My Crazy Presdir Kejam

My Crazy Presdir Kejam
Episode 19 pelukan hangat


__ADS_3

Lauren dan adamson sedang berada ditangga darurat yang waktu itu mereka singgahi. Adamson menyuruh kris dan para bodyguard duluan ke mobil


Adamson sengaja mengajak lauren kesana, agar gadis itu lebih leluasa mengeluarkan emosinya yang tertahan.


Adamson bersandar pada tembol berwarna putih susu, ia memperhatikan lauren yang masih mematung –duduk disalah satu anak tangga. Belum ada percakapan disana, keduanya masih sibuk bergelut dengan segala pemikiran yang mendadak memenuhi ruang otak mereka.


Adamson menyilangkan kedua tangan dan disimpan diatas perutnya. Ia kembali menatap lauren penuh rasa empati, matanya terpejam sesaat sebelum ia memutuskan untuk melayangkan pertanyaan pada lauren


“Kau baik-baik saja?” tanya Adamson



“Mengapa kau selalu menanyakan hal itu berulang kali? Akhir-akhir ini kau terlalu sering bertanya seperti itu padaku,” jawab lauren masih menunduk, suaranya lemah dan tercekat.


Gadis itu sedang menahan kesedihan,


“Apa kau lapar?” tanya adamson lagi, mengerti keinginan lauren untuk tidak membahas masalah tadi.


“Tentu saja, kau menyeretku kesini sebelum aku sempat makan malam,” balas lauren setengah bercanda meski nada suaranya menggambarkan rintihan.


Adamson beralih dari posisinya dan duduk disebelah lauren Ia memperhatikan wajah Laure lekat dari arah samping, lauren tidak terusik. Mereka kembali terdiam, gadis ini perlu waktu untuk menetralkan perasaannya. Beberapa menit kemudian rintih yang meningkat menjadi sebuah isakan pun terdengar, lauren menangis. Adamsonterhenyak,


"gadis ini di kenal gadis yang tangguh, dan selalu beratem dengan nya, sekarang menangis di depan nya


Adamson mendapati tangisan lauren yang kian menggema diruangan itu.lauren memukuli dadanya, berusaha mengeluarkan rasa sakit yang mencekik dan membuat sistem pernafasannya sesak dari tadi. Otot diwajahnya menegang, bibir cherry berwarna pink cerah itu bergetar hebat.


“Hentikan, itu menyakitkan,” kata adamson meraih tangan kanan lauren yang sedang memukuli dadanya sendiri. Setelah mencegat pergerakan brutal tangan lauren kedua tangan kekar pria itu pun beranjak naik kearah pundak lauren . Adamson menyampingkan posisi lauren agar berhadapann dengannya. Gadis itu masih menangis pedih, mata adamson meremang seakan ikut hanyut dalam kesedihan. Tanpa diinterupsi satu tangan adamson bergerak perlahan menuju wajah lauren . Menyeka air mata kesedihan dengan gerakan penuh perasaan.


“Wajahmu sangat jelek saat menangis,” canda adamson tersenyum getir.


“tenang lah aku disini, disampingmu. Selama ada aku mereka tidak akan berani mengganggumu.”


Laurie menaikan pandangan mata berair nan sembab itu sejurus dengan tatapan adamson Mereka bertautan pandang cukup lama, lauren masih menangis sedangkan adamson memamerkan senyum menenangkan.


“Ingin menangis dipelukanku?” lauren belum menjawab namun adamson terlanjur merengkuh tubuhnya yang mengigil efek tangisan itu. Dengan lembut adamson mengusap rambut dan punggung lauren Hatinya sedikit ngilu mendengar isak tangis lauren


Hangat, pelukanmu begitu hangat dan menentramkan, terima kasih pria seksi


“Kau sedang hiks…, mencari kesempatan dalam kesempitan?” beberapa menit setelah tangis lauren tumpah ruah dalam pelukan adamson . Akhirnya gadis itu kembali bersuara.


“Iya, pria sangat suka melakukannya. Kau keberatan?” balas adamson dengan datar


“Tidak, untuk kali ini. Terima kasih.” Kata lauren terisak


“Baguslah, sudah lebih baik?”balas adamson dengan lega


“Em, sedikit.” Mereka berdua masih berpelukan, entah kemana perginya keangkuhan Lauren Karena saat ini dia nampak begitu manis dan penurut pada adamson Bahkan sejak tadi tangan mungilnya juga turut merengkuh tubuh suaminya.


