
“Kau? Ada keperluan apa kau kesini,?” Tanya hans yang melihat keberadaan Justin dikantor polisi tempatnya bekerja. Justberusaha tersenyum manis.
“Aku datang kesini dengan niat baik, membawa surat pembebasan untuk dr lauren kata justin
Sambil menyerah kan surat pada polisi hans,
Hans pun mengambil dan membuka, suratj jaminan
" oh, baik lah.., sekarang anda boleh pulang dokter lauren kata hans dengan pelan
" ayo kita pulang ajak adamson dengan menarik tangan lauren
"Hey kau tidak bisa begitu saja membawa nya pergi, aku yang membebas kan nya Kata justin dia mau pergi tapi di tahan oleh hans
"yak, berhenti mengganggu istri orang, apa kau kehilangan pesona kata hans pada sahabat nya
" aish, justin hanya mengeluh.. Karena melihat lauren sudah pergi bersama pria menjadi musuh nya
" lauren pun mengikuti adamson dari belakang, tiba-tiba saja ponsel nya berbunyi
Lauren pun menerima telepon dari dokter
"baik lah aku akan kesana kata dr lauren menutup panggilan nya
" apa kau ingin jalan kaki teriak adamson dengan kesal
"aish, yaya aku akan masuk, antar kan aku ke rumah sakit karena Ada masalah darurat kata lauren
"sementara itu
John Hospita
Derap langkah kaki yang menyentuh ubin mulai saling bersahutan. Seorang gadis melangkah dengan mantap, menuju sebuah ruangan disebelah barat jalan yang dilaluinya. Beberapa orang wanita berpakaian serba putih, terlihat menyapa menggunakan anggukan kecil. Lauren , gadis itu membalasnya dengan senyuman tipis yang nyaris tak terlihat. Kepribadian lauren memang sedikit berbeda, tidak terlalu ramah namun bukan orang yang ketus juga. Semua orang disana sudah tahu akan hal tersebut.
Debuman pelan dari pintu yang terbuka berhasil mengalihkan pandangan semua orang yang ada diruangan itu. Lauren memasukinya tanpa kesulitan, melewati beberapa meja kerja rekan seperjuangan untuk mencapai mejanya.
__ADS_1
“Selamat pagi dokter lauren ,” kata dokter lia
“Oh dokter lia apa yang lainnya sudah bersiap?” Tukas dr lauren tanpa membalas sapaan rekannya. Ia sedang sibuk mengenakan jas putih panjang, pakaian agung yang langsung menyematkan gelar dokter pada dirinya.
“Bersiap untuk apa?” tanya dokter awalnya bingung, setelah itu ia pun membuka mulutnya membentuk huruf A.
“Pertanyaan macam apa itu?”. Aku baru saja di telepon oleh dokter xavier Tanya dokter lauren
Dokter lauren menatap tajam mata. Lauren wanita itu mengalihkan pandangannya dengan menunduk kikuk.
“Mengapa reaksimu begitu? dimana yang lainnya, apa mereka sudah berkumpul diruang operasi?” tanya lauren
“Belum, ah maksudku tidak tau .” kata dr lia
“Tidak sama sekali.” Ungkap dr lia tergagap. Sulit baginya untuk mengutarakan apa yang ada dipikirannya kini.
“Aku butuh penjelasan Nona lia !” dr lauren mengernyit heran. Ia melipat kedua tangannya, dan diletakan disekitar wilayah diafragma. Hentakkan sepatu lauren terus terdengar, ia tidak akan berhenti sebelum mengetahui maksud dari perkataan dokter Jenny Wilson, juniornya.
“Begini dokter lauren tim kita…, tim kita tidak akan melakukan operasi hari ini.” Jelas lia seadanya.
“Kenapa, apa jadwal operasi diundur?” bukan kah dr xavier menelpon ku tadi
“Lalu kenapa, bicaralah yang jelas.” titah lauren mulai kesal
. “Tim direksi memutuskan untuk mengganti dokter yang mengoperasi pasien VIP itu.” Tukas xavier dokter ditim lauren yang juga berada diruangan itu. Ia sedikit jengah melihat cara dr lia berbicara.
