My Bully Likes Me

My Bully Likes Me
Ada apa dengan Reza


__ADS_3

sudah setengah jam sejak mereka memulai perjalanan dari sekolah dan kini mereka baru menghentikan laju kendaraannya di sebuah taman yg ada di pusat kota. Elvira turun dan melepas helm di bantu oleh Gavin


mereka pun masuk ke taman itu, terlihat ada banyak pasangan yg sedang menghabiskan waktu bersama. baik Elvira maupun monika merasa canggung, berbeda dengan Gavin atau pun Ganendra yg terlihat santai, walaupun Elvira merasa ada yg aneh dengan Gavin, karna walau terlihat santai Elvira merasa bahwa Gavin sedikit tegang


mereka pun berpisah jalan, Gavin dan Elvira mengambil jalan masuk ke arah deretan bunga bunga dan memilih bangku yg ada di pojok taman yg sepi, memang tidak banyak orang yg ada disana, mereka lebih memilih pergi ke danau untuk menaiki bebek air, atau sekedar menikmati pemandangan danau, dan bagi yg sudah memiliki anak mereka pergi ke tempat taman bermain di seberang danau.


disana hanya terdapat beberapa pasangan yg sedang menghabiskan waktu dan bercanda ria. Gavin dan Elvira pun mengobrol dan bercanda mesra mereka terlihat seperti pasangan yg sedang kasmaran.


cukup lama mereka mengobrol dan bercanda sampai tiba tiba saja Gavin memegang tangan Elvira dan menggenggamnya. Elvira sontak terkejut namun tetap tidak melepas genggamantangan Gavin, malah ia membalas menggenggamtangan Gavin yg membuat Gavin menarik senyum simpulnya, sangat manis sekali, dua lesungpipi menghiasi senyum Gavin yg membuatnya terlihat semakin tampan. Elvira jadi salah tingkah dengan pandangan Gavin yg memang sedari tadi terarah ke wajahnya, ditambah senyum manis Gavin yg membuatnya semakin gerogi


lama mereka saling tatap, kagum pada masing masing ciptaan tuhan yg begitu sempurna. namun tiba tiba saja Gavin mendekatkan wajahnya pada wajah Elvira yg sontak membuat gadis itu salanh tingkah tiba tiba


'cup '


Gavin mendaratkan bibirnya di bibir manis Elvira dan mengecupnya singkat. gadis itu diam mematung dengan apa yg di lakukan pria yg statusnya adalah temannya ini, ia tak mampu berkata kata, pikirannya mendadak kosong tapi jantung nya berdebar, perasaan kaget, senang, dan bingung bercampur menjadi satu di hati Elvira


"em.. El?" panggil Gavin yg tak digubris oleh Elvira yg pikirannya masih kalut. Gavin melambaikan tangan nya tepat di depan wajah Elvira, tapi tak juga membuat gadis itu sadar dari lamunan nya. Gavin lalu mengambil dagu Elvira dan menaikan wajah gadis itu agar menatapnya yg memang satu kepala lebih tinggi dari gadis itu. Elvira pun sadar dan hendak memalingkan wajahnya yg kini sudah memerah karna malu, namun Gavin terlebih dulu menangkup pipi gadis itu dan mengarahkannya agar menatap dirinya


Gavin nafas san membuangnya beberapa kali untuk menghilangkan kegugupan nya. "El, gw.. suka sama lo" ucap Gavin dengan mengalihkan pandangan pada tempat lain karna ia merasakan wajahnya yg sudah memanas. Elvira pun terkejut namun masih menatap Gavin. apa aku di tembak? pertanyaan itu mengiangi pikirannya saat ini. tapi kok dia cuma ngomong gitu doang?


