
" ada apa ini, mengapa di pintu depan banyak polisi kata adamson dengan melihat dari jendela
Adamson pun menuju halaman nya tanpa sepentahuan lauren
" selamat pagi tuan sapa kris dengan pelan
"hmmm ada apa mengapa ada polisi tanya adamson dengan dingin
" mereka membawa surat penangkapan untuk Nyonya tuan kata kris
"apa!! Kasus apa?? Kejahatan apa yang di lakukan oleh gadis bodoh kata adamson kesal.
" saya tidak tau tuan,!! Saya baru akan bertanya, tapi mereka hanya ingin bertemu dengan nyonya kata kris
Adamson pun mendekati berapa orang berpakaian polisi, dengan tatapan tajam
" ada apa tanya adamson dengan datar
Berapa polisi menoleh kearah suara, membuat nyali mereka menciut, siapa yang tak kenal. Adamson, pria yang paling kejam. Dan dinding
" maaf tuan adamson kami datang kesini ingin bertemu dengan dr lauren kata polisi berpakaian bisa
" atas apa kalian ingin bertemu dengan istri ku , kata adamson dengan datar
Membuat berapa orang terkejut
"
istri?!! Kapan tuan adamson menikah, ?? Bahkan pesta pernikahan nya tidak pernah di muat di surat kabar pikir berapa polisi saling pandang
" ada yang melapor kan dr lauren, beratem dengan seorang dr hingga membuat dokter itu terluka kata polisi yang bernama Lee liyin
" oh benar kah, siapa yang melapor kan nya tanya adamson datar
"dr selin , sebaik nya tuan adamson kerja sama dengan kami tolong panggil dr lauren kata polisi han, ini pangkat nya kapten
" hmmm polisi han, anda tidak bisa sembarangan nangkap istri saya, tanpa ada bukti, apa anda tau siapa saya tanya adamson dengan dingin
"saya sudah membawa surat penangkapan, jadi tuan panggil kan dr lauren jika ada tidak mau bekerja sama dengan kepolisian, anda bisa saya tangkap kata polisi han datar
Membuat berapa polisi saling pandang, mereka tau siapa yang mereka hadapi
" adamson menahan amarah nya, tidak ada satu orang pun berani melawan nya
Kris yang melihat perubahan wajah tuan nya langsung menahan dan berbisik
" tuan kendali kan emosi anda, jika anda emosi, masalah Nyonya akan bertambah rumit, tenang saja Nyonya pasti akan bebas kata kris
Belum sempat adamson menjawab terdengar suara
" ada apa ini mengapa banyak polisi tanya lauren dengan heran
"maaf dr lauren, sebaik nya anda ikut kami ke kantor polisi, kata polisi han
" apa! Mengapa?? Apa kesalahan aku tanya dr lauren
" salah satu rekan kerja anda, telah melapor kan, anda telah melakukan tindakan kekerasan, anda juga sering berlaku kasar
" aish yang benar saja, untuk apa aku melakukan nya, aku seorang dokter kata dr lauren
" sebaik nya anda ikut dengan kami kata polisi han , menyuruh berapa anggota
"tapi saya tidak melakukan itu, adamson tolong aku kata lauren dengan pelan
Adamson yang melihat lauren di bawah pergi dia mau menepis tangan polisi yang akan menyentuh
" jangan coba coba menyentuh istri ku , atau aku patah tangan mu, ancam adamson dengan kesal..
" ini maaf tuan adamson kami hanya menjalankan perintah , jika kau ingin mem bebas kan istri mu , bawa pengacara m u selesai dengan jalan hukum , kata polisi han
"tolong aku, kau percaya kan pada ku, aku tak melakukan itu, kata dr lauren,
" adamson hanya diam saja menatap lauren
__ADS_1
Dr lauren menunduk dan akhirnya memilih pasrah saat lengannya dicengkram lalu tubuhnya diseret oleh pria bertubuh tinggi berbaju biru yang sedari tadi memeganginya agar tidak lari. Sera berniat untuk lari pun sebenarnya tidak. Kakinya terlalu lemas bahkan sekedar untuk berjalan.
“ lauren ~”
Langkah keduanya terhenti. Lauren mendengar namun tak menoleh.
“Kau tenang saja,aku akan berusaha membebas kan mu, ” jangan takut dalam 48 jam kau pasti pulang , aku akan mengurus nya .” kata adamson dengan pelan
Adamdon melihat kepergian lauren
" dasar brengsek, kau harus menyelesaikan masalah ini kris, apa yang terjadi sebenar nya, siapa yang berani melakukan itu pada lauren kata adamson
" baik tuan, Tuan tenang saja, saya akan menyuruh orang orang saya untuk menyeledeki masalah ini kata kris
" bagus, aku tidak mau gagal, kau harus membawa lauren. Ke kambali kata adamson
Sementara di kantor polisi
Ruangan ini gelap. Tak sepenuhnya. Ada penerangan disini, walaupun hanya sebuah lampu berwatt rendah yang tergantung diatas. Setidaknya tubuh seorang gadis yang duduk terikat disebuah kursi kayu itu terlihat cukup jelas.
