
"tiara berjalan mengikuti langkat dokter tampan itu menuju kedalam ruangannya.
"kamu bisa beristirahat di ruanganku selama aku bertugas. nanti di jam makan siang akan ada petugas kantin rumah sakit yang akan mengantarkanmu makanan.
"tiara menganggukan kepalanya untuk tanda jawaban mengerti.
""setelah dokter tampan itu pergi ruangan tiba tiba jadi hening.
"tiara mulai berfikir hal apa yang bisa di kerjakan disini untuk menghilangkan kejenuhannya.
"dia melirik kertas HVS di meja kerja sang dokter tampan itu dan mengambilnya selembar..dia mulai mengeluarkan perlengkapan yang selalu berada di dalam tasnya yaitu sebuah pensil tulis dan pensil warna.
" dia mulai beraksi dengan pensil pensil kesayangannya itu. rasanya dia sangat lama tak pernah berkutat dengan hobinya ini dan rasanya sungguh sangat bahagia bisa menuangkan kembali segala bentuk imajinasinya lewat kertas HVS yang berada di hadapannya. dia sangat merindukan profesinya, dia sangat merindukan butiknya dan dia juga sangat merindukan keluarganya. tapi dia tak berani menelpon keluarganya, takut jika dia akan terbawa dengan suasana yang akan membuat keluarganya bersedih.
"dia mulai menggoreskan pensilnya perlahan namun pasti..dia menuangkan segala kerinduannya lewat desain yang tertuang dalam kertas HVS itu.
dia mulai memberikan sentuhan sentuhan warna untuk memperindah desain yang dia tuangkan
__ADS_1
"Amazing"...terdengar suara dari samping
"tiara mengangkat kepalanya untuk melihat sumber suara itu.
telah berdiri sosok laki laki tampan, dengan almamater kedokteran yang dia kenakan.
"Tiara mengernyitkan dahinya merasa bingung siapa laki laki ini dan bagaimana dia bisa masuk keruangan ini tanpa dia sadari.
"m..a..af"anda siapa!!????
"perkenalkan saya dokter Andrean ibrahim saya patner kerja, sepupu dan sekaligus sahabat dekat dokter Hero nugroho. ucap laki laki itu dengan sopan dan sambil mengulurkan tangannya.
"saya Mutiara ajeng kusuma" balas tiara dengan sopan
"Cantik"...ucap dokter tampan itu yang masih menjabat tangan gadis di hadapannya.
"m...aaf...maksud saya catik desain gaunnya.ucap andrean sambil melepas genggaman tangannya dari gadis di depannya.
"hemmm...senang sekali bisa bertatap muka dan berkenalan langsung dengan nyonya Hero nugroho. ucap Andrean.
"tiara hanya membalas dengan senyuman
"sepertinya anda sedang sibuk nyonya hero nugroho. ucap sang dokter sambil melirik kertas yang di pegang oleh gadis di depannya itu.
"mmmm...gak juga. saya hanya berusaha mencari kesibukan di tengah tengah kejenuhan saya sepanjang hari ini. ucap tiara
"sepertinya itu bukan sekedar hobi melihat sebegitu cantiknya desain yang ada buat.
__ADS_1
"he.em ini hobi, opsesi dan juga hidup saya yang tak akan bisa saya tinggalkan begitu saja. ucap tiara sambil tersenyum dan melihat desain karyanya.
"Apa yang sedang kau lakukan disini dokter andrean. suara berat terdengar dari arah pintu masuk dan perlahan mendekat.
" halo dokter hero..
tadi setelah aq menyelesaikan tugasku. aku pikir aku berniat menemuimu di ruangan ini, dan ternya kau tak ada! dan yang kudapatkan adalah seorang gadis cantik yang sedang duduk termenung sendiri. otomatis aku penasaran dan ingin menggodanya. setelah kulihat ternyata dia nyonya hero nugroho. sontak aku langsung patah hati. hahahha...ucap andrean konyol yang membuat wajah tiara memerah.
tapi tidak dengan dokter tampan di samping dia hanya mengernyitkan dahinya dan menatap datar kearah jawaban konyol sodara dan juga patner kerjanya itu.
"ini dokter hero riwayat data lengkap pasien atas nama Bapak. ucap dokter andrean sambil menyodorkan map berisi data.
"dokter hero mengambil map yang di sodorkan dan mulai mempelajari isinya. baiklah besok kita akan menjalankan oprasinya tepat jam 9 pagi.
"andrean tersenyum sambil sesekali melirik ke arah gadis di sebrang sofa tempat duduknya.
sesekali hero memperhatikan tingkah andrean dengan wajah kesal
"kalau sudah tak ada kepentingan anda bisa meninggalkan ruangan saya dokter andrean ibrahim. ucap hero dengan sedikit ketus.
"Baiklah dokter hero saya mohon undur diri dan nona cantik, maksud saya nyonya hero
__ADS_1
"TIARA" panggil saja tiara dokter anderan. ucap tiara dengan senyum manisnya.
baiklah Tiara saya sangat senang bisa berjumpa dengan anda hari ini..