" em.. jadi.. lo, mau jadi pacar gw?" tanya Gavin dengan nada suara yg khas orang gugup. Elvira pun berfikir, dengan tawaran dan juga pernyataan Gavin yg tiba tiba itu


hati Gavin mencelos, ia merasa kalau dirinya tidak di terima alias di tolak, karna Elvira hanya menatapnya dengan tatapan aneh dan sulit untuk di artikan *miris banget cinta pertama gw, udah di tolak, gw nya kepedean lagi pake nyium nyium segala* batin Gavin dengan tatapansendu yg mengarah pada wajah Elvira


" kalo lo gamau yaudah gw gapap-" belum selesai ucapan itu keluar dari mulut Gavin ia sudah di sela


"oke, gw mau" ucap Elvira malu malu namun tegas.


Gavin yg mendengar itu pun bingung dengan perkataan Elvira


"hah.. apaan?" tanya Gavin yg jujur tidak mengerti dengan ucapan Elvira. Elvira pun menatap kesal pada Gavin, ia tak mau mengatakan hal itu lagi, padahal tadi ia sudah memberanikan diri untuk menjawab, tapi Gavin malah memaksakan agar ia mengulanginya


"ih.. itu, yg kata kamu tadi.. em.. j.. jadi pacar-" ucap Elvira yg selebihnya tidak dapat di dengar Gavin karna suara Elvira yg mendadak menjadi sangat pelan, tapi ia mengerti maksud gadis itu, dan langsung mengembangkan senyum lebar yg terlihat sangat bahagia

__ADS_1


"El, El, kamu mau jadi pacar aku ? beneran?!" tanya Gavin kelewat antusias, sampai beberapa orang menoleh menyakaikan mereka


"i, iya.. kamunya jangan teriak teriak" ucap Elvira sedikit malu


"beneran?" tanya Gavin lagi tak kalah antusias dari yg tadi


" iya!" jawab Elvira agak kesal, malu, dan senang juga gemas menjadi satu. ia malu dan kesal karna orang orang yg sedari tadi menonton mereka kini berbisik, terkikik dan juga men cie cie kan mereka, juga ada yg bersiul


Gavin langsung memeluk Elvira ia tidak peduli dengan orang orang sekitar, ia hanya tau gadis yg sekarang berstatus pacarnya itu. Elvira tidak tahu harus berbuat apa, ia tidak menolak maupun membalas pelukan Gavin, ia yakin kini wajahnya sudah semerah kepiting rebus jantungnya berdebar bukan main, ia juga dapat mendengar detak jantung Gavin yg sepertinya sama seperti dirinya, berdebar tak karuan


mereka menghabiskan waktu dengan berjalan jalan mengelilingi taman juga mampir ke danau indah, yg ternyata Ganendra dan monika juga ada di sana. Ganendra dan monika sedang duduk sambil bergandengan tangan dan menatap danau sambil terhanyut dengan obrolan mereka, bahkan tak sadar kalau ada Gavin dan Elvira yg sedari tadi memperhatikan mereka.


Gavin yg melihat monika dan Ganendra bergandengan tangan pun ikut menggandeng tangan Elvira seolah tak mau kalah oleh temannya itu


mereka ber empat akhirnya memutuskan untuk pergi entah kemana, hanya Gavin dan Ganendra yg tahu mau kemana mereka pergi, sedangkan monika dan Elvira hanya mengikuti kekasih mereka itu


mereka lalu berhenti di sebuah warung yg cukup ramai, ternyata di sana sudah ada Reza, Raka dan tiga orang gadis lainnya, Elvira mengenali salah satu gadis itu, yg ia ketahui bernama yully pacar dari Reza. "oy! sini!" teriak Raka. dan mereka pun langsung menuju ke sana.


" yaelah, santai kali gausah ngegas. eh btw gw kesini mau ngenalin pacar gw nih" ucap gavin yg lalu merangkul Elvira. Raka langsung rame dan membombardir Gavin dengan berbagai pertanyaan, namun Reza terlihat berbeda, ia menatap mereka dengan tatapan tak suka.


