My Beloved Dragon

My Beloved Dragon
chapter 1


__ADS_3

"Kumohon jangan tinggalkan diriku" ucap seorang pira yang sedang menahan tangis


mengapa suara dari pria itu membuat dadaku sesak.


"Dane...jangan memasang wajah seperti itu"ucap dari seorang wanita yang sedang berada dipeluknya.


siapa yang berbicara itu? suaranya terdengar seperti diriku.


Aku yang begitu penasaran membuka mataku secara perlahan-lahan,Betapa terkejutnya diriku saat mengetahui aku yang sedang tertidur tiba-tiba berada di pelukan seorang pria yang tidak ku kenal.


jadi yang berada di pelukannya itu aku? tapi bagaimana bisa? tidak ini pasti mimpi iya kan?


tapi jika aku berada di pelukannya bukankah suaraku pasti terdengar oleh-nya? tetapi pria itu tidak mendengar ocehan ku sama sekali.


"Beatrice... Beatrice...tolong bertahanlah" ucap pria itu dengan nada yang semakin sedih


aku yang berada di pelukan pria itu samar-samar melihat matanya yang indah yang bergelimang air mata yang sudah ditahannya sedari tadi.


Mengapa pria itu memanggil namaku seperti itu,dan kenapa pria itu bersedih?


"Kau pasti selamat,kau tidak mungkin pergi seperti ini kan?"


seketika air mata yang pria itu tahan sedari tadi jatuh dan membasahi pipiku,dengan lembut tanganku mengusap air matanya yang jatuh di pipi pria itu.


aneh padahal aku tidak menggerakkan tanganku,apa mungkin ini naluri saja?


jika naluri maka aku pasti akan menampar nya bukan malah mengusap air matanya itu!


apa mungkin jiwaku masuk ke tubuh wanita ini? jika benar apakah aku sudah mati?aku kan tidur di kamarku setelah ayah memarahiku jadi tidak mungkin aku mati. ini pasti mimpi kan?


"ini semua salahku aku tidak bisa melindungi mu "ucap pria itu.


melindungi ku dari apa? sebenarnya apa yang terjadi?


Tapi Kenapa mataku terasa berat sekali? bukanya aku baru saja membuka mataku ya? apa di mimpi juga aku bisa tidur lagi?

__ADS_1


"Beatrice...kumohon bertahanlah sedikit lagi"


Ah aku mengantuk sekali. apa yang harus aku lakukan? semakin ditahan rasa kantuknya semakin kuat rasa kantuknya.


"Beatrice... tidak Beatrice.... kumohon jangan pergi...beatrice...beatrice....beat...riche "


Kenapa tiba-tiba hening? Suara pria itu pun tidak terdengar lagi. padahal tadi aku sedikit mendengarnya berteriak memanggil namaku.


hiraukan saja itukan cuman mimpi.


"Nona Beatrice ayo bangun,nanti anda bisa terlambat" ucap seorang pelayan sambil mengguncangkan tubuhku dengan perlahan.


"Hoammm... Eh sudah jam segini? Tidak aku akan terlambat" kataku sembari melihat jam dinding yang ada di depanku.


"nona tidak akan terlambat,jika nona bersiap sekarang"ucap seorang pelayan yang bertugas untuk menyiapkan keperluan ku.


"Baiklah"ucapku singkat.


padahal jika terlambat pun aku tak peduli,sampai saat ini aku sekolah hanya ketika ujian akan dilaksanakan.Bukan karena aku tidak ingin akan tetapi aku memiliki tugas yang penting sebagai putri pertama dari keluarga Flameria.


sebagai salah satu keluarga yang terkenal akan bisnis teh yang terkenal,Keluarga Flameria juga merupakan salah satu dari 4 keluarga yang melakukan perjanjian dengan raja Spirit,tetapi leluhur kami merahasiakannya demi melindungi para spirit dan makhluk mistis lain. 4 keluarga itu dikenal sebagai Atlantia,


Mengapa bisa kami di sebut seperti itu karena kami memiliki sejarah yang panjang dan sejarah kami itu dimulai ketika serpihan dewi melakukan pernikahan dengan Naga agung.


4 keluarga itu terdiri dari, keluarga Shelphia keluarga yang melakukan kontrak dengan spirit angin,keluarga Cloreta keluarga yang melakukan kontrak dengan spirit bumi,keluarga Eltrisa keluarga yang melakukan kontrak dengan spirit air,dan terakhir keluarga Flameria keluarga yang melakukan kontrak dengan spirit api.


