
"saat prosesi resepsi berlangsung dokter muda itu terlihat tampan mengenakan setelan jas berwana hitam dan tiara terlihat cantik dengan gaun indah berwarna gold.
" mereka berusaha menampakkan senyum bahagianya, walau sebenarnya mereka bingung dengan lakon yang sedang diperankan saat ini oleh mereka berdua.
"ahirnya acara yang telah menguras energi serta fikiran itu telah berakhir.
"mereka memutuskan untuk pulang kerumah dokter muda itu. mereka tidak mau menginap di hotel yang telah di sediakan karena laki laki itu fikir dia tidak mau terus menyiksa gadis ini dengan memaksanya tidur satu ranjang di kamar hotel.
"saat perjalanan pulang menuju kediaman sang dokter mereka berdua sangat canggung sehingga tak ada yang mengeluarkan sepatah katapun.
"Tiara hanya memandang kearah luar cendela kaca mobil sedang laki laki itu fokus dengan setir kemudinya.
"Turunlah nona..ucap dokter muda itu kepada tiara lalu membuka pintu mobilnya.
__ADS_1
"ini dimana tuan???ini rumah saya.ucap dokter muda itu dengan lembut.
"mari masuk...tiara lalu mengikuti sang dokter berjalan tepat di belakangnya.
"ini kamar nona..kamar saya ada di lantai atas.
jika nona membutuhkan sesuatu silahkan nona meminta bantuan pada bi mina asisten rumah tangga di sini,
sekarang sudah malam istirahatlah, besok kita bicara lagi. ucap dokter muda itu sambil berlalu pergi.
"sebelum beranjak tidur tiara pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya dengan air hangat, sambil melamun sesekali air matanya jatuh membasahi pipinya, mengingat rasanya cobaan ini terlalu berat untuk dijalani.
cobaan yang bertubi tubi menghantam nya seolah olah Tuhan ingin bercanda dengan dirinya.
"selesai membersihkan diri Tiara merebahkan dirinya di atas ranjang tanpa menunggu waktu yang lama dia sudah terlelap karena hari ini merupakan hari yang melelahkan jiwa dan raganya.
" pagi pagi sekali Tiara sudah terbangun dia duduk bersila di atas ranjang untuk mengangkat suara telpon yang berbunyi.
""asalamualaikum ma...
walaikum salam cah ayu...cah ayu mama, papa dan kak dannis akan pulang hari ini jadi kamu hati hati ya cah ayu baik baik di situ.suara sang mama dari sebrang.
__ADS_1
" iya ma baik, suara tiara terbata bata menahan air matanya yang akan menetes.
"baiklah ma hati hati..ucap tiara lalu menutup telponnya.
"tok...tok...tok...
tiara membuka pintu kamarnya..tiara menatap laki laki itu sebentar dan mengalihkan pandangannya kebawah.karena tatapan laki laki itu mengingatkannya pada seseorang.
nona mari kita makan dan ada sedikit hal yang ingin saya bicarakan pada nona. ucap laki laki itu dengan sopan.
"tiara mengangguk dan berjalan mengikuti dibelakang langkah laki laki itu.
"mereka berdua duduk dimeja makan sambil melakukan kegiatan sarapan..mereka berdua sibuk dengan makanan mereka masing masing tak ada yang bersuara satu dengan yang lainnya, hanya suara gesekan piring sendok dan garpu mereka yang terdengar di sana.
"selesai melakukan kegiatan sarapannya, dokter muda itu memulai percakapannya.
"nona maafkan saya telah membuat hidup nona susah.ucap dokter muda itu sambil memandang gadis yang duduk berhapan di depannya.
"namun lagi lagi tiara mengalihkan pandangannya.
karena tak sanggup menatap laki laki yang ada di depannya.
__ADS_1
"saya tau ini sangat berat bagi anda nona...jika nanti nona sudah tidak tahan dengan pernikahan ini nona bisa memintaku untuk mengakhiri semuanya. karena saya tidak punya hak untuk memaksa nona.ucap dokter muda itu dengan sangat hati hati.