
"Elvira bangun woiii sekolah!"triakan nyaring yg menggema itu sontak membangunkan seorang gadis cantik yg baru beberapa saat lalu tengah terletlap di mimpi indahnya itu "apa sih kak El masih ngantuk tau.." gerutu Elvira seraya bangun dan mengrjapkan matanya. secercah cahaya masuk lewat sela sela gordeng yg sedikit terbuka itu, menampilkan sesosok siluet wanita berambut sebahu "kakak..." panggil Elvira, dan sosok itu pun menengok "apa?" jawab siluet yg ternyata intan kakak dari Elvira "gak ngetes doang" jawab Elvira santai. sontak intan pun tersulut emosi dan langsung menarik terbuka sebuah tirai tepat didepan ranjang gadis itu"ih..kakak silau!"marah Elvira atas kelakuan kakanya itu. sontak intan pun terkekeh atas ucapan adiknya itu"haha..dah cepet mandi nanti telat, hari pertama masa dah telat" tutur intan menasihati adiknya itu "gw dah siapin makan dibawah nanti makan dulu, gw mau berangkat ngpus dulu dah mau telat" ucap intan. Elvira pun segera mandi dan bersiap.
*Elvira vireska*gadis cantik nan pintar, dengan penampilan sederhana tanpa polesan make up sedikitpun rambut panjangnya di biarkan terurai ia memakai kacamata bulat yg melengkapi penampilanya tersebut.ini adalah hari pertamanya masuk SMA tepatnya di SMA elit rembulan, Elvira masuk di sini bukan tanpa alasan mengingat ini adalah sekolah elit ia mendapat beasiswa dikarnakan nilainya yg jauh diatas rata2, sebenarnya Elvira bisa masuk sekolah ini walau tanpa beasiswa pun karna Elvira notabennya adalah anak orang yg berada
"huh... untung gak telat" Elvira menghela nafas lega karna dirinya tidak telat, malah masih 20 menit lagi sebelum jam yg dijadwalkan pasalnya Elvira memang biasa datang lebih cepat dari teman temanya ia biasa menyempatkan diri untuk mengunjungi perpus untuk bacaan ringan sebelum belajar. "gede juga sekolahnya.." ucap Elvira terkagum. saat sedang asyik mengamati sekolah barunya tiba tiba 2 buah motor berkecepatan tinggi melintas di seblahnya nyaris mengenainya, jantung Elvira berdegup kencang karna terkejut. ke2 motor itu lalu berhenti di depannya, pengendara dari dua motor tersebut turun dan langsung melepas helm fullface nya. Elvira sempat mematung sejenak, pandangannya terpaku pada sesosok wajah yg sangat tampan dari pengendara motor tersebut "woii gw tau gw ganteng tapi gausah liatin gw kek gitu kali!.." ucap sang pemilik wajah sambil melambaikan tangannya tepat didepan wajah gadis itu, sontak Elvira pun terkejut dan langsung gelagapan "e..eh..iya apa?" gugup gadis tersebut, kedua pria didepannya pun melempar tawa renyah "lu dengerin gw ngomong gak sih?"ucap pria yg wajahnya ia tatap itu "eh.. iya kenapa?"tanya Elvira yg belum berhasil menghilangkan setengah dari kegugupannya "jangan di tengah jalan woi ngebahayain orang lain aja lu, klo ketabrak tadi gimana, siapa yg ribet?!" ucap lelaki itu agak mendekatkan wajahnya. sontak Elvira yg sudah gugup pun semakin gugup, tapi untungnya dia masih bisa menjawab pertanyaan yg lebih mirip pernyataan itu dengan tegas "bukanya lo yg salah ya? siapa suruh ngebut di area sekolah" jawab Elvira dengan jutek. wajah pria itu pun memerah menandakan kalau ia sedang kesal, mereka pun berdebat dengan suara yg lumayan untuk di dengar orang lain. tanpa mereka sadari mereka telah menjadi pusat perhatian.tiba tiba bell sekolah berbunyi menandakan jam masuk telah tiba "eh, awas ya lo cewek gila, gw dah catet wajah lo!" ucap lelaki itu penuh penekanan lalu langsung beranjak pergi di ikuti oleh temannya. Elvira pun baru sadar kalau dirinya tengah menjadi pusat perhatian orang2, dan langsung beranjak pergi juga.
kini Elvira sudah masuk, ia di tempatkan di kelas 10bintang. kelas bintang memanglah kelas khusus murid pintar di sekolahnya mulai dari kelas 10,11 dan 12 punya masing masing satu kelas khusus.
