My Crazy Presdir Kejam

My Crazy Presdir Kejam
Episode 21 kasus pembunuhan


__ADS_3

Adamson bangkit memandang lauren yang lagi tidur, adamson pun menyelimuti selimut di tubuh Lauren dan membuka pintu keluar,


Adamson menuruni tangga dan melihat Kris yang bersama seseorang pria berpakai hitam


"selamat pagi tuan sapa kris dengan sopan


Adamson hanya menganggu kan kepala dan mengalih kan padangan ke arah seorang pria


" tuan ini novan etera, dia temen saya, yang akan. Menjadi bodyguard pribadi nyo nya lauren , dia mantan tentara kata kris dengan pelan


Adamson menatap kearah pria yang bernama novan


" selamat pagi tuan sapa Novan ekspresi datar


" hmm Kau tau tugas mu, tugas mengawal istri ku, dan melindungi istri ku , kemana pun kau harus mengikuti nya kata adamson dengan tak kalah dingin nya


"baik tuan, kata novan dengan pelan


" tapi kau tak boleh menyentuh nya, Dan jaga jarak 1 meter dengan istri ku jelas adamson dengan datar


Kris dan novan saling padang, bagaimana mungkin jaga jarak melindungi seorang


"kau harus tahu istri ku satu-satunya menolak keras penempatan penjaga disekitarnya. Kondisi saat ini, sangat berbahaya untuk mengikuti keinginannya” mengingat musuh ku banyak, kata adamson yang menatap novan, bodyguard di depan nya memiliki wajah yang sangat tampan, tubuh nya yang kekar , membuat adamson merasa cemburu


" baik tuan kata novan dengan datar



“aku harus tetap menempatkan seseorang untuk menjaga keamanan istri Tempatkan Ingat, pengawasan sampai istri ku pulang dari dinas nya kata adamson dengan pelan


“ novan hanya mengangguk kan kepala nya


" Kris bagaimana jadwal ku hari Ini tanya adamson


" hari ini pertemuan dengan duta negara Amerika tuan kata kris


"hmm apa kau sudah me persiap kan semua tanya adamson


" sudah tuan tapi tuan. Di pintu pagar banyak wartawan, Klarifikasi tentang pernikahan tuan dengan nyonya, Wartwan penuh di depan pagar mansion tuan kata kris.


Dengan pelan


" apa!! Kata adamson dengan melihat di layar monitor penuh dengan wartawan



" astaga sedang apa mereka, apa mereka tak ada kerjaan pagi ini kesal adamson dengan menunjuh pintu keluar


Melihat adamson keluar, Wartwan pun. Menghampiri


Di luar.. Adamson sudah dikerumuni oleh para reporter dan wartawan yang meminta penjelasan.


Reporter bertanya,”tuan adamson , bisakah tuan adamson katakan sesuatu tentang pernikahan tuan dengan dr lauren


Adamson menjawab,”Oke!


Reporter bertanya,”tuan !


Asisten. Kris dan pengawalnya datang


,”Minggirlah! Minggir! Minggir! Beri jalan buat tuan kami, kata Novan


Kris berkata pada wartawan ,”Maafkan ,”Kami akan mengadakan jumpa pers untuk menjelaskan segalanya. Siang nanti karena tuan ada urusan


Wartwan pun terdiam.


Kris dan novan lalu mengamankan tuan nya membawa mereka pergi dari sana.


"novan jangan lupa kan tugas mu, jangan biar kan nyonya di dekati orang asing atau Wartwan kata adamson dengan datar


" baik tuan kata novan dengan datar


Sementara di kamar


Lauren terbangun dan memandang sekeliling, ternyata adamson tidak ada di samping nya lauren pun Bangkit dan kemar mandi mengenakan baju nya dan turun ke bawah


Pagi yang cerah itu Lauren berjalan menuruni tangga rumahnya menuju lantai dasar untuk sarapan dengan tas ditangannya dan beberapa buku “


" Bibi wong apakah tuan sudah sarapan?” tanya lauren pada bibi wong yang pagi itu melayaninya, karena bibi wong merupakan kepala pelayan dikeluarga adamson tapi meski bibi wong sudah seperti keluarga,


“ tuan muda sudah berangkat” jawab bibi wong


Mendengar jawaban bibi wong membuat lauren kaget bukan karena apa ini baru saja jam 7.30 dan suami nya mesum. sudah berangkat “Jam berapa adamson pergi dan semalam adamsom pulang jam berapa?”


