
motor ninja hitam berhenti dipekarangan sebuah rumah yg cukup besar itu. seorang gadis cantik langsung melompat begitu motor sudah benar benar berhenti, sontak mengejutkan sang pemilik motor tersebut
"ya Allah, emang gw apaan dah lu nyampe cepet cepet gitu turunnya" ucap Gavin
"lu itu virus, takut terpapar gw" ucap Elvira yg tentu saja tidak serius
Gavin pun tersenyum manis, menampakan lesung pipinya.
"ini tuh bukan virus, ini mah orang ganteng, bilang aja lu takut jatuh cinta makanya turun buru buru" ucap Gavin kepedean, meski begitu setengah dari jawabannya benar, memang sedari tadi Elvira merasakan ada yg tidak beres dengan jantungnya, ia tak henti hentinya memuji wajah tampan Gavin
"yaelah, kepedean lo. dah sono pulang gw mo masuk" ucap Elvira sedikit geli dengan ucapan Gavin yg memuji diri sendiri.
tapi Gavin tak kunjung pergi juga, ia melirik mobil kakaknya. 'ada' itu berarti kakaknya ada dirumah,ia takut kakaknya salah paham dengan hubungannya dan Gavin
"El, udah pulang, maaf ya kakak gabisa jem-" ucapan intan terpotong saat melihat ada pria tampan yg sedang mengobrol asyik dengan adiknya, bahkan tersenyum, pasalnya adiknya itu sangat tertutup dengan pria manapun, bahkan bicara dengan laki laki pun jarang
"eh.. kakak ada dirumah" ucap Elvira terbata, dengan ekspresi kaget
"iya, eh.. kakak ganggu yah?" tanya intan dengan senyum canggungnya
"eh, enggak kok kak gak ganggu" kali ini Gavin yg menjawab, sedangkan Elvira langsung menatapnya dengan tatapan maut. tapi Gavin malah tersenyum sangat manis yg mampu membuat kakak beradik itu meleleh
*yaampun manis banget sumpah, beruntung banget adek gw* batin Elvira sambil menelan ludah
"eh.. El, kok gak diajak masuk sih?. dek ayo, mampir dulu" ucap intan. Gavin pun tersenyum senang mendengar ajakan wanita itu, sedangkan Elvira pun membelalakan matanya dan mengutuk kakaknya itu dalam hati.intan yg mengetahui isi pikiran adiknya pun semakin berniat jahil.
__ADS_1
"ih, kakak gaus-" ucap Elvira yg langsung disela oleh Gavin
"iya kak, makasih" ucap Gavin memanfaatkan momen tersebut. Gavin turun dari motor dan melepas helm yg kacanya sudah ia buka itu. rambut Gavin menyibak saat ia membuka helmnya dan menampilkan efek seperti di drama korea. sedangkan Elvira dan intan hanya melongo menyaksikan hal itu.
"Gavin kak," ucap gavin menyalimi tangan intan setelah merapihkan rambutnya.
"saya intan kakaknya Elvira. ayo masuk jangan didepan pintu" ucap intan dengan ramah diiringi senyum yg ramah juga
Elvira hanya merutuki nasibnya yg sial itu. entah kenapa kakaknya terlihat sangat akrab dengan Gavin, mereka mengobrol dengan santai layaknya kakak dan adik, sedangkan Elvira hanyalah kameonya
"kamu pacarnya Elvira vin?" tanya intan penasaran Elvira yg mendengar itupun langsung tersedak makanannya, sedangkan Gavin ia juga kaget tapi tak sampai seperti Elvira, dan ia justru senang mendengar pertanyaan intan
"belum kak, masih calon" jawab Gavin cengengesan, sedangkan Elvira yg mendengar kembali tersedak dan buru buru menyambar segelas air yg ada di hadapannya
"oh, masih calon ya, tapi kalo calon berarti kamu ada niat kan?" tanya intansambil menatap Gavin dengan tatapan jahil
"ih, sakit El.." keluh Gavin dengan suara yg agak memelas. sedangkan intan tersenyum ke ibuan menatap mereka
"emangnya kenapa El, kakak restuin kok" ucap intan masih diiringi senyuman
"ih, kakak mah.. gitu" ucap Elvira ngambek dengan bibir yg di porutkan
Gavin sangat gemas dengan ekspresi Elvira yg begitu imut menurutnya *imut banget jadi pengen nyium* batin Gavin menatap wajah ngambek Elvira dengan senyuman. intan yg melihat hal itu pun ikut trsenyum
.....
__ADS_1
" Gavin pulang dulu ya kak, udah sore" ucap Gavin lalu mencium tangan intan dengan tak'zim. *ya Allah berasa disalimin calon mantu* batin intan tersenyum manis. yah, intan memang tak risih atauppun canggung saat disalimi Gavin, padahal usianya hanya berbeda kurang dari empat tahun dengan Gavin.
"El, gw pulang dulu ya, dah sore" ucap Gavin menatap Elvira dengan senyuman. Elvira yg melihat hal itu pun tak kuasa menahan senyuman, ia tersenyum tulus saat menatap Gavin
"iya hati hati ya, dah mau malem. jangan ngebut" ucap Elvira. entah mengapa Gavin merasa senang dan tersanjung dengan ucapan dan senyuman Elvira
" assalamualaikum," ucap Gavin sebelum melajukan motornya.
"waalaikum salam" jawab intan dan Elvira bersamaan.
entah mengapa Gavin menuruti semua perkataan Elvira, ia berkendara dengan kecepatan standar walau jalanan cukup sepi dan tetap berhati hati, padahal biasanya ia selalu mengebut, apa lagi saat keadaan jalan sedang sepi
sesampainya di rumah gavin langsung memarkirkan motornya di garasi rumah besar milik orang tua nya dan langsung menghambur masuk rumah
"vin, abis dari mana kok dah magrib baru pulang?" tanya sang ayah yg sedang menonton tv di temani oleh sang istri
" abis dari rumah calon mantunya papa" jawab Gavin santai. orang tuanya yg mendengar itu pun langsung melongo
"calon mantu? siapa vin?" tanya sang mamah penasaran. gavin yg mendengar itu pun hanya tersenyum dan langsung nyelonong masuk kamarnya
orangtuanya yg melihat itu pun hanya menggelengkan kepala, dan berkata "gak ada sopan sopannya tuh anak"
"mah, emang si Gavin punya pacar?" tanya sang papa
" enggak tau pah, mama juga gapernah di kenalin" sagut sang mama
__ADS_1
sedangkan Gavin? ia langsung pergi ke kamar dan membersihkan diri setelah itu ia membuka ponselnya dan langsung menatap foto Elvira yg dia jadikan lock screan.
(dah mulai bucin dia guys),,,