
John Hospital
Dr. Xavier berdiri tepat di hadapan cewek berwajah cantik menatap lauren dengan lekat dan ekspresi khawatir terukir di wajahnya. Sambil memegang sebuah kotak seukuran kue ulang tahun yang terbuat dari bahan dus yang kuat, ia memikirkan apa yang akan ia katakan.
"Kau baik-baik saja? Sejak kemarin kau sering tak masuk ke rumah sakit dan kau juga tak perna membalas sms ku . Kau membuatku khawatir.” Kata Dokter Xavier dengan pelan
“Aku yakin, aku tidak apa-apa.” Ucap lauren dengan penuh keyakinan dan mata berbinar.
“Terakhir kali aku ingat kan pada mu jangan pergi jam kerja tapi kau pergi kata dr Xavier dengan menatap tajam
Dr lauren memutar mata lalu dan tersenyum,
, "baik lah aku tak akan ulangi , aku pulang Karena aku tidak enak badan kata dr lauren dengan senyum
“ aku mendengar kau sudah menikah apa itu benar tanya dr Xavier menatap dr lauren
“ dari mana kau tau , kata lauren dengan pelan .”
" itu tak penting aku tau dari mana tau “Kenapa sekarang kau menikah tanpa memberikan tau pada ku lauren ?” Tanya Dr Xavier kedua tangannya dilipat dan menyandarkan tubuhnya tepat di tembok yang menghadap kaca luar rumah sakit.
“ maaf kan aku , kata lauren dengan pelan
" bukan kah kau pernah berjanji, menikah setelah mencari tau penyebab kematian ayah mu kata dr Xavier
“ iya aku tau, tapi aku menikah mendadak dan terpaksa menikah, Soal kematian-nya. Sejak ayah meninggal, aku tak pernah sedikitpun ingin tahu tentang penyebab kematiaanya. Dan sekarang aku hanya ingin mengetahuinya lebih lanjut.”
“ dengan siapa kau menikah tanya dr Xavier
Belum. Sempat dr lauren menjawab.
Tiba tiba saja seorang wanita menyahut
“Kudengar, kau sudah menikah ? Hebat juga, ya. Sebagai teman eh maksud ku rekan , aku mengucapkan selamat atas pernikahan mu, . Kudengar kau menikah dengan adik nya kepala rumah sakit, apa yang kau menipu nya dengan pura pura hamil hingga membuat adamson menikahi mu ?” kata Dokter Diana dengan sinis
Dr Lauren dan menoleh
“terima kasih, tapi untuk apa aku melakukan nya kata dr lauren kesal.
”nah itu yang aku ingin ku Tanya kan pada mu, kau selalu merebut apa yang aku inginkan, aku sudah lama menyukai adamson tetapi kau merebut dan menikah dengan nya
dr Xavier menarik napas berat
"aish mereka selalu bertengkar , pikir dr Xavier
"aku tak ingin membahas nya, ini masalah pribadi ku kata dr lauren
" oh iya kau selalu mencampuri urusan bibi ku, masalah obat Apa kau yang membayarnya? Jika kau mau jadi Schweitzer, jadi relawan saja sana. Banyak yang sekarat di Africa dan mereka kekurangan tenaga medis. Cepat ke sana dan selamatkan dunia.”balas dr Diana
“Kudengar, kemampuanmu masih belum bagus dan di unitmu banyak yang salah diagnosis. Kau harus cepat menyewa pengacara jika kau ingin menyelamatkan lisensi doktermu itu.” Kata Dokter lauren dengan sinis
"apa?? Kata dr diana
" pergi dari sini, pekerjaan ku banyak balas dr lauren dengan kesal.
Tiba tiba saja.. Seorang suster datang
"Dokter Xavier, dokter lauren dan dr Diana kalian di panggil oleh dokter kepala.kata suster
" baik lah Kata dokter Xavier dan dr lauren
Di ruang kepala zack
Dr Xavier dan Dr Lauren masuk ke ruangan kepala
, " Dr Xavier . Apa ini caramu mendisiplinkan Tim-mu?” ujar Prof Zack
"maaf kan saya prof saya akan memperhatikan lagi kata dr Xavier dengan pelan
Prof Zack menatap tajam Dr Lauren dan dr Diana
" ini rumah sakit bukan arena pertarungan, apa seperti ini sikap seorang dokter tanya dokter Zack
Dr Lauren dan Dr Diana terdiam.
