My Darling...

My Darling...
Jantungku Tidak Aman


__ADS_3

Istana Brussels Belgia


Alex Darling menurunkan Galena dari gendongannya dan menatap kekasihnya dengan perasaan gemas. Bagaimana tidak, Galena membuat jantungnya tidak sehat dan takut dirinya mendapat stroke awal gara-gara gadisnya seenaknya.


"Kenapa Darling?" Galena mengalungkan tangannya di leher Alex yang manyun.


"Janganlah seperti itu Galena. Aku bisa terkena serangan jantung dini..." bisik Alex pelan karena takut terdengar orang lain.


"Kenapa? Jantung kamu kan sehat..."


"Jantung aku bakalan tidak sehat kalau kamu berbuat macam tadi, Lena.. Dan yang paling bahagia jika aku mati muda adalah... Kakakmu ! Apa kamu tahu, Rania sudah mencatat semua organ tubuh aku untuk dijadikan donor kalau aku mati..."


Galena terbahak. "Ya ampun mbak Rania..."


"Jadi Lena, tolong ... Please, jangan seperti tadi yaaa... " wajah Alex tampak memelas.


"Seperti apa, Alex sayang... Seperti ini?" Galena mencium bibir Alex sekilas. "Atau seperti ini?" Galena mencium lagi bibir Alex tapi lebih dalam dan Alex pun terhanyut dengan permainan lidah Galena hingga semakin mempererat pelukannya.


"Ehem !"


Alex dan Galena melepaskan pagu*tannya dan menoleh ke arah suara. Keduanya melihat Arsyanendra berdiri disana sambil bersedekap.


"Eh ... mas Arsya..." cengir Galena.


"Mas Arsya, mas Arsya... Lena ! Jangan usil ! Kasihan Alex kalau ketahuan Opa Ay atau Oom Gab ! Bisa-bisa..."


"Kita dinikahkan sekalian ! Toh Alex sudah sama dengan kita hanya saja belum sunat..." Alex Darling melotot. "Mbak Rania yang bilang. Katanya nunggu jadwalnya bukan kakakku satu itu ..." jawab Galena cuek.


Arsyanendra memegang pelipisnya sambil menghela nafas panjang. "Alex, benarkah? Sudah pindah?" tanya Arsyanendra


"Sudah your highness... Hanya saja saya menunggu Rania pindah dari London... Saya takut bukannya saya dikhitan malah ginjal saya melayang..." jawab Alex dengan wajah memohon pertolongan.


Arsyanendra tertawa. "Maafkan aku Alex tapi memang saudaraku satu itu rada-rada... Kamu tahu sendiri kan?"


"Tolonglah Your Highness, jangan sampai dia mengambil ginjal hamba..."


Arsyanendra dan Galena semakin tertawa keras melihat wajah Alex Darling.


"Sudah, kalian tidur sudah jam empat subuh. Besok bangun siang, tidak apa-apa" senyum Arsyanendra yang membalikkan tubuhnya. " No French Kiss, Galena ! Apa kamu mau membuat Alex mati berdiri?" ucapnya saat Galena hendak mencium Alex.


"Iiissshhh ! Mas Arsya ada matanya ya di belakang kepala ? Kok tahu?" gerutu Galena.


"Aku tahu modusmu Lena !" jawab Arsyanendra sambil berjalan meninggalkan pasangan itu.

__ADS_1


Galena pun mengerucutkan bibirnya.


"See you nanti siang, Lena..." Alex Darling mencium kening gadisnya yang manyun lalu berjalan menuju kamarnya.


"Love you Alex ..." ucap Galena.


"Love you more ... " balas Alex sambil memberikan kiss bye ke Galena.


***


Semua anggota klan Pratomo generasi ketujuh menikmati acara minum teh di halaman belakang istana Brussels sambil bercengkerama. Violet dan Alisha menjadi tuan rumah serta bagian wasit jika acara penistaan mereka semakin kacau.


"Aspen dan Alaska dimana?" tanya Biana mencari saudara kembar mereka.


"Jalan - jalan sama Dendeng dan Nyunyun keliling istana bersama Avaro. Mereka berdua kan masuk asrama bersama Nyunyun biar saling menjaga..." jawab Hyde.


"Semoga nggak ketularan kacaunya anak pak Shinchan..." celetuk Kaivan, putra Valentino Reeves dan Katya D'Angelo.


