My Crazy Presdir Kejam

My Crazy Presdir Kejam
Episode 23 ketakutan lauren


__ADS_3

"Ayo lah sayang buka lah pintu nya kaya Justin dengan senyum


Lauren pun memikir kan bagaimana bisa keluar dari mansion pria kejam


 


“Astaga! Aku harus pergi dari sini!” lauren mencari celah kamar mandi, tetapi semua tertutup


 


“Ya Tuhann!!” bagaimana aku bisa kabur dari sini kata lauren


“Berniat kabur sayang?” kata Justin


 


Tubuh lauren menegang saat mendengar sara bariton dibelakang tubuhnya. Dengan cepat ia membalikan badan dan terkejut saat melihat Justin masuk kedalam kamar mandi dengan membawa nampak berisikan makanan. Namja itu berjalan dengan menggunakan kemeja hitam yang dipadukan dengan celana kain. Kemeja itu sudah dilipat hingga bagian siku, dengan tatanan rambut yang mengagumkan membuat justin terlihat semakin rupawan.


 


Namun wajah rupawan dan senyum separuh yang membuat banyak gadis menjerit itu kini terlihat begitu mengerikan dimata lauren .


Lauren berlari di balkom


Gadis itu bahkan kembali merasakan ketakutan yang luar biasa hingga tanpa sadar tubuhnya bergerak mundur dan berhenti setelah bagian belakang tubuhnya menabrak pagar pembatas. Lauren menoleh kebelakang sekilas kemudian kembali mengalihkan pandangan kearah justin


 


“Percuma saja, kalaupun kau nekat terjun dari atas sini hal baik yang akan kau dapat adalah cacat seumur hidup atau hal terburuknya adalah menjadi jasad tak berguna” Justin menyunggingkan senyumremehnya sambil meletakan nampan itu keatas meja.


 Lauren menggelengkan kepala dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Ia takut, sungguh. “A-aku mohon biarkan aku pergi..” mohon lauren denga suara parau


. Namun Justin seolah tak mempedulikannya, karena sekarang pria itu berjalan mendekat dengan senyum menakutkan yang tersemat diwajahnya.


 


“Kau milikku sayang, jadi aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja. Mulai sekarang rumah ini adalah rumahmu, rumah kita” Bisik Justin


 


Lauren semakin menggelengkan kepalanya. Ia bisa gila jika terlalu lama terkurung disini. “Kau benar-benar gila Justin aku sudah menikah ! Aku membencimu!!” teriak lauren


 


“Ssssttt jangan berbicara seperti itu sayang, sekarang kemarilah” Justin masih mencoba bersabar dan bersikap lembut pada dr lauren . Pria itu merentangkan kedua tangannya dihadapan lauren Berharap gadis itu paham dan segera mendekat kearahnya.


 


Namun lauren adalah gadis keras kepala. Gadis itu tidak akan mau melakukan perintah seseorang dengan mudah, apalagi seseorang yang sudah berbuat jahat kepadanya.


 


“jangan – aku tidak ma –Aaakkkkkhhhh!!!”


 

__ADS_1


Pekikan itu terdengar saat Justin mulai menarik tangan lauren agar gadis itu kembali masuk kedalam kamar. Dengan kasar pria itu menghempaskan tubuh lauren keatas tempat tidur, membuat gadis itu memekik sata tangannya tanpa sengaja membentur headboar ranjangnya.


 


“Apa aku memang harus selalu berlaku kasar agar kau mau mendengarkanku?” ujar Justin dengan suara datar yang terdengar begitu menyakitkan ditelinga lauren


 Lauren benar-benar putus asa sekarang, gadis itu bangkit dan duduk ditepi tempat tidur dengan air mata yang mulai membasahi wajah cantiknya.



 


“Aku hanya ingin pulang! Aku tidak mau tinggal disini nama bodyguard ku !” bentaknya sambil mengepalkan kedua tangannya. Tangisnya pecah dan itu membuat justin. sedikit melunak. Pria itu mulai menundukan tubuhnya dan mengusap air mata lauren dengan lembut. “Kenapa kau menangis?”


Lauren terdiam, ia tak berniat menjawabpertanyaan


"oh pria yang bersama mu ada di gudang mungkin dia sudah mati di pukuli anak buah ku balas Justin


" kau benar benar gila, maki lauren dengan kesal


  “Apa aku menyakitimu?” lanjut Justin masih dengan kedua tangan yang berada di pipi lauren , lauren mulai geram dan dengan kasar menepis tangan Justin


“Ya, kau menyakitiku! Kenapa kau melakukan ini? Apa salahku hingga kau melakukan semua ini padaku?!” teriak lauren


“Salahmu?” Justin mendesis kemudian tawanya menggelegar begitu saja. “Salahmu karena kau tidak pernah melihatku, kenapa kau menjadi istri adamson daripada aku? Jelas-jelas aku yang menolong mu, tetapi kau memukul kepala ku, kata Justin


 “Karena kau seperti ini! Kau seperti monster–” kau berapa kali mencoba memperkosa ku memaksa kehendak, adamson tak pernah memaksa kehendak ku, kata lauren dengan sinis


 “Aku memang monster” potong Justin dengan suara tegas dan tak terbantahan. Lauren terdiam dengan ekspresi ketakutan yang semakin menjadi-jadi.