" apa ini caramu mendisiplinkan Dept Penyakit Dalam mu. dr lauren kau dan Diana ribut hanya masalah pribadi apa lah itu pantas kata prof zack
" ya saya minta maaf nanti saya pasti ini gak akan terjadi lagi pak kata dr lauren
"iya saya juga minta maaf pak kata dr Diana
"Kalian berdua dapat tugas malam, dan aku tak mau mendengar ribut lagi ,kata dokter Zack
" baik pak, kami permisi kata dr lauren dan dr Diana
__ADS_1
Dr Xavier tersenyum dan mengangguk kan kepala nya
Melihat kepergian dr lauren
" apa kau tak bisa mengalih kan pandangan mu ke aku saja tanya Zack kepada teman nya
"aish untuk apa aku memandang mu, kata dr Xavier.
" dia, istri adik ku, adamson Xavier kau sudah terlambat untuk memiliki nya, aku baru tau , adik ku sudah menikah dengan gadis itu kata Zack
"ya aku sudah tau, aku sangat kecewa mendengar nya, kalau aku tau mungkin semasa kuliah aku akan melamar nya kata dr Xavier
" ayolah, masih banyak wanita di luar sana yang bisa kau nikahi
" bagaimana dengan jenazah mati bunuh diri itu , apa sudah selesai tanya dr zack mengalih kan pembicaraan
" polisi masih menyelidiki dan aku menemukan photo ini kata dr Xavier
Prof Zack mengambil dan melihat .
"ini kasus pasien yang mati terbunuh , apa pansien. Udah di optopsi tanya prof Zack
" belum, pihak keluarga tidak mengizin kn, kata
Sementara di rungan dr lauren
Jarum jam terus berputar maju, menggerus siang menuju malam. Tepat pukul pukul tujuh malam, ini waktunya makan.
Dr Lauren duduk di ruangan nya bermalas malas menulis dia. Menguap
Dr Lauren ingat tadi sebelum dia kerumah sakit , . Pria itu sempat menampilkan sisi manisnya dengan menanyakan kondisi lauren secara lembut dan tulus. Menyimpan telapak tangannya dikening lauren untuk memastikan suhu tubuh nya
Lauren tidak menolak dan hanya diam ketika adamson melakukannya.
"aish kalau dia tahu aku kerumah sakit dia pasti bakalan marah. Kata lauren bicara sendiri
Sementara di luar rumah sakit
Sebuah mobil berhenti di depan rumah sakit
Adamson baru pulang dari menghadiri rapat yang diselenggarakan antara perusahaan dan rapat ketua Mafia dan dia langsung ke rumah sakit
Kris hanya diam saja mengikuti adamson
" tuan, apa temen saya di terima menjadi pengawal nyonya tanya kris dengan pelan
"iyaa, tapi dia harus jaga jarak 1 meter dari nyonya, kata adamson dengan tegas
" jaga jarak I meter bagaimana mungkin pikir kris
Adamson mencari lauren, tapi tak di temukan , dia bertanya pada salah satu perawat
Sementara di kantin
Dr lauren sedang sibuk mengambil menu makan malamnya di Employee Dining Room yang disediakan rumah sakit itu. Aneka makanan lezat dan sehat tentunya sudah tersaji dengan rapih diatas meja buffet yang terbentang memanjang
. Dr Lauren berdiri ditengah antrean , ada beberapa orang yang berjajar tepat didepan dan arah belakangnya.
Semua orang menghabiskan makan malamnya dengan para rekan kerja, sementara dr lauren ? Jangan ditanya lagi, tentu ia hanya seorang diri.
Dr Lauren memang belum cukup dekat dengan rekan kerjanya ditim satu, ia termasuk orang introvert yang sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Selain itu dr lauren juga bukan orang supel, yang mudah akrab dengan orang-orang. Ia memerlukan waktu cukup panjang untuk itu. Selama tiga tahun bekerja dirumah sakit ini hanya segelintir orang yang dekat dengannya. Suster lia dan dr Xavier . Dr angel, Sialnya hari ini tim dua mendapat bagian shift pagi jadilah dr lauren benar-benar menjadi dokter sebatang kara hari ini.
“Oh dokter lauren , , sendiri saja aku dengar kau sudah menikah ya ?” tanya salah seorang penjaga makanan disana. Dr lauren hanya menyunggingkan senyum sebagai jawaban.
“Tentu saja dia sudah menikah Mrs. Carol. Suami mana yang anda maksud? Lauren memiliki banyak pria yang menjadi calon suaminya, , kemarin ada pria yang mengaku calon suami nya dan hanya meminta dia yang rawat ” tukas dr Diana , seorang dokter lebih tua dengan lauren yang bertugas didepartemen bedah anak.
