My Beloved Dragon

My Beloved Dragon
chapter 12


__ADS_3

tiga minggu berlalu sejak aku menjalankan misi ini.


"ayah aku butuh bantuan,aku tak bisa menangani ini sendiri"ucapku


"baiklah aku akan kirimkan Yuri untuk membantu mu"ucap aya


dua hari yang lalu aku meminta bantuan pada aya untuk menjalankan misi ini.Aku merasa aku tak sanggup menjalankan misi ini.


jika aku menjalankan misi ini dengan sempurna maka ayah akan semakin menyayangi ku kan?


tetapi aku merasa aneh,meskipun kegelapan berada dalam jiwaku tapi hati kecilku merasa bahwa aku tidak percaya apa yang ayah katakan.


"Marie ada apa?" ucap linden


"huh? ah tidak ada kok"jawab ku


aku lupa kalau linden sedang bersamaku saat ini.Semakin hari perasaan ini semakin tidak bisa ku tahan. mungkin takdir tidak memihak kepadaku,tapi aku harap linden setidaknya bahagia


"Oh ya Marie,besok adalah upacara pengangkatan ku sebagai kardinal,kuharap kau datang Marie"pinta linden.


"kurasa aku tidak bisa linden maaf"ucapku sambil berlari pergi meninggalkan linden.


ini yang terbaik perasaan yang sudah tak bisa ku bendung ini harus ku tahan.begini lebih baik kan Marie?


"nona"ucap seseorang yang berada di atas pohon besar.


"Yuri,besok malam kita harus menyelesaikan misi ini,"ucap ku


meskipun hatiku sakit tetapi aku tak punya pilihan lain.


"baik nona"ucap Yuri.


seketika yuri menghilang dari pandangan ku.


Aku berjalan menuju kamarku untuk terakhir kali.


"marie tunggu"ucap linden yang berlari ke arahku.


aku bergegas masuk ke kamarku untuk menghindarinya,namun linden berhasil menahan pintu kamarku.


"Marie tunggu,aku ingin berbicara padamu sebentar saja"ucap Linden dengan nada sedih.


"aku harus bersiap pulang linden"ucapku.


"aku tahu kau berbohong Merliona"ucap Linden


aku yang terkejut mendengar Linden mengucap namaku.mulai menepis tangan Linden tetapi Linden tetap bersikeras menahannya.


"jangan seperti itu kau bisa terluka Merliona.ucap Linden lirih.


"lepaskan aku baj*ng*n gila"teriak ku sambil berusaha melepaskan genggamannya.


bagaimana dia bisa tahu?


"aku tahu itu kau Merliona,betapa aku sangat merindukan mu,kau tahu?"teriak linden


seketika aku terdiam karena ucapannya.

__ADS_1


"kenapa- sejak kapan kau tahu aku bukan Marieta?"tanyaku.


"sejak dulu,saat kita masih mejadi kandidat pendeta muda"jawab Linden.


aku terkejut ketika mendengar ucapannya itu.


"walaupun pertemuan kita singkat tapi aku bisa tahu,aku tahu Marie memiliki 2 jiwa yang berbeda,maka dari itu aku-"ucapan Linden yang berhenti dan air mata yang keluar dari matanya membuat ingatanku kembali.


"aku- tidak mungkin seharusnya tidak-"belum sempat aku selesai berbicara Linden memelukku erat.


"Merliona apa kau tahu sejak saat itu aku selalu mengikuti Marie dengan harapan kau akan hadir kembali,aku mencari cara agar jiwa mu berada di tubuh lain dan aku-"suara linden yang berat menyatu dengan tangisnya.


tidak jangan goyah karna hal ini Merliona.


"linden aku-" ucapanku seketika berhenti.


pelukan Linden semakin erat,dan air mata yang hangat membasahi bahuku.


"aku- aku sangat mencintaimu Merliona dari dulu perasaanku padamu tetap sama"ucap linden pelan.


pelukan Linden semakin erat,ia enggan untuk melepaskan ku.Aku yang tak bisa menahan perasaan ini lagi pada akhirnya aku membalas pelukannya itu.