"Riche selamat pagi"sapaan lembut dari seseorang gadis yang berada di sampingku ini membuat ku berhenti dan menoleh secara spontan


"Ah selamat pagi juga Liah"balasku sembari menghentikan langkahku yang terburu-buru saat aku berpura-pura untuk panik karena terlambat.


"Sudah lama kita tidak bertemu ya riche?" Ucapnya, Yang ku tahu tidak mudah bagi Liah untuk berada di kota ini,apalagi ia yang seorang aktris baru yang sedang naik daun karena debutnya 2 bulan lalu.


"Ya itu karna kamu sedang sibuk bukan?"timbal ku.


Aduh apa ucapan ku ini keterlaluan,padahal aku juga senang bertemu dengan sahabat lamaku.

__ADS_1


"Iya baiklah aku yang salah,maafkan aku ya"ucapnya sembari menjewer telinganya sendiri


"Aduh kamu ini membuat ku merasa ucapan ku itu kejam,ah gawat aku terlambat" ucapku


jam yang sudah menunjukkan pukul 08.00 itu menandakan bahwa aku akan terlambat jika tidak masuk ke mobil sekarang juga.dan jika aku terlambat maka 2 orang itu akan langsung memarahiku habis-habisan. jika sudah seperti ini aku ingin sekali bolos dari sekolah dan pergi bermain ke timezone saja di mall.


yah tapi apa boleh buat 2 orang itu sudah mengatakan bahwa hari ini aku harus pergi sekolah jadi mau tak mau aku harus mengikutinya.


"tidak kau tidak akan terlambat riche, aku sudah bilang kepada mereka bahwa aku akan meminjam mu hari ini,jadi kau tidak usah berangkat ke sekolah"ucapnya sembari tersenyum manis.


"ah syukurlah,baik lah kalau begitu kita akan ke mall bukan?" tanyaku


"mall? tidak kita akan ke kuil suci Agerte riche"ucap Liah yang dengan cepat senyumannya menghilang.


Aku pernah mendengar tentang kuil suci Agerte dari nenek ku.Beliau mengatakan bahwa kuil suci Agerte memiliki sejarah panjang dan menjadi saksi bahwa pertempuran yang terjadi di kala itu.Untuk masuk ke kuil suci itu diperlukan izin dari saintes Elmira sang penjaga kuil suci Agerte.


"Ayo kita berangkat sekarang"ucap Liah yang menarik lenganku dengan tergesa-gesa masuk ke dalam mobilnya.


"kenapa kau mengajakku pergi ke kuil itu?"tanya ku penasaran.


"kamu akan tahu setelah sampai di sana riche" balas Liah


rasa penasaranku semakin memuncak ketika aku sudah sampai di kuil suci Agerte.memang benar apa yang dikatakan nenek mengenai kuil ini,akan tetapi aku merasa tidak asing dengan kuil ini. Entah mengapa tiba-tiba dadaku terasa sesak,dan air mataku jatuh begitu saja.


perasaan apa ini? batinku bertanya-tanya mengapa aku merasa seperti ada yang hilang dari diriku.


"riche kamu tak apa? kenapa kau menangis?" tanya Liah yang sangat khawatir.


"aku tak apa,mari kita masuk" ucap ku. aku dan Liah pun memasuki kuil suci,dan alangkah terkejutnya diriku melihat saintess Elmira yang berdiri di pintu masuk kuil.


"aku sudah menunggu kedatangan kalian"ucap saintess dengan ramah.


saintes adalah seorang manusia terpilih yang dapat mendengar suara dewa dan dewi agung. saintess akan menyampaikan wahyu yang ia dengar dari dewa dan dewi lalu menyampaikannya kepada the Atlantia Heart. setiap kuil di dunia ini pasti memiliki saintess dengan kemampuan yang berbeda-beda. saintess yabg berada di kuil suci Aldamire memiliki kemampuan membaca pikiran,saintess di kuil suci Estria memiliki kemampuan berkomunikasi dengan makhluk mistis, begitupun saintess Elmira yang memiliki kemampuan penyembuhan.


bahkan kekuatan saintess elmira dapat menghidupkan orang yang sudah mati.akan tetapi kekuatan itu memiliki bayaran yang setimpal.

__ADS_1


"ada yang ingin aku sampaikan pada kalian"ucap saintess elmira sambil berjalan menuju ruang rahasia yang sudah di persiapkan.


__ADS_2