“Perlu ku lepaskan pelukannya?” tanya adamson dengan bercanda


“Jangan, aku masih membutuhkanmu.” balas Lauren



“Oho, kau mulai tertarik padaku rupanya. Hatimu sudah luluh?”Kata adamson dengan membelai punggung lauren


“Mungkin, sudah jangan banyak bicara! Aku hanya ingin seperti ini lebih lama lagi.” Lauren sedikit membentak dengan suara parau dan rongga hidung yang terasa penuh oleh cairan didalamnya. “As your wish babe,” jawab adamson berbisik sensual, embusan nafas pria itu menggelitik daun telinga lauren


“Kau terlihat lebih manis jika diam begini. Cengeng dan sedikit manja, sungguh menggemaskan,” goda adamson lagi semakin bersemangat.


Lauren terkekeh, oh Tuhan gadis itu benar-benar sudah terperosot jauh dalam pesona suaminya. Katakanlah sekarang dia senang mendapat godaan dari adamson


" Astaga sejak kapan seorang adamson bisa bercanda dan tersenyum apa lagi menggoda bukan kah dia di kenal.pria berhati kejam.


. “Apa hobimu memang menggodaku?” Kata lauren


“Bisa dibilang begitu. Aku tidak bisa tidur nyenyak jika sehari saja tidak menggodamu.”


“Brengsek!” Kata lauren dengan kesal


“Terima kasih atas pujiannya.” balas adamson


Lauren kembali tersenyum geli, kehadiran adamson benar-benar menjadi obat kesedihannya hari ini. Godaan dan bualan aneh pria itu bagaikan angin yang menerbangkan kesedihan untuk menjauh dari hatinya. Hening, setelah ucapan terakhir adamson tidak ada lagi perbincangan. Lauren masih setia menenggelamkan wajahnya pada dada bidang adamson


. Aroma maskulin tubuh pria itu menyeruak dalam rongga hidungnya, begitu segar dan memabukan, lauren suka dan menjadi kecanduan untuk menghirupnya.


“Jangan hiraukan gosip yang sedang ramai dipergunjingkan, itu sama sekali tidak penting. Aku akan tetap berada dipihakmu, menjagamu. Aku tidak akan pernah membiarkan orang-orang tolol itu menyakitimu. Peganglah janjiku,” jelas adamson tulus. Kali ini mata lauren melebar, ia melepaskan tautan tubuhnya dan menatap adamson menuntut penjelasan.


Adamson menanggapi keterkejutan lauren dengan senyuman indah. Ia menaikan kedua telapak tangannya untuk menutupi kedua telinga lauren


“Seseorang pernah berkata padaku…, jika kau sedang mengalami kesulitan dalam hidup. Saat kau merasa sakit itu benar-benar merajam hati, dan membuat dadamu sesak. Maka yang perlu kau lakukan adalah menutup matamu, tenggelamkan pikiran untuk mengingat orang-orang yang kau sayang.”


“Bayangkan kehadirannya dalam sedihmu. Dan orang itu akan dengan sendirinya menyingkirkan kesedihan dan membawa bahagia untukmu, hanya untukmu.” adamson mendekatkan wajahnya kearah lauren kedua dahi mereka sudah beradu. Lauren menatap manik adamson dalam, pria itu hanya tersenyum tenang..


“Lakukanlah, aku yakin cara itu pasti berhasil.” lauren menuruti saran adamson dia mulai memejamkan matanya dan membayangkan diri pria itu.


