My Bully Likes Me

My Bully Likes Me
sebuah video


__ADS_3

para pemain pun masuk begitu juga dengan Gavin, Ganendra, dan Raka, sedangkan Reza ikut bergabung dengan Elvira dan monika duduk di bangku penonton. sorak sorai pun riuh terdengar di antara para penonton juga pujian pujian yg terdengar, bahkan suporter tim lawan pun ikut bersorak. pakaian basket yg memang sedikit terbuka memperlihatkan tubuh atletis dari para pemain, pandangan Elvira pun terpaku pada salah seorang pemain yg paling bersinar di lapangan yg tak lain dan tak bukan adalah Gavin evarens, orang yg akhir akhir ini mengisi pikirannya, ia memakai ben kapten dan memegang bola yg akan mereka pakai bermain


"*ya ampun tuhan, Gavin ganteng banget sih!"


"ya Allah jika engkau tidak memberikan kak Gavin maka berikan lah kak Ganendra sebagai jodoh hamba ya allah"


"ih, si Gavin gantengnya masya Allah"


"Endra hari ini makin keren aja kayaknya"


"si Raka manis banget sih!"


"yaampun beruntung banget cewe yg tadi sama Gavin yah"


"iya, iri banget sama pacarnya kak Gavin bisa dapet cowok sekeren kak Gavin*"


sorak sorai terdengar dari arah penonton. pertandingan akhirnya di mulai, SMA rembulan vs SMA impian. wasit pun melempar koin yg ternyata menunjukan kalau bola di pegang oleh SMA impian. pertandingan di mulai, Gavin langsung bisa merebut bola begitu permainan baru di mulai dan dengan cepat SMA rembulan memimpin permainan dengan skor yg di cetak berkat kerjasama tim


Elvira mendadak ingin pergi ke toilet saat sedang ditengah tengah pertandingan yg memaksanya untuk meninggalkan tempat duduknya itu.


saat ada di toilet ia melihat cermin yg cukup bagus. langsung saja ia mengluarkan ponselnya dan berniat mengambil gambar dan video pendek untuk di unggahnya ke media sosialnya.


saat baru berhasil mengambil beberapa gambar dan sedang merekam video tiba tiba pintu toilet mendadak terbuka, seorang gadis yg dikenalinya sebagai Zahra masuk dan menatapnya dengan tatapan yg seolah ingin membunuh. Elvira pun kaget, tapi melum sempat ia menguasai diri tiba tiba Zahra menghampirinya dan langsung menjenggut rambutnya, Elvira pun hanya bisa meringis ia tak tahu punya salah apa pada Zahra


"eh, cupu lo gakusah kegatelan deh sok deketin gavin segala!" bentak Zahra sambil terus menarik rambut Elvira. elvir pun hanya bisa meringis kesakitan, tanpa ia sadari ponsel yg sedari tadi sedang di pengennya itu masih merekam semua kejadian


"lu jauh jauh deh dari Gavin, karna Gavin itu punya gw! dan cuma punya gw!" ucap Zahra dengan penuh penekanan dalam setiap katanya


"a.. aw, sakit! emang salah gw apa sih?!" rintih Elvira sambil tetap mencoba melepaskan tangan Zahra dari rambutnya

__ADS_1


"heh.. salah lo apa? yah salah lo itu lo jadi PHO, Gavin itu cowok gw ngrti! jadi lo gak usah deketin dia lagi, atau akibatnya bakalan lebih parah dari ini" ucap intan lalu menampar wajah Elvira dengan cukup kencang.


tindakan Zahra pun terus berlanjut, dan semakin lama semakin parah, Zahra membenturkan kepala Elvira ke tembok berulang kali, sedangkan Elvira sudah melawan sedari tadi, tapi tak ada gunanya ia hanya bisa menangis


Zahra sedang membuka tasnya ia hendak mengeluarkan sesuatu dari dalam tas selempang ukuran tanggung itu. ternyata ia mengeluarkan gunting dari tas nya dan langsung menggunting rambut Elvira yg sudah kusut dengan asal asalan, sehingga meninggalkan potongan yg compang camping pada rambut Elvira


"eh cewe cupu, denger ya awas aja kalo lo berani deketin Gavin lagi, lo bakal dapet yg lebih parah dari ini!. oh, ya lo awas aja kalo sampe ngadu yg enggak enggak ke Gavin, lo bakal mampus!" ucap Zahra lalu melud*hi wajah Elvira yg sudah berantakan dan berlalu pergi meninggalkan gadis itu dengan seringai jahat menghiasi wajah nya


sedangkan monika yg khawatir karna sudah lama Elvira tak kunjung kembali dari toilet pun menyusulnya, ia. takut sesuatu yg buruk terjadi pada Elvira, pasalnya sahabatnya itu tak pernah ber tele tele dalam toilet. saat ia sedang di parkiran depan dan hendak menuju toilet ia berpapasan dengan orang yg ia yakini bernama Zahra, wajahnya di penuhi seringai kepuasan


monika segera masuk ke dalam toilet untuk mengecek sahabatnya itu


" El, kok lu lama banget di kama-, ya ampun lo kenapa?!!"ucap monika yg terkejut dengan keadaan sahabatnya yg sudah sangat berantakan itu.


