My Darling...

My Darling...
Galena Geram


__ADS_3

Hari-hari Alex Darling bersama Galena dipenuhi dengan kepeningan haqiqi karena gadisnya lebih ajaib dibandingkan dengan Rania. Galena memang memutuskan pindah ke London dan kuliah di almamater Rania. Keputusan ini bukan tanpa pertimbangan, karena bagi Galena, harus salah satu mengalah dan dia yang memilih pindah ke London.


Seperti hari ini. Alex harus menuju rumah sakit tempat Galena kuliah karena gadis itu berbuat ulah ribut dengan keluarga pasien yang diduga melakukan pelecehan. Galena tidak mengijinkan pasiennya pergi dari rumah sakit karena bukti fisik memperlihatkan hal itu.


Galena menghubungi Alex karena dia tidak mau, remaja berusia 13 tahun ini mendapatkan perlakuan tidak pantas lagi. Dan sekarang, Alex Darling bersama dengan Joseph, partnernya, sudah tiba di rumah sakit.


"Lena, ada apa?" tanya Alex saat datang dan melihat wajah galak gadisnya sudah ingin banting orang.


"Lihat ini !" Galena memperlihatkan foto-foto hasil visum et repertum yang dilakukan dirinya saat mendapatkan pasiennya.


Alex melihat bukti-bukti abuse dengan memar di paha, tangan serta punggung. "Ini kenapa?" tanya Alex Darling ke arah kedua orang tua remaja itu.


"Dia jatuh, officer" ucap si ayah.


"First, saya bukan officer. Saya superintendent Scotland Yard jadi anda bisa memanggil saya chief. Kedua, jika jatuh, bentuknya tidak seperti ini. Pahanya bekas tangan. Ini tidak benar. Lena, apa yang kamu ketahui?" Alex menoleh ke arah gadisnya.


"Dia pernah aborsi, terlihat dari rahimnya ada bekas kuretan sekitar enam bulan lalu. Aku melihat hasil pemeriksaan penuh karena nggak beres ini..." ucap Galena.


Alex Darling menoleh ke arah Joseph yang mengangguk. "Kalian ikut kami ke markas untuk menjelaskan apa yang terjadi." Joseph meminta pasangan suami istri itu untuk ikut.


Awalnya pasangan suami istri itu menolak tapi tatapan tajam Alex dan Joseph ditambah datang nya beberapa anggota kepolisian, membuat mau tidak mau mereka ikut ke markas Scotland Yard.


"Joe, kamu urus mereka dulu, aku hendak meminta keterangan pada korban dan Galena. Kamu tahu sendiri kan Galena lagi panas." Alex memberikan instruksi ke Joseph.


"Oke Lex." Joseph pun pergi bersama beberapa anggota kepolisian yang membawa pasutri itu.


"Corporal Gwyneth, ikut saya..." Alex memberikan kode ke seorang polisi wanita.


"Baik Chief."


Alex melihat wajah judes Galena. "Jangan, Lena. Biar aku yang urus... Okay?" Alex lalu memeluk tubuh Galena yang tampak menegang akibat emosi.


"Aku ingin menghajarnya sendiri...!" desis gadis bermata biru itu. Alex bisa melihat bagaimana mata indah itu berkilat marah.


"Lena, aku tahu kamu marah tapi jangan emosimu membuat kamu menjadi tersangka penganiayaan... Aku sudah cukup sedih saat kamu dipenjara gara-gara menghajar copet itu." Alex berbisik di sisi telinga gadis itu. Alex bisa mendengar suara isakan di dadanya dan pria itu tahu bagaimana sensitif nya Galena. Siapa pun tahu, melihat seorang gadis belia yang masih berusia 13 tahun mengalami hal seperti itu.


"Dia masih kecil, Alex ..." isak Galena.


"Aku tahu, sayang, aku tahu. Sekarang, waktunya kita memberikan hukuman pada orang yang harus bertanggungjawab." Alex melepaskan pelukannya dan memegang wajah Galena yang pipinya basah dengan air mata. "Sudah, kita masuk ke pasienmu dan kita cari tahu siapa yang sudah berbuat seperti itu. Oke?"


Galena mengangguk sambil mengusap pipinya kasar.


"Aku tahu, dibalik sikap bar-bar kamu, sebenarnya kamu gadis yang sensitif. Terbukti kan sejak kamu menerima Billy sebagai adik angkatmu..." Alex mencium pipi Galena. "Yuk masuk."

