My Beloved Dragon

My Beloved Dragon
chapter 4


__ADS_3

" nona...nona...ayo bangun nona,tuan muda sudah menunggu anda"ucap pelayanan


kali ini entah apa yang terjadi sepertinya pelayan yang biasa membangunkan ku bukanlah Lise.


"baiklah aku bangun"ucapku


sebelum pelayan ini datang membangunkan ku aku sudah terbangun lebih dahulu. Mimpi semalam yang aku alami terasa nyata,apa maksudnya ya?


dan terakhir dari mimpiku semalam adalah sang terpilih.Pasti ada hubungannya dengan wahyu dewi yang diumumkan oleh saintes Elmira kemarin.Sang terpilih itu berarti sang titisan dewi,lalu sang penyelamat dunia apa maksudnya ? aku akan cari tahu nanti di rumah nenek.Untuk sekarang mari kita buat dua orang itu menjauh sedikit dariku.


"selamat pagi kak"siapaku


aneh kenapa kakak pertama dan kakak kedua tidak menjawab sapaanku.tidak biasanya mereka seperti ini.


"Richie ada hal yang ingin ayah sampaikan nanti, jadi kami harap kau pulang bersama kami nanti!"ucap ka Edward


"baiklah kak"jawabku


entah apa yang akan ayah katakan nanti,aku merasa sepertinya yang akan ayah sampaikan itu berhubungan dengan titisan sang dewi.


"selamat pagi Richi"ucap Liah dengan senyuman yang ceria di wajahnya


"pagi Liah"balasku datar.


jika melihat eksperimen Liah yang akan segera menjadi kardinal menggantikan kakaknya, sepertinya Liah sudah siap membuang semuanya. Ia bahkan tak terlihat sedih.


"ceria lah sedikit Richi,hilangkan beban yang ada di pikiranmu itu Richi"ucapnya


seandainya aku bisa,mungkin aku akan melakukannya dari kemarin. Tetapi pertanyaan dalam batin ku ini yang membuatku memikirkan hal ini.


"Richi aku tahu kau pasti terkejut,aku juga sama terkejutnya seperti dirimu.tapi ada satu hal yang bisa aku syukuri saat ini"ucapnya


".... Liah aku...aku...apa aku boleh bertanya satu hal,tolong jawab yabg jujur ya Liah"ucapku.


Liah tersenyum sembari mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Liah apa menurutmu aku ini benar seorang titisan dewi?"tanyaku


seketika wajah Liah terlihat sedikit bingung dengan pertanyaan yang telah aku tanyakan.wajar saja aku pun merasa bingung dengan apa yang telah terjadi kemarin.


"Richi tetaplah Richi,aku memang terkejut setalah mengetahui bahwa kamu adalah titisan dewi.Tapi kita tidak bisa tahu takdir kita membawa kita kemana"jawabnya


"takdir ya"gumam ku.


tapi mengapa takdir membuatku bingung seperti ini.


"selamat pagi semuanya, kita akan mulai pembelajaran hari ini"ucap guru


padahal baru jam pelajaran pertama tapi kenapa aku sudah merasa ngantuk.

__ADS_1


"Richie ingat ini baik-baik,keluarga kita disebut sebagai keluarga pengintip takdir, kita hanya bisa melihat takdir 5 menit yang akan datang"


nenek,ini ingatanku waktu nenek bercerita tentang keluarga The Atlantia Heart.


"Richie keluarga kita juga di berkahi oleh kekuatan spesial akan tetapi keluarga kita juga mendapatkan sebuah kutukan"ucap nenek


berkah dan kutukan,aku pernah membacanya dibuku cerita waktu itu tetapi mengapa aku tidak bisa mengingatnya ya?


"ingat ini cucuku,keluarga kita masih.....vermilion"ucapnya


masih apa, vermilion apa maksudnya itu?


eh..eh..eh kenapa tiba-tiba bumi bergetar,masa dalam mimpi ada gempa bumi sih.


"richi...richi ayo bangun"


"hmm.."


aduh aku kan sedang di sekolah,adu gawat pasti aku akan di hukum. dan dua orang menyebalkan itu pasti akan...duh memikirkannya saja sudah membuatku merinding.


