My Beloved Dragon

My Beloved Dragon
chapter 3


__ADS_3

"saintes apa benar saya adalah titisan sang dewi?" tanyaku.


saintes yang mendengar pertanyaan ku sedikit terkejut kemudian tersenyum kecil.


"tentu saja,sang dewi memilihmu tetapi..." ucapan sang dewi yang tidak ia lanjut menandakan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan nya.


"tetapi..apa saintes?"tanyaku


"tidak lupakan saja, sepertinya kau harus bersiap karena beliau akan bangun dari tidurnya!"ucap saintes


semakin ia menutupinya semakin aku merasa penasaran. Apa yang saintes ingin sampaikan padaku? sepertinya aku harus bertanya tentang mimpi itu.


"saintes apa aku boleh bertanya sesuatu?" pintaku.


"tentu saja lady"jawabnya


ketika saintes mengiyakan aku pun menceritakan tentang mimpiku,dan perasaan saat aku berada di depan kuil suci tadi.


"sudah kuduga"gumamnya


"maaf,anda mengatakan sesuatu?"tanyaku heran


"ah..tidak,maaf aku sepertinya berbicara sendiri" ucapnya sembari tertawa kecil


Saintes Elmira POV


saat pertama aku melihat gadis ini aku merasa yakin bahwa waktu yg dia alami berbeda dengan manusia lainnya,seakan waktu itu telah berputar kearah yang berbeda.


ah dia menangis,Kalau tidak salah namanya itu Beatrice Flameria anak ketiga keluarga Flameria dan putri pertama Flameria.


dewi yang anda katakan memang benar kau telah memilihnya sejak lama.


bahkan saat ia memasuki ruang rapat seharusnya sihir waktu yang mengelilinginya itu memudar,tapi mengapa sihir itu semakin kuat saja.


jika rapat ini berakhir aku akan memeriksanya siapakah yang menggunakan sihir waktu itu


"Lady Flameria bisakah aku berbicara sebentar dengan anda?" ucapku


aku harus mengajaknya ke ruang hampa dimana waktu tidak akan berputar,dan sihir pun tidak akan bisa digunakan.


setelah ku perhatikan sihir itu tidak memudar juga apa mungkin itu bukan sihir waktu,tidak aku yakin sihir itu sihir waktu tetapi kenapa aku merasakan ada mana lain selain miliknya.


"tetapi..apa saintess?"tanyanya.


ah hampir saja aku mengatakan bahwa waktu yang dia alami itu telah berhenti dan mengulang.


"tidak lupakan saja, sepertinya kau harus bersiap karena beliau akan bangun dari tidurnya!"ucapku


ya naga agung pemilik serpihan sang dewi akan bangun sebentar lagi.bukan hanya dia yang akan bangun,hal yang dia segel pun akan bangkit.

__ADS_1


sepertinya aku harus memperingatinya.


End POV


beberapa saat diam rasanya canggung juga.


"Lady sebaiknya anda mempersiapkan diri anda!" ucap saintes


"baik saintes"balas ku.


karena kami hanya saling berdiam diri saja dengan rasa canggung saintes pun memutuskan untuk mengajakku kembali.


"terimakasih atas waktunya lady, hati-hati dijalan"ucapnya.


sebenarnya aku tidak mengerti kenapa saintes bersikap seolah dia menyembunyikan sesuatu,bahakan sampai akhir pembicaraan pun ia tidak mengatakannya.


"richie, apa yang sedang kau pikirkan? Ucap kak Edward


"tidak apa-apa ko kak"balasku


"bohong, ternyata dari dulu kamu tidak berubah ya bocah,kau sama sekali tidak bisa berbohong" goda kak Erwin


ah aku lupa aku dari dulu aku tidak bisa menyembunyikan kebohonganku dihadapan kakak-kakak.Terutama kak Erwin dia pasti akan mengetahui jika aku berbohong.


"sebenarnya saya merasa aneh ketika pertemuan tadi kak"ucapku


meskipun itu tidak benar namun itu tidak sepenuhnya salah,yang aku khawatirkan hanyalah peringatan dari saintes Elmira tadi.


