
tak butuh waktu lama bagi Elvira untuk akrab dengan monika bahkan dalam waktu kurang dari satu jam mereka sudah seperti sahabat. kini mereka sedang berkeling sekolah dan tengah mampir di kantin. mereka pun mengambil tempat duduk paling pojok yg belum ada yg menempati, Elvira heran mengapa tidak ada orang yg menempati tempat itu karena disana cukup nyaman sebetulnya.
yg membuat Elvira semakin bingung adalah tatapan dari para siswa yg ada disana, mereka melihatnya seolah dia dan monika telah melakukan sebuah kesalahan besar.
"eh El, lu dari sekolah manasih kok kayaknya gw nggak pernah liat lo ya?" tanya monika penasaran
"gw nggak sekolah di jakarta, waktu sd sampe smp gw tinggal di bandung" jawab Elvira santai. sekolah itu memang ada dari sd sampai sma jadi tidak heran kalau orang2 disini sudah saling kenal, dan itu membuat Elvira semakin sulit mencari teman untungnya ada monika yg mau berteman dengannya
"oh, gw juga bukan dari smp ini, gw tadinya ada di sekolah impian, tapi pindah sma disini" tutur monika sambil sesekali meminum minumannya.
"eh, bukannya sma impian itu sekolah elit yg ada di deket sini juga yah?" tanya Elvira. sma impian memang cukup dekat dengan sma rembulan, sama2 sekolah elit juga, kenapa monika repot2 pindah segala?
monika yg mengetahui isi pikiran Elvira pun angkat bicara"gw pindah kesini ada beberapa alasan" tutur monika sambil menatap dalam manik mata Elvira.
saat sedang asyik berbincang tiba tiba suasana pun berubah terdengar hiruk pikuk dari arah pintu kantin disusul dengan kikikan dan bisikan dari para siswi, sedangkan para siswa hanya memasang tatapan malas
"aelah, dah dateng tuh bocah" ucap laki laki yg ada di meja sebelah. "iya.. riuh dah dia dateng mah"jawab orang yg ada di sebelahnya.
"ada apasih rame rame?" tanya Elvira yg sebetulnya lebih kepada diri sendiri
"gatau tuh, ada apa si-"ucapan monika tiba tiba berhenti mulutnya ternganga dan matanya membesar.
"ada apa sih ika?" tanya Elvira penasaran sekaligus aneh dengan teman yg ada di depannya itu.
"masa depan.."gumam monika tidak jelas.
"masa depan? apaan sih?"Elvira bingung dengan tingkah dan perkataan monika
"calon masa depan gw!"Elvira terlonjak saat monika tiba tiba agak bertriak dan langsung menoleh, dia langsung mengerti apa yg terjadi sekarang,alasan dari gumam2 dan kikikan kagum, juga sikap dari monika.ada beberapa orang siswa yg sedang menuju ke tempatnya berada, ia kenal dengan 2 di antaranya itu orang yg mengendarai motor tadi pagi.
"aa.. dia kesini dong, dia kesini!" heboh monika yg kembali menarik perhatian Elvira. *apa sih orang cuma jalan kesini aja heboh banget si ika* batin Elvira melihat kelakuan monika
dan ternyata benar para siswa cakep itu menuju ke tempat mereka dan langsung berhenti tepat di depan mejanya. "ngapain lo ada di meja gw? minggir!" sarkas pria itu menatap dirinya dan monika. "eh.. wait keknya gw tau lo deh, lo sicupu yg di parkiran tadi pagi kan?" ucap pria itu dengan seringai mengejek.
"heh, bagus deh gw gaperlu cape2 cari lo lagi"ucap nya dengan seringai jelek itu. Elvira yg bingung pun langsung bertanya
"emangnya ini tempat punya kamu? dan soal yg tadi pagi kamu masih ada urusan sama saya?" tanya Elvira dengan nada sopan dan lembut, tapi sepertinya mampu membuat kesal pria tersebut.
" oh.. begitu? udah nggak ada urusan iya?" tanya pria itu dengan sorot mata membunuh.
__ADS_1
"minta maaf lo sama gw" ucapnya dengan nada dingin nan tajam.
"minta maaf kenapa? bukannya harusnya kamu yg minta maaf karna hampir nabrak saya?" tanya Elvira dengan malas
"wah.. berani lu. jelas lo lah yg harus minta maaf karna berdiri ditengah jalan!" tutur pria itu agak membentak. perdebatan kembali terjadi diantara mereka, dan lagi mereka menjadi pusat perhatian.
"oke, oke gw minta maaf gw yg salah!" Elvira pun akhirnya yg mengalah, walau sebetulnya bukan ia yg salah, pasalnya ia sangat malas untuk berdebat.
"oke, gw mau maafin lo tapi sebagai syarat lo harus jadi babu gw dan lakuin apa yg gw mau" tutur pria tersebut
"apa? dih ogah emang gw apaan sih, lagian juga bukan gw yg salah!" tolak Elvira meninggalkan sikap lemah lembutnya itu
"eh, tadi lo udah ngaku salah ya jadi lo harus mau, dan bukan cuma gw tapi lo juga harus jadi babu temen2 gw selama dua bulan!" tegas pria itu. sedangkan Elvira hanya bisa membelalakan mata dan menghela nafas pasrah, pasalnya dia tau kalau tidak ada gunanya melawan orang seperti itu.
"nama gw Gavin, lo harus tau karna lo bakalan jadi babu gw" ucap Gavin dengan sok
"oh, karna lo temennya lo juga harus jadi babu gw" ucap gavin sambil menunjuk monika. Elvira pun membelalakan mata marah atas sikap gavin yg semena mena. "eh apa lo, gak ya gw gak setuju. ika lo jangan mau maunya sama dia!" ucap Elvira saat monika hanya mengangguk angguk antusias.
