
Istana Brussels Belgia
Alex Darling menoleh ke arah pria tampan berdarah Arab itu dengan perasaan tidak enak. Sementara pria itu hanya tersenyum lalu menghampirinya.
"Alex Darling... Polisi London yang selalu pusing dengan Rania dan Biana. Halo, aku Rauf Khalid, keponakannya Oom Alexander Khalid suami Tante Khalila Al Jordan" sapa Rauf sambil memegang pipinya dan tangannya yang bebas diulurkan ke Alex.
"Maafkan saya, tuanku Emir Khalid. Saya tidak tahu ..." Alex Darling menerima uluran tangan Rauf dan keduanya saling bersalaman.
"It's okay. Namanya juga cemburu dan posisinya kamu tidak tahu siapa aku. Dan... Aku minta kamu kejar Galena. Dia sangat marah padamu" kekeh Rauf.
"Excuse me." Alex Darling pun berpamitan ke Rauf Khalid dan mengejar Galena. Pria berambut hitam itu hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya. Mata coklatnya tiba-tiba melihat sosok berambut coklat terang berjalan seperti seorang putri di lorong sebelah.
Bukan hantu kan? Tapi siapa dia? Cantik sekali...
***
Alex celingukan mencari Galena dan tak lama dia melihat gadis itu duduk di kursi taman dengan bahu turun. Alex bergegas menghampiri Galena dan duduk di sebelahnya.
"Lena..."
Galena melirik judes dan Alex bisa melihat pipi gadisnya basah.
"Lena, jangan menangis..."
"Kamu tuh ! Bisa nggak sih tanya dulu pukul belakangan?" pendelik Galena. "Aku kira kamu berbeda dengan keluarga aku, tapi sama saja ! Panasan !"
"Lho bukannya aku ketularan kamu?" bisik Alex Darling lembut.
Galena menatap galak. "Masih untung bang Rauf nggak nuntut kamu ! Bisa kena potong tangan, tahu nggak !"
Alex Darling melongo. "Iya kah?"
"Iya ! Aku nggak suka kamu main gedubrakan gitu !"
"Tapi Lena, aku lakukan ini untuk kamu ! Aku kan pacar kamu dan sebentar lagi akan jadi suami kamu ! Jadi wajar dong jika aku melindungi kamu dan tidak suka melihat kamu disentuh pria lain selain keluarga kamu..."
"Bang Rauf keluarga aku !"
"Mana aku tahu, Lena !" balas Alex dengan nada agak naik juga.
__ADS_1
***
Leonardo dan Chris menuju kamar tidur mereka usai acara penggagalan unboxing Richard dan Alisha sekitar pukul tiga subuh. Keduanya sedang berjalan di lorong saat mendengar suara-suara ribut di dekat taman kerajaan.
"Siapa itu Leo?" tanya Chris. "Bukan hantu kan?"
"Lha kamu demitnya ... Gimana mau ada hantu?" balas Leonardo membuat Chris melirik judes.
Keduanya pun menuju ke arah suara dan tampak Alex Darling sedang ribut dengan seorang gadis.
"Ada apa dengan polisi itu?" tanya Chris bingung.
"Ribut sama siapa?" timpal Leonardo yang menghampiri keduanya. "Kalian kenapa?"
Alex dan gadis yang sedang ribut itu menoleh dan Chris serta Leonardo terkejut melihat siapa yang sedang bersama dengan superintendent Scotland Yard itu.
"Galena?" seru Chris dan Leonardo. "Ngapain kalian berdua subuh-subuh begini?"
"Not your business, Armstrong !" balas Alex Darling.
"Hei, Lena adiknya Biana jadi aku harus tahu ada apa..." sahut Leonardo.
"Are you sure Lena?" tanya Chris.
"Sangat sure."
"Ya sudah, kami ke kamar dulu. Ngantuk..." Dua pria itu meninggalkan Galena dan Alex Darling.
***
Alex Darling dan Galena saling berpandangan saat keributan keduanya mendapatkan intervensi dari dua pria kekasih kakak Galena, Rania dan Biana.
"Ini sudah mau subuh, Galena. Kita sebaiknya istirahat dulu..." ucap Alex dengan nada sedikit melunak.
Galena menatap Alex dengan sedikit usil. "Gendong..."
Alex Darling melongo. "Apa?"
"Gendong... Aku sudah ngantuk ..." pinta Galena manja.
__ADS_1
Alex hanya bisa menghela nafas panjang. Gadisnya benar-benar antik binti ajaib. Tadi ngamuk, sekarang manja.
"Galena, nanti kalau ayahmu lihat, bagaimana..." tolak Alex.
"Sudah pada tidur juga ! Lagian ini kan istana luas banget. Kamar aku disana ..." Galena menunjukkan kamarnya yang di seberang taman. "Gendong..."
Alex Darling hanya bisa mengangguk. "Ya udah, sini gendong..." Pria itu menepuk punggungnya sendiri memberikan kode ke Galena untuk naik. Gadis itu pun langsung naik ke punggung Alex dan pria itu menggendong punggung lalu berjalan menuju kamar Galena.
"Enak gendong... Tak gendong, kemana mana... Tak gendong, kemana mana..." dendang Galena macam lagu Mbah Surip.
"Kamu itu nyanyi apaan sih ?" tanya Alex Darling yang tidak paham apa isi lagunya.
"Intinya soal gendong" kekeh Galena sambil menyandarkan kepalanya di ceruk leher Alex Darling. "I love you, Alex..."
"Love you too Galena..."
CUP!
Galena mencium leher Alex yang harum parfum pria dengan harum memabukkan membuat Alex Darling kehilangan keseimbangannya. Jika saja tidak sigap, keduanya bakalan jatuh.
Gadis itu cekikikan melihat wajah galak kekasihnya. "Kenapa Alex Darling?"
"Jangan seperti itu Lena ! Seriously ! Hampir kita jatuh !" desis Alex Darling judes.
Galena semakin mempererat pelukannya di leher Alex. "Baru cium, belum jilat ..." Galena langsung menjilat rahang Alex Darling.
"Ya Allah ! Galena ! Aku hampir jatuh ini !"
Galena tertawa terbahak-bahak. "Meooowww..."
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1