“sekitar jam 6 pagi dan semalam beliau pulang jam 12 malam nyonya, nyonya serapan dulu ” jawab bibi wong

__ADS_1


"oh, aku akan ke rumah sakit bibi wong, aku sudah telat kata lauren dengan pelan mengambilnya roti Dan masuk ke mobil nya


Sepasang mata mengikuti nya, dan masuk ke mobil mengikuti mobil lauren


Berapa menit sampai lah ke rumah sakit John hos pital


Mobil mewah berhenti di depan rumah sakit



Mobil mewah itu berhenti, lauren yang tak merasa di ikut hanya cuek saja karena dia sudah terlambat.


" dr lauren panggil seorang


“ah , ne?” Lamunan dr lauren di buyarkan oleh seseorang yang memanggilnya


“Ikut aku ke ruanganku sekarang!” Nada bicaranya terdengar menyentak dan membuat beberapa perawat lainnya melirik ke arah dr lauren yang di panggil oleh dokter kepala itu . Dengan cemas lalu berjalan membuntuti dokter kepala tak laen. Kakak ipar nya , masuk ke dalam ruangan kerjanya yang kini di tutup rapat .


Terlihat nama kepala Zack di meja dan kedua bola matanya mengarah pada lauren yang menunjukan senyuman tanpa dosa.



“Ku dengar kau terlambat 10 menit hari ini” Mata Zach masih mengawasi lauren


“Aaaaah ne! aku terlambat hari ini karena aku salam men set alarm, dokter kepala maaf kan. Aku kata lauren


“Apa kau tadi malam lembur bersama adamson ya ? Berapa rode ” Tanya dokter Zack


Zack tatap lauren yang menundukkan kepala



“Ah tidak kami tidak melakukan itu, aku ..


“mwo?! Apa kau sudah melihat tv ” tanya Zack


“Tidak!! Balas lauren


“Good job!” Dr Zack lalu memukul kening lauren dan menggelengkan kepalanya .


Jangan aneh, dia memang seperti itu . Meskipun dia dokter kepala. di tempat kerja tapi dia tetap kakak ipar ku . Aku bahkan tidak pernah takut saat dia memperingatiku saat aku datang terlambat , semuanya bisa di urus .


“Jangan telat lagi, aku bisa memberikanmu surat peringatan” kata, Zack lalu berjalan menuju meja nya dan membuka laci terlihat seperti ingin mengambil sesuatu


“ne ne ne , aku tidak akan terlambat 10 menit lagi” kata dokter lauren



“arasso” lauren mengangguk dengan polos .


“Minum ini, kata dokter Zack


Sebotol vitamin sudah diberikan dokter Zack pada lauren , ia lalu tersenyum melihat lauren meminum vitaminnya itu .


" terima kasih kata lauren.


" cepat kau ke ruang operasi, dokter Xavier sudah menunggu mu kata dokter Zack.


Sementara ruangan medis


Dua orang pekerja medis dengan jubah biru langit, penutup kepala dan juga masker penutup mulut lengkap dengan sarung tangan yang membungkus kesepuluh jari mereka. dua orang dokter yang masuk dalam katagori muda, fokus pada pekerjaan mereka masing-masing. Satu dokter pria dengan Asistennya berjenis kelamin wanita. tatapan mata almond dingin nan tajam dibalik masker hijau mudanya. tubuh yang terbujur kaku membuatnya menelan salivanya susah payah.


Ini bukan korban pertama yang dia periksa. Bekerja sebagai Asisten Dokter disebuah rumah sakit forensik di ibukota negaranya, membuatanya terbiasa melihat tubuh yang sudah tak bernyawa lagi. Korban kali ini tidak sesulit yang biasanya. tidak ada bau busuk ataupun tubuh hancur yang tidak bisa dikenali lagi. Kasus kali ini berbeda. tubuh korban masih untuh. hanya warna kulit yang telah mulai membiru menandakan sudah lebih dari 24 jam korban tewas. tugasnya kali ini bukan mengindentifikasi namun mencari tau penyebab korban tewas.


Korban dinyatakan tewas karena serangan jantung mendadak. Namun dia yakin bukan itu penyebab utamanya. Kepolisian menyatakan ini bukan kasus bunuh diri. Ataupun pembunuhan. Serangan jantung bisa menyerang siapa saja termasuk korban yang ada dihadapannya. masih terbilang muda. Usia sekitar 35 tahun. Meninggal karena serangan jantung. tidak ada arsip kesehatan yang menunjukkan korban memiliki masalah pada jantungnya. tidak ada pula catatan yang mengarah pada penyakit serius lainnya.


Otopsi terakhir tidak ada hal yang mengcurigakan didalam tubuh korban. hanya diketahui korban mengkonsumsi obat penenang secara berlebihan. hal itu memang dapat memicu kerja pompa jantung yang tidak terkendali hingga berakhir pada serangan jantung mendadak. namun ada hal yang membuatnya curiga. Jarak anatara mengkonsumsi obat dan serangan jantung itu hanya berjarak 5 menit. Obat dengan dosis berlebihan tidak mungkin bereaksi secepat itu akan jeda yang terjadi. Bukankah itu sesuatu yang mengganjal?