"Liah sudah berapa lama aku tidur tadi?"tanyaku.


"oh tadi kamu tidur selama 30 menit saja richi,dan untungnya bu Mielle tidak tahu kalau kamu tertidur tadi Richi"jawabnya.


syukurlah jika bu Mielle tahu.Bu Mielle merupakan salah satu guru yang pernah menjadi guru privat di kediaman Flameria.


"Syukurlah"ucapku


"Richi aku harap kamu akan belajar nanti karena minggu besok kita akan ada ujian Minggu depan Richi"ucap Liah


"apa ujian"ucapku terkejut.


sepertinya aku harus mengundur waktu untuk bertemu nenek.semoga buku itu masih ada di rumah nenek.


"kelas hari ini telah selesai..."


aku tidak sabar untuk bertemu dengan ayah,apa yang ingin ayah katakan ya.


"Beatrice senior Erwin sudah menunggumu tuh"ucap mira


"terimakasih ya mira,kakak maaf membuat kakak menunggu."ucapku


"ayo cepat,ka Ed sudah menunggu tuh"ucapnya


sepanjang koridor tadi kami hanya diam saja,biasanya kak erwin tidak seperti ini. Dia pasti akan bertanya banyak hal padaku. Apa mungkin kak erwin dan kak Edward khawatir padaku.Jika iya itu pasti sangat manis sekali.


"apa yang membuatmu tersenyum bocah"ucap kak Erwin


sial aku lupa kalau kak Erwin itu lebih menyebalkan dibandingkan kak Edward.

__ADS_1


"tidak aku hanya lihat kakak yng makin hari makin tampan"ucapku usil


"kau baru menyadari itu bocah,aku dari dulu memang sudah tampan hahahaha"ucapnya


walaupun menyebalkan tapi aku akui kalau kak Erwin diam seperti tadi itu tidak seru,aku lebih menyukai kak Erwin yang biasanya.


"iya..iya"jawabku malas


rasa canggung tadi pun hilang entah kemana, sepanjang koridor kami bersenda gurau bersama. Aku harap kakak-kakak ku tidak perlu merasa cemas akan apa yang akan ayah katakan nanti.


...****************...


"selamat datang tuan besar"ucap seorang butler.


seharusnya mereka sudah sampai. kenapa lama sekali?


Elmira bahkan dirimu pun idak bisa mengatakannya, atau kau sengaja tidak mengatakannya?


"Diana.."


Diana apa yang harus aku lakukan, putri yang kau cintai sebentar lagi ia akan mengahadapi hal berbahaya. Seandainya kau masih disini mungkin kaulah yang akan menggantikan ku untuk berbicara pada Beatrice.


"apa yang harus aku lakukan Diana?"ucapku.


Beatrice adalah satu-satunya putriku,hanya dari Beatrice lah aku bisa melihat dirimu.


...****************...


"maaf membuat kakak menunggu lama"ucapku sembari tersenyum


"masuklah, kita harus segara pulang"ucap ka Edward.


di wajah kak Edward terlihat jelas rasa khawatirnya terhadap ku.Meskipun ka Edward orang yang acuh tapi aku tahu kalau ka Edward memiliki sisi yang lembut dan hangat.


"kak apa menyenangkan kuliah di sana"tanyaku.


"tidak terlalu"jawabnya singkat padat dan jelas.


"iya tidak terlalu menyenangkan karena kakak tidak bisa melihat bocah ku lagi kan?"tanya ka Erwin usil.


ah... kak Edward tersenyum.Padahal setiap ia merasa senang,sedih dan marah sekali pun ka Edward tetap memasang wajah dinginnya.


tidak ku sangka senyuman kak Edward sangat menawan.


"ada apa Richie,apa ada yang aneh di wajahku?"tanya kak Edward


"ah tidak ada yang aneh kok,hanya saja jika kakak tersenyum sedikit wajah tampan kakak,jadi lebih berkarisma"ucapku.


selama perjalanan pulang kami banyak tertawa padahal hal yang akan kami hadapi nanti pasti akan membuat mereka sedih,setidaknya aku senang bisa melihat mereka tertawa.

__ADS_1


__ADS_2