" Sabar, lauren sabar. Tahan emosimu, dia hanya ingin menganggu mu saja kesuksesanmu. Batin dr lauren menenangkan diri sendiri.
Mrs. Carol tidak mengindahkan ungkapan dr Diana itu, ia menatap lauren miris turut berduka atas nasib malang dokter cantik berwajah oriental itu yang kerap mendapat cibiran.
Lauren melanjutkan acaranya untuk mengambil beberapa makanan yang dirasanya lezat dan cocok untuk makan malam kali ini.
“Berlaga suci namun ternyata kau lah jalang yang sebenarnya, lauren . Hebat sekali…” Kata dr Diana
“Caramu menyembunyikan jati diri diri.” kau menikah diam diam dengan adamson karena kau hamil kan kata Diana
Diana tersenyum sinis dengan tatapan iblis menantang. Lauren berbalik, memposisikan dirinya untuk berhadapan dengan diana
yang berada dibelakangnya. Seketika antrean yang sedari tadi bergerak tenang seperti laju kereta diawal keberangkatan menemui jalan buntu. Mereka semua yang berada dibelakang Katrina mengehentikan pergerakannya dikarenakan Lauren yang menjadi kendala.
" Harus aku apakan wanita brengsek ini? Haruskah aku menumpahkan sup brokoli ini kearahnya? Pikir Lauren dengan kesal.
Lauren tersenyum tipis jauh dari kata indah justru sebaliknya. Tatapan lauren menajam, menyapu tubuh diana dari atas sampai bawah dengan pandangan jijik. Gadis bertubuh tinggi dan sexy dan rambut yang pirang itu tersinggung. Pandangan lauren kentara mengintimidasi. Seketika ia tertawa hampa, dan membalas tatapan Lauren kemudian menyeringai.
__ADS_1
“Berapa kali mereka menidurimu, jalang? Adamson dan… emm siapa nama mantan pacarmu? Ah masa bodoh dengan namanya.”“Mereka pasti pernah menikmati tubuhmu bukan? Cih, aku yakin mereka kecewa berat.”“Tubuhmu sama sekali tidak ada bagus-bagusnya.” Kata Diana
“Mulutmu terlalu rendah untuk ukuran seseorang yang pernah mencecap bangku sekolahan. Semua orang yang ada disini tahu siapa jalang sebenarnya,” Jawab lauren berusaha setenang mungkin dan dingin. Jujur hatinya sudah meronta, untuk melayangkan tamparan dan pukulan membabibuta pada dr diana
Orang-orang disekitar tidak berniat untuk menghentikan perdebatan sengit itu. Sebaliknya mereka justru tertarik untuk melihat siapa yang lebih kuat, dan penasaran siapakah yang akan keluar sebagai pemenang. Rasa lapar yang semula berontak diperut mereka perlahan melunak, pertunjukan ini lebih menarik dari pagelaran teater di Broadway.
“Oh my God, kau sama tidak tahu malunya seperti aku. Bahkan kau lebih busuk, setidaknya aku selalu menunjukan diriku apa adanya.” balas diana
“Tidak berpura-pura baik didepan semua orang namun… Ah, aku bahkan geli untuk mengatakannya. Kau wanita yang menjijikan, lauren .”
Dr Lauren menghela nafas, ia mengalihkan pandangannya kearah lain. Lapisan kaca sudah mulai menutupi retinanya, ini tidak bisa dibiarkan. Lauren tidak boleh terlihat lemah dihadapan diana
“ Aku sudah lama menyukai adamson Berani sekali kau, rebut priaku justru memaksanya untuk menikahimu.”Kata Diana
“ aish Aku tidak bisa menerima itu!” balas lauren
Lauren mengerang frustasi, ia ingin menahan diri ditengah gejolak amarah ini. Bukan masalah jika lauren harus melampiaskan kekesalannya dengan cara melayangkan tamparan atau menjabak rambut panjang wanita itu. Hanya saja lauren tidak bisa melakukannya, hatinya mendesak lauren untuk melampiaskan kekesalannya dengan cara yang tidak bisa diterima pikiran logisnya. Menangis, lauren tidak ingin melakukannya.
Tiba tiba saja terdengar suara langkah kaki dan suara pria
“Siapa orang yang kau maksud sebagai priamu?” Suara bariton Adamson tiba-tiba menggelegar disetiap gendang telinga orang yang mendengarnya. Dengan jas kebesarannya pria itu berjalan gagah menuju tempat keributan
. Dr Diana bungkam seketika, tatapan semua orang kembali berbinar tak sabar menantikan adegan demi adegan yang lebih memacu adrenalin, dengan kehadiran sang bintang utama.