Entah muncul keyakinan dari mana, dia yakin korban tewas karena pembunuhan. Dan itu tugas berat untuknya membuktikan analisisnya. tidak ada luka sayatan pisau ataupun memar sedikitpun. tak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Semua bersih tanpa berbekas. Tidak ada pula sidik jari yang ditemukan pada tubuh korban. semua bukti mengarah pada kematian mendadak.


Tangannya menyusuri dari kepala bagian atas, menyusuri setiap jengkal tanpa ada yang terlewat. dengan mata almond yang menelisik tajam. Pergerakannya terheti dibagian buku jemari yang telah berubah warna sama halnya dengan warna tubuh korban. Tangangany meraih jemari yang telah membiru dikarena jamur yang telah tumbuh itu. matanya memicing, sesuatu yang mengganjal telah dia temukan.


Tatapannya beralih pada pria yang berdiri dihadapannya hanya terpisah oleh ranjang dengan tubuh mayat diatasnya


. “Dr. Lauren kau ingat korban bernama wijaya lee ?” gumamnya membuat pria dengan kaca mata yang bertengger dihidung mancungnya mengalihkan perhatiannya dari kantung sample ditangannya.


"Wijaya lee ?” ejanya mengingat nama itu. “pria dengan tubuh atletis yang tewas karena over dosis obat penenang satu minggu yang lalu?”


Pria itu mengangguk. Membuka masker yang menutupi hidung hingga mulutnya. Menghirup rakus pasukan oksigen yang sedari tadi tertahan oleh bahan hijau tipis itu. “kau tidak merasa aneh?”


Lauren , salah satu Dokter muda dibagian bedah membedah mayat ini mengangkat sebelah alisnya. Pertanda dia tidak mengerti dengan apa yang pria itu maksud.


“mereka sama-sama tewas karena obat penenang. keduanya juga tidak memiliki riwayat penyakit yang berbahaya. aku heran tidak ada hal yang mendasari mereka mengkonsumsi obat penenang hingga dosis yang berlebihan” tatapannya menerawang. “yang berbeda hanya pada eksekusinya. jika wijaya overdosis maka Vittoria serangan hiu ”


Dr Xavier memutar pikirannya pada kejadian satu minggu yang lalu. apa yang dikatakan gadis itu benar. kasus tewasnya mereka hampir sama yang berbeda hanya pada reaksi tubuh yang mereka alami.

__ADS_1


“dan satu lagi” gadis itu mengangkat jemari yang membiru itu. Dr Xavier memperhatikan gerak-gerik gadis itu.


“aku dengar korban tewas tidak kurang dari 24 jam. Tapi kau lihat, buku jemari mereka seperti mereka sudah berhari-hari kehilangan nyawa” kedua mata sipit pria itu melebar. Buku jari yang membiru seperti itu hanya akan terjadi pada korban yang tewas lebih dari dua kali dua puluh empat jam.


Tubuh gadis itu terasa lemas mengetahui penyebab utamanya. Ya! Dia menemukan penyebab utamanya. Penyebab yang juga membuat dia harus kehilangan orang-orang yang dia kasihi. Soojin mengelap kasar keringat yang mulai membasahi pelipis dikulit putih pucatnya. “Arsenic” desisnya pelan.


“Arsenic?”


“cairan bening yang hampir tidak terdeteksi jika itu adalah sebuah racun. tubuh yang lumpuh seketika dengan peredaran darah yang membeku membuat jalannya oksigen terhenti dengan jantung yang berhenti mendadak”


“racun yang bahkan sama sekali tidak bisa dideteksi didalam tubuh” lanjut dr tani Keduanya saling bertukar pandang. Baru kali ini mereka menemukan kasus seperti ini. tidak ini sudah terjadi dua kali. Dan dalam jangka waktu yang berdekatan.


Ketukan lantai yang beradu dengan sepatu membuat keduanya mengalihkan perhatian pada pintu masuk yang terbuka lebar dengan seorang dokter kepala diikuti satu orang pria dengan balutan jas hitam formal, satu orang wanita dewasa dan satunya lagi anak kecil berusia sekitar 8 tahun dengan wajah keduanya yang membengkak karena terlalu lama menangis. Sudah dipastikan mereka anak dan istri korban.


Ruang yang awalnya senyap tak bersuara berubah getir oleh tangis dua wanita yang baru saja datang. Tatapan dingin itu perlahan berubah sendu. Posisi itu pernah dia alami. hanya tangisan yang bisa dia keluarkan melihat tubuh kaku ibu dan kakeknya. Tatapannya beralih pada anak kecil yang terus memanggil tubuh kaku itu dengan sebutan appa. Dia sangat tahu betapa sakitnya berada diposisi itu.