Ya, Lauren membayangkan adamson yang selalu ada untuknya dikala ia mengalami kesulitan. Meski mereka kerap bertengkar, tapi perlu diakui kebaikan adamson memang nyata. Laurie kembali mengorek kejadian demi kejadian dimana adamson mmenjadi seorang pahlawan bagi kehidupannya. Dia mengira dengan pria kejam. Ini hidup nya akan hancur, tapi tidak pria ini tak pernah memaksa kehendak nya


Semua itu menenangkan, tanpa sadar Lauren tersenyum. Gadis itu melupakan keberadaan adamson yang masih begitu dekat dengannya. Seulas senyum terpatri pada wajah adamson , dia berhasil. Lauren sudah tersenyum, usahanya tidak sia-sia. Lima detik kemudian lauren membuka matanya, seketika rasa gugup sontak menghujam hati manakala ia sadar posisinya dan adamson yang kentara intim. “Bagaimana?” tanya adamson anttusias, Lauren tersnyum kikuk sembari mengangguk. Menyatakan bahwa apa yang dikatakan adamson tadi memang benar-benar terjadi.


“Syukurlah, jika kau sudah merasa lebih baik.”


“Emm, untuk merayakan hari perdamaian ini maukah kau pergi berkencan denganku?” adamson sudah memundurkan posisinya, kini keduanya kembali ke posisi normal. “Kapan?”


“Malam ini, setelah pulang, bagaimana?”


“Aku lelah, tidak bisakah diundur besok saja?”


“Kau tidak tahu apa yang akan terjadi besok bahkan satu detik setelah ini. Bagaimana jika besok kita kembali menjadi orang-orang menyebalkan yang selalu bertengkar?”

__ADS_1


“Kau akan kehilangan kesempatan untuk berkencan dengan presdir tampan ini jika hal itu sampai terjadi.”


“Setelah kupikir, ucapanmu ada benarnya juga. Baiklah, malam ini setelah bekerja. Kau harus mengajakku ke tempat-tempat indah dan membuatku senang.”


.


Sebuah mercedez benz keluaran terbaru dengan warna silver mengkilat sudah terparkir didepan pintu keluar gedung rumah sakit . Adamson dan lauren menuju mobil


“Haruskah ku tutup kembali atapnya?” tanya adamson sebelum melajukan kendaraan mahal tersebut,


Lauren menggeleng. “Tidak perlu, begini lebih baik.” adamson mengangguk setuju kemudian mulai menancap gas dan melesat secepat kilat meninggalkan kawasan rumah sakit.


“Kemana kita harus pergi?” tanya adamson masih sibuk membelah jalan utama Manhattan dikeramaian malam..


“Bodoh, mengapa bertanya padaku. Harusnya kau yang menentukan, kau terlihat seperti amatir.” Kata lauren


“Astaga mulutmu itu benar-benar. Kau lupa perjanjian tadi?” tanya adamson


“Ingat, hanya saja aku gemas melihat tingkahmu yang pura-pura amatir. Sudah pasti kau sering mengajak teman wanitamu berkencan ‘kan?” Kata lauren


“Tidak pernah.” balas adamson


“Mwo?” So Eun menoleh kearah Adamson cepat, cukup terkejut mendengar pengakuan itu.


“Kau yang pertama, sayang.” Lelaki itu menoleh sejenak untuk memberikan senyuman pada lauren kemudian kembali ke posisi semula.


“Ish, pembohong ulung .” Desis lauren mengalihkan pandangannya keluar.


“Terserah kau mau percaya atau tidak. Tapi itulah kenyataannya.” aku hanya bercinta dengan para wanita


“Baiklah aku tidak ingin mendebat tentang hal itu. Menyetir saja dengan benar, kau akan membunuh orang jika terus menatapku seperti itu.”Kata lauren


Meski tidak menoleh kearah adamson , Lauren sadar jika pria itu sedang memperhatikannya dan mengabaikan jalanan didepan sana. Adamson terkekeh renyah, sulit dipercaya pria itu sedang bahagia kini. Dan pembicaraan keduanya pun tuntas sampai disitu.


The Crossroads of the World, 



Sebuah mobil mewah berhenti di salah satu tempat yang menjadi pusat kawasan theater Broadway di New York City. Times Square, ya tidak salah lagi, salah satu pusat industri hiburan ini menjadi tujuan utama adamson untuk menghabiskan malamnya bersama lauren Tempat ini berlokasi di kota Manhattan tepatnya dipersimpangan jalan Broadway dan Seventh Avanue. Membentang dari jalan West 42nd hingga West 47nd. Time Square menjadi salah satu dari


Mobil adamson sudah terparkir ditempat khusus yang memang tersedia ditempat itu. Lauren cukup puas dengan ide kilat adamson yang mengajaknya ke tempat ramai seperti ini. Destinasi pertama mereka adalah mencari tempat yang nyaman untuk beristirahat juga mengisi perut. Seperti yang kita tahu keduanya memang belum sempat makan malam karena insiden tadi dirumah sakit. Adamson memilih salah satu kursi yang berada dipinggir jalan sebagai tempat peristirahatan.


