My

My
diary


__ADS_3

... Enam bulan sudah aku berhubungan...


dengan arif


arif ngajak aku main ke rumah kakak nya


padahal yang aku harap kan


arif ngenalin aku pada orang tua nya


tapi ga apa - apa lah ini awal yang


baik ,


kakak arif sangat baik dan ramah


kakak nya menasehati arif


agar arif ga menyakiti perempuan


karna kakak arif karban dari laki - laki


yang punya hobi selingkuh


"kamu jangan sampai memperlaku


kan perempuan seperti suami


kakak" kata kakak arif


"ga mungkin kak arif ngelakuin itu


arif benar - benar sayang sama lin


dia perempuan pertama di hati


arif " kata arif


"kakak percaya sama kamu" kata arif


arif dan kakak nya banyak ngobrol


karna kakak nya mau yang terbaik


buat arif


selesai ngobrol dengan kakak nya


arif ngajak aku jalan - jalan


di sekitar rumah kakak nya


pemandangan di sana sangat indah


dan sejuk


aku sengat menikmati nya waktu


di sana ponakan arif sangat ramah


dan sopan


aku nyaman berada di sana


dan pada waktu aku pulang dari


sana ayah aku kecelakaan


arif membeli kan obat buat ayah


ku dan arif pun sangat


perhatian pada keluarga ku


itu yang membuat ku semakin


yakin untuk mempertahan kan


hubungan ini


**************


Malam minggu arif nginep di rumah ku

__ADS_1


dia tidur di kamar ku


sementara aku tidur di kamar


ibu ku dengan adik ku


dan pada waktu arif mau tidur


pintu lemari ku terbuka


arif melihat buku diary ku


dengan rasa penasaran arif


mengambil dan membaca nya


arif membaca nya dari awal


sampai tulisan terakhir ku


dan waktu pagi aku liat arif


tidur di kursi , aku heran melihat nya


karna ga biasa nya arif seperti itu


aku membuat kan arif teh manis hangat


dan langsung membangun kan arif


arif bangun dan aku liat wajah arif


seperti orang yang sedang menahan


amarah


aku mencoba bersikap biasa di


hadapan nya meski aku yakin kalau


saat ini arif sedang marah


"tumben tidur di sini" tanya ku


arif malah diam


aku semakin penasaran dengan


apa yang terjadi dengan arif


aku kembali bertanya sampai


berkali - kali aku menanyakan


hal yang sama pada arif


"rif kenapa diam terus dari tadi


aku tuh nanya sama kamu tapi


ga kamu jawab"kata ku


bukan jawaban yang aku dapat


tapi arif malah memberi aku buku


diary ku


aku kaget sangat kaget kenapa


bisa arif megang buku diary ku


"kenapa buku diary aku bisa ada


di kamu" tanya ku


aku memberani kan diri untuk


bertanya pada arif


"lemari kamu terbuka dan aku liat


buku diary kamu

__ADS_1


aku udah baca semua nya


maaf kalau aku ga sopan" kata arif


seketika aku jadi lemas waktu


mendengar jawaban arif


tapi aku berusaha untuk tenang


"udah tau ga sopan kenapa kamu


baca juga" kata ku


"aku penasaran jadi aku membaca nya


tapi untuk nya aku baca jadi aku tau


tentang kamu dan joko" kata arif


"aku bisa jelasin tentang joko" kata ku


"kamu ga perlu jelasin apa - apa


karna diary kamu udah jelasin


semua nya ,, kalau joko lebih dari


aku dan bisa buat kamu bahagia


aku akan lepasin kamu buat bisa


bersama joko" kata arif


Aku ga bisa bicara apa - apa lagi


karna percuma aku bicara toh arif


sekarang lagi emosi


pasti nya yang aku omongin ga akan


di dengar oleh arif


aku berniat untuk menjelas kan nya


pelan - pelan tapi arif bertindak


di luar dugaan ku


arif ngomong semua nya pada


orang tua ku


lebih tepat nya arif mutusin aku


langsung ke orang tua ku


waktu itu aku sangat marah dan


sakit hati dengan perbuatan arif


yang mengambil ke putusan


sendiri


aku ga nyangka arif bertindak


seperti itu


setelah arif selesai ngobrol dengan


Orang tua ku arif


arif langsung pulang arif pamit pada


orang tua ku tapi dia ga pamit pada ku


arif membenci aku tapi cara arif


bikin aku lebih membenci dia


😃😃😃😃😃

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2