😃

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2