“Bagaimana apa penyebab kematiannya adalah serangan binatang buas ?!” pertanyaan Dokter kepala dirumah sakit ini membuat keduanya saling bertukar pandang.


“seperti yang sudah kita ketahui tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan dari tubuh korban—“


“tapi kami menemukan kejanggalan” potong dr lauren cepat saat dr Xavier tengah menjelaskan semuanya


. “korban yang tewas 24 jam tidak mungkin tubuhnya berubah dengan cepat. maksudku reaksi yang tubuhnya tunjukkan tidak mungkin tanpa alasan”


“maksudmu ada keanehan ditubuhnya?” sela pria berjas hitam rapi itu. “jika saya boleh tahu, anda siapa dari korban ini?” kali ini dr lauren yang bertanya dengan tatapan menyelidik. “


Saya asiten. Tuan justin , gadis yang tewas ini sekretaris tuan justin karena gadis itu mati terjatuh di kolam. Hiu ” jawab pria itu sopan..


"dr lauren terkejut mendengar nama justin, tumbul rasa ketakutan


“apa wijaya korban yang tewas satu minggu lalu juga bawahan tuan justin ?”



semua mata tertuju pada gadis berwajah dingin itu. pria itu mengangguk “


" benar wijaya juga bawahan tuan justin Lauren dan Dr Xavier kembali bertukar pandang. Sesungguhnya ini diluar kapasitas mereka. namun kali ini mereka harus memastikan sesuatu.


Lauren itu beralih pada wanita yang masih terisak disebelah mayat suaminya


“nyonya wijaya ’ panggil gadis itu. membuat yang dipanggil beralih kepadanya


“apa suamimu memang mengkonsumsi obat penenang?”


Wanita itu berfikir sejenak sebelum menggeleng pelan “aku tidak tahu jika dia mengkonsumsi obat seperti itu” jawaban sama yang persis seperti satu minggu yang lalu dia dengar dari keluarga korban


. “kau menemukan sesuatu yang mencurigakan?” Dokter Zack bisik nya pad a lauren


“racun Arsenic” balas lauren


Semua mata menatap tak percaya mendengarnya. suara yang awalnya telah mereda menjadi isakan kembali berganti tangisan


“maksudmu suamiku dibunuh?” dengan berat hati gadis itu mengangguk.


“darimana kau bisa tahu dokter Laurie ? racun itu tidak bisa dideteksi didalam tubuh” tanya asisten justin.


" biasa bahaya bakalan tuan nya pasti akan. Kenak masalah


Asiten justin itu berkata dengan nada yang gugup. Membuat pria yang berdiri disebelahnya meliriknya diam-diam.


“tubuh yang berubah dengan cepat selain itu buku jari yang telah ditumbuhi jamur” ungkapanya sambil melirik tubuh korban. “dan ini kasus kedua setelah nona Victoria ” lanjut dokter lauren


menatap penuh selidik pada pria yang belum dia ketahui namanya itu.


"dia yakin Justin pasti ada balik kematian para bawahan nya, pria itu sudah berapa kali berlaku tidak sopan pada nya mengingat itu kemungkinan justin ada hubungan kematian bawahan nya pikir lauren


Pintu yang tertutup itu kembali terbuka. Seorang pria masuk dengan kemeja putih yang digulung hingga siku dan celana dasar hitam menutupi kaki panjangnya. Pria dengan wajah dingin dan tatapan tajam mata elangnya berjalan masuk.


“Joon bagaimana?” suara bass menggema diruang yang berukuran cukup besar ini.


Pria yang dipanggil Joon menundukkan keplanya memberi hormat kepada pria yang tak lain adalah justin


. “mereka menemukan kejanggalan pada kematiannya. dan kemungkinan ini kasus pembunuhan” bibir penuh itu tersenyum sinis. “sudah kuduga” gumamnya berjalan mendekat kearah korban.


“Racun Arsenik?” tanyanya pada doker kepala Zack membuat pria itu meremas tangannya gugup. Dan mengangguk pelan.


“urus mayatnya segera. dan tutup kasus ini dengan kematian oleh serangan jantung” perintah tegas tanpa terbantahkan. Asiten mengangguk mengerti membalasnya.


“kau tidak bisa melakukan ini tuan. Justin Suami wanita itu dibunuh” kata lauren


wanita itu lantang. Tanpa memperdulikan dimana dia berada saat ini.


Justin menatap kearah lauren dengan tajam aura gelapan memancar ingin menerkam dr lauren


Lauren membalas menatap pria kejam. Itu

__ADS_1



Bersambung Saksikan episode


__ADS_2