“Kau pesan saja dulu, aku mau ke toilet sebentar,” perintah adamson kemudian ia meninggalkan lauren sendiri ditengah keramaian Times Square Plaza. Lauren mengangguk, dan mulai membuka buku menu. Ia memilih menu makan malam yang ringan, tidak untuk makanan dengan karbohidrat tinggi atau yang mengandung lemak berlebih. Ingatlah lauren juga wanita yang takut akan hal-hal mengerikan yang bisa saja terjadi pada wanita jika mereka tidak mengontrol makanannya. Prime sirloin and barbaque sauce, menjadi pilihan wanita yang nampak bersahaja dalam balutan maxi dress berwarna peach dengan outer putih.


Lauren memang sempat berganti pakaian tadi sebelum pulang kerja. Kebiasaan yang tak akan pernah bisa ia tinggalkan selama ini. Untuk minumannya, lauren menjatuhkan pilihan pada segelas Lemon squash rendah gula, special request darinya pada sang waiter. .


Namun ia belum bisa melakukannya karena adamson yang tak kunjung kembali.


“Kemana dia, mengapa lama sekali?” Kata lauren dengan menuang minuman



. “Ah abaikan dia, lauren . Cepat makan, jangan biarkan perutmu keroncongan lebih lama..


” Tak kuat dengan rasa lapar yang kian menyiksa lauren memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Perihal adamson marah atau tidak akan ia pikirkan setelah ini. Ia paling tidak tahan disuruh menunggu dalam keadaan perutnya yang kelaparan. Suapan demi suapan memberikan sensasi tersendiri dimulutnya, hidangan ini memang terkenal lezat. Tidak heran restaurant ini menjadikan sirloin prime sebagai menu andalan.


Saat lauren sedang menikmati makanannya, tiba-tiba saja munculah beberapa orang pria yang menghampiri mejanya. Para pria itu terlihat memperhatikan lauren dengan seksama, seperti memastikan sesuatu. Setelahnya mereka pun saling melempar tatapan ganjil dan tersenyum licik bersama. Lauren tidak menyadari hal itu sampai salah seorang dari mereka duduk dihadapannya, dan membuat lauren tersentak kaget.


“Ahh… dugaanku benar. Maaf nona kita bertemu lagi,” ujar pria berambut cepak berwajah ganteng . mebelalakan matanya, nafsu makan yang sedari tadi membeludak kini sirna entah kemana. Ia tidak lagi ingin melanjutkan kegiatan makannya. Melihat para pria bertubuh besar dan kekar yang mengelilingi tempat duduknya. Bayangan kejadian malam itu pun kembali terpeta dalam benak lauren . Tangannya bergetar seperti saat itu, dadanya bergejolak ketakutan. Mendadak lauren membisu, bertemu dengan para pria yang nyaris menodai harga dirinya sebagai seorang wanita baik-baik tentu membuat lauren lebih dari sekedar takut. Mungkin ini bisa disebut dengan trauma.


"kalian siapa tanya dr lauren


" kau tak perlu tau, sebaik nya kau ikut dengan kami, karena kami ingin bertemu dengan mu kata cowok berwajah ganteng



“Pergi! Enyah kau dari hadapanku bajingan!”


“Ouu… mulutmu semakin sexy saat mengumpat kasar seperti itu. Membuatku ingin segera meraupnya dan membawamu mengangkasa dalam kenikmatan.” Kata cowok ganteng


“Ini tempat umum, aku bisa saja berteriak dan meminta orang-orang memukuli kalian.”


“Silahkan saja, kami tidak takut. Oh aku merasa tertantang, cepat lakukan.”


