My Darling...

My Darling...
Buzz Jealous


__ADS_3

Royale Hospital London


Galena berlari menuju area IGD setelah mendengar kekasihnya mengalami kecelakaan. Kecelakaan apa? Kena tembak? Tabrakan? Atau apa?


Galena akhirnya tiba di ruang kerusuhan dan melihat Alex Darling sedang diperban kepalanya. Gadis itu bergegas menghampiri kekasihnya dan tanpa mempedulikan sekelilingnya, Galena langsung memeluk Alex Darling, meskipun kemeja yang dikenakan pria itu bernoda darah.


"Ya Allah ... Aku sudah takut saja" bisik Galena di sisi telinga Alex. "Kamu kenapa?"


"Tabrakan karambol..." jawab Alex Darling yang memeluk tubuh kekasihnya. "Aku beruntung di urutan ke enam jadi tidak parah."


Galena langsung memegang wajah Alex dengan kedua tangannya dan mencium bibir pria itu lembut. "I'm so glad you're okay."


"Me too Lena."


***


"Tapi Alex tidak apa-apa kan sayang?" tanya Garvita saat Galena bercerita soal kejadian kecelakaan yang menimpa Alex Darling.


"Aku suruh opname sehari, karena kepalanya terkena benturan setir dan tulang rusuknya aku rasa retak karena memar di dada karena seatbelt meskipun Alex keras kepala dan bersikeras dia baik-baik saja." Galena sedang berada di kursi ruang tunggu pasien di divisi Obgyn menunggu jam absennya.


"Alhamdulillah dia baik-baik saja. Mommy cemas lho mendengar ada tabrakan karambol di London dan nama Alex ada diantara korban terluka disana" ucap Garvita. "Anak itu benar-benar dekat dengan yang namanya kecelakaan..."


"Resikonya, mom. Padahal dia itu mau pulang ke rumah, mau tidur ... Malah inap disini. Aku juga nggak jadi pulang, menunggu semua hasil test nya" jawab Galena.


"Dokter Luna."


Galena mendongak dan tampak seorang suster berdiri di depannya.

__ADS_1


"Hasil test Superintendent Darling" ucap suster itu dan Galena memeriksa nya.


"Sudah kudugong..." gumam Galena.


"Kenapa Lena?" tanya Garvita.


"Alex diragukan bisa ke Dallas besok."


***


"Gegar otak lagi?" seru Alex Darling yang merasakan kepalanya tidak apa-apa usai kemarin diberikan obat sakit kepala, antibiotik dan pain killer.


"Yup. Apakah kamu merasakan pusing?" tanya Galena.


"Sudah tidak Lena. Memang kalau aku gegar otak, kenapa?" Alex menatap wajah kekasihnya.


"Nggak ikut ke Dallas" jawab Galena santai.


Galena terbahak.


***


Ranch Rossi Dallas Texas


Raul berpamitan dengan Leonardo dan Lennah untuk pulang bersama dengan Biana. Bagaimana pun, Biana tidak boleh tinggal disana sebelum menikah. Perintah dari Pedro Pascal, Biana harus pulang bersama Raul dan akan kembali tiga hari sebelum menikah.


Wajah Lennah sedikit manyun karena obyek tampan penggoda hatinya harus kembali ke Virginia tapi mengingat hanya seminggu, Lennah pun tidak sabar untuk bertemu dengan Raul lagi.

__ADS_1


Buzz adalah orang yang paling berbahagia saat tahu Raul Accardi kembali ke Virginia dan berharap usai acara pernikahan besok, baik Lennah maupun Raul, tidak banyak interaksi nya.


***


"Lennah !" panggil Buzz saat melihat Lennah berjalan masuk menuju istal untuk menyisir kuda-kuda peliharaannya. Lennah memiliki beberapa kuda pribadi dan Spots adalah salah satu kuda kesayangannya dan harus dia sisiri setiap dia pulang ke ranch.


"Apa Buzz?" tanya Lennah sambil membuka pintu istal. Suara ringkikan kuda terdengar saat mereka tahu siapa yang masuk.


"Kamu mau sisirin Spots ?" tanya Buzz.


"Lho? Biasanya aku kan gitu... Kenapa Buzz?" balas Lennah sembari mengambil sisir khusus dan tas kecil khusus membawa wortel dan apel. Seperti biasa, Lennah selalu bawa dua makanan favorit kuda-kudanya itu sebelum menyisir Surai dan bulunya.


"Tidak apa-apa. So, besok acaranya si boss, semua anggota keluarganya Nona Biana akan datang?" tanya Buzz.


"Rencananya...Hai Spots ! Miss me?" sapa Lennah sambil mengusap hidung kudanya.


"Raul pun datang?"


"Raul datang lah. Kan dia yang bagian bawa wine dari Turin..." jawab Lennah polos.


Buzz pun cemberut. Si@l@n !


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2