"kau tak usah memikirkan hal tadi Richie,aku malah senang jika adikku menjadi titisan dari sang dewi"ucap ka Edward.


hanya anggukan saja yang aku berikan untuk mengisyaratkan bahwa aku mempercayainya. Tapi masalah yang sedang aku pikirkan saat ini adalah mimpi yang aku alami kemarin,saintes berkata bahwa mimpi itu adalah tanda bahwa aku memang dipilih oleh sang dewi. Tapi aku yakin pasti sebelumnya pun ada titisan dewi yang lain tidak mungkin hanya aku saja.


...****************...


"ibu jadi yang ibu lihat itu benar?"ucap ku


melihat reaksi ibu yang diam saja aku benar-benar yakin bahwa putriku Beatrice sang pemilik kekuatan takdir.


"El, maafkan ibumu ini nak,sekuat apapun aku menggunakan sihir waktu untuk mencegah hal itu...itu tidak ada gunanya"ucap ibuku dengan nada sedih


Beatrice padahal sampai saat ini ia tidak bisa melihat takdir karena di lindungi sihir waktu yang dipasang oleh ibu.Tapi kenapa ia yang terpilih oleh sang dewi?


"tidak ibu sudah melindungi putriku Beatrice, terimakasih bu"ucapku


Dibandingkan dengan kedua kakak-kakak nya Beatrice lah yang pertamakali melakukan kontrak dengan raja Spirit api.


Saat itu usia Beatrice masih berumur 2 tahun,dan dia tanpa sadar melakukan kontrak dengan raja spirit yang bisa dilakukan oleh pemimpin keluarga.


Mana yang dimiliki oleh Beatrice juga berbeda dengan manusia seumuran nya, sejujurnya aku tidak khawatir akan mana itu,yang membuatku khawatir itu hal yg telah saintes Elmira lihat setelah Beatrice pergi ke Elvito.

__ADS_1


Beatrice, sebenarnya ayahmu ini takut untuk ke kehilanganmu nak. Elmira aku akan mempercayaimu untuk menyampaikan apa yang tidak bisa aku sampaikan kepada anak-anakku.


...****************...


"Riche sebaiknya kamu segera beristirahat,besok kau harus pergi ke sekolah"ucap ka Edward khawatir.


"baiklah kak" jawabku.


aku baru teringat tentang buku tua yang berada di rumah nenek itu. Buku itu pasti masih berada di rumah nenek kan?


saat aku berlibur kemarin nenek pernah berbicara tentang titisan sang dewi,tapi apa yah aku tidak ingat nenek bicara apa. Aduh bisa jadi aku mendapatkan petunjuk mengenai hal itu.


jika aku terpilih karena mimpi itu,lalu siapa pria dengan mata indah itu d mimpiku?


aku penasaran siapa titisan dewi sebelumnya?


baiklah sepulang sekolah aku akan pergi ke rumah nenek.


"nah sekarang waktunya untuk menenangkan diri dengan tidur"ucapku


lupakan saja semuanya dan selamat tidur.


"ini bunga yang kau inginkan"ucap pria itu sembari menyodorkan seikat bunga mawar dengan warna emas yang indah


"Terimakasih Dane"


Bunga mawar ini berbeda dengan bunga yang berada di sini,dan pemandangan yang indah ini juga bukan di Atlantia.


"Jika kau perlu apapun bilang saja,jangan kau membuat keributan seperti tadi mengerti?"ucap pria itu dengan nada dingin.


sama seperti mimpi sebelumnya tidak bisa melihat wajahnya,hanya sekilas aku melihat matanya yang indah namun terlihat berbeda dari orang-orang Atlantia.


"maaf, aku tidak ingin mengganggumu saja"


wajah pira yang tadinya dingin itu seketika tersenyum kecil ketika ia melihat kearah ku.


sepertinya ia bukan orang jahat.


"ayo kita kembali Richie"ucapnya


"ayo Dane"


kenapa tiba-tiba gelap sekali di sini.


" sang terpilih"


siapa itu? siapa yang berbicara itu?


"Sang terpilih, penyelamat dunia ini sebentar lagi pilihan sulit akan menghampirimu,saat itu tiba kau harus sudah siap..."

__ADS_1


siapa? aku tidak mengerti? ini dimana? siapa sang terpilih itu?


__ADS_2