"maaf Linden tapi aku-"belum sempat aku melanjutkan perkataan ku, Linden mendaratkan ciumannya di bibirku.


ciuman yang lembut dan hangat membuat pikiranku kosong,tanpa sadar aku membalas ciumannya.


"aku tahu semuanya Merliona,hanya kamu yang aku inginkan,jika aku harus menyerahkan semuanya maka akan aku serahkan"ucap linden lembut.


"Linden, sejujurnya sejak pertemuan kita di kuil ini perasaan aneh selalu muncul tapi maafkan aku,aku datang kesini karena hal penting yang harus aku selesaikan"ucapku.


jika saja perasaan ini tidak muncul maka aku tidak akan goyah seperti ini.Ayah maaf tapi aku sungguh merasakan cinta yang tulus dari orang ini.


"tidak kau tidak tahu"ucapku.


ayah maafkan aku.


"linden apakah kau ingin pergi bersamaku?"tanya ku.


wajah Linden sangat terkejut saat mendengar ucapanku.


"tentu saja"ucap linden.


"besok malam sebelum upacara pengangkatan mu,pergilah ke danau biasa ya,aku akan menculik mu"godaku dengan senyuman usil.


wajah Linden memerah padam setelah aku menggodanya.sungguh sangat imut.


"Merliona terimakasih"ucap linden


"huh? untuk apa? tanyaku


Linden tidak menjawab ia hanya tersenyum dan pergi meninggalkan kamarku.


hari itu aku bertekad untuk melakukan apa yang aku inginkan namun-


"nona malam ini anda harus membawa nya"ucap Yuri


"baik,lebih baik kau sembunyi lagi yuri!"ucapku

__ADS_1


maaf yuri tapi aku tidak akan menyerahkan dia untuk ayah.Linden hanya akan bersama dengan diriku.


Nanti malam aku akan pergi membawa Linden ke kuil Anthos.Kuil yang Marieta katakan.


"Marie"teriak Linden dari kejauhan.


Linden bergegas lari untuk menghampiriku.


"Linden ada apa?"tanyaku


"tu- tunggu sebentar ya"ucap linden yang terengah-engah.


"baiklah"ucapku.


melihat linden yang seperti ini sangat lucu sekali.Berbeda sekali saat ia bekerja sebagai pendeta.


"ahh- oh ya apa Marie sudah membetahumu?tanya Linden.


"tentang apa?"tanyaku balik


"kuil Anthos"jawabnya


kuil yang Marie bilang,tempat yang harus aku kunjungi.


"ah sudah, Marie sudah memberitahuku"ucapku


"baiklah nanti sore kita berangkat"ucapnya dengan semangat.


aku tak mengerti apapun tetapi wajah ceria dan semangat linden mengenai hal itu membuatku mengangguk kan kepalaku.walaupun aku tidak tahu apa yang mereka rencanakan ini akan baik untukku atau tidak tapi hatiku berkata bahwa aku haru percaya pada mereka.


"pendeta Linden"teriak seorang gadis kecil yang melambaikan tangannya.


"sein"teriak linden.


Linden menarik tanganku dan berlari kearah gadis kecil itu.


"pendeta Linden selamat ya, sebentar lagi anda akan menjadi kardinal"ucap gadis kecil itu


"terimakasih ya"ucap linden sembari mengelus lembut kepalanya.


"pendeta siapa dia?"ucapnya menunjukkan jarinya padaku.


"oh ini yah kau tahukan iyu sein"ucap linden yang tidak karuan.


"ah"gadis kecil itu tersenyum kembali ketika melihat tingkah linden tadi.


gadis kecil itu menggenggam tangan ku sembari tersenyum lebar.


"nona pendeta sangat cantik,semoga anda berdua bahagia ya"ucapnya dengan senyum lebar.


tunggu sebentar ah aku- aku menunduk malu untuk menyembunyikan wajahku yang merah seperti tomat ini.


"te- terima- terimakasih"ucapku terbata-bata karna malu.


mendengar ucapanku gadis kecil itu tersenyum dan berlari ke gedung kuil utama.Kini linden menatap kearah ku dan tersenyum lembut.


aku langsung menundukkan kepalaku.

__ADS_1


"bagaimana ini Merliona aku semakin cinta padamu"ucapnya dengan senyum godaannya.


__ADS_2