My Beloved Dragon

My Beloved Dragon
chapter 2


__ADS_3

ruangan yang telah di persiapkan saintess cukup jauh dari keramaian kuil. ruangan yang sangat rahasia dan tidak di ketahui oleh orang biasa di kuil ini.


"silahkan masuk" ucap sang saintess


"terimakasih"jawab kali serentak


diluar dugaan ruangan yang berada di ujung lorong gelap dan sempit,bisa sangat luas dan indah.lantai yang terbuat dari marmer yang di poles sehingga mengkilap dan lampu gantung yang mewah membuat suasana di ruangan ini terasa di aula pesta. Akan tetapi kursi yang berderet di sekitar meja panjang berwarna coklat itu menandakan bahwa ruangan ini adalah ruangan rapat yang digunakan untuk menerjemahkan wahyu dewa.


aku yang berjalan perlahan memasuki ruangan itu bersama Liah,seketika aku melihat dua lelaki yang tak asing bagiku.


"ah lagi-lagi kau terlambat bocah"ucap seorang lelaki yang menggunakan seragam dengan dasi yang dilonggarkan dan jas yang tidak di kancing itu.Lelaki itu tinggi sekitar 187cm berumur 19 tahun berbadan tegap berisi ,dan rambut yang acak-acakan.sepertinya ia sengaja mengacak-acak rambutnya sendiri.


"hah... kenapa kalian bisa berada disini"ucap ku terheran-heran.


"kami disini karena perintah ayah, Richie" ucap salah seorang lelaki yang bertubuh tegap berisi sekitar 189cm dengan penampilan rapih menggunakan seragam yang sama sepeti lelaki sebelumnya dan memiliki wajah yang tampan serta karisma yang luar biasa,serta umurnya yang kelihatannya 2 tahun lebih tua dari lelaki satunya.


Dan yang lebih parahnya,para lelaki itu adalah kakak-kakak ku,kakak pertama yang selalu berpakaian rapih itu bernama Edward Flameria dan yang berpenampilan seperti anak nakal itu adalah Kakak kedua ku Erwin Flameria. mereka berdua adalah bencana berjalan yang akan merusak kehidupan normal milikku.


jika aku bukan adik mereka pasti aku akan terkesima dengan ketampanan mereka,namun entah kesialan atau keberuntungan yang menyertai hidupku ini yang menjadi adik Perempuan dari kakak-kakak seperti mereka.


"maaf karena aku tidak memberi tahumu Rice" bisik Liah.


"tidak apa-apa ko Liah" bisik ku.


jika sedari awal Liah memberitahu ku mungkin aku akan lebih memilih pergi ke Mall di bandingkan pergi ke sini.


Kami pun duduk di bangku yang telah di persiapkan.tempat duduknya disesuaikan dengan nama keluarga The Atlantia Heart.


dan kesialan itu masih berlanjut, kakak-kakak yang ingin aku hindari malah duduk di samping diriku. Liah yang melihat kearah ku dengan wajah menyesal membawaku ke sini,dengan cepat aku menenangkan nya dengan tersenyum kecil kearahnya.


awal pertemuan ini hanya membicarakan tentang anak yang akan menjadi saintes di kuil suci amethyst.kuil suci amethyst merupakan kuil suci yang dekat dengan dengan tempat tinggal hewan suci. sebelumnya di kuil suci amethyst tidak pernah ada seorang saintes dan manusia lainnya kuil suci itu digunakan oleh para makhluk mistis untuk bermain-main saja.


namun para makhluk mistis saat itu selalu diburu oleh para manusia yang menginginkan kekuatan.setelah adanya wahyu pertama dari dewa mengenai manusia yang dipilih oleh makhluk mistis kuil suci tersebut kini menjadi pintu penghalang ke dunia makhluk mistis.hanya manusia terpilih dan para jiwa murni yang dapat pergi kesana dan bermain dengan makhluk mistis sebelum mereka pergi ke surga.

__ADS_1


" wahyu dewa yang turun bulan lalu mengatakan bahwa manusia terpilih akan menempati posisi saintess di kuil Amethyst" ucap kardinal.


