
... Enam bulan sudah aku berhubungan...
dengan arif
arif ngajak aku main ke rumah kakak nya
padahal yang aku harap kan
arif ngenalin aku pada orang tua nya
tapi ga apa - apa lah ini awal yang
baik ,
kakak arif sangat baik dan ramah
kakak nya menasehati arif
agar arif ga menyakiti perempuan
karna kakak arif karban dari laki - laki
yang punya hobi selingkuh
"kamu jangan sampai memperlaku
kan perempuan seperti suami
kakak" kata kakak arif
"ga mungkin kak arif ngelakuin itu
arif benar - benar sayang sama lin
dia perempuan pertama di hati
arif " kata arif
"kakak percaya sama kamu" kata arif
arif dan kakak nya banyak ngobrol
karna kakak nya mau yang terbaik
buat arif
selesai ngobrol dengan kakak nya
arif ngajak aku jalan - jalan
di sekitar rumah kakak nya
pemandangan di sana sangat indah
dan sejuk
aku sengat menikmati nya waktu
di sana ponakan arif sangat ramah
dan sopan
aku nyaman berada di sana
dan pada waktu aku pulang dari
sana ayah aku kecelakaan
arif membeli kan obat buat ayah
ku dan arif pun sangat
perhatian pada keluarga ku
itu yang membuat ku semakin
yakin untuk mempertahan kan
hubungan ini
**************
Malam minggu arif nginep di rumah ku
__ADS_1
dia tidur di kamar ku
sementara aku tidur di kamar
ibu ku dengan adik ku
dan pada waktu arif mau tidur
pintu lemari ku terbuka
arif melihat buku diary ku
dengan rasa penasaran arif
mengambil dan membaca nya
arif membaca nya dari awal
sampai tulisan terakhir ku
dan waktu pagi aku liat arif
tidur di kursi , aku heran melihat nya
karna ga biasa nya arif seperti itu
aku membuat kan arif teh manis hangat
dan langsung membangun kan arif
arif bangun dan aku liat wajah arif
seperti orang yang sedang menahan
amarah
aku mencoba bersikap biasa di
hadapan nya meski aku yakin kalau
saat ini arif sedang marah
"tumben tidur di sini" tanya ku
arif malah diam
aku semakin penasaran dengan
apa yang terjadi dengan arif
aku kembali bertanya sampai
berkali - kali aku menanyakan
hal yang sama pada arif
"rif kenapa diam terus dari tadi
aku tuh nanya sama kamu tapi
ga kamu jawab"kata ku
bukan jawaban yang aku dapat
tapi arif malah memberi aku buku
diary ku
aku kaget sangat kaget kenapa
bisa arif megang buku diary ku
"kenapa buku diary aku bisa ada
di kamu" tanya ku
aku memberani kan diri untuk
bertanya pada arif
"lemari kamu terbuka dan aku liat
buku diary kamu
__ADS_1
aku udah baca semua nya
maaf kalau aku ga sopan" kata arif
seketika aku jadi lemas waktu
mendengar jawaban arif
tapi aku berusaha untuk tenang
"udah tau ga sopan kenapa kamu
baca juga" kata ku
"aku penasaran jadi aku membaca nya
tapi untuk nya aku baca jadi aku tau
tentang kamu dan joko" kata arif
"aku bisa jelasin tentang joko" kata ku
"kamu ga perlu jelasin apa - apa
karna diary kamu udah jelasin
semua nya ,, kalau joko lebih dari
aku dan bisa buat kamu bahagia
aku akan lepasin kamu buat bisa
bersama joko" kata arif
Aku ga bisa bicara apa - apa lagi
karna percuma aku bicara toh arif
sekarang lagi emosi
pasti nya yang aku omongin ga akan
di dengar oleh arif
aku berniat untuk menjelas kan nya
pelan - pelan tapi arif bertindak
di luar dugaan ku
arif ngomong semua nya pada
orang tua ku
lebih tepat nya arif mutusin aku
langsung ke orang tua ku
waktu itu aku sangat marah dan
sakit hati dengan perbuatan arif
yang mengambil ke putusan
sendiri
aku ga nyangka arif bertindak
seperti itu
setelah arif selesai ngobrol dengan
Orang tua ku arif
arif langsung pulang arif pamit pada
orang tua ku tapi dia ga pamit pada ku
arif membenci aku tapi cara arif
bikin aku lebih membenci dia
😃😃😃😃😃
__ADS_1
Bersambung