“Sedang apa kalian disini?” suara itu dengan jelas terdengar oleh Lauren seketika hatinya menghangat dan helaan nafas lega pun terhembus. berdiri dan berlari kearah belakang dimana adamson berdiri. Ia menyembunyikan dirinya dibalik tubuh adamson


. “Usir mereka, adamson . Aku mohon, mereka bajingan sialan yang berniat tidak baik padaku.” Kata lauren pelan


“Aku tahu tenang lah ada aku,”Kata adamson


Lauren mendongakkan kepalanya diarah belakang, pria ini selalu saja membuat otakknya berpikir keras. Adamson meraih tangan lauren dan membawa gadis itu untuk berdiri disampingnya. Menuntun lauren untuk berjalan mendekati para pria tadi, meski sukar akhirnya lauren menurut. Tangan lauren menggenggam erat tangan adamson . Ia tidak ingin tangannya terlepas dari tangan adamson , ini terlalu menenangkan.


Para pria itu terlihat sangat gugup, saat adamson semakin mendekat. Pria yang sedari tadi menggoda lauren pun nampak lebih terkejut, ia berdiri dan memposisikan tubuhnya diantara teman-temannya. “Kalian masih suka berulah? Bahkan kali ini dilebih banyak tempat,” ujar adamson dingin. Matanya menatap murka pada pria berambut panjang tadi.


“Maafkan ketua , kami janji tidak akan mengulanginya dan membuat onar diwilayahmu tuan.” Ujar pria penggoda tadi merunduk patuh.


Lauren memandangnya dengan tatapan aneh. Mengapa mereka takut pada adamson ? Sepertinya ini bukan pertemuan pertama bagi adamson dengan bandit sialan itu.


“Selalu saja mengucap kata yang sama setiap aku memergoki aksi sialan kalian.”


"maaf kan aku tuan kata orang itu ketakutan


“Awalnya aku ingin memaafkan tapi melihatmu menggoda istriku dengan kata-kata menjijikan membuatku tidak bisa tinggal diam.”


Adamson melepaskan tautan tangannya dengan lauren , gadis itu sempat menolak namun adamson tersenyum meyakinkan. Dengan terpaksa lauren membiarkan tautan tangan mereka terlepas. Pria itu mendekati para berpakaian berjalan dengan santai dan langsung menghajar pria yang menggoda Lauren dengan satu tinju yang teramat keras.


Bandit itu tersungkur, teman-temannya panik dan mengerubungi tubuh bosnya yang sudah terduduk diatas aspal. Sontak kejadian itu mengundang perhatian dari para pengunjung yang ada disana. Mereka sangat terusik namun tak berniat ikut campur, petugas restaurant pun bermunculan untuk menghentikan kejadian itu. Mereka takut pertikaian dan perkelahian itu merusak peralatan dan menimbulkan kerugian besar bagi restaurant mereka. Lauren menutup mulutnya yang terbuka dengan kedua telapak tangan, ia terkejut, sangat sangat terkejut. Ada segaris rasa khawatir yang kian menebal saat melihat adamson kembali melayangkan pukulan keduanya pada bandit itu. Lauren takut adamson terluka.


“Tuan adamson kumohon hentikan perkelahian kalian. Ini mengganggu kenyamanan para pengunjung lain,” ucap seorang pria tinggi dengan rambut putih dan badan yang lumayan tambun, sepertinya dia manager restaurant tersebut.

__ADS_1


"diam lah, aku akan mengganti kerugian nya, bantak adamson dengan emosi sambil. ikut berjongkok –menjadikan satu kaki yang terlipat kebelakang dengan lutut menjadi tumpuan. Sementara satu kaki lainnya nya menopang berat tubuh dengan telapak kaki yang terbalut pentopel hitam. Tangan kanannya tersimpan apik diatas lutut, adamson kembali menajamkan tatapannya dengan sadis.


Sebuah mobil berbenti dan keluar lah 1000 para bodyguard


"maaf tuan kami terlambat kata kris


" tidak apa apa kau selesai mereka, dan ganti kerusakan yang aku buat kata adamson


Para orang berpakai hitam ketakutan melihat 1000 bodyguard


"ampun tuan kata orang itu


“Saat kau berusaha untuk menyentuh gadisku malam itu aku masih berbaik hati, membiarkanmu pergi.”


“Dan saat tadi kau kembali menggodanya kau masih beruntung karena hanya dua pukulan yang ku layangkan padamu.”