“Jangan bilang orang itu aku “Ahh…, anda hebat sekali dokter diana . Tidak ku sangka ternyata aku begitu istimewa dihatimu.”
Adamson terus mengatakan ucapan yang entah akan menjurus kemana. Pembawaannya yang tenang membuat rasa kecewa tergaris dihati seseorang. Bagaimana bisa sikapnya setenang itu, sementara istrinya dihina habis-habisan.
Saat ini adamson sedang berdiri diluar antrean, tepat didepan dr lauren dan Diana Sesaat pria itu menatap lauren yang sedang mematung tanpa menoleh kearahnya.
“ Tuan adamson aku bisa jelaskan semua ini. Agar kau tidak salah paham,”
Dr Diana mencoba membela diri.
“Tidak perlu, aku sudah cukup menangkap maksud ucapanmu sedari tadi.” kata adamson dengan datar
Di belakang nya ada asiten nya dan para bodyguard nya
“Aku senang kau menganggapku demikian. Itu menandakan sebagai pria, aku benar-benar mempesona.” Kata adamson menyunggingkan senyum, lauren sontak menoleh kearah Adamson
"Kau sama brengseknya" kata Lauren dalam hati nya melayangkan tatapan bengis, penuh kekesalan namun adamson justru menangkapnya sebagai sorot kekecewaan.
“Namun ada satu hal yang harus anda tahu dokter diana
” Senyuman manis adamson sirna, iris itu menajam dan lengkungan sinis pun tercipta. “Aku tahu anda membenci lauren sejak lama. Dan selalu mencari gara gara dengan nya Tidak apa-apa, karena itu hakmu. Aku tidak marah. aku biasa saja “Tapi yang membuatku murka adalah… kau menghina istriku saat aku berada didekatnya. Tahukah kau aku sangat geram saat ini?” Kata adamson dengan marah
Mata lauren terbelalak, pernyataan itu sama sekali tak pernah terbesit dibenaknya bisa diucapkan dengan lantang oleh adamson .
Dr Diana memucat, ini memalukan untuknya. Semua orang tersenyum senang, beberapa terkjut mendengar pembelaan. Adamson
Adamson menarik tangan Laure dengan cepat, membuat gadis itu berdiri disebelahnya kini. “Wanita ini adalah istri sahku, melindungi dan menjaga perasaannya adalah kewajiban utamaku.” Sorot mata adamson masih tajam, dingin dan menusuk..
"aish aku rasa dia memain kan peran sebagai suami yang baik mengapa tak jadi aktor aj sekalian omel. Lauren dalam hati nya
Namun Hati lauren bergetar, gelayaran haru bercampur rasa tak percaya menghujam batin. Lauren terpesona, ya untuk pertama kalinya gadis itu terpesona pada pria mesum , suaminya sendiri.
“Tak peduli serumit apa hubungan kami dimasa lalu. Yang terpenting adalah inilah kehidupan kami yang sekarang.”“Sepasang suami istri yang akan saling menjaga bukan sebaliknya. Kau mengerti?” “Ayo, kita pulang ajak adamson setelah membuat dokter Diana membeku dengan kata-katanya.
" Kenapa kau diam saja? Waktu dr Diana menghina mu
:Untuk apa berkelahi dengan wanita yang menyukai mu itu kata lauren dengan kesal.
" Tapi kau terus berkelahi denganku. Dan selalu menggigit bibir ku jika aku mencium mu kata adamson dengan senyum
"aish pria ini, kau mesum.
"ta..tapi, aku dapat tugas harus dinas malam 24 jam. Oleh pak pimpin kata lauren
" aku suruh pulang ya pulang, kau baru saja sembuh dari deman mu, siapa yang ngizin mu kerumah sakit kata adamson dengan datar
"ak.. Aku kata lauren tidak menerus kata nya
" masalah itu, biar aku yang bicara dengan kakak ku, sekarang kita ajak adamson dengan menarik tangan lauren
Sementara di hotel
"Kita sudah berhasil melacak mobil adamson
Sekarang dia berada di rumah sakit, kata seorang orang berpakaian hitam. Itu
" oh iya, aku yakin dia lagi bersama dr lauren, aku ingin kau awasin dia, aku ingin kau menculik gadis itu kata wanita itu
" baik nona , perintah anda kami laksana kan kata para bodyguard itu
"ingat jangan sampai gagal , Jika kalian gagal, kalian aku bunuh kata wanita itu dengan kejam.
Bersambung Saksikan episode selanjutnya
__ADS_1