"eh, vin bukanya pacar lo itu yg kemaren? si cupu yg pake kacamata itu? haha.. gw tebak sih lo gak serius sama dia" ucap yully mengundang tatapan tak suka dari semua orang yg mendengar


"iya.. itu cewe gw, tapi lo salah kalo bilang gw selingkuh atau gak serius, orang mereka orang yg sama" terang Gavin yg membuat yully kaget, pasalnya Elvira terlihat berbeda dengan saat bertemu waktu itu, memang ia tahu kalau gadis yg di bawa Gavin itu sebenarnya cantik, bahkan ia merasa kalau Reza tertarik padanya makanya ia bersikap sinis padanya, tapi gadis yg ini benar benar berbeda, tak hanya cantik ia juga terlihat sangat manis, imut dan juga keren dengan rambut pendeknya yg setara bahu, kulit putih dan tanpa kacamata, ia terlihat sangat cocok, cantik dan keren dengan baju seragam sekolahnya yg ber rok pendek sepan dan baju yg pas di tubuhnya. ia merasa takut Reza akan berpaling pada gadis itu, *tapi gadis itu pacarnya Gavin bukan? jadi seharusnya ia tak perlu takut karna Reza sangat menghormati Gavin* batin yully meyakinkan dirinya


Reza terus menatap Elvira dengan tatapan yg sulit ia artikan, dari ia baru datang sampai saat ia sudah mau pulang Reza terus menatapnya seperti itu. jujur Elvira merasa risih dengan tatapan Reza, jadi ia meminta Gavin untuk segera membawanya pulang, tapi Gavin pun juga aneh ia menatap Reza dengan tatapan yg mengancam


.....


motor Gavin telah berhenti di depan rumah besar milik Elvira dan kakaknya, gerbang dibukakan oleh satpam yg membuat Elvira tak perlu turun untuk membuka gerbang


"vin, aku masuk dulu yah" pamit Elvira pada Gavin, setelah sebelumnya mereka mengobrol. baru ingin melangkah tiba tiba tangan Elvira di tahan oleh Gavin


" kenapa?" tanya Elvira lembut, tiba tiba Gavin menarik lengan Elvira dan

__ADS_1


'cupp'


kecupan lembut kembali mendarat di bibir merah jambu Elvira. sontak ia pun terkejut


"ih, vin! kamu ngapain sih, kalo ada yg liat gimana?" tanya Elvira sambil menatap berkeliling dengan panik


"emang kenapa sih kalo ada yg liat, toh kita emang dah pacaran" ucap Gavin dengan santainya. Elvira pun memukul lengan Gavin dengan tangannya


"awh.. sakit El!" rintih Gavin dengan senyuman


" ih.. lagian kamu. kalo kakak liat gimana?" ucap Elvira dengan nada ngambek yg menurut Gavin sangat imut


"yaudah gapapa emang kenapa?" ucap Gavin yg berhasil membuat Elvira kesal


"yaudah, dah mau sore aku pulang dulu ya, kamu juga masuk sana" ucap Gavin yg membuat Elvira tersenyum


" iya, kamu hati hati yah, jangan ngebut!" ucap Elvira mengingatkan, Gavin hanya tersenyum dan mengangguk lalu segera melajukan motornya


Elvira masuk saat suara motor Gavin menjauh dan tak terdengar lagi.


"ya ampun kakak! kakak ngapain di situ?" ucap Elvira kaget saat membuka pintu ia langsung melihat kakaknya itu


" hayo.. kakak liat loh.. ,dah pacaran nieh?" goda intan dengan senyum jahil


"ih, kakak mah!" ucap Elvira dengan ngambek dan langsung berlari menuju kamarnya


"El, makan dulu yuk!" teriak intan


"gak usah, aku dah makan!" jawab Elvira yg juga berteriak dari dalam kamarnya


"yah, padahal gw dah masakin banyak juga, tawarin mang Arik aja deh" ucap intan sambil berlalu untuk memanggil tukang kebun sekaligus satpamnya itu, karna memang tak ada orang lain lagi fi rumah itu, pembantu dan sopirnya juga sedang tidak ada di rumah karna sang pembantu sedang pulang kampung, sementara sopirnya tengah membawa mobil mereka untuk di service


.......?

__ADS_1


__ADS_2