“Namun jika sekali lagi kau mengganggunya, maka pintu neraka siap menyambutmu. Kau mengerti?” bandit itu mengangguk cepat, entah mengapa mereka semua begitu takut pada adamson Selagi adamson sibuk melayangkan ancaman mematikan pada para berandalan itu. Disisi lain adamson gadis itu masih termenung. Mengulang rekaman tiap kata yang beberapa menit lalu adamson lontarkan. Pikirannya berkecamuk hebat, kenyataan ini melemparkan bayangan pria misterius malam itu tepat kehadapannya.


“ begitu,  kita pergi dari sini.”Kata adamson


“Tapi kau belum makan, adamson ”


" masuk lah kita pulang kata adamson


membukakan pintu mobilnya , adamson segera masuk ke dalam sementara lauren masih berdiri dan tak berkomentar.


“aish ? Kau mau mati kedinginan diluar? Atau menunggu bis datang?” Teriak adamson dari dalam mobil


“Kau bisa melanjutkan marahmu nanti, di mansion sekarang masuklah ” Kata adamson lalu merangkul dr lauren dan membawanya masuk ke dalam mobil.


" mengapa kau mau membelah ku tadi ?” Tanya dr lauren


“Apa aku harus katakan apa yang aku bilang tadi ” tanya adamson duduk di samping lauren , lauren kemudian terdiam dan menatapi wajah adamson yang sedang lagi menatap di luar jendela .



“Kau tidak mengantuk? Tidurlah akan ku bangunkan saat sudah sampai di mansion ” adamson. Menoleh


“Kenapa kau melakukan ini?” Tanya lauren dengan bingung


“eoh?”tanya adamson.


“ dr Diana menyukai sudah lama mengapa kau menikahi ku, apa kau hanya ingin tidur dengan ku kata dokter lauren


“Apa aku perlu menjawabnya?”tanya adamson dengan datar


Dr Lauren malah diam, kemarahan yang selama ini menggulung seperti buyar begitu saja. Ia memperhatikan wajah adamson terus menerus dan menyunggingkan senyuman kecil di bibirnya.


“aku tidak suka banyak bicara, aku lebih suka melakukan aksi nyata” adamson tersenyum langsung memberi ciuman di bibir


Cup


"kau!! Dasar mesum Kata lauren dengan kaget


Adamson hanya tersenyum


Tak ada komentar apapun dari lauren . Gadis


itu kemudian bersender dan memejamkan matanya dan tertidur, tiba tiba kepala jatuh ke pundak adamson


Adamson menoleh, menatap lauren yang tidur


Sementara di mansion



Seorang wanita menatap marah pada para orang suruhan nya .


“Kenapa kalian bisa sebodoh itu hah?,” suara clara terdengar tenang, tetapi intensitas kemarahannya membuat bulu kuduk dua anak buahnya berdiri.


Para pengawal itu saling bertatapan mencoba berkata-kata, tetapi tak bisa. Mereka memang bersalah


. Asisten cewek itu terdiam


"menculik seorang gadis saja tidak bisa , kata Clara dengan marah


Maaf kan saya nona, kami kalau karena tuan adamson , ada di situ, dia sangat marah. Saya takut


Clara masih menatap marah kepada kedua pengawalnya, memikirkan hukuman apa yang cukup kejam untuk dilimpahkan atas kebodohan mereka. Menculik dr lauren tak bisa


Asiten nya datang, menyerahkan setumpuk berkas lagi, mengalihkan perhatian clara



S“Sepertinya dugaan Anda benar nona " Adamson sangat peduli dengan gadis itu dan kami tidak Bisa melumpuh tuan adamson dia sangat tangguh kata para bodyguard nya


" brengsek, aku heran apa. Yang menarik dari wanita itu, aku tak pernah melihat adamson begitu peduli sama wanita, sama aku dulu dia tidak begitu, sampai kapun adamson tetap milik. Ku kata Clara dengan melempar Semu barang barang.


Sementara di mansion



Sebuah mobil mewah berhenti


Para bodyguard Adamson langsung membuka pintu mobil


Adamson yang melihat lauren tertidur, adamson mengangkat tubuh Lauren masuk ke mansion mewah


Bersambung Saksikan episode selanjutnya

__ADS_1


__ADS_2