"apaan ini mengapa saya di introgasi pakai di ikat, saya belum jadi tersangka kata dr lauren dengan menatap betapa polisi
“dr lauren ..”
Lauren mendongak mendengar namanya disebut. Seorang pria dengan garis wajah yang cukup tegas duduk didepannya. Meja kayu berukuran sedang memisahkan jarak antara Sera dan pria itu. Pria yang merupakan polisi itu berdeham lalu sambil matanya menatap tajam kearah dr lauren
“Apa motifmu menyerang dr selen ?” tanya mark dingin.
" aku sudah bilang. Aku tidak melukai nya, kami memang beratem, tapi tidak melakukan tindakan kekerasan jelas dr lauren
“Apa kau tak punya hati? ? Jika aku jadi kau, aku tidak akan menampakkan wajahku lagi dimanapun, Nona.”
Laure. menggeleng lemah dan memilih diam. diinterogasi 3 kali sehari dan pertanyaan yang diajukan selalu sama. Lauren sudah lelah berontak dan membantah. Suaranya seakan habis karena terus saja meneriaki siapapun yang melakukan interogasi konyol ini.
“ dr lauren ! Jawab!” bentak pria itu sambil memukul meja. Lauren mendelik, melihat tag name yang tergantung didada pria itu lalu kembali melihat wajahnya.
“Tuan Mark. .” ucap lauren parau, suaranya serak. “Aku tak mungkin menyerang rekan kerja ku, aku seorang dokter Jangan bodoh. Apa kau dan rekanmu tak bosan terus menerus menanyakan hal ini?”
Pria berwajah tampan itu menoleh pada rekan nya yang marah marah . Kedua tangannya bergerak mendorong tubuhnya dan kursi beroda yang ia duduki. Kursi itu berputar hingga posisinya membelakangi laurenkini.
Giliran dr lauren yang tertawa kali ini.
Tuan hans menoleh, “Apa yang lucu Nona lauren
?” Ia berdiri lalu berjalan mendekati lauren yang menatapnya tajam.
“Anda tahu Tuan Mark. ? Sebagai seorang polisi, anda tidak pantas mengatakan hal itu. Anda dan rekan Anda semuanya sama. Egois dan sok tahu!”
Brak! Tuan mark kembali memukul meja. Kata-kata lauren barusan sangat membuatnya tersinggung. Matanya melotot pada lauren yang justru kembali tertawa karena telah berhasil membuat pria didepannya ini tersulut emosi.
Tiba-tiba saja seorang polisi berwajah tampan membuka pintu
" astaga tenang lah, cepat lepas kan gadis itu mengapa kalian. Mengikat nya kata hans dengan kesal
“ gadis ini membuat ku emosi saja, Jangan mengalihkan pembicaraan, Nona ! Cepat katakan apa motifmu!” tuan mark.
Lauren mendengus." Ini sungguh menyebalkan".
“Bukan aku membuat dia celaka ! Aku sudah mengatakan hal itu ratusan kali pada kalian! Bukan aku, arrasseo?” kata dr lauren pelan
Mark pun keluar dari ruangan gelap itu dengan wajah kesal
" apa kau mau minum nona tanya kapten han dengan pelan
", lauren menganggukan kepala nya,
Kapten han memberi minuman, lauren pun meminum nya, keringat dingin di tubuh nya
" sebaik nya kau kerja sama dengan polisi dr lauren, apa kau dengan teman mu sudah lama berselisih, tanya kapten han
" jika aku mengatakan pada mu tuan han , apa. Anda pada ku? Tanya lauren dengan menatap datar..
" baik lah aku percaya pada mu.. Kata kapten han menatap gadis itu
__ADS_1
" aku.. Sudah bilang , belum sempat lauren menjawab, pintu di buka...
" seorang berwajah tampan telah berdiri dengan berapa bodyguard
" siapa. Kau?? siapa yang mengijinkanmu masuk ke ruangan ini ?” Desis polisi han tajam.