“Whats, Kenapa bisa?” “Ini pelanggaran, sejak awal tuan Janson adalah pasienku, pasien kita. Ini tidak bisa dibiarkan!” kata lauren
“Siapa dokter yang diutus tim direksi untuk menangani operasi tuan Janson?” Tanya lauren semburat amarah bermunculan tak tertahan dari pipi mulusnya.
“ dia dokter baru datang dari Amerika, dokter Victor balas lia
" apa ? “Shit, mereka sengaja membuat ku kesal !” geram lauren , kedua tangannya sudah mengepal amarah yang sangat besar. Lia bergidik melihat kemarahan seniornya. Oh lauren terlihat seperti pembunuh yang siap menambah jumlah korbannya saat ini juga. Lauren berjalan tergesa kearah pintu, debuman kasar dari bantingan lauren terhadap pintu itu membuat lia dan dr xavier mengelus dada mereka beberapa kali.
“Oh Tuhan, wanita itu menyeramkan sekali.” kata dr xavier, gadis yang mampu membuat hati jatuh cinta
“Untuk pertama kalinya aku setuju padamu, dr xavier ”
" **** aku harus menyusul lauren, aku takut dia pasti akan beratem lagi dengan dokter selen kata dr xavier
__ADS_1
Sementara itu
Lauren berjalan dengan kesal
Beberapa orang dan rekan kerja yang berpapasan dengannya disepanjang jalan memandang lauren dengan tatapan heran. Wanita itu tetap tidak mempedulikannya, pikirannya terlalu sibuk untuk menanggapi pemikiran orang-orang terhadap dirinya.
Yang ia inginkan saat ini hanyalah menemui dr zacky dan meminta penjelasan pada ketua komite, tuan Horald. Yang telah bertindak sewenang-wenang, mengganti dokter yang akan mengoperasi pasien yang seharusnya ditangani lauren Jelas ini tidak sesuai prosedur, lauren punya hak untuk mengajukan rasa keberatannya. Dan langkah pertama yang ia ambil adalah ini, berdiri didepan pintu masuk ruangan dr salen . Deru nafasnya terdengar tidak beraturan, kedua tangan mungil itu sudah bersiap untuk meraih kenop pintu dan memutarnya.
“Kau harus mati hari ini, dr Victor !” dr lauren
Lauren protes kepada kepala rumah sakit yang mengatakan kalau dia akan melakukan operasi kali ini.
..
“Apa aku punya kewajiban meloloskan mu, kau sudah kenak kasus, berita tentang mu sudah di muat di koran ?” ucap kepala rumah sakit zack data
“Aku tidak bilang anda memiliki kewajiban itu. Tapi aku tidak melakukan kesalahan apa pun maka nya aku di bebas kan kata dr lauren
“ bukan aku yang memutus kan. Ya dokter lauren balas zacky
Terdengar ketukan pintu dari luar. Dr Victor dan. Dr salen masuk.
“Aku yang akan melakukan operasi jadi kau harus mengganti kan tugas ku ?”.
" bagaimana aku menolak nya, kau yang menjebak ku dengan tuduhan palsu mu tanya dr lauren
“ untuk apa aku melakukan nya, Aku professor sekarang. Kau harus turuti aku. Karena itu siaran langsung, jangan buat kesalahan, karena aku akan melakukan operasi kata dr salen
“Bagaimana kalau aku menolak?” tantang dr lauren
“Kalau begitu kita lihat apa yang akan terjadi?” ancam dr selen
"Memang aku takut kata dr lauren, balas dr lauren menatap dr selen
“Begitu piciknya kau? Kau tidak merasa terhina? Apa kau tak malu, kau sama sekali tak punya kemampuan untuk melakukan operasi, apa karena kau istri adamson kau tak takut, jangan kau menipu adamson dengan tubuh mu kata dr salen sinis
"plak tutup mulut mu kata dr lauren dengan kesal
" kau?! Berani kau menampar ku kata dr salen dengan mengangkat tangan nya
__ADS_1
Bersambung saksikan episode