"hiks, ika.. " rintih Elvira dengan suara yg bergetar


"hiks, ika.. " ucap Elvira sekali lagi, dengan tatapan memohon kepada monika dan wajah yg sudah dibanjiri air mata. monika yg melihat itu pun memasang wajah sedih dan prihatin, lalu segera membantu Elvira untuk berdiri


"iya iya gw ngerti, sekarang lo berdiri dulu yah, lantainya dingin lo bisa masuk angin kalo duduk disana" ucap monika dengan nada yg lembut dan agak bergetar


monika melihat wajah Elvira yg berantakan lalu segera memberikan sabun cuci muka yg memang selalu di bawanya kemana mana


"ini, mendingan sekarang lo cuci muka lo dulu, baru kita pergi" ucap monika memberikan sabun cuci muka pada Elvira


selesai Elvira bersih bersih monika memberikan sebuah hoodi yg sedari tadi ia pakai, bukan miliknya sebetulnya, itu milik Ganendra yg ia pinjam


" ini, lo pake dulu" ucap monika yg langsung di turuti oleh Elvira. monika merapihkan sedikit rambut Elvira sebelum ia menaikan hoodinya ke kepala Elvira


monika melihat ponsel Elvira yg tergeletak di lantai dan segera mengambilnya. ia terkejut saat melihat kalu ponsel Elvira ternyata sedari tadi sedang merekam, kalau begitu ia bisa tau siapa yg melakukan itu pada Elvira, dan bahkan bisa melaporkan orang tersebut. segera saja ia menanyakan hal itu pada Elvira

__ADS_1


"El, ini lo dari tadi lagi ngerekam?" tanya monika pada Elvira, yg hanya di jawab anggukan oleh gadis itu


" berarti dari tadi ini ngerekam waktu lo lagi di di bully?" tanya monika lagi, kali ini dengan lebih antusias


"mungkin" jawab Elvira dengan nada suara yg masih bergetar


"emangnya siapa sih yg giniin elo El?" tanya monika penasaran, tapi Elvira hanya diam saja. monika pun segera memasukan ponsel Elvira yg sudah di matikan rekamannya kedalam tas nya


mereka pulang menaiki taksi, sebelumnya monika sudah menghubungi teman temannya kalau ia dan Elvira akan pulang duluan. sesampainya di rumah Elvira, Elvira langsung mandi, sedangkan monika menunggu di kamarnya. selagi menunggu monika sedikit mengamati isi kamar sahabatnya itu. ia terpaku pada foto Elvira dan kakaknya yg terlihat sangat akrab sedang bermain bersama, sangat berbeda dengan hubungannya dan kakaknya yg seperti orang asing.


"ika" panggil Elvira yg membuat monika terlonjak kaget.


"ih, ngagetin aja sih El" ucap monika mengalihkan pandangannya pada Elvira, sedangkan Elvira hanya tersenyum tanpa dosa monika yg melihat itu pun hanya mengerucutkan bibirnya


monika memotong pendek rambut Elvira, karna memang tidak ada gunanya mempertahankan rambut Elvira yg sudah terlanjur rusak, ia memotongnya sejajar dengan bahu Elvira, tak lupa ia juga memberikan masker mata kepada Elvira untuk mengatasi matanya yg sembab karna terus menangis


Elvira tak henti hentinya memuji monika atas hasil potongan rambutnya yg sangat rapi seperti ia memotongnya di salon rambut sungguhan


"El, tapi kaca mata lo pecah, kayaknya lo harus beli lagi nih. terus lo gimana dong, buat sekarang lo gak ada kaca mata, gw denger denger kaca mata min itu agak susah dicari" ucap monika panjang lebar. sedangkan Elvira pun melempar tawa renyah


"coba lo pake" perintah Elvira. monika pun menurut dan langsung memakai kaca mata yg sudah pecah itu.


"eh, ini bukan kaca mata min?" tanya monika yg terlihat cukup bingung


"bukan" jawab Elvira santai


"terus kenapa lo selama ini pake kaca mata?" tanya monika sambil menatap Elvira


"cuma buat proteksi aja, soalnya gw suka baca buku" jawab Elvira

__ADS_1


__ADS_2