
"Tiara dan hero berada di satu meja namun berseberangan tempat duduk.
"tiara mulai memikirkan kata kata mama mertuanya tentang hubungan pernikahan dia dan hero.
"tiara mulai melayani hero layaknya seorang istri yang sesungguhnya. mas hero mau makan sama apa!??? ucap Tiara sedikit canggung. sama sayur dan ayam aja. ucap hero dengan sedkit mata membelalak karena kaget dengan sambutan gadis yang ada di depannya tersebut. Tiara mulai mengambilkan nasi, sayur dan lauk dalam satu piring dan di sodorkannya kepada hero. mereka berdua makan tanpa ada yang bersuara.
"saat mereka berdua tengah asik dengan makanan mereka masing masing tiba tiba lampu padam..
sontak tiara berteriak histeris..
"ah...ah....mama...mama....hiks hiks hiks Tiara takut ma....hiks...hiks...hiks...tiara berteriak seolah tengah melihat setan.
"hero panik mendekat dan berusaha menenangkan gadis yang berada di sampingnya itu namun percuma dia tetap berteriak histeris sambil menangis karena dia fobia dengan gelap.
"hero berusaha memeluk gadisnya itu dan menenggelamkan dalam dekapannya sampai gadisnya merasa tenang dengan isakan tangis yang sedikit mulai mereda.
"tenanglah Tiara aku ada di sampingmu dan aku tak akan pernah meninggalkanmu. bisik hero lirih tepat di telinga sang gadis sambil membelai rambut gadisnya berharap dia segera tenang.
__ADS_1
"sesaat kemudian Bi.mina mendekat dengan membawa lampu emergency.
"sontak tangan tiara menghempaskan tubuh yang tengah mendekapnya saat itu. semburat warna merah telah menghiasi wajah cantiknya karena menahan malu.
"ma..a..af mas" ucap tiara terbata bata sambil menundukkan pandangannya kebawah, karena merasa tak sanggup menatap tatapan tajam dari sang dokter tampan itu.
"It's Ok" ucap sang dokter sambil tetap menatap heran dengan gadisnya ini.
"Tiara...apa kamu tidak mendengarku???ucap hero dengan sedikit kesal melihat tingkah tiara yang selalu saja tak mau menatap matanya saat berbicara dan itu sangat membuat hero tersinggung.
"Maafkan aku mas jika membuatmu terkejut,
aku mempunyai fobia gelap dari aku masih kecil.
aku selalu histeris jika berada ditempat gelap. ucap Tiara sambil berusaha mengangkat wajahnya.
__ADS_1
"Ya Tuhan...kenapa dia selalu saja mengingatkan aku pada sosok gadis kecil itu..apakah dia gadis yang sama atau mungkin hanya sebuah kemiripan yang kebetulan saja. gumam hero dalam hati.
"Tuan hero sikring lampu di rumah tuan rusak dan saya sudah telpon di bagian PLN katanya masih di proses dan besok baru bisa di lakukan perbaikan jadi semalaman ini kita semua harus gelap galapan karena gansat rumah ini pun juga rusak. ucap security yang bertugas di rumah hero.
"ist" kenapa kamu baru lapor kalo genset dirumah ini juga rusak pak!!!?? ucap hero kesal sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"maaf tuan saya benar benar lupa.ucap security gemetar melihat majikannya sedikit emosi karena jujur saja para pekerja yang ada di rumah itu tak pernah melihat sang tuan rumah marah marah.
"lampu emergency tak akan mampu bertahan lama, jadi bagaimana jika lampu emergency itu tiba tiba jika padam?? pasti akan membuat Tiara histeris kembali.getu hero dalam hati.
"diruangan itu hanya ada Hero dan Tiara yang sedari tadi sama sama terdiam tanpa ada yang berkata kata.
"mas aku izin mau kekamar, aku mau istirahat aku merasa ngantuk. ucap tiara sambil berdiri dari duduknya.
"tunggu" aku ikut. ucap hero yang sontak membuat langkah Tiara terhenti.
"mata coklat nan indah gadis itu terbelalak seketika mendengar ucapan hero.
__ADS_1
"a..a..pa mas!!????