“aku!! Itu tidak penting, berani sekali kau membawa gadis ku ke ruangan gelap seperti ini
Dan menangkap. Nya kejahatan apa dia lakukan kata seorang berwajah tampan
mata lauren mengikuti gerak-gerik pria itu yang dengan seenaknya duduk di kursi berhadapan langsung dengan . Ia menyilangkan kaki kirinya pada kaki kanan, merentangkan kedua tangan di atas sandaran kursi , dan dengan gerakan anggun tangan kanannya terangkat sedikit untuk mengacak rambut coklatnya
“Hai sayang .” kata Justin
"ka.. Kau.. Kata lauren dengan ketakutan dia pun mundur dan berlindung di belakang polisi han
Siapa lagi bukan Justin, pria ini udah hampir memperkoza nya... Kalau adamson tak datang entah bagaimana masa depan nya
"aish jangan takut, aku tidak akan melakukan itu pada mu, aku kesini datang membebas kan mu kata justin
Kapten hans melihat wajah ketakutan dr lauren yang di belakang nya menatap justin dengan curiga
" aku sayang, calon suami mu, percaya lah kau akan bebas, aku sudah mengurus nya kata Justin dengan senyum
“berhenti membodohiku .Apa tujuanmu ke sini ? Katakan secepatnya, aku muak melihat tingkahmu.” Ucap lauren dengan kesal.,.
Pria itu tersenyum miring, sadar bahwa saat ini lauren. sedang menghindari keributan yang mungkin akan terjadi antara dirinya dan polisi han “Apa adamson akan membebas kan mu, aku yang duluan membebas kan mu, ini surat dari komandan polisi dr lauren bebas”
“Mwo? Yak! Lebih baik aku di sini dari pada ikut dengan mu ” lauren berdiri dari duduknya, menatap pria itu dengan tatapan membunuh.
“Kenapa apa. Kau berharap adamson membebas kan mu ?? Kau terkejut? Kau tidak suka dengan kenyataan bahwa aku bisa membebas kan mu ? Sekarang telah mempermalukanku untuk kedua kalinya!”
“Kedua kalinya? Aku tidak pernah merasa telah mempermalukanmu, itu hanya pikiranmu saja. Lagi pula, itu salah mu kau.. Sudah berlaku tidak sopan pada ku ?” Ucap lauren dingin dengan tatapan yang langsung menghujam ke arah mata lawan bicaranya. “koreksi aku jika perkataanku salah, Tuan Justin ”
"berhenti mengganggu istri ku, bodoh, apa kau bosan hidup.kata suara yang tak asing lagi
Kapten hans membulatkan matanya saat mendengar kata terakhir dari gadis ini , ia mengalihkan tatapannya pada sosok pria yang kini sudah berdiri di hadapan gadis itu dengan tubuh menegang.
" justin dan lauren menoleh kearah suara itu
Ia cukup… Ani! ia sangat mengenal pria yang di kenal sadis dan kejam . Pria dengan sifat diktator, bahkan disebut-sebut sebagai pembunuh berdarah dingin karena mereka memiliki karakter yang mirip meski adamson jauh lebih mampu mengontrol emosinya, tidak seperti Justin yang mengeluarkan ledakan emosinya kapanpun, dimanapun, dan pada siapapun.
Polisi han memicingkan matanya,
Melihat pria tampan tak lain tuan adamson tahu bahwa pria itu akan meledak sebentar
.
“siapa yang mengganggu istri mu, kau tak becus menjaga istri mu … kau tau aku yang membebas kan lauren ”
“jaga ucapan mu ????!!” Pekik adamson dengan nada dan pandangan menantang. Sengaja memberi tekanan pada kata terakhir, bermaksud menyulut api agar semakin membesar.
“Neo… Neo Jinjja!! Kau pikir aku takut eoh??!” Justin baru saja meraih botol agua berniat melemparnya ke arah adamson saat tiba-tiba adamson itu maju mendekat dan dengan cepat mencengkram benda tersebut, bahkan berusaha menariknya. “Lepaskan justin ”
“Shireo! Kau pikir aku bodoh apa di dunia ini tak ada wanita yang mau pada mu hingga kau mendekat istri ku ?” Ucap adamson sinis
“Yak!” bentak polisi han yang membuat kedua orang itu terdiam dan menoleh ke arahnya
“apa yang kalian berdua lakukan? memperebutkan gadis, aku tak tau gadis ini menikah salah satu di antara kalian, Kalian tidak malu dengan umur, jabatan dan lencana kalian, eohi ini kantor polisi bukan pasar ?!” teriak polisi han menatap kesal
"dia istri ku kau tanya kan saja pada nya, aku dan dia sudah menikah, pria menyebal kan ini selalu mengganggu istri ku kata adamson dengan kesal
Adamson mengalihkan tatapannya pada Justin dan melepas kan kerah baju
“Lepaskan Heenim-ah, kau sudah tua, tidak pantas berperilaku seperti ini,” gumam Justin sinis “Akkh!! Appo!! Kau sudah bosan hidup?! Sialan!”.... Kata adamson menjitak kepala justin
Pekik justin sambil mengelus kepalanya yang dijitak oleh adamsom
" hei... Tenang lah kata lauren menahan lengan adamdoson
Semua orang yang di luar pada memasang kuping di ruangan introgasi , apa yang terjadi jika dua orang yang di takuti bertemu bakalan hancur ne kantor polisi pikir mereka
__ADS_1
Bersambung Saksikan episode selanjutnya