
Setelah ke rumah tia untuk minta
ijin pada orang tua nya tia di ijinin
setelah itu kita ke rumah erna tapi
di rumah erna agak lama karna sangat
sulit minta ijin pada ibu nya
setelah susah payah minta ijin akhir
nya di perpoleh kan
"tinggal satu lagi nih" kata cici
"maaf ya kita mau pergi harus
muter - muter dulu " kata ku
"kita seneng kok" kata sodara cici
aku senyum pada nya untuk ucapan
terimakasih karna mereka mau
nganter aku pulang dulu
sampai di rumah aku langsung
minta ijin setelah ayah ngijinin aku
baru aku siap - siapa apa ajj yang
mau aku bawa
"udah kan" tanya tia
"udah" jawab ku
lalu aku dan teman - teman ku
pamit karna aku kasian sama
yang lagi nungguin di dalam mobil
Tampa menunggu waktu lama
kami langsung berangkat ke pantai
"kalau di rencanain kita ga pernah
jadi terus" kata erna
"bener ada ajj yang bikin kita ga
jadi berangkat" kata cici
"masalah nya kan satu cowo - cowo
kita yang ga nyambung dan ujung -
ujung nya ngerarang kita pergi" kata tia
"bener" kata erna
"owh udah pada punya cowo ya" kata li
" ada yang udah ada yang belum
__ADS_1
tapi tenang ajj erna belum punya kok"
kata cici
perkataan cici membuat erna dan li
senyum - senyum
"kalau yang dua ini gimana udah
pada punya apa belum" kata edo
nama sodara cici
aku dan tia malah tertawa karna
kami udah punya pacar tapi
berasa ga punya pacar soal nya
pacar kami pada sibuk kerja
"kok di tanya ada senyum - senyum
sih pada punya ya" kata edo
"ya" jawab ku
"sayang banget ya, tapi kalau jawab
belum punya ga mungkin cewe cantik
ga punya pacar" kata edo
"pada bening - bening" kata si ayah
"grup kita ga ada yang buluk
kata cici
"apa lagi yang pajok " kata tia
semua mata melihat ke arah
aku
"jangan berlebihan deh" kata ku
"nah itu yang kita suka dari kamu
lin ga pernah sombong " kata erna
"kita kan teman kita semua sama"
kata ku
obrolan kami jadi ga jelas
nyambung ke sana sini
kami sangat menikmati
perjalanan kami , meski besok
tanggal merah tapi jalanan ga
macet membuat kami nyaman
di pertengahan jalan kami
__ADS_1
merasa laper karna dari pulang
kerja kami belum makan
jadi si ayah mengajak kami
berenti di tempat nasi goreng
kami mutusin dulu makan di sana
Waktu aku mau makan tiba - tiba
iwan nelpon aku
dan aku baru ingat kalau aku ga
minta ijin dia kalau mau pergi
liburan bareng teman - teman
"lagi di mana" tanya iwan
"di jalan" jawab ku
"jam segini masih di jalan
emang dari mana" tanya iwan
"aku mau pergi liburan sama
teman - teman" jawab ku
"liburan ke mana , siapa ajj yang
ikut" tanya iwan
"ke pantai tia ikut kok" kata ku
"kenapa ga ijin dulu sama aku
kenapa baru bilang waktu kamu
udah di jalan itu pun aku yang
telpon" kata iwan
"maaf" kata ku
iwan marahin aku karna aku
pergi ga minta ijin sama dia
aku tau aku salah tapi denger iwan
marah - marah bikin aku kesel
iwan masih ngomong aku langsung
matiin ajj
karna ga tahan denger ocehan iwan
aku berpikir bodo amat lah
itu urusan nanti toh iwan ga akan
pulang dalam waktu dekat ini
karna kerjaan nya masih banyak
__ADS_1
😃😃😃😃😃
Bersambung