__ADS_1


***


Galena menyerahkan semua kasus ini pada kekasihnya dan sebulan kemudian sebelum pernikahan Biana dan Leonardo, Galena mendapatkan jawabannya. Alex Darling resmi menahan kedua orang tua gadis remaja itu. Bahkan pria itu langsung memasukkan tuduhan berlapis ke jaksa penuntut umum.


Siang ini, Alex Darling mengajak Galena makan siang di kantin rumah sakit sambil membicarakan kasus pelecehan yang dilaporkan oleh gadis itu.


"Ayahnya sendiri yang melakukannya, Lena" ucap Alex saat mereka sudah siap dengan makanan masing-masing.


"B@jing@n ! Bapak bejat !" umpat Galena.


"Tidak hanya itu saja Lena... " Alex Darling harus menghela nafas panjang sebelum melanjutkan ceritanya. "Kedua orangtuanya memaksa putri mereka sendiri melakukan threesome..."


Klontang !


Galena menjatuhkan pisau dan garpunya. "Apa?" bisik nya.


"You heard me. Kedua orangtuanya memaksanya untuk ber-threesome. Memang saat kita pertama kali mewawancarainya, dia tidak bercerita tapi saat aku meninggalkan corporal Gwyneth, dia baru berani bercerita" jawab Alex pelan.


Galena mengetatkan bibirnya pertanda dia emosi. "Aku kebiri ayahnya !"


"Lenaaa..."


"Benar-benar bejat !"


"Biar mam*pus di penjara mereka semua!" ujar Galena geram.


"Lena, ada orang tua patut sebagai orang tua, ada orang yang tidak... Dan mereka memang bukan orang tua yang pantas dipanggil Daddy dan Mommy..." ucap Alex dengan sabar karena tahu Galena sangat emosional jika berhubungan dengan ketidakadilan.


"Kita jangan sampai seperti itu !" ucap Galena yakin.


"Memangnya kapan kita mau buat anak ?" tanya Alex dengan wajah menggoda.


"Sekarang pun boleh... " Galena menatap lekat ke Alex Darling. "Mau dimana? Hotel atau apartemen kamu? Aku sih siap aja ... "


Alex langsung tersedak.


Damn it ! Aku salah ucap.


***


Virginia Amerika Serikat


Raul Accardi mengemasi barang-barangnya dan bersiap pulang. Pria tampan itu hendak terbang ke Dallas untuk menemui kakak sepupunya sebelum acara pernikahan sekalian menghitung berapa wine yang hendak dia kirim dari Turin. Sebagai salah satu pewaris perkebunan anggur dan perusahaan wine Bianchi, Raul pun hendak ekspansi ke berbagai negara bagian yang belum terjamah.

__ADS_1


"Raul !" panggil temannya.


Raul pun menoleh. "Ada apa Troy?"


"Jadi ke Dallas kamu?" tanya Troy.


"Jadilah. Kenapa?"


"Ikut ! Aku mau ke Dallas Cowboys. Mau apply jadi bagian tim mereka." Troy memang atlet American Football di kampus mereka.


"Yuk. Aku berangkat siang ini. Kamu? Tiketnya? Udah ada ?"


"Go show lah !" jawab Troy cuek.


***


Ranch Rossi Milik Leonardo dan Lennah Rossi


Lennah sedang memarkirkan mobilnya ketika melihat ada sebuah mobil datang ke ranchnya. Gadis itu menunggu penumpang mobil itu turun karena biasanya, para pelanggan Airbnb yang hendak menyewa paviliunnya, datang di pintu masuk yang salah.


Tak lama, turunlah seorang pria yang diperkirakan sebaya dengannya dengan mantel hitam. Wajahnya yang tampan terlihat khas Italia itu memberikan senyuman ke Lennah. Mobil yang Lennah anggap Uber itu pun pergi meninggalkan peternakan.


"Hai ! Apakah ini Ranch Rossi?" sapa pria tampan itu.


"Benar. Kamu siapa?" tanya Lennah.


"Raul Accardi. Adiknya Mbak Biana Pascal." Raul mengulurkan tangannya ke Lennah.


Mbak Biaaaa... Adikmu kok cakep begini siiiihhhh !



Introducing Raul Dewanata Accardi


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2