
"lin aku tau aku salah
maafin aku ya" kata edo
"ini uang kamu" kata ku
aku memberi kan uang pada edo
untuk menganti uang yang tadi
edo malah membuang uang itu
" aku ga ada niat buat ngerjain kamu
maaf kalau cara ku salah" kata edo
"kenapa ga bilang dari semalem
kalau itu kamu" kata ku
"aku takut kamu marah" kata edo
"sama ajj" kata ku
"maafin aku ya" kata edo
aku daim malam memandang
sinis ada edo
" kalau kamu ga suka aku save
nomor kamu , sekarang aku
hapus dan kamu blokir ajj
nomor aku biar aku ga bisa
hubungin kamu lagi " kata edo
"tapi maafin aku
kamu jangan marah sama aku"
kata edo
aku melihat ke sungguhan
dari mata edo jadi aku
mutusin untuk memaaf kan
edo ga seharus nya aku
semarah itu sama edo cuma
gara - gara hal sepele
"udah lah ga perlu di bahas lagi
ke sana yuk" kata ku
"kamu udah maafin aku" tanya edo
aku menjawab dengan mengantuk
kan kepala dan senyum
"nomor kamu ga usah aku hapus
__ADS_1
kan" tanya edo
"terserah kamu , kalau emang
ga mau save hapus ajj" kata ku
"aku save ga apa - apa kan" kata edo
"save ajj" kata ku
"trimakasih lin" kata edo
aku kembali tersenyum pada edo
dan tampa aku sadar aku
menarik tangan edo untuk
mengajak edo main air
karna dari semalam aku
kepengen banget main air
aku dan edo main air berdua
karna yang lain masih pada
tidur
"jangan jauh - jauh lin" kata edo
"ga " kata ku
hari ini aku sama sekali melupa
kan iwan pacar ku
berkali - kali nelfon aku
karna hp aku di tinggal di tas
Tampa aku dan edo sadari teman -
teman ku datang menghampiri aku
dan edo yang sedang main air
"tau nya di sini " kata si ayah
"berdua ajj" kata erna
aku dan edo bukan nya jawab
kita malah tersenyum
"jangan bilang kalian udah jadian"
kata li
"ga lah" kata ku
"jangan bohong" kata tia
"kita ga bohong" kata edo
"kalian jadian juga ga apa - apa
serasi kok" kata tia
__ADS_1
"mau nya gitu " kata edo
"ngomongin apaan sih
udah sini main air" kata ku
karna aku ga mau ngebahas
masalah ini lagi aku masih
terikat dengan satu hubungan
yang ga mungkin aku hianati
meski akhir - akhir ini iwan sangat
sibuk dan jarang pulang
bahkan untuk sekedar menelpon
pun jarang
sebenar nya aku mulai jenuh
dengan hubungan seperti ini
bukan karna sekarang ada edo
tapi sebelum aku mengenal edo
aku sudah merasa hubungan ku
dan iwan sudah ga jelas
awal - awal kami pacaran tiap minggu
iwan pulang
ke sini - ke sini jadi banyak berubah
ga ada kenyamanan lagi
"bengong mikirin apa" tanya edo
"ga mikirin apa - apa kok" jawab ku
"emmmm ga mungkin" kata edo
aku senyum karna edo benar
kalau sekarang ada yang aku
pikir kan
" ga apa - apa kalau belum mau
cerita tapi kalau nanti kamu
butuh teman untuk berbagi
kamu cari aku ajj" kata edo
"ya a" kata ku
"sabar ya" kata edo
edo membuat aku nyaman dan
kembali melupakan iwan
__ADS_1
😃😃😃😃😃
Bersambung