"Kayaknya nggak. Double A kalem kok anaknya" senyum Rasendriya.


"Alhamdulillah lho kita bisa menyelesaikan semuanya dengan baik ... So, habis ini kan Biana dan Singa Gurun..." ucap Rania. "Rencana kalian mau nikah di Dallas atau New York?"


"Dallas lah... Kan rencananya ingin di ranch aku" jawab Leonardo sambil memeluk Biana di sofa.


"Wah acaranya ada nari ala koboi nggak?" tanya Sagara, putra Dewa Hadiyanto dan Alina Ratnadewi.


"Pengen tahu aja" jawab remaja ganteng yang wajahnya perpaduan antara Dewa dan Alina itu.


"Ranch kamu luasnya berapa Lex?" tanya Arsyanendra sambil memangku putranya Akira yang terlelap. Bayi tampan itu tampak tidak terganggu dengan keriuhan oom dan tantenya.


"Hampir 10,000 hektar ... Perluasan dari ranch yang tidak berfungsi lagi, aku beli jadi semakin luas... Kami biasanya melepaskan sapi Hereford, Holstein Friesian, Angus dan Montbéliarde. Semuanya sapi perah dan potong ..." jawab Leonardo.


"Berapa kuda yang kamu punya?" tanya Richard, pangeran Inggris yang sangat suka kuda. Koleksinya di Inggris sangatlah banyak.


"Kenapa Richard? Mau menjodohkan kuda-kuda kita?" kekeh Leonardo.


"Why not kalau sama-sama Champions bukan?"


"Oh pleaaasseeee... Jodohin itu sesama orang, bukan kuda !" ucap Rania manyun. "Ohya Lex ... Kapan nih jadwal khitan kamu? Minggu depan aku lowong lho..."


Alex Darling yang sedang minum teh, langsung tersedak membuat Galena harus menepuk punggung pria itu.


"Se... Seriously Rania ! Ngomong soal itu disini?" pendelik Alex Darling judes.

__ADS_1


"Lho sekalian aku bius total dan ambil ginjal kamu satu..." jawab Rania cuek.


"RANIAAAAA !" teriak semua orang.


"Aku minta khitan dengan Galena saja, aman!" jawab Alex santai.


"ITU LEBIH NGGAK BOLEH LAGI !" seru semuanya.


"Sudah, kamu khitan dengan dokter Akito saja di Tokyo. Aman !" celetuk Hyde.


"JAUH AMAT !"


"Hei, mumpung disini, kenapa nggak sama papaku ..." ucap Charusmita. "Papaku kan dokter bedah ... Gimana sih?"


"Good idea Mita !" ucap Alex Darling dengan wajah lega.


"Nanti aku bilang sama Daddy ... Supaya dijadwalkan khitan disini dan sekalian kamu bisa cuti sebentar apalagi kamu baru saja mengurus kasus besar kan?" sambung Ararya, salah satu anggota trio ABC.


Alex Darling mengangguk.


***


Europe Hospital St Michele Site


Raj Rao menolak memberikan akses ke Rania untuk membantu proses khitan Alex Darling karena tahu modus keponakannya yang super usil itu.


Hari ini, dua hari usai acara royal wedding, Alex Darling melakukan khitan di rumah sakit tempat Raj Rao bekerja dan pria India itu meminta agar Alex menginap selama seminggu disana demi mempermudah perawatan.


Selama itu, Galena dengan telaten merawat Alex yang merasa senang gadisnya tidak pernah jauh-jauh darinya. Seminggu kemudian, Raj Rao mengijinkan Alex Darling untuk pulang ke London. Bersama dengan Galena, mereka memilih pulang lewat jalan darat, memakai mobil milik Arsyanendra yang tidak terpakai.


"Lima jam perjalanan... Kita mau mampir - mampir atau langsung pulang London?" tanya Galena saat mereka semua sudah dalam perjalanan.


"Paling kita mampir makan saja Lena. Serius ini mobil pangeran Arsya boleh dipakai ?" tanya Alex ke Galena.


"Pakai dulu dan paling mas Arsya bakalan kirim pengawalnya untuk membawa pulang lagi mobil Mercy nya ini... Sudah, santai saja ..." jawab Galena cuek sambil menyetir mobil Mercedes GT Coupe milik Arsya. "Lagipula, mobil di garasi Oom Sean berderet tuh nganggur..."


Alex Darling menggelengkan kepalanya. "Sultan memang beda..."


***


Yuuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2