
Kemarin Marieta menyuruhku untuk mengunjungi kuil Anthos.tugas yang ayah berikan itu cukup mudah bagiku tapi kuil suci Riera itu cukup sulit untuk ku masuki.
apa Marieta bisa membantuku ya? tidak dia pasti tidak ingin melakukannya.
aku harus mencari cara agar bisa masuk.
Kilauan danau yang indah menusuk mata ku.
pantulan wajah ku yang terpantul di air membuatku berfikir apakah ini aku atau Marieta?
itu dia jika kami hanya berbeda dalam jiwa saja maka aku bisa masuk menggunakan identitas marieta dan juga aku bisa menekan kekuatan kegelapan dengan kekuatan suci miliknya kan.
aku harus mencobanya. setelah itu aku..
aaarrrggghhh...rasanya sakit sekali..aku tidak...
tidak aku harus menahannya. Aku harus bisa.
rasa sakit ini akan sebanding kan.sedikit lagi dan.
huft..hosh..hosh... akhirnya beres,baiklah aku tidak bisa berlama-lama.
sejauh ini aman dan aku berhasil masuk kedalam.kupikir kuil ini akan sangat mewah dan megah ternyata tidak ya.
"pendeta Marie"teriak seorang pria sembari berlari menuju kearah ku.
siapa dia?
"sudah lama sekali ya Marie,kupikir kamu tidak akan mengunjungi teman mu ini"ucap seorang lelaki dengan tubuh tinggi berambut hitam,dan wajah yang terbilang lumayan tampan dengan mata hijau muda yang bersinar.
sepertinya ia masih muda,mungkin ia seumuran ku
ia berlari ke arahku dengan terburu-buru seperti itu sangat lucu.
"ah maaf aku aga sibuk akhir-akhir ini" ucapku
sial jika aku berlama-lama disi kekuatan kegelapan ku pasti akan...ah sial membayangkan nya saja sudah membuatku mual saja.
"astaga kenapa calon kardinal sepertimu selalu saja menghilang sih linden"ucap seorang wanita
tunggu dia bilang linden kan,bukan kah ayah bila dia masih seorang pendeta? apa yang aku pikirkan aku harus cepat membawanya kehadapan ayah.
"astaga marieta,kenapa kau bisa ada disini?bukan kah kau harusnya melayani saintes helga ya di kuil Anthos?"ucap wanita itu
itu adalah tujuan dari Marieta.
"ah aku ada urusan di sini,dan juga aku ingin bertemu dengan Linden"ucapku sembari tersenyum layaknya orang bodoh.
tapi kenapa mereka menatapku aneh ya
"ya ampun ternyata kau bisa tersenyum juga?" tanya wanita itu
aku tidak mengerti apa yang ia katakan, ditambah aku lebih tidak mengerti linden kenapa wajahnya sangat merah.
"kamu cantik juga saat tersenyum,aku suka jika kamu tersenyum marie"ucap linden lembut sembari menyelipkan rambut ke telingaku.
__ADS_1
perasaan apa ini,kenapa degup jantungku berdetak tak beraturan seperti ini.apa kekuatan ku mencapai batasnya?
tidak ini berbeda,lalu apa ini?
"terimakasih atas pujiannya"ucapku
"ah sudah cukup masa kamu masih saja belum peka sih Marie,ah sudahlah linden sri paus memanggil mu cepat kau temui dia!"ucap wanita itu
"ah baiklah, Marie apa kau tidak keberatan menungguku disini?"tanyanya kepadaku.
"ah tidak aku,ah aku lupa aku harus ke danau untuk melihat..ikan"ucapku
mendengar perkataan ku linden pun tertawa.