"hallo anak anak saya fathan rizky wali kelas kalian sekaligus guru olah raga disini, kalian bisa panggil saya pak fathan. baik anak anak ada yg mau di tanyakan?" ucap guru itu menanyakan.
tiba2 ada seorang murid perempuan yg mengacungkan tangan, cukup cantik menurut Elvira."yah... nama?" tanya pak fathan sambil menunjuk murid yg mengacungkan tangan.
"nama saya monika puspa ratu, biasa di panggil ika." ucap gadis itu.
__ADS_1
"yah ika mau tanya apa?" tanya pak fathan kembali
"eh..itu bapak udah nikah atau punya pacar belum?"
tanya gadis itu terlihat ragu tapi percaya diri.sontak yg lain pun tertawa mendengar pertanyaannya tpi ada beberapa siswi yg berbisik penasaran atau terkikik.
"o..oh itu, saya masih singgel belum nikah belum juga punya pacar" jawab pak fathan yg terlihat agak malu dan ragu, tapi tetap menjawab. terdengar kikikan dan juga gumam yes! kecil dari para siswi tapi ada juga yg hanya tersenyum berseri seri, juga ada yg tidak terlalu peduli seperti Elvira.
"hahaha.. yah nggak lah. udah ah jangan bercanda " ucap pak fathan terdengar ramah tapi ada nada tegas yg sangat jelas di suaranya.hampir semua murid di kelas diam karna peringatan yg diberikan guru tersebut terkecuali monika yg kini kembali bersuara
"kalo umur bapak berapa?"tanya monika yg kembali mengundang pandangan dari orang sekelas, pasalnya ia sangat tak tahu malu sudah di peringatkan pun masih saja. memang pak fathan lumayan ganteng dan macho di lihat dari wajah dan badannya yg berotot, tapi ya kali sama guru.
"umur saya 28 tahun. sudah tanya2 yg gak jelas nya kita perkenalan" ucap pak fathan dengan nada yg kembali ramah seperti sebelumnya
__ADS_1
perkenalan pun dimulai seperti biasa, sampai tiba tiba pak fathan menunjuk Elvira.
"itu kamu.." ucap pak fathan sambil menunjuk Elvira
"saya pak?" saut Elvira dengan bingung menunjuk dirinya sendiri
"iya kamu atuh siapa lagi.. kamu pindah ke depan si ni disini masih kaosong" ucap pak fathan menunjuk sebelah monika yg memang kosong.*ah.. males gw duduk situ* batin Elvira yg memang lebih suka duduk sendiri, biar lebih konsen katanya tapi toh pindah juga dia.
"hai.. monika" sapa monika ramah sambil tersenyum manis
"oh, iya Elvira " sahutku sambil menjabat tangannya
di luar dugaan monika ternyata anak yg baik dan ramah, berbeda dengan kesan pertamanya yg seperti anak sombong dan kegatelan. monika ternyata memang cerewet dan tidak bisa diam, karna dari di dalam kelas sampai diluarpun dia tidak berhenti bicara, capek juga dengerinnya tapi justru Elvira senang karna belum pernah ia mengobrol seperti ini dengan orang selain kakaknya, ayahnya sudah meninggal saat usianya baru 4th dan 1setengah tahun kemudian ibunya menikah lagi, dia dan kakaknya tinggal bersama pembantu dan sopirnya serta tukang kebunnya saja bik darmih, pak wahid dan mang arik. di perlakukan seperti ini ia seperti punya sahabat. ia tak pernah punya teman, dari sd dia sudah dibully karna dianggap cupu tak ada yg mau jadi temannya.
__ADS_1