"saintes baru,bukannya tempat itu di jaga oleh saintes Evelyn?" tanya pemimpin keluarga Shelphia.


saintes Evelyn penjaga dari kuil Amethyst,tidak banyak yang aku ketahui tentang saintes Evelyn,yang aku ketahui itu hanya saintes Evelyn disebut sebagai pelayan kematian.


"dan selanjutnya wahyu dewi yang saat ini sudah saya dengar menunjuk kepada kalian The Atlantia Heart,salah satu diantara kalian akan ada titisan sang dewi,dan naga agung akan terbangun dari tidur panjangnya"ucap saintes yang tersenyum kecil kearah ku.


"salah satu diantara 4 keluarga ini yang memiliki seorang putri hanyalah keluarga Flameria saja" kata seorang lelaki paruh baya yang berasal dari keluarga Eltrisa.


semua orang yang mendengarnya menatap heran kearah ku. Bagaimana bisa seorang putri dari the Atlantia Heart menjadi seorang titisan dewi.keluarga lain memang tidak memiliki seorang putri.sehingga penerus mereka pun telah di tetapkan. Hanya Flameria saja yang belum menetapkan penerus nya.


"tidak mungkin Beatrice adalah titisan sang dewi" kata kak Edward.


"dewi sudah memilih lady Flameria sebagai titisannya tuan muda Flameria"jawab sang saintes.


Edward POV


sungguh membosankan,kenapa ayah memberikan perintah pada kami untuk datang ke sini.


ah aku harap pertemuan ini cepat selesai.


pada dasarnya keluarga Flameria telah mengetahui apa yang akan dewa sampaikan jika akan ada pergantian saintes.maka sebab itulah keluarga Flameria di sebut sebagai pengintip takdir oleh para saintes.


"dan selanjutnya wahyu dewi yang saat ini sudah saya dengar menunjuk kepada kalian The Atlantia Heart,salah satu diantara kalian akan ada titisan sang dewi,dan naga agung akan terbangun dari tidur panjangnya"ucap saintes Elmira


tunggu apa? titisan dewi.


jika salah satu putri di antara 4 keluarga itu berarti Beatrice sang titisan dewi.


meskipun Flameria di sebut pengintip takdir,kami hanya bisa mengintip takdir yang di berikan oleh dewa agung,dan bukan takdir yang diatur oleh sang dewi.


tidak mungkin Beatrice titisan sang dewi.

__ADS_1


End POV


"dan satu lagi aku akan memperkenalkan kepada kalian kardinal baru di kuil suci Argete. Lady Merliah Rythem akan menjadi kardinal baru menggantikan kakaknya kardinal Derick" ucap saintes


kardinal Derick itu kakaknya Liah.


"Liah...dia terlihat lesu"gumamku


Liah seorang aktris yang berbakat dan sedang di puncak kejayaan akan menjadi seorang kardinal yang mengabdi di kuil ini.


"apa kau mengkhawatirkan gadis itu riche?" bisik kak Edward


"iya"bisik ku


"kau tak perlu khawatir temanmu itu pasti akan senang sebentar lagi"bisik kak Edward sembari tersenyum kecil kepadaku.


pertemuan yang panjang dan tak terduga itu lun berakhir.


"Lady Flameria bisakah aku berbicara sebentar dengan anda?" ucap saintes Elmira.


"tentu saja saintes" balasku.


kami berjalan menuju pintu rahasia yang berada di balik lemari dipinggir lukisan istana itu.Dan pintu yang di buka saintes itu menuju ruangan kedap suara,dengan interior biasa saja seperti ruang tamu di rumah pedesaan.


"silahkan duduk lady"ucapnya lembut


"terimakasih saintes"balas ku


setelah mempersilahkan ku duduk saintes mengambil cangkir teh,dan teh yang telah ia seduh,dan buku tua yang usang.


"lady Flameria, sebenarnya ada yang ingin saya tanyakan"ucapnya


"saya juga saintes"ucap ku

__ADS_1


aku penasaran bagaimana bisa aku dipilih oleh sang dewi.


__ADS_2