"itu kan tempat favorit mu,jadi pergilah aku akan menyusul" ucapnya.
sembari aku berjala ke arah danau tadi aku benar-benar merasa aneh.padahal ia hanya menyelipkan rambutku tapi kenapa aku-
tunggu sedari tadi detak jantung ku selalu saja berdebar seperti ini,sejak kapan ya?
kuil ini selain kekuatan sucinya yang kuat,kuil ini sangat indah ya?
angin yang berhembus kencang membuat rambut ku sedikit berantakan,dan ketika aku akan merapihkan nya terlintas wajah linden.
dasar kenapa aku memikirkannya lagi sih.
tidak bisa jadi ini karna Marie. Ah sial kenapa aku masih memikirkan dirinya ya?
apa Marie mempunyai perasaan padanya?
ah apa urusannya dengan ku,aku datang kesini untuk melakukan misi dari ayah saja.
jika Marie mempunyai perasaan padanya maka aku tak peduli.
"Marie"teriak seorang lelaki yang menghampiri ku.
"maaf menunggu lama"ucap linden
"tidak"ucap
aku tidak tahu apa yang harus ku ucapkan.keheningan ini terasa sama saat aku tertidur.
"ku pikir kau benci air"ucap linden
selama ini aku tidak pernah merasakan perasaan cinta,yang ada dalam hatiku hanyalah kebencian saja.
"tidak untuk apa aku membenci air"ucapku
"kau seperi orang lain Marie"ucap Linden
tak lu sangka baru beberapa jam saja ada orang yang bisa mengetahui hal ini.Ayo fokus lah jika tidak misi ini akan gagal.
"apa maksudmu aku sama sekali tidak menger...?" belum sempat aku bertanya,kecupan lembut di pipiku ini membuat pikiran ku kosong.
"yah walaupun begitu aku tetap suka Marie apa adanya,tapi aku lebih suka Marie yang sekarang"ucap nya dengan senyuman di wajahnya.
__ADS_1
suka? padaku? tidak dia tidak suka padaku melainkan pada Marie.benar yang ia sukai adalah Marie bukan aku.lagipula siapa aku?
aku hanya meminjam tubuh Marie.
aku hanya meminjam....
semakin aku pikirkan semakin membuat dadaku sakit.
"Marie kau tak apa?" tanyanya
"iya"jawabku
"Marie maaf jika ucapan ku tadi membuat mu sedih"ucapnya sedih
"tidak aku tidak apa-apa,aku hanya sedang banyak pikiran saja"ucapku
"kalau begtu bagaimana kalau kau tinggal sejenak saja di kuil ini?"tanyanya
Benar juga jika aku tinggal sedikit lebih lama di sini aku bisa menculik linden dengan sempurna. Tapi kenapa hatiku merasa tidak rela ya?
ah sudah lah apapun yang terjadi ini hanya perasaan sesaat saja.Orang yang bisa mencintaiku hanya ayah saja.
"baik, terimakasih Linden"ucapku
Linden tidak mengucapkan apa-apa dia hanya tersenyum ketika aku mengiyakan tawaran nya.
dengan begini aku akan menyusun rencana yang sempurna.
"ini kamar mu"ucap linden
kamar sederhana namun hangat kamar ini terletak agak jauh dari kuil utama jadi aku bisa mengeluarkan sedikit kekuatan kegelapan.
"apa kau lupa ini kamarmu ketika menjadi pendeta junior dulu"ucap linden
"ah iya aku..."belum sempat aku berbicara seorang wanita yang sebaya denganku memanggil nama Linden.
"Linden"ucap wanita itu.
"hai lum"sapa linden dengan senyuman tipisnya.
"kenapa kau kemari ini kan kamar yang dulu ditempati oleh Marie?" tanyanya
"yah soal itu kau tanyakan saja pada yang punya kamari ini" jawab linden
ketika ia melihat ku ingatan Marie masuk dan wanita itu bernama Lumina Randel putri dari keluarga Randel.
Marie tidak suka terhadapnya karna ia orang pertama yang mengetahui bahwa Marie memiliki sisi kegelapan.tentu saja ia memberitahukan kepada pendeta tertinggi mengenai hal tersebut untungnya marie bisa menekan kekuatannya sebelum ketahuan.
"Marie sejak kapan kau.."
"baru saja"ucapku menyela
ketakutan di wajahnya itu sangat aneh,kenapa ia takut saat melihat mataku padahal aku sudah menekan kekuatan kegelapan ku sehingga tidak ada yang bisa mengetahuinya.
mungkinkah?
__ADS_1