"gw gapapa kok El" jawab monika yg malah terlihat senang dengan sifat dakjal gavin tersebut. Elvira pun hanya membelalakan matanya dan menggeleng gelengkan kepala, tak habis fikir dengan sikap temannya tersebut.
(PULANG SEKOLAH)
"ih, iya tunggu sebentar!" teriak Elvira sambil berlari lari kecil
"lelet amat lo!" triak gavin tak sabaran sedangkan. sedangkan monika sedang membeli kopi di kafe depan sekolah, atas perintah mereka tentu saja. monika membeli kopi ditemani oleh ganendra, salah satu sahabat dari gavin yg selain ganteng, pinter juga paling manusiawi di antara mereka, menurut Elvira.
"El, kopi gw mana?" tanya Reza yg merupakan sahabat gavin yg lain, yg memiliki sifat hampir sama dakjalnya dengan gavin hanya saja Reza lebih ramah dari Gavin
"lagi dibeli sama ika, tunggu aja" jawab Elvira malas
"hmm.., si Endra mana?" tanyanya lagi
"ikut beli kopi sama ika" jawab Elvira kembali
"oh, emang sih Endra mah, anak baek dia" ucap Reza sambil menganggukan kepalanya
"iya nggak kayak lo anak dakjal" ucap Elvira jutek
"yah elah.. siake lu!" ucap Reza sambil menatap Elvira dengan marah tapi sambil tertawa, Elvira pun ikut terkekeh
__ADS_1
disisi lain Gavin yg melihat itupun entah mengapa merasa terganggu, atas kedekatan Elvira dan Reza *kok gw kesel ya liat merka* batin Gavin sambil menatap dua orang yg tengah bercanda ria itu dengan tatapan yg aneh.
"woii, pacaran aja lu berdua" teriak Gavin dengan wajah yg ketara sekali sedang kesal.
Reza yg menetahui itupun menjadi geli sendiri dan berniat mengerjai Gavin
" iyalah, emang elo jomblo!" ucap Reza di iringi tawa renyahnya. Gavin pun membelalakan matanya dengan kesal karna perkataan Reza, di tambah saat melihat kalau Elvira hanya membelalakan matanya tapi tidak terasa terganggu
"ah, elah males ah lu gitu pada!" ucap Gavin dengan wajah kesal dan terlihat sedikit ngambek. *imut banget sih, dia bisa bikin ekspresi gitu ternyata* batin Elvira tanpa sadar
tak lama kemudian monika dan ganendra pun kembali. "loh, si Raka kemana?" tanya Ganendra
"dah pulang duluan tadi, harus nganter nyokap katanya" jawab Reza sambil tak melepas pandangannya dari Elvira, dia memperhatikan wajah gadis itu dengan seksama *cantik, natural banget beda sama yully yg cantik make up*batinnya sambil tanpa ia sadari senyum tipis merekah di wajahnya yg memang sudah tampan itu, menambah ketampanan dari seorang Reza, yah walau masih gantengan Gavin
"eh.. sumpah deh gw seneng banget bisa deket sama mereka deh, ah.. gak salah gw pindah masuk sini" ucap monika dengan senyum merekah diwajah cantiknya.
"apaan sih, kok seneng di suruh suruh gw mah capek" ucap Elvira dengan wajah bingung atas sikap monika, bisa bisanya ada orang yg seneng karna dibully
"ih, tapi lo tau gak tadi waktu gw lagi beli kopi Endra baik banget lo dia gak bolehin gw yg bawa kopinya panas katanya dia takut gw ketumpahan" ucap monika dengan wajah yg berseri seri dan senyum yg mengembang tentunya
"iya, si Endra mah baik gak kayak si dugong Gavin nyebelin!" ucap Elvira, dengan wajah kesal saat menyebutkan nama Gavin
"ih, tapi si Gavin itu gantengnya nauzubilah min zalik yaampun.." ucap monika dengan mimik wajah yg masih sama seperti tadi
"ganteng sih iya gw akuin, tapi sifatnya itu loh kek dakjal" ucap Elvira
...mereka sedang dalam perjalanan pulang sekolah, karna kebetulan rumah mereka satu arah bahkan satu kompek cuma beda blok aja. "gw duluan ya," ucap monika sambil melambaikat tangan saat ia sudah sampai di gangnya " nanti telfon " ucap monika masih setia melambaikan tangan. dan Elvira pun melanjutkan jalan ke rumahnya sendiri...
................
disisi lain, dirumah Gavin sedang tiduran dikamarnya sambilmemandangi ponselnya,ia sedang bermain game online di ponselnya tersebut
"bosen gw ngegame terus"ucapnya lalu keluar dari gamenya itu dan membuka aplikasi ig nya
"hmm.. Elvira vireska,.." ucapnya sambil mengetik nama tersebut dikolom pencarian. lalu muncullah foto gadis cantik dengan rambut di buntut kuda, memakai kaca mata dan tersenyum manis, ia pun langsung membuka laman instagram tersebut. saat sedang asyik menskroll dia melihat foto gadis yg sedang dikepoinnya tersebut dengan rambut pendek dan tanpa kacamata ia juga memakai, terlihat sangat manis ia pun langsung memfollow akun tersebut dan meng like postingan yg ia sukai. tanpa sadar ia tersenyum manis sambil menatap lekat foto tersebut
"Elvira vireska..." gumamnya sambil terus menatap foto tersebut.
"nggak secupu yg gw kira" ucapnya, lalu mennyimpan foto gadis tersebut
__ADS_1