“Dan itu semua karena kau– kau yang mengubahku menjadi monster dan sekarang jangan salahkan aku jika aku akan menggunakan cara sekeji apapun untuk mengklaimmu” kata Justin dengan datar


 


“Kau harus menjadi milikku aku yakin adamson belum menyentuh mu sama sekali ” bisik Justin tepat didepan bibir lauren Gadis itu menggeleng kemudian mendorong tubuh justin yang semakin condog kearahnya.


 


“Tidak! Aku tidak mau!”. Kata lauren


Justin langsung menahan kedua tangan lauren dengan satu tangannya. Senyum iblisnya tercetak saat melihat lauren memucat dengan kepala yang terus menggeleng histeris.


 “Sayang sekali, aku tidak menerima penolakan!” Bisik Justin


 Justin langsung mendorong tubuh Lauren hingga gadis itu terbaring diatas ranjang king sizennya. Sementara lauren telah menindih tubuh gadis itu dengan keduatangan yang mengurung tangan lauren diatas kepasa gadis itu.


“Tidak justin . Janganmmmbbbhhhh!” justin mencium bibir lauren


 Pria ini terus saja merasai bibir lauren Sementara tangannya kuat menahanku yang mulai memberontak di bawah tubuh Justin


“Justin , hentikan” tak putus asa, lauren mendorong Justin yang sedang kesetanan ini dengan sekuat tenaga. Pria ini pun berhasil menyingkir dariku. Kesempatan ini kugunakan untuk berguling ke sisi yang lain dan pergi kabur


“Aakkhhh” belum sempat aku merealisasi niat lauren Justin sudah menarik dan memenjarakanku kembali. Kali ini dia benar-benar diatasku. Kaki-kakinya berada di sisi kanan dan kiriku. Sementara tangannya sibuk menahan kedua tangan ini di sisi kepalaku


“Kenapa Justin -ssi..?” Isak lauren perlahan mulai terdengar. Shock tentu membuatku tidak dapat menahan guliran air mata yang berada di pelupuk mata.

__ADS_1


“Entah mengapa aku menginginkanmu menjadi milik ku ” suara justin serak


Aku terperanjat mendengarnya. 'tidak aku sudah menikah dengan adamson , lepas kan aku bukan seperti ini jika kau menginginkan ku buat aku jatuh cinta Pada mu kata lauren menahan tubuh Justin yang mencoba mencium leher nya


“tiba tiba saja, bugh. Justin pun pingsan ke tubuh Lauren yang nyari terbuka


"nyonya anda tidak apa tanya novan dengan membuka jas nya menyelimuti tubuh Lauren yang terlihat jelas leher dan dada nya.


" Ti.. Tidak. Kata lauren dengan menangis


"tenang lah nyonya,jangan menangis, mari kita keluar dari sini ajak novan memegang pundak lauren , dia menguar kan pistol



Lauren mengikuti novan yang mencari jalan keluar,


Sementara itu di luar mansion


Sebuah mobil mewah berhenti dan di ikut berapa mobil dan keluar lah berapa orang berpakai baju hitam


Kris membuka pintu mobil adamson


Adamson memasuki rumah itu dengan marah, kris dan yang lain-lain sudah


Membuat para bodyguard Justin terkejut mengepung villa putih itu. Lalu mata adamson mengarah ke pintu di ujung lorong yang setengah terbuka, dan melangkah kesana, lalu masuk dengan marah ketika melihat apa yang terjadi di sana.


"mana Justin istri ku, tanya adamson dengan tajam


" me.. Mereka ada.. Di ka.. Kamar kata bodyguard nya Justin


“Lepaskan istri ku justin” suara adamson dingin, mencoba menahan kemarahannya dengan terkendali.


"adamson panggil lauren mendengar suara adamson,


Adamson pun mencari suara itu dan melihat lauren bersama novan yang wajah penuh luka


Dr lauren pun menghampiri dan memeluk adamson dengan menangis ketakutan


Adamson membals memeluk ,


" kau tak apa apa tanya adamson dengan pelan


" ak.. Aku ingin pulang kata lauren dengan pelan


"baik lah, kris beres kan semua dan kau obati luka Mu kata adamson dengan datar


" baik tuan kata kris dan novan


Adamson membimbing lauren ke mobil, badan membuka pintu mobil


Lauren masih shock, hampir saja kesucian nya di rengut kalau saja bodyguard novan tidak datang.


"tenang lah kau sudah aman, maaf kan aku tidak bisa menjaga mu Bisik adamson dengan lembut ,


Lauren hanya menangis ketakutan,

__ADS_1


Adamson pun menarik lauren ke dalam pelukan nya memeluk erat